Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 63


__ADS_3

Jeff tersenyum tipis, "Pantes aja.., pipi nya jadi chubby begini. Ternyata suka nya ngemil ya, imut banget sih.." ucap Jeff sambil mencubit- cubit pipi sela. Sela tersipu malu, "Kenapa Jeff jadi manis gini ya sama aku? Ngatain aku imut lagi.." batin Sela.


"Ih, apa sih. Siapa juga yang imut, gue ngak ngerasa begitu.." ucap Sela minder, ia teringat akan sosok Sekar, kakaknya yang lebih cantik.


"Jangan begitu ah, jawabnya! Di puji itu harus nya senang, Sel. Jangan nolak ya...!" ucap Jeff merayu Sela. Sela tersenyum, "Iya, ya. Gue bakal terima pujian lo tadi, tapi lo jangan sampai keseringan muji gue ya.." ucap Sela.


Jeff mengernyit, "Emang, kenapa..?" ucapnya. "Ya.., karena kan lo sukanya sama cewek lain bukan sama gue.Jadi.., pujian lo itu buat cewek yang lo suka aja.." ucap Sela menyadari posisinya.


Jeff terdiam, "Kalau lo tau gue sukanya sama cewek lain, terus. Kenapa tadi lo nyium gue, sel..?" batin Jeff.


"Okay.., gue janji ngak bakalan muji lo lagi. Gue juga ngak mau nanti ada kesalahan pahaman di antara kita.." ucap Jeff yang berat hati untuk mengatakannya. Sela tersentak, ia merasa kecewa mendengar ucapan Jeff barusan. Namun, Sela juga harus sadar jika dirinya bukanlah gadis yang Jeff suka.


"Ya.., lo benar. Dan soal ciuman tadi, gue ngak sengaja nyium lo kog. Refleks aja gitu, mungkin ya karena gue lagi ngerasa nyaman aja sama lo. Maaffin gue ya, gue udah lancang .." ucap Sela.


Jeff terdiam sesaat, "Ciuman pertama gue, lo bilang ngak sengaja. Gampang banget sih sel, lo ngomong kayak gitu..!" batin Jeff.


"Iya.." ucap Jeff lirih, Jeff langsung menarik tangannya dari gengaman Sela. Sela menatap Jeff sesaat, setelah itu memaling kan wajah menatap lurus ke arah jalanan.


"Gue suka sama lo, Jeff. Tapi maaf, gue ngak bisa terus terang sama lo untuk saat ini.." batin Sela tertekan.


Selang beberapa saat..


"Sel, gue mau tanya-tanya soal Sekar nih. Ngak papa, kan..?" ucap Jeff yang tiba-tiba teringat akan kejadian di parkiran kemarin malam. Jeff berniat menanyakannya pada Sela, ia berfikir mungkin saja Sela tau siapa cowok yang kini dekat dengan Sekar.


Sela melirik Jeff. "Boleh, silahkan. Lo mau tanya apa..?" ucap Sela. "Sepertinya, si Jeff emang beneran suka sama kak sekar, nyatanya dia masih aja penasaran sama kakak. Ya udah lah, ngak papa. Mending gue jawab aja .." batin sela menahan cemburu.


"Jadi gini, Sel. Kemarin kan gue sama si johnny mau balik dari acara resepsi salah satu relasi gue, di saat itu pula kakak lo kebetulan yang jadi IO-nya. Nah, setelah acaranya selesai, gue sama si johnny ngak sengaja ngegap Sekar lagi ciuman sama cowok di parkiran..." ucap Jeff sambil melirik Sela.


Sela pun terkejut, "Lo yakin, kalau yang lagi ciuman itu kakak gue. Mungkin aja itu orang lain bukan kakak gue, lo salah lihat kali..?" ucap Sela berusaha menyangkal.


Jeff tersenyum tipis, "Ngak mungkin juga gue salah lihat, Sel. Gue tau banget ciri-ciri kakak lo. Apalagi, gue sempat ngobrol sama dia saat acara tadi. Masak iya sih, lo masih mau bilang kalau gue salah lihat. Ya, ngak..?" ucapnya.


Sela menghela nafasnya, "Iya, ya. Lo emang benar, yang lo sama johnny lihat itu emang kakak gue sama si Kevin, cowoknya..." ucap Sela berterus terang.

