Dosenku Maduku (Why Love)

Dosenku Maduku (Why Love)
kebun teh.


__ADS_3

pagi itu cuaca begitu cerah dan sejuk, Yasmin membuka pintu jendela.


Angin berhembus menerpa wajah nya, terlihat pemandangan kota Bandung Begitu Indah dan hijau.


"bang pulang nya sore aja!"


"emang kenapa?"


ucap kahfi duduk di tepi ranjang memperhatikan tubuh istrinya yang semakin berisi.


"main bang ke kebun teh ...!"


ucap Yasmin duduk di samping kahfi.


"oh gitu....ya udah ayolah...!"


ucap kahfi tersenyum kemudian keluar mengahampiri kamar Sinta, karena rencananya Sinta akan pulang dengan nya.


Rama sendiri sudah pulang tadi bersama yang lain nya.


mereka masih punya acara lainnya.


"mi.....!"


ucap kahfi dan Yasmin menghampiri Sinta yang sedang duduk di sofa, sudah bersiap untuk pulang.


"pulang sekarang?"


"Yasmin mau ke kebun teh dulu, gimana mi?"


"oh ya udah gak apa-apa...kita siang aja pulang nya!"


"mami ikut ya!"


"gak apa-apa mami ikut?"


"gak apa-apa lah mi, Yasmin senang kalau ada teman!"


"ya udah, berangkat sekarang?"


Yasmin dan kahfi mengangguk.


seperti biasa Yasmin dan Kahfi duduk di belakang, sinta duduk di depan bersama supir.


mereka akan pergi ke kebun teh yang berada di Ciwidey,kebun teh rancabali.


Yasmin pikir kapan lagi mengunjungi tempat itu, mumpung ia masih di Bandung.


beberapa waktu kemudian mereka sampai di tempat tersebut,


Yasmin Keluar dari mobil bersama kahfi dam Sinta, udara begitu dingin dan sejuk.


kahfi memberikan jaket tebal pada Yasmin, khawatir istri nya itu kedinginan.


Yasmin tersenyum melihat hamparan teh hijau yang sangat luas dan pemandangan alam yang sangat indah dengan lapisan kabut putih yang selalu menemani.


rasanya nyaman dan tenang,hal itu yang menyebabkan nya menyukai hal yang bertemakan alam.


camping,mendaki... traveling, touring.


"bang ... Yasmin nanti mau deh kita tuh touring pake motor kesini....?!"


"ngapain? capek kali de...!

__ADS_1


apa lagi bawa si utun Nih?!"


ucap kahfi mengelus perut Yasmin.


Yasmin malah terkekeh, kahfi benar!


itu akan sangat melelahkan, terkecuali mereka hanya berdua..


Waktu terasa begitu cepat,, sebulan setelah menikah Yasmin langsung hamil, jadi saat ini mereka fokus pada calon bayi yang berada di dalam kandungan nya itu.


Yasmin dan kahfi berjalan jalan di sekitar kebun teh tersebut, Sinta sendiri berada di rumah makan yang tak jauh dari tempat itu.


kahfi memeluk Yasmin dan mengabadikan momen tersebut lalu mengunggah nya di Instagram dengan hastag..


-bahagia selalu berlian ku....


hafiz terdiam, melihat foto mesra mereka.


"dulu akulah pemilik berlian itu, tapi aku gadaikan berlian itu demi sebuah egoku yang bersikukuh mempertahankan Kanza.."


ucap Hafiz, hanya rasa sakit yang menjalar, mungkin air matanya sudah kering.


dan hal yang membuat nya sesak adalah ketika ia mengingat ucapan Yasmin yang memberikan nya pilihan.


"pilih Yasmin atau kanza?"


ucapan itu sukses membuat air matanya meluncur , harusnya dulu ia tak mesti mempertahankan kanza, dan melepaskan perempuan yang begitu ia cintai.


kenapa ia tidak berpikir ia masih bisa bertanggungjawab atas kanza tapi tidak dengan menikahinya, bodoh nya ia yang hanyut dalam buaian kenikmatan yang kanza berikan, tanpa berpikir ia pun bisa mendapatkan nya dari istri nya.


sekarang semua tinggal penyesalan.


teringat percakapan semalam bersama Alisa.


sebenarnya Alisa kasihan pada Hafiz, tapi apa ia sanggup berdiri di samping laki laki yang jelas jelas masih mencintai mantan istri nya itu.


meski pun ia terlanjur menyukai laki-laki yang kini masih duduk di kursi roda,, Alisa juga begitu menyayangi Nabila..


hati nya bimbang namun ia begitu ingin berada di samping laki laki itu.


teringat percakapan nya dengan sang ibu yang berada di kampung.


