
siang itu keduanya tengah menuggu giliran Masuk ke dalam ruangan dokter.
"Yasmin.....!"
ucap seseorang membuat Yasmin menautkan kedua alisnya,
"sela? sedang apa anak itu disini?"
gumam Yasmin dalam hati, sambil memperhatikan sela yang semakin mendekat.
"sela ... ngapain?"
ucap Yasmin saat sela mendudukkan dirinya di kursi.
"periksa lah...?"
Yasmin tercengang mendengar penuturan sahabat nya itu.
"kamu hamil....?"
ucap Yasmin menilik sela dan Hasan yang duduk di samping sela.
"ya...." ucap sela senyum.
"tapi kemarin kamu ikut Arum jeram?"
"ya tapi gak apa apa, udah telat dua Minggu!"
"gak mual atau pusing gitu?"
"gak.....!"
"kok bisa?"
kahfi menggelengkan kepalanya melihat percakapan dua perempuan yang berbeda kondisi pertama saat hamil muda.
"sayang....!"
ucap kahfi membuat Yasmin menoleh.
"tuh di panggil dokter!
ayo masuk!"
ucap kahfi meraih tangan Yasmin.
"Udah sana nanti Kita ngobrol, aku mau ke rumah ibu kamu!
kita kan belum lihat adik kamu yas!"
"oke !"
ucap Yasmin mengacungkan jempol nya.
Yasmin masuk ke dalam bersama kahfi..
"ibu Yasmin!"
ucap dokter kandungan itu tersenyum menyambut kedatangan mereka.
Yasmin senyum dan langsung naik ke ranjang kemudian berbaring.
dokter langsung memeriksa.
"bagus.....!"
ucap dokter mengecek detak jantung bayi.
"bagaimana pergerakan nya? lambat atau biasa?"
tanya dokter sambil mengoles gel untuk melakukan USG.
"Alhamdulillah.. aktif banget dok, gerak terus!"
ucap Yasmin tersenyum, Kahfi tersenyum melihat layar yang menampilkan bayi mereka.
"benar gak mau jenis kelamin nya?"
ucap dokter menatap kedua pasutri itu.
"gak dokter, buat kejutan aja!"
ucap kahfi senyum.
"tidak ada masalah, hanya posisi nya masih di atas ya, belum berputar ke bawah!"
"maksud nya?"
"ya, memasuki usia sembilan bulan, seharusnya kepala ada di bawah, nanti juga berputar... jangan khawatir!" ucap dokter masih melihat layar..
"kalau tidak berputar bagaimana dokter?"
__ADS_1
tanya Yasmin sambil menggenggam tangan kahfi.
"kemungkinan bayi sungsang?
tapi saya melihat tidak ada masalah..!
masih banyak waktu, mungkin nanti akan berputar..
ibu Yasmin bagaimana tentang senam hamil yang Kita bicarakan waktu itu?"
Yasmin terdiam sejenak memikirkan tentang sungsang.
"dokter kalau sungsang bagaimana proses persalinan nya nanti?!"
ucap Yasmin langsung memucat.
"ibu Yasmin anda jangan tegang begitu?"
ucap dokter bisa membaca raut wajah Yasmin.
"ya sayang......!"
ucap kahfi menyentuh pundak Yasmin.
"ibu Yasmin.. banyak cara agar bayi berputar ke bawah.... perbanyak sujud atau anda juga bisa mengajak nya mendengar kan musik dan mengarah kan bayi anda untuk berputar!"
"sayang...!"
ucap kahfi membuat Yasmin menoleh..
"Kenapa gak bicara soal senam hamil?"
"ya waktu itu Abang sibuk, jadi karena tidak ada masalah Yasmin pikir itu bukan hal wajib Karena ibu juga tidak mengikuti senam hamil..!"
"tidak apa apa ibu Yasmin!
masih ada waktu.. anggap saja sebagai hiburan untuk ibu hamil, nanti ibu Yasmin juga bisa ngobrol dengan ibu hamil lainnya untuk mencari pengalaman...!"
Yasmin mengangguk mendengar penuturan Dokter.
"lalu bagaimana tindakan terbaik nya dok, bayi kami baik baik saja kan?"
"ya tidak ada masalah.....!
jangan stres ya ibu Yasmin, tenang saja!
apapun prosesnya yang terpenting ibu dan bayi nya sehat dan selamat"
"ya dokter benar sayang!"
"datang lagi Minggu depan ya!"
ucap dokter sambil meresepkan vitamin.
Yasmin keluar dengan pikiran tak menentu, ia butuh marisa saat ini..
"kenapa Yas?kok pucat?"