__ADS_1


Jeff terdiam, "Ternyata, si sekar sama cowok itu ada hubungan ya. Lalu.., sejauh apa hubungan mereka sekarang, Sel..?" ucap Jeff yang mencari sedikit harapan.


"Maaf ya..., hubungan mereka saat ini sudah sampai ke tahap serius. Tiga hari yang lalu kak kevin dan keluarga nya datang ke rumah buat melamar kakakku.." ucap Sela sedikit merasa bersalah mengingat Jeff yang kini sedang menaruh hati pada kakaknya.


"Begitu, ya. Jadi.., gue udah terlambat sekarang. Gue udah ngak memiliki harapan lagi ya.." ucap Jeff terdengar begitu sedih di akhir kalimat. Sela jadi cemas mendengar ucapan Jeff, "Jeff.., lo jangan sedih ya. Lo harus kuat, yang sabar.Lo masih punya harapan kog.." ucap Sela mencoba menghibur Jeff.


"Lo ngomong apa sih, Sel. Gue udah ngak ada harapan lagi, lo kan tau gue udah kalah dari cowok itu.." ucap Jeff mulai putus asa. "Iya, gue tau. Tapi ngak ada salahnya juga kan kalau lo berusaha dulu, bukannya lo belum pernah ngatain perasan lo sama kakak gue. Coba deh, lo jujur sama dia.." ucap Sela.


Jeff dan Sela saling pandang, "Lo yakin, kalau gue bisa mempengaruhi kakak lo..?" ucap Jeff yang merasa ragu dengan saran Sela. Sela tersenyum kikuk, "Yakin ngak yakin, sih. Emang lo pengen mendam perasaan lo terus ya, kalau gue jadi lo sih pastinya ngak tahan.." ucap Sela.


"Ya, ngak mau lah. Okay.., gue bakal ikutin saran dari lo.." ucap Jeff yang termotivasi oleh ucapan Sela.


Sela tersenyum lebar, "Nah, begini kan bagus. Lo harus perjuangain cinta lo, jangan nyerah gitu aja. Gue bakal bantuin lo buat dapetin hatinya kakak. Lo tenang aja, masih ada gue.." ucap Sela sambil menyentuh bahu Jeff.


Jeff tersenyum puas, "Makasih ya, Sel. Gue ngerasa lega setelah cerita dan akhirnya dapat dukungan dari lo. Terus, gue harus apa sekarang, sel. Lo punya rencana ngak, supaya sekar mau sama gue..?" ucap Jeff.


Sela terdiam, ia berfikir sesaat. Setelah mendapatkan ide, ia mulai memberitahu Jeff beberapa cara yang harus pria itu lakukan untuk mendapatkan hati Sekar.


Semua cara itu harus di lakukan oleh Jeff, sebelum pernikahan Sekar dan Kevin benar - benar terjadi. Jeff mendengarkan saran Sela dengan begitu antusias, ia merasa jika saran dari Sela tidaklah buruk dan mungkin saja akan berhasil.


...Rumah Sekar, 20.32 a.m....



Sekar


"Gimana, Sekar. Apa kata Jeff, Nak. Sela lagi sama dia, kan..?" ucap Puspa saat Sekar baru saja selesai menghubungi Jeff. Sekar tersenyum, "Iya, Bu. Sela lagi sama Jeff dan mereka lagi ada di perjalanan pulang .." ucap Sekar.


"Puji Tuhan, terimakasih. Syukurlah, jika adikmu lagi sama Jeff. Tapi Sekar.., ibu tetap aja kesal sama si Sela. Seenaknya saja, main sampai ngak ingat waktu begini. Nanti kalau dia sampai di rumah, ibu bakal jewer telinganya..!" ucap Ibu berapi-api.


Sekar tertawa, "Jangan begitu lah, Bu. Sela masih kecil, nanti kalau ibu jewer dia. Makin ngak nurut deh sama ibu hehe.." ucap Sekar.


"Kamu ini, sesekali belain ibu donk. Jangan Sela terus yang di belain, pokoknya ibu tetap mau ngasih pelajaran sama Sela, dia udah bikin ibu jadi khawatir. Lihat saja, nanti..!" ucap Ibu yang tetap pada pendiriannya. Sekar pun hanya geleng-geleng kepala.

__ADS_1


10 menit kemudian...


Puspa dan Sekar tengah berdiri di depan gerbang, mereka menanti kedatangan Sela dan Jeff. Tak berselang lama, mobil Jeff mulai terlihar dari kejauhan.