"bukan ibu gak mau kamu menikah dengan duda, tapi apa tak bisa Jika kamu mencari lelaki yang masih singel... cobalah kamu renungkan, pahami perasaan kamu !


cinta atau hanya sekedar kasihan...!


seorang ibu ingin yang terbaik untuk anak nya!"


ucap sang ibu saat Alisa menceritakan apa yang tengah ia hadapi.


saat ini Hafiz pun ragu untuk memulai, entah kenapa ia pun merasa takut untuk memulai semuanya, karena sampai saat ini ia tak bisa mengusir bayangan Yasmin di hati nya.


**


sore itu mereka memutuskan untuk pulang, kahfi tersenyum menatap istrinya yang terlelap dalam dekapan nya,


setelah merasa lelah berkeliling, kemudian makan bersama Sinta.


baru lah Yasmin meminta untuk kembali ke Jakarta langsung.


setelah beberapa jam perjalanan, sempat singgah di beberapa rest area untuk beristirahat. kini mereka sampai di rumah.


Sinta membawa beberapa paper bag ,yang berisi makanan untuk orang dirumah, karena Yasmin bilang mereka tidak ikut serta merayakan ulang tahun nya jadi Yasmin membelikan oleh-oleh untuk mereka.

__ADS_1


Yasmin tersenyum saat pembantu menyambut nya dengan senang,dan mereka juga mengucapkan selamat ulang tahun pada Yasmin.


"selamat ya non, semoga bahagia selalu"


ucap pembantu rumah.


"ya Bi.. Terima kasih..."


ucap Yasmin kemudian berlalu pergi bersama kahfi menuju kamar.


"seneng bang kalau lihat mereka gembira pas dapet oleh oleh"


ucap Yasmin merebahkan tubuhnya di ranjang.


kahfi tersenyum menanggapi kemudian ikut berbaring di samping istri nya itu.


"besok jadwal periksa utun ya"


ucap kahfi mengelus perut istri nya, mencium nya singkat.


"hai jagoan ayah .." ucap kahfi berbisik di perut Yasmin.


"ah.... astaga.."


ucap Yasmin saat bayi mereka langsung menanggapi ucapan sang ayah dengan gerakan yang seperti menendang membuat Yasmin terkejut.


kahfi terkekeh kecil melihat pergerakan calon bayi mereka yang seperti nya sedang bergerak atau sedang berjingkrak di dalam seperti hal sang bunda melakukan hal itu jika senang.


"Abang........"


"apa...?"


ucap kahfi mencium Perut istri nya itu.


"sakit yang?"


"gak bukan , tapi kaget aja dia tiba tiba kaya nendang gitu! seneng banget di ajak ngobrol sama ayah nya!"


"ya lah... pasti!


bunda nya juga begitu!"


ucap kahfi kemudian memeluk Yasmin dari belakang dan mencium pipi nya..


kemudian keduanya terlelap melepaskan penat.


keesokan paginya,,


"sayang...kita jalan jalan pagi yuk!"


"emang Abang berangkat jam berapa?"


"siang aja, gak ada meeting penting kok!"


ucap kahfi kemudian menuntun tangan Yasmin keluar dari rumah.


Udara masih sejuk karena belum tercampur dengan asap kendaraan, keduanya berjalan beriringan di kompleks perumahan tersebut.


ada beberapa orang yang berlalu lalang menyapa..


"kata mami kalau hamil nya udah besar, jangan kebanyakan tidur, harus banyak gerak, jalan santai..biar nanti lahiran nya lancar!"


Yasmin tersenyum mendengar penuturan suami nya itu, sesibuk apapun Kahfi selalu menyempatkan waktu untuk nya,tak pernah membiarkan istrinya itu sendiri.

__ADS_1


bersambung..


__ADS_2