"gak apa-apa sel , nanti aku bicara dirumah!
aku duluan ya kerumah ibu!"
ucap Yasmin dan di angguki oleh sela.
sela tahu seperti nya ada yang tidak beres dengan sahabat nya itu.
"sayang .. kamu tenang, jangan stres begitu!"
ucap kahfi mengelus kepala Yasmin.
"kamu tahu bayi sungsang itu kata orang punya kelebihan....!"
"kelebihan Apa? Yasmin gak ngerti!"
dokter bilang gak ada masalah dengan bayi kita, tapi kenapa dia betah dengan posisi seperti itu?"
"hanya tuhan yang tahu soal itu, kita masih bisa merubah nya, dokter sudah memberikan jadwal untuk mengikuti senam hamil kan!"
"ya Bang!"
"ya kamu tenang ya!
Abang selalu ada Buat kamu, nanti Abang kurangi kegiatan di kantor!"
"gak apa-apa Yasmin baik baik saja!"
"benar kah?
Abang justru melihat kekhawatiran dari mata kamu sayang!"
ucap kahfi menoleh sekilas.
__ADS_1
kahfi memang paling tahu dengan apa yang perempuan itu rasakan.
tak lama mereka sampai di rumah marisa..
Yasmin melihat Marisa tengah menggendong Adiknya.
"assalamualaikum Bu?"
"walaikumsalam .. sayang!"
ucap Marisa tersenyum melihat Yasmin mencium tangan nya di ikuti oleh kahfi.
"kalian habis periksa kandungan!"
Yasmin menjawab dengan anggukan, Marisa tahu putri nya itu tengah gelisah.
"ada apa sayang?"
"Bu kata dokter bayi Yasmin masih di atas, belum berputar ke bawah, kalau bayi Yasmin masih dalam posisi seperti itu kemungkinan sungsang, tapi dokter bilang tidak ada masalah!"
ucap Yasmin dengan mata berkaca-kaca.
Marisa tersenyum kemudian memeluk putri nya itu.
"apa yang kamu takutkan jika dokter saja bilang tidak ada masalah!
ikut saran dan petunjuk dokter saja!"
ucap Marisa mengusap punggung Putri nya itu.
"Bu bagaimana melahirkan itu, sakit atau seperti apa?"
ucap Yasmin menoleh pada kahfi yang diam di samping nya.
"sakit memang,tapi tak ada satupun seorang ibu yang jera melahirkan meski sakit... malahan banyak yang baru saja melahirkan mereka sudah berpikir untuk menambah momongan.
rasa sakit itu seketika hilang, terlupakan ketika melihat bayi kita lahir, apa lagi saat dokter menelungkup kan nya di Perut kita dalam keadaan masih berdarah.
kebahagiaan yang tak ada bandingannya, seperti hal nya ibu melahirkan kamu!
bahagia sekali, melihat bayi cantik yang menangis di atas ibu."
ucap Marisa mengusap wajah Yasmin yang berair.
"maafin Yasmin ya bu!"
"kenapa sayang?"
"Yasmin suka bandel dan ngebantah ibu, jasa ibu selama ini gak akan pernah terbalaskan."
"ya sayang..ibu sayang sama kamu!
tenang Jangan takut.... banyak bergerak, jalan jalan Sama kahfi kalau pagi!"
"ya... Yasmin juga suka jalan jalan Sama Abang!"
ucap Yasmin menoleh pada kahfi.
"ya sayang... kamu jangan terlalu memikirkan hal itu,,!"
ucap kahfi menyandarkan tubuh Yasmin pada dadanya.
tak lama sela dan wulan datang beserta suami nya, "assalamualaikum...bu!"
ucap sela mencium tangan Marisa diikuti yang lain nya.
"Yasmin kenapa Bu?"
ucap sela sambil melihat adik Yasmin yang di berada di pangkuan Marisa.
"gak apa-apa!
dia itu lagi manja sama kahfi!"
ucap Marisa membuat Yasmin terkekeh.
"benar Yas...!"
Yasmin tersenyum mengangguk mengeratkan pelukannya pada kahfi,,
"sel beneran Kamu hamil?"
ucap Yasmin beranjak dari pelukan kahfi.
"ya... beneran! Udah masuk delapan Minggu!"
"gak ngerasain apa apa?"
"gak, aku biasa aja!"
"memang ada yang seperti itu sayang, ibu hamil itu tak sama,ada yang hamil nya mual muntah seperti Kamu,ada juga yang seperti sela yang biasa saja, makan minum tak ada rasa mual muntah, terlepas dari semua itu semua mendapat pahala dengan apa yang dirasakan oleh ibu hamil!"
__ADS_1
ucap Marisa menjelaskan semuanya, jika seperti ini, Marisa selalu menjadi pilihan tepat untuk nya berbagai.
bersambung.