Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 14


__ADS_3

...Coffee shop Tanamera...



"Kopi tanamera, yo. Kamu mau..?" ucap kemala.


"Ya udah, gue mau yang itu. Tapi jangan pakai gula ya.." ucap Rio sambil tersenyum. Kemala mengernyit, "Loh kenapa, kamu ngak suka gula ya..?" ucap kemala. Rio menggeleng, "Bukan nya ngak suka. Tapi bicara kayak gini sama lo, gue jadi ngerasain manis duluan... " ucap Rio.


"Aduh.." pekik Rio saat ada yang menoyor nya dari belakang, "Kamu ya, berani sekali ngodain cucu ku, kamu mau macem-macem ya. Dasar, begajulan..?" ucap Cang kipli sambil menjewer telinga Rio, Rio mengernyit, ia menahan rasa sakit pada telinga nya.


Ferdi yang saat itu tengah minum kopi langsung terbelalak kedua mata nya, ia melihat cang kipli tengah menjewer Rio, ferdi pun tertawa. Di sisi lain kemala terkejut melihat kedatangan sang kakek, yang langsung saja menjewer telinga Rio.


"Aww, aw... sakitt.." pekik Rio, Rio mencoba melepaskan diri dari jeweran cang kipli. "Rasain nih, macam-macam sih..!" ucap cang kipli sambil menjewer kencang telinga Rio. "Adu.. duh, sakit kek. Sakitt.. " ucap Rio.


Kemala tersadar dan mulai panik, ia langsung keluar dari area pantri. "Astaga, kek. Jangan begitu, dia anak orang. Jangan di jewer.." ucap kemala, kemala menghampiri kakek nya dan Rio.


Kemala mulai menarik-narik tangan kakek nya, agar telinga Rio dapat terlepas dari gengaman sang kakek. "Apa sih kamu, jangan gangguin kakek. Biar tau rasa dia..!!" ucap cang kipli, ia merasa terganggu.


Rio masih memