
seperti rencana sebelumnya mereka kini sudah berada di dalam pesawat.
Rama tersenyum melihat Yasmin tengah tertidur pulas, teringat kejadian tadi bersama kahfi.
***
"ada apa kahfi kenapa wajah mu pucat seperti itu?"
ucap Rama bertanya, ternyata seorang Kahfi nyalinya ciut jiga menyangkut perasaan.
kahfi menarik nafas panjang,
"saya mencari Yasmin........" ucap kahfi menelan Saliva nya menilik raut wajah Rama.
keringat dingin mengucur di pelipis nya, padahal saat itu udara cukup dingin karena pendingin ruangan.
"untuk apa kamu mencari Yasmin?"
ucap Rama sungguh ia ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Kahfi yang gugup nya bukan main.
"kita bicara disana?!"
ucap Rama tahu Kahfi benar benar gugup,Rama perlu menenangkan pebisnis hebat sekaligus dosen itu.
"duduk.....!"
ucap Rama mengajak Kahfi duduk berhadapan.
kini mereka berada di kafetaria yang tak jauh dari tempat itu.
"coba bicara! Kenapa kamu mencari Yasmin?"
ucap Rama menatap wajah Kahfi.
"pak Rama saya minta maaf karena......!"
ucap kahfi terhenti menatap Perempuan yang jarak nya cukup jauh namun dapat terlihat.
Yasmin juga berada di kafetaria itu bersama Marisa, hanya Yasmin tak menyadari keberadaan kahfi yang sedang bersama Rama.
"karena apa Kahfi?"
"karena saya mencintai putri Anda!"
ucap kahfi meremang mengatakan hal itu.
"lalu....?"
ucap Rama senyum dan membuat Kahfi terpaku.
"saya ...
saya ingin menikahi nya..!"
ucap kahfi menunduk, butuh perjuangan untuk mengatakan keinginan nya itu.
"Kamu yakin? Yasmin itu janda!
apa kamu gak merasa rugi mendapatkan Yasmin yang tentunya kamu tidak bisa memiliki pengalaman seperti kamu menikah dengan seorang gadis!"
__ADS_1
ucap Rama membuat Kahfi tertegun sejenak.
"saya gak perduli soal itu, saya mencintai Yasmin dengan tulus! saya akan menerima Yasmin apa adanya!"
ucap kahfi senyum ternyata ia bisa dengan lancar mengucapkan hal itu pada Rama.
"bukan karena kasihan?"
tanya Rama lagi, karena Rama khawatir kahfi salah mengartikan perasaan nya itu.
"gak ,bukan saya......saya jatuh cinta pada Yasmin sebelum saya tahu masalah Yasmin dengan Hafiz?"
ucap kahfi ...hal itu nyata adanya kahfi merasakan hal yang berbeda pada Yasmin saat kejadian di gunung..
kahfi terus menepis perasaan itu, namun semakin ia menepis nya justru perasaan itu nyata adanya.
"ya saya percaya sama kamu, tapi maaf Kahfi saya akan tetap membawa Yasmin pergi!"
ucap Rama membuat Kahfi membeku.
"menilik kejadian lalu, saya tidak ingin salah lagi!
saya.... ingin Yasmin menyelesaikan kuliah nya dulu.. kalau kamu serius dan benar benar mencintai putri saya, tentu nya Kamu bersedia menunggu Yasmin sampai dia menyelesaikan kuliah nya....paling tiga sampai empat tahun!"
ucap Rama menjelaskan keinginan nya untuk tetap membawa Yasmin pergi.
kahfi diam mencermati ucapan Rama.
"Kamu tahu kan keadaan belum mereda, Yasmin baru saja bercerai dengan Hafiz...anggap saja sebagai pembuktian bahwa kamu setia menunggu Yasmin! bagaimana Kahfi!?"
ucap Rama mengamati wajah kahfi yang memucat.
"tapi saya takut kalau Yasmin...........!"
"kamu tenang saja... saya akan menepati janji saya untuk memberikan Yasmin sama kamu kalau kamu juga tepat dan memegang kata kata kamu sendiri.. jika benar kamu mencintai Yasmin... waktu tiga tahun itu sebentar Kahfi!"
ucap Rama melipatkan tangan nya di dada.
"baik saya akan buktikan pada pak Rama kalau saya akan setia menunggu Yasmin pulang!"
"bagus...tapi tolong soal ini hanya kita berdua yang tahu... jangan temui Yasmin..kamu boleh lihat dari jauh saja!"
ucap rama karena tak ingin jika nanti Kahfi menemui Yasmin hal itu membuat Yasmin bimbang.
