
Nama ku Kevin Son, sering di sapa kevin. Aku seorang Direktur keuangan di PT. STAR'S grup, perusahan ini milik keluarga ku sendiri.
Aku adalah anak kedua dari tuan vernone dan ketty.
Di tahun 2020 lalu tepat nya tanggal 25 Desember, aku telah memperistri seorang gadis bernama Sekar Ayu. Istri ku sering di sapa sekar, sekar adalah gadis yang baik, masih polos dan tidak banyak bicara dalam artian kalem.
Dia tipe wanita yang tertutup, dia terlihat misterius namun juga manis di mata ku.
Aku sendiri juga tipe pria yang tidak banyak bicara, tidak pernah mengeluh dan selalu bersikap rasional. Aku terbilang cukup dewasa di antara kami berdua, sekar masih sangat lugu untuk memahami makna dari kehidupan.
Namun yang ku sukai dari sekar, dia orang nya penurut, tidak pernah membantah nasehat ku dan selalu melayani ku dengan baik setiap hari nya.
Sangat di sayangkan di usia pernikahan kami yang menginjak 5 bulan lebih, kami belum di karuniai seorang anak. Jangan salah paham dulu, ya.
Itu semua bukan karena mandul, atau pun ada yang bermasalah di antara kami. Sebelum menikah kami sudah melakukan test dan ikut program hamil.Untuk suami istri yang hendak menikah, pastilah paham hal itu.
Tapi saat itu kami melakukan nya atas perintah dari ibu ku, bukan atas kemauan kami sendiri. Sekar memang ikut program hamil, namun jika aku tidak menyentuh nya mana mungkin dia bisa hamil, kan.
Pernikahan ku dan sekar bagaikan cinta di atas kertas bukan cinta dari hati. Aku dan sekar dulu hanyalah orang asing, sekar adalah adik kelas ku saat di SMA. Awal nya kami berpisah cukup lama alias tak berjumpa sama sekali.
Setelah lulus SMA, aku harus melanjutkkan kuliah ku di luar negri, tepat nya di jerman, jurusan bisnis. Dan saat itu pula, sekar masih duduk di bangku kelas dua SMA.
7 tahun berlalu, aku berjumpa kembali dengan sekar. Kami bertemu saat acara reunian SMA, aku melihat nya, ingin sekali mendekati nya saat itu juga namun apa daya rasa canggung hinggap di benak ku kala itu.
__ADS_1
Hal yang tak terduga terdengar di telinga ku, teman-teman pria ku bercerita bahwa sekar hampir di Drop out dari sekolah karena terlibat kasus bullying.
Ya tuhan, seketika aku terkejut mendengar penuturan mereka. Aku melihat gadis itu lagi, hanya ada 2 orang gadis yang mau menemani nya di sana. Apa benar gadis sepolos itu bisa membully orang lain..?, apakah benar yang di katakan oleh mereka?.
Tiba-tiba Rio menepuk bahu ku, lalu mengatakan "Jangan percaya ucapan mereka, sekar bukanlah gadis seperti itu. Berita nya masih simpang siur, kau jangan salah persepsi..!" bisik Rio.
Aku mencerna ucapan Rio, "Ya tuhan, semoga saja berita itu tidak benar..!" batin ku.
Rio mengajak ku bicara empat mata lalu dia menjelaskan semua nya, dia memberi ku gambaran atas kejadian yang menimpa sekar sekaligus terseret nya sekar pada kasus bullying itu.
Rio ini adalah kakak kelas sekar sekaligus adik kelas ku, kami hanya beda satu tahun saja.Aku dan Rio, ya. Kami teman akrab, awal nya kami sering bermain basket bersama setiap pulang sekolah dan di setiap pertemuan membuat kami semakin dekat.
Suatu hari, sekar tengah berjalan melewati lapangan basket. Kala itu, aku dan rio tengah istirahat di bangku penonton. Pandangan ku ku tujukan pada sosok sekar, gadis itu bagaikan burung merpati putih.
Seketika aku melihat rio, rio hanya tersenyum. Entah apa yang yang ada di benak nya sekarang, aku tidak tau. "Bang, Lo kenapa ngelihatin sekar terus. Naksir ya..?" ucap rio.
Blush, wajah ku langsung merona dengan rasa salting yang mendera. "Ah, lo apa-apa an sih. Kenapa jadi ngaco ngomong nya..!" ucap ku ngeles.
Rio tertawa, ku usap wajah ku. Rasa nya malu sekali setelah kedapatan salting di hadapan rio, teman ku yang terkenal jahil ini.
Rio menoyor lengan ku, aku berdecak kesal.
Ku lirik sekar, ternyata dia masih berada di sana tepat nya duduk di kursi yang letak nya tak jauh dari lapangan.
__ADS_1
"Bilang nya ngak naksir, tapi masih di lihatin terus. Lo udah ketahuan, bang. Kebaca..!" ucap rio. Aku terkekeh, "Ya, aku ketahuan deh.." ucap ku.
Kedua mata rio menatap lurus ke arah sekar, "Gadis itu misterius ya, bang. Mungkin juga karena dia irit bicara. Tapi, satu hal yang paling di sukai para pria dari diri nya, dia sangat cantik dan masih lugu.." ucap Rio.
Aku tersenyum, "Apa kau juga suka pada nya..?" ucap ku. Rio menghela nafas nya lalu melihat ku, " Ngak lah, bang. Dia lebih cocok sama lo, karena sama-sama misterius.Kalau dia sama gue, bisa-bisa gue mati kesepian nanti haha.." ucap rio asal.
Rio tertawa, aku tersenyum tipis. "Tapi.. belum tentu masa depan dia nanti sama gue, gue aja ngak deket sama dia.. " ucap ku.
Rio berhenti tertawa, "Emang lo tuhan, siapa tau ntar dia jodoh lo beneran. Siapa tau kan, bang..?" ucap Rio.
Masih teringat jelas candaan itu, eh ternyata kejadian. Aku dan sekar berlabuh ke pelaminan. Kami mengucapkan janji sehidup semati di hadapan pastur, keluarga, kerabat dan teman-teman ku.
Oh ya, coba kamu bayangkan sebentar !. Dua orang yang tidak saling mengenal, tiba-tiba menikah begitu saja.Mimpi kah ?, itu bukan mimpi.
Apa karena perjodohan atau ada suatu insiden yang membuat kalian menikah?, jawaban nya tidak sama sekali.
Jalinan cerita di antara kami terikat begitu saja. Waktu itu setelah acara reuni, ku lihat sekar hendak pulang sendirian. Rio yang saat itu ada di samping ku tiba-tiba menarik tangan ku begitu saja, dia menyeret ku hingga berdiri di hadapan sekar.
Sekar terkejut, aku sangat mengerti respond itu. Sekar terlihat memalingkan wajah nya dan malu-malu untuk menatap wajah ku dan Rio.
Sifat malu-malu nya itu membuat ku gemas, aku tau dia bersikap seperti itu karena jarang berbicara dengan pria. Rio mulai membuka obrolan, "Selamat malam, sekar.." ucap Rio dengan berani. Aku sendiri lebih memilih diam, saat itu aku merasa sungkan untuk ikut bicara.
Samar-samar ku lihat sekar tersenyum, meskipun semburat nya sangat tipis.
__ADS_1