"Sekar.., sepertinya itu mobilnya Jeff, Nak..!" ucap Puspa yang melihat mobil Jeff lebih dulu. Sekar pun menoleh ke arah utara, dimana tangan puspa baru saja menunjuk ke arah sana.


"Ah, iya. Ibu benar, itu memang mobilnya Jeff.." ucap Sekar sembari tersenyum. Perlahan-lahan mobil Jeff semakin terlihat mendekat ke arah mereka.


Ckitt..


Tint.. Tint..


Mobil Jeff mulai berhenti tepat di hadapan puspa dan sekar, mereka dapat melihat dua sosok makhluk beda jenis yang tengah duduk di dalam mobil. Jeff dan Sela mulai keluar dari dalam mobil, lalu berjalan menghampiri Puspa dan Sekar.


"Ibuuuu.." ucap Sela yang langsung berhampur ke arah puspa. "Sela.., akhirnya kamu pulang juga, Nak.." ucap Puspa sambil membalas pelukan putrinya.


Sekar dan Jeff saling pandang, "Jeff.., kenapa kamu bisa bareng sama Sela? Apa kalian tadi habis janjian ketemu di luar ya..?" ucap Sekar yang teringat akan ucapan candy saat di telfon tadi.


Jeff mengangguk, "Ya.., seperti yang kamu lihat. Aku habis dinner sama Sela, ngak sengaja sih. Kami bisa dinner bareng juga karena si candy, temannya Sela .." ucap Jeff.


Sekar tersenyum tipis, entah kenapa perasaan nya jadi tak menentu mendengar pengakuan Jeff barusan. "Hm, jadi begitu. Makasih ya, Jeff karena kamu udah mau nganterin Sela pulang. Ibuku tadi khawatir banget sama adik .. " ucap Sekar. Jeff tersenyum lebar, "Iya, sama-sama.." ucap Jeff. Jeff dan Sekar saling mengulas senyum.


Sela mulai melepas pelukannya, kini focus puspa tertuju pada Jeff. "Selamat malam, tante.." ucap Jeff yang kini mendekati puspa. "Iya.., selamat malam juga.." ucap Puspa yang begitu senang melihat Jeff lagi.


"Maaffin saya ya, Tan. Saya baru bisa nganterin Sela pulang, tolong. Maaffin saya .." ucap Jeff merasa bersalah, padahal waktunya tadi terbuang begitu saja karena ulah Sela. Ibu tersenyum, "Ngak papa, Jeff. Ngak usah minta maaf, yang penting kan Sela sudah sampai di rumah. Ibu udah senang ngelihatnya.." ucap Puspa.


Jeff dan Sela saling pandang, mereka merasa lega mendengar Puspa yang tak marah sedikit pun. "Ibu, maafin sela ya. Ini semua salah Sela, kak Jeff ngak tau apa-apa kog. Jadi gini.., si candy tadi ngak mau nganterin Sela pulang. Untung aja Sela ketemu sama kak Jeff, dia baik banget mau nganterin Sela pulang .." ucap Sela yang menjelaskan dengan ekspresi sedih.


Ibu dan Sekar pun percaya, mereka ikut sedih mendengar cerita Sela. "Gimana sih, si candy itu! Katanya dia teman kamu, malah ngak mau nganterin pulang. Nanti kalau ibu ketemu lagi sama dia, ibu pasti marahin dia.." ucap Ibu setengah marah.


"Bu, sudah ya, Bu. Jangan marah terus, Candy sama Sela masih remaja. Mereka masih labil, belum ngerti apa-apa .. " ucap Sekar menenangkan Puspa yang naik darah.


Jeff tersenyum puas mendengar ucapan Sekar yang begitu dewasa, ia jadi makin suka dengan gadis itu. Sikap dewasa dan kalem yang ada pada diri Sekar, selalu sukses membuatnya makin jatuh hati.

__ADS_1


"Iya, Bu. Betul kata kakak, jangan marah ya sama Candy. Dia tetap temannya Sela, kalau ibu marah. Nanti candy ngak mau lagi temenan sama Sela. Sela nanti jadi sedih..." ucap Sela becanda.


"Iya, ya. Ibu ngak jadi marah deh, kamu nih. Pintar banget sih bujukin ibu, dasar.." ucap Ibu sambil mengusap rambut Sela karena gemas.


__ADS_2