Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
pahlawan.


__ADS_3

malam itu Yasmin mengunci diri di kamar meski Hafiz Terus menerus mengetuk pintu.


rasanya enggan mendengarkan lagi Hafiz berbicara.


pagi hari Hafiz kembali mengetuk pintu namun seperti semalam Yasmin tidak membuka, sembunyi di bawah selimut dengan kamar yang gelap hanya sedikit cahaya dari erang erang jendela.


untung nya Yasmin tidak ada kuliah pagi jadi ia tidak perlu keluar rumah Pagi pagi.


kanza terdiam melihat Hafiz yang terus menerus memanggil Yasmin, namun hasilnya nihil. Permainan terlanjur berjalan kanza tidak akan mengalah ia lebih berhak karena anak yang saat ini di kandung adalah anak Hafiz.


"bisa gak seh kamu gak terus menerus seperti ini fiz aku juga punya perasaan..!"


ucap kanza menatap Hafiz.


semalam Hafiz mengajak kanza untuk membeli rumah baru untuk nya, namun kanza menolak karena misi nya belum selesai. jadi apapun keadaan nya ia akan bertahan di rumah itu.


"aku udah kasih kamu pilihan tapi kamu yang mau semua ini?"


ucap Hafiz dengan tegas.


"sekarang aku harus kayak gimana seh, aku udah bilang sama kamu kalau aku cinta sama Yasmin...!"


dengan cepat tangan kanza mendarat di pipi Hafiz.


"ya udah sekarang antar aku ke dokter yang bisa aborsi...!aku capek..... jangan kamu berpikir aku mau seperti ini fiz, apa gak ada sedikit saja aku di hati kamu?"


Hafiz membisu mendengar penuturan kanza.


"aku mau gugur kan kandungan...!" ucap kanza berteriak dan terdengar oleh Yasmin.


Yasmin Terpaku di dekat pintu mendengar pertengkaran mereka berdua,


"apa selama ini yang kita lakukan cuma sebatas nafsu karena kamu gak mendapatkan itu dari Yasmin?"


deg..


air mata Yasmin jatuh,


'ya tuhan bukan begitu tapi bang Hafiz yang selalu mengakhiri semuanya sebelum kita memulai,lalu salah aku dimana?'


"gak jangan za. maafin aku! aku sayang sama kamu!"


ucap Hafiz kemudian memeluk kanza yang menangis.


"aku janji gak akan seperti itu lagi...maaf!"


ucap Hafiz mencium kening kanza dan terlihat oleh Yasmin yang membuka sedikit pintu.


Yasmin menggigit bibirnya menahan rasa sakit yang mendera hatinya, bergegas ia kembali menutup pintu dan menelungkup kan wajah di bantal, tak sanggup lagi menahan air matanya.


Yasmin keluar dari kamar saat kedua nya Telah pergi dari rumah, hari ini ada kelas kanza.


berkali kali Yasmin memakai make up untuk menutup wajahnya yang sembab namun tetap saja itu semua tidak bisa mengurangi apa yang nampak.


"non ......!"


ucap ina Melihat Yasmin iba.


"sabar ya non...!"


ucap ina memeluk majikan nya itu, Yasmin kembali menangis..


Hafiz sudah menorehkan sejarah kepahitan dalam hidupnya.


"sakit bi......!"

__ADS_1


ucap Yasmin terisak.


"ya bibi ngerti non.... sabar ya non!"


Yasmin mengangguk kemudian menghapus air matanya.


Yasmin pergi ke kampus mengendarai kendaraan roda dua miliknya, kepalanya sedikit pusing karena terlalu banyak menangis.


"astagfirullah.....!"


ucap Yasmin saat ia tiba tiba menabrak sebuah mobil yang tengah menepi, siang itu ia benar benar tidak fokus.


"Hei......!"


ucap seseorang yang kemudian keluar dari mobil.


pria tinggi tampan, memakai celana katun Hitam dan kemeja berwarna biru di lipat hingga siku. menatap Yasmin dengan tatapan tajam dan dingin.


"kamu bisa bawa motor gak seh?" ucap pria itu menghampiri Yasmin dan berdiri tepat di hadapan Yasmin.


"maaf tadi gak sengaja pak!"


ucap Yasmin dengan nada takut melihat tatapan pria tersebut.


dari jauh Lutfhi melihat Yasmin yang sedang berhadapan dengan seorang pria yang belum lama di kenalnya. ia pun menepikan motor nya dan menghampiri mereka berdua.