"tapi. .......!"
ucap kahfi terhenti melihat rama memberikan isyarat lewat tangan tanda berhenti
"saya akan menjaga Yasmin untuk Kamu! kamu jangan khawatir... satu lagi Kahfi, pikirkan cara nya bagaimana kamu bisa berkomunikasi dengan Yasmin tanpa Yasmin tahu kalau itu kamu!"
"tapi kenapa pak Rama?"
ucap kahfi bingung.
"itu akan menggangu konsentrasi belajar nya!
kamu paham? saya berangkat ya!
kamu tunggu saja Yasmin pulang oke!"
__ADS_1
ucap Rama senyum sambil menepuk pundak kahfi. dan berlalu pergi, Kahfi pun melihat Yasmin yang beranjak pergi bersama Marisa.
kahfi merasa tubuhnya lemas karena teganya Rama melakukan ini padanya, padahal Kahfi ingin bertemu terakhir kali nya dengan Yasmin.
kahfi menatap kepergian Yasmin dari jauh, sungguh ia akan merindukan Perempuan itu.
benar kah Waktu tiga tahun itu waktu yang sebentar seperti yang dikatakan oleh Rama.
kahfi menatap Yasmin yang melangkah bersama Rama naik ke pesawat,tiga tahun lagi?
"aku akan menunggu kamu Yas?"
ucap kahfi melihat pesawat membawa terbang perempuan yang di cintai nya itu.
semoga Rama bisa menepati janji nya, untuk menjaga Yasmin. tinggal ia memikirkan cara untuk berkomunikasi dengan Yasmin tanpa Yasmin tahu kalau itu Kahfi.
tak mungkin ia tidak berkomunikasi sama sekali dengan Yasmin, sungguh itu akan menyiksanya.
kahfi menyetir Sambil terus berpikir namun senyum nya mengembang saat ia mengingat sesuatu.
Rama benar ia akan mengganggu konsentrasi belajar Yasmin kalau terang terangan menghubungi nya.
"biarkan Yasmin menyelesaikan kuliah nya dulu...saya hanya punya Yasmin!
kelak dialah yang akan mewarisi perusahaan saya...saya harap kamu mengerti Kahfi!"
ucap Rama kala itu terus memberikan Kahfi pemahaman.
Marisa terdiam menatap jalanan yang cukup lengang, Yasmin dan Rama sudah pergi. doanya tak pernah putus mengiringi langkah putri nya...
teringat ucapan Rama sebelum pergi.
"apa kamu mau menerima aku jika selama aku pergi, aku membuktikan pada mu kalau aku akan menjaga hati ku untuk mu Risa, aku berharap Tuhan mengubah hati dan pemikiran mu untuk mau menerima ku lagi!"
ucap Rama namun tak ada jawaban apapun dari Marisa, karena ia tak ingin memberikan harapan atau menolak karena sifat manusia itu Berubah. tidak ada yang tahu kedepannya seperti apa?
***
"gue menang lan....." ucap sela saat Kahfi langsung pergi begitu saja.
sela yakin Kahfi pasti mengejar Yasmin meskipun ia tidak tahu apakah Kahfi berhasil membawa Yasmin pulang atau tidak.
"ya tenang nanti gue traktir...." ucap Wulan tersenyum merangkul bahu sela, sepi memang karena tak ada Yasmin di tengah tengah mereka namun mereka rela jika hal itu bisa membuat sahabat nya hidup lebih baik, menilik kehidupan Yasmin yang begitu memilukan hati membuat keduanya mendukung kepergian Yasmin.
sore itu Hafiz membawa barang barang ny untuk pindah dari rumah itu, karena Rumah yang ia tempati adalah milik Yasmin.
meskipun mungkin Yasmin tidak akan mau menempati rumah yang di dalamnya banyak kenangan pahit...
"bi...bibi tetap kerja di sini sampai saya dan Yasmin memutuskan seperti apa kedepannya nya,mau di jual atau di tempati..nanti saya akan bicarakan hal ini dengan Yasmin"
ucap Hafiz tanpa tahu kalau Yasmin sudah pergi jauh.
bersambung....
untuk melupakan nya,aku menghapus nomor kontak nya.. memblokir akun sosmed nya..
tapi tetap aja kalau kenyataan nya dia sering lewat depan rumah....
wkwkwkwk....
__ADS_1
pengalaman pribadi ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤ðŸ˜˜ðŸ˜˜
boleh ya di tunggu komentar nya.... terima kasih yang udah like...