
Hafiz terdiam menatap Nabila dengan jarum infus yang terpasang di tangan nya yang kecil, anak sekecil itu harus merasakan perih nya di suntik jarum infus.
semalam Nabila mengalami demam tinggi, hingga Rina menyarankan untuk membawa Nabila ke rumah Sakit.
"sampai kapan kamu seperti ini fiz ..?"
ucap Rina melihat hafiz yang terus saja terpuruk.. "Bagaimana pun Kamu menyesal hal itu tak mampu membuat kamu memutar waktu.. coba lah kamu berpikir untuk masa depan kamu dan Nabila...!"
hafiz bungkam mendengar penuturan Rina
tak ada yang ia ingin lakukan saat ini, selain fokus pada Nabila..
memang benar apa yang di katakan oleh maminya itu,
penyesalan seakan tak berguna.. bagaimana cara mengikis rasa cinta nya pada perempuan itu, istri orang!
bagaimana cara nya agar Yasmin tahu ia tak pernah berdusta tentang rasa cinta nya, meskipun ia salah...!
Hafiz menghapus air matanya kemudian pergi ke dalam kamar mandi untuk membasuh muka nya.
apa kah ia bisa mencari pengganti,,
seperti Yasmin yang sudah memiliki pengganti nya,,
"ya Tuhan kenapa rasanya sesakit ini... andai saja bisa memutar waktu"
gumam Hafiz dalam hati nya kemudian mengambil wudhu.
****
beberapa Minggu berlalu hingga sampai waktu dimana weekend ini acara pernikahan sela dan Hasan.
beruntung nya kondisi Yasmin semakin membaik,, setelah satu Minggu dirumah Rama kini Yasmin sudah kembali ke rumah Kahfi dengan berjanji pada Marisa untuk menuruti nasihat Kahfi dan Sinta sang Mertua.
"istri yang baik itu, patuh dan nurut sama suami!
ingat ya.. jangan suka aneh-aneh!"
"ya Bu...."
ucap Yasmin tersenyum memeluk sang ibu.
**
"yang... Bandung tuh jauh Lo, kamu beneran mau pergi!"
kahfi berbicara sambil memanaskan mesin mobil nya.
"ya bang, nanti sela kecewa kalau Yasmin gak datang bang...!"
"kenapa sih mesti di Bandung?
kenapa gak di Jakarta aja seperti wulan!"
"sela itu emang orang Bandung, keluarga besar nya di Bandung bang, Yasmin gak apa apa kok!
bawa supir aja.mami juga kan Mau ikut?"
"ya udah...ayo kita siap siap!"
keduanya masuk ke dalam kamar untuk bersiap siap pergi ke Bandung.
Yasmin tampil cantik dengan gamis brokat berwarna merah maroon, Senada dengan kemeja Koko Kahfi.
kahfi tersenyum melihat Yasmin yang sedang bercermin, pasmina nya berwarna merah muda.
perut nya masih rata padahal kandungan nya Sudah mencapai sebelah minggu, dan weekend yang akan datang pas empat bulan.mual dan muntah sudah tak begitu ia rasakan meski sesekali ada namun tak seperti Minggu Minggu kemarin.
rencana nya mereka akan mengadakan acara syukuran berbarengan dengan Marisa yang kini usia kandungannya mencapai tujuh bulan.
cup...
kahfi mencium pipi Yasmin singkat, beralih pada kepala Yasmin yang terbalut pasmina.
"bang geli......"
ucap Yasmin berbalik badan memeluk pinggang sang suami.
__ADS_1
Yasmin menatap wajah kahfi yang tampak tampan, rambut nya sedikit basah.
"kenapa sayang?"
ucap kahfi mengecup bibir Yasmin..
Yasmin tersenyum menggelengkan kepalanya memeluk kahfi.
teringat ucapan Marisa yang sempat menanyakan perihal kejadian masa lalu.
%
"Bu tolong jangan bahas masalah itu di depan bang Kahfi, karena Yasmin takut jika bang Afi tahu soal ini dia berpikir aneh aneh"
ucap Yasmin saat Marisa menanyakan perihal kejadian saat ia pulang camping dan berpamitan pada Ina sambil menangis
"Kenapa Yas?"
tanya Marisa pada putrinya itu,
Yasmin menceritakan tentang kejadian di rumah sakit saat Marisa menceritakan tentang ia yang bertahan dengan Hafiz, disitu Kahfi cemburu dan sempat meragukan cinta nya.
"Bu dulu Yasmin emang cinta sama bang Hafiz, mungkin hal itu yang membuat Yasmin menjadi bodoh tapi itu dulu Bu!
kalau bang Afi Tahu kejadian lalu,bang Afi malah jadi cemburu gak jelas gitu... Yasmin suka bingung karena kenyataannya memang kejadian di masa lalu itu benar adanya!
tapi itu udah berlalu bu!"