"pak Kahfi....!" ucap Lutfhi membuat Kahfi langsung menoleh.


"Yasmin....!"


"kak Lutfhi....!" ucap Yasmin senyum karena pahlawan nya datang.


"ngapain senyum senyum?" ucap Kahfi melihat senyum mengembang di wajah Yasmin.


ucap Lutfhi berdiri di samping Yasmin.


"pacar kamu?" tanya Kahfi menyilang kan tangan nya di dada.


Luthfi dan Yasmin sama sama diam tak menjawab pertanyaan Kahfi.


"dia itu nabrak mobil saya, lihat tuh lecet?!"


ucap Kahfi menunjukkan mobil nya yang sedikit tergores.


"saya gak sengaja pak!"


ucap Yasmin bersembunyi di punggung Lutfhi.


"saya gak mau tahu kamu harus bertanggung jawab!"


ucap Kahfi tegas.


"biar saya yang ganti?" ucap Lutfhi menoleh pada Yasmin.


"terserah saya tidak mau tahu! yang pasti mobil saya harus kembali seperti keadaan semula"


ucap Kahfi kemudian pergi.


"kak Lutfhi kenal?"


ucap Yasmin berdiri di samping Lutfhi menatap kepergian Kahfi.


"dia itu dosen baru di kampus!"


ucap Luthfi kemudian memindai wajah Yasmin yang terlihat sembab.

__ADS_1


sudah dipastikan perempuan itu Habis menangis.


"kamu kenapa yas?"


ucap Lutfhi meraih tangan Yasmin kemudian mengajak nya ke sebuah gerobak yang menjual berbagai cilok, cilok goreng, cilok kuah,cilok goang dan cilok lainnya. Yasmin diam menatap tangan Lutfhi yang menuntun nya.


"duduk...!" ucap Luthfi kemudian pergi ke warung mengambil sebuah botol air mineral.


"Mau cilok apa?" ucap Lutfhi duduk di samping Yasmin sambil menunjukkan kertas yang berisi menu cilok tersebut kemudian memberikan sebotol air mineral.


"cilok baso aja kak..!"


ucap Yasmin..ia malas ke kampus apa lagi harus bertemu dengan kanza.


Luthfi Memesan dua mangkuk cilok untuk nya dan Yasmin.


"kamu sakit yas?"


ucap Luthfi menatap wajah cantik Yasmin yang sembab.sambil makan keduanya ngobrol hanya Yasmin tidak bercerita tentang prahara yang terjadi di dalam rumah tangga nya.


"mau ikut aku gak?"


ucap Luthfi...ia tahu saat ini Yasmin butuh hiburan untuk mengurangi kesedihan nya.


"kemana kak!"


tanya Yasmin ragu karena sebelumnya kedua nya jarang bertemu apa lagi kemarin Yasmin melihat Lutfhi bersama seorang perempuan cantik di restoran.


"ikut aja...aku gak akan macam macam sama istri orang, terkecuali kalau dia minta!"


ucap Luthfi senyum membuat Yasmin terpaku.


"aku bercanda Yas ...ayo! aku tahu kamu lagi males ke kampus!"


ucap Lutfhi kemudian beranjak menghampiri motor nya di ikuti Yasmin di belakang.


"ikutin aku aja ya....!" ucap Lutfhi kemudian memacu kendaraan roda dua nya bersama Yasmin di belakang.


Yasmin Terus mengikuti laju motor Lutfhi yang membawa nya pada arah yang menjauh dari kota.


tak lama mereka sampai di tepi danau yang membuat Yasmin tertegun melihat keindahan pemandangan danau tersebut.


Yasmin masih duduk di motor sedangkan Lutfhi sudah turun dan menghampiri danau tersebut.


terbilang sepi namun ada beberapa penjual yang jaraknya berjauhan.


"Yasmin...........!"


ucap Lutfhi berteriak keras di hadapan danau


Yasmin tertegun melihat Lutfhi yang meneriakkan namanya.. entah apa maksudnya.


"Yasmin......!" teriak lagi Lutfhi.


"i love you!" lirih namun terdengar oleh Yasmin.


Yasmin semakin terpaku saat Lutfhi menatap nya, tak menyangka Luthfi mengatakan hal itu, entah ia salah dengar atau kenyataan terlalu pahit karena status nya sebagai istri orang.


'why love?'


bersambung..


terima kasih yang like and komentarnya, pertimbangan buat author buat lanjutan cerita nya..🤭🤭😍...


slow lah dulu.. Terima kasih 😍😍

__ADS_1


__ADS_2