
subuh itu hujan mengguyur wilayah tersebut, terlihat rintik hujan membasahi kaca jendela hotel tersebut.
kahfi perlahan membuka matanya,dan tersenyum melihat seorang perempuan yang berada dalam dekapan nya.
nafasnya teratur semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh kahfi yang hangat, Kahfi tahu perempuan ini tengah kedinginan.
kahfi terkekeh sengaja memperbesar volume AC di ruangan itu.
semalam Yasmin langsung tertidur pulas dalam pelukan kahfi meninggalkan kahfi yang terpaku sendiri karena perlakuan Yasmin yang memeluk nya sambil tertidur.
teringat ucapan Rama kala itu.
"fi besok kan acara puncak, pasti nya menguras tenaga jadi saran ayah kamu menunda nya besok malam saja.!"
ucap Rama membuat Kahfi tertegun.
kahfi sendiri tak paham dengan maksud Rama, namun wajah Rama berubah pucat menyangka jika kahfi tak suka dengan penuturan nya.
"bukan gak boleh fi.... maksud ayah khawatir nanti lelah dan gak bisa duduk dengan nyaman.."
kahfi membulat kan mulutnya mengerti dengan penuturan Rama.
"tenang aja Yah ...AFI gk akan forsir tenaga Yasmin..!"
ucap kahfi senyum sambil mengangkat alisnya.
"Afi juga mau tunjukkan kalau bukan cuma ayah yang hebat.....!"
ucap kahfi terkekeh, berhasil mengerjai mertuanya itu.
Rama menggeleng kan kepalanya saat Kahfi membawa Yasmin ke kamar hotel.
Yasmin mencari cari selimut tanpa membuka matanya, namun gerakan nya terhenti saat ia Yasmin menyentuh sesuatu yang mengeras.
"ah ............!"
ucap Yasmin langsung beranjak dari tidurnya.
"Yasmin......... bikin Abang kaget tahu gak!"
ucap kahfi membuat Yasmin melongo sambil terengah.
kahfi meraih tangan Yasmin kemudian menarik tubuh Yasmin ke dalam pelukan nya.
"maaf bang ! Yasmin.........!"
terlihat wajah nya memerah sambil menggigit bibirnya.
kahfi mendekat hingga Nafas nya menyapu hangat pada wajah Yasmin.
"jangan pikirkan yang lain, lihat Abang......!"
ucap kahfi menggenggam tangan Yasmin kemudian mengecup bibir nya lama.
jantung Yasmin semakin berdetak kencang, belum soal tadi membuat nya terkesiap.
merasakan kehangatan yang Kahfi berikan membuat nya merasa meremang.
kahfi melepaskan pagutan nya, menatap mata Yasmin yang indah membuat nya ingin kembali merasakan manisnya bibir Yasmin.
"kok semalam ninggalin Abang seh?"
ucap kahfi senyum menyentuh bibir Yasmin yang basah karena ulah nya.
Yasmin terpaku jantung nya semakin deg degan, Yasmin menatap mata Kahfi yang berkabut Hasrat. Yasmin menarik nafas menguatkan hati nya untuk tidak mengingat kejadian dulu.
memejamkan matanya membiarkan Kahfi kembali mencium nya.
tok tok...
"Yasmin......!"
ucap Marisa dari balik pintu membuka Kahfi melepaskan bibir gadis itu.
"astaga......" ucap kahfi langsung merebahkan tubuhnya di ranjang.
Yasmin terkekeh melihat Kahfi yang tampak kecewa.
"sebentar ya bang!"
ucap Yasmin beranjak dari duduknya.
__ADS_1
"kenapa Bu?!"
ucap Yasmin membuka pintu.
"Kalian baru bangun?"
ucap Marisa mencoba melihat kesekeliling.
"cari Apa?"
"kamu udah solat belum?"
ucap marisa menilik wajah Yasmin.
"belum ini baru bangun mau ke kamar mandi..!"
"oh gitu ya udah! kamu sama Kahfi solat subuh dulu setelah itu cepat sarapan terus keruang rias ya.. hari ini kan acara nya mulai jam sembilan, dandan pengantin kan lama!"
ucap Marisa mengingat kan putri nya itu, atas instruksi Rama.
hehe.
Yasmin menggelengkan kepalanya kemudian menghampiri Kahfi yang sedang meringkuk.
"bang..
kita subuh dulu yuk.!"
ucap Yasmin menyentuh pundak kahfi.
"kalau tahu kayak gini mendingan gak usah pakai resepsi segala deh...!"
ucap kahfi masih merajuk.
"tega banget ibu.....!"
Yasmin malah terkekeh mendengar penuturan kahfi yang begitu menggelikan.
"kamu kok ketawa seh de..!"
"ah .. Abang!"
ucap Yasmin masih tertawa Karena Kahfi langsung meraih tubuhnya dan memeluk nya dari belakang.
ucap kahfi menciumi rambut Yasmin yang panjang.
"geli tahu bang... solat dulu... nanti kita...m..m."
ucap Yasmin terbata menghadap Kahfi yang menatap nya intens tak melepaskan pinggang nya.
"bang... Waktu subuh itu sebentar. bentar pasti ibu datang lagi!"
ucap Yasmin menunduk kan kepalanya.
"Yasmin apa yang kamu rasakan sekarang?"
ucap kahfi meraih dagu Yasmin, melihat kedalam mata nya.
"Yasmin bahagia bang dan pagi ini terasa indah, Yasmin gak takut lagi kedinginan...!"
ucap Yasmin membuat Kahfi membuang nafas.
"kenapa bang? marah..? semalam Yasmin ngantuk banget! maaf ya!"
ucap Yasmin kala itu ia langsung tertidur di pelukan Kahfi.
"gak sayang....kita akan coba nanti!
Abang gak mau maksa kamu,Apa hal itu membuat kamu takut!"
ucap kahfi memangku wajah Yasmin.
Yasmin tidak menjawab hanya air mata yang mewakili perasaan nya.
kahfi langsung memeluk Yasmin erat, mengusap punggung nya memberikan ketenangan.
kemudian mengangkat tubuh Yasmin ke dalam kamar mandi.
"Yasmin....!"
ucap Rama mengetuk pintu.
__ADS_1
"ya sebentar....!"
ucap Yasmin menghampiri masih menggunakan mukena nya.
"kamu baru selesai solat?"
ucap Rama saat Yasmin menyembul keluar.
"ya yah... sebentar Yasmin nanti nyusul ke ruang rias!"
ucap Yasmin Kemudian menutup pintu meninggalkan Rama yang mematung sendiri.
"Kenapa yang?"
ucap kahfi melihat Yasmin terkekeh.
"gak seneng aja ngerjain ayah..
dia aja dulu gak mau di ganggu Waktu rujuk sama ibu...Masa bilang nya gini.
Yasmin ayah sama ibu dulu ya, Jangan ganggu kan mau punya Ade!"
ucap Yasmin terkekeh kecil namun terhenti saat Kahfi mendekati nya, kini tak ada jarak di antara keduanya.
'seperti ini saja sudah membuat ku candu..!
ucap kahfi kembali mencium Yasmin.
****
"sarapan dulu Yasmin..."ucap Marisa saat memasuki ruang rias, terlihat Kahfi lebih dulu di dandani, setelah itu perias mulai merias wajah Yasmin.
"lagian lama banget di kamar,kan tahu acara nya belum Selesai"
ucap Marisa membuat wajah Yasmin memerah.
kahfi sudah siap dan terlihat tampan dengan tuxedo berwarna putih senada dengan gaun pengantin Yasmin yang juga berwarna putih.
Yasmin tak menghiraukan ucapan Marisa ia justru Kini lebih tertarik melihat pria tampan yang duduk di samping nya.
keadaan pagi ini terasa begitu indah dengan semua perlakuan kahfi yang begitu manis, menyuapi nya makanan sambil di dandani.
berbeda jauh dengan keadaan nya saat bersama Hafiz, tidak ada pesta meriah, tidak ada cumbuan mesra justru ia berdarah di pagi pertama menjadi istri Hafiz.
sungguh tuhan mengganti kesakitan nya dengan kebahagiaan melalui pria yang kini menggenggam nya erat.
"so sweet banget..deh ah bikin mami iri"
ucap Sinta senyum mengahampiri mereka berdua.
"mami Udah datang?"
ucap kahfi memeluk perempuan yang selama ini menjadi tempat nya bersandar.
"Udah.. malah lebih dulu mami yang di dandani.. katanya pengantin nya nolak keluar kamar!"
ucap Sinta terkekeh di ikuti oleh Kahfi dan Yasmin.
"so sweet banget emang! bikin iri ya.."
ucap perias tersebut ikut menimpali.
"yang lain Udah pada datang mi?"
"Udah fi .. kakak mu juga ada di depan Sama kedua anaknya yang bikin mami pusing!"
ucap Sinta perempuan kuat yang menjadi ibu sekaligus ayah untuk anak anak nya, karena telah lama suami nya pergi meninggalkan mereka.
bersyukur karena kahfi gampang di atur dan mau mengganti kan posisi ayah nya di perusahaan..
bersambung...
😍😍😍😍✌️
tinggalkan jejak mana komentar nya para reader..
terima kasih yang udah komentar..😍😍
like and vote
dukungan para reader sangat berarti.
__ADS_1
harus khusu kalau mau bikin part MP mereka.. hehehe 😍😍😍😀😀😀