"oh gitu ..ya ibu paham sayang..ya udah?!"
ucap Marisa tak membahas mengenai kejadian lalu.
***
"Yasmin bersyukur punya Abang"
ucap Yasmin mendekap tubuh kahfi,,
tak perlu lah Kahfi tahu semua tentang rasa sakit yang dulu ia derita karena saat ini kahfi sudah menggantikan dengan rasa bahagia.
"Abang juga bersyukur punya kamu Yas, Abang sayang sama kamu...!"
keduanya bersitatap Wajah sambil tersenyum,saling mendekap dalam kasih.
**
"maaf mi lama?"
ucap Yasmin mengahampiri Sinta yang sedang duduk di depan rumah.
"gak apa-apa mami juga baru duduk"
ucap Sinta tersenyum kemudian mereka masuk ke dalam mobil,
empat jam perjalanan akhirnya mereka sampai di kediaman sela yang letaknya cukup jauh dari kota.
"Alhamdulillah ibu hamil datang juga!"
ucap sela saat Yasmin dan kahfi masuk ke tempat dimana acara tersebut berlangsung pesta pernikahan dengan tema autdoor.. terlihat gunung hijau di belakang rumah sela.
membuat Yasmin rindu aktivitas itu.
tersenyum menatap wajah kahfi.
Wulan dan Luthfi juga sudah datang sejak tadi, keduanya langsung menghampiri Yasmin dan kahfi.
"hai bumil, makin cantik aja!"
ucap wulan memeluk sahabatnya itu.
Lutfhi tersenyum menatap Yasmin yang memang benar yang dikatakan oleh Wulan.
perempuan yang sudah ia anggap seperti adik itu memang semakin cantik.
kahfi terdiam melihat Lutfhi, Kahfi tak suka melihat lutfhi menatap Yasmin seperti itu.
Yasmin menoleh pada kahfi yang diam saja.
__ADS_1
"kenapa bang!?"
ucap Yasmin kini keduanya tengah duduk di kursi..
Sinta sendiri sedang ngobrol dengan keluarga sela.
"gak apa-apa, Abang gak suka aja kalau ada yang menatap kamu seperti ini?"
ucap kahfi sambil menatap wajah cantik istri nya itu dengan intens.
Yasmin menghela nafas mengerti dengan maksud kahfi.
entah kenapa akhir-akhir ini suaminya lebih protektif dan cemburu gak jelas seperti sekarang ini.
"bang.. udah dong jangan seperti itu..."
"makanya kalau kemana mana gak usah dandan terlalu cantik....!"
ucap kahfi mencubit pipi istri nya gemas.
"gak dandan juga udah cantik....!"
ucap Yasmin terkekeh.
"Abang serius.....!"
"Yasmin juga bang! gak perlu khawatir Yasmin punya Abang seorang..!"
ucap Yasmin tersenyum mencubit pipi Kahfi pelan.
acara berjalan lancar, kali ini Kahfi dan Yasmin menolak untuk naik panggung.
"curang deh Lo yas , giliran acara gue aja gak mau naik panggung, pak kahfi nih"
ucap sela merajuk.
"ya gimana lagi gak mood dia...!"
ucap Yasmin bersandar pada kahfi.
mungkin dengan cara seperti itu Kahfi tidak cemburu dengan Luthfi.
apa yang harus di Risaukan. Lutfhi bahkan kini sudah menikah dengan Wulan.
mengapa harus terpaku pada masa lalu.
karena kini Kahfi lah yang menjadi masa depan nya.
****
pagi itu Yasmin seperti biasa menyiapkan keperluan kahfi untuk pergi ke kantor.
"sayang... Abang ke kantor dulu ya, nanti setelah meeting Abang pulang
siang kan jadwal kontrol nya!"
"ya bang ....!"
ucap Yasmin sambil bercermin
"bang Yasmin kok gak kayak perempuan hamil?
masih rata aja perutnya ..gak kayak ibu, empat bulan udah kelihatan!"
"gak apa-apa Sayang!
yang Terpenting itu calon bayi Kita sehat dan dokter juga bilang gak ada masalah kan, nanti juga membesar seiring bertambahnya usia kandungan kamu!"
"gitu ya bang?!"
"ya lah... jangan samakan kehamilan kamu sama ibu , karena tiap orang itu berbeda...!"
ucap kahfi memeluk istrinya itu dari belakang.
bersambung...
hai para reader semoga sehat selalu, Terima kasih yang udah mampir.
__ADS_1
para reader tercinta jangan lupa tinggalkan jejak like nya😍😍😍
komentar ya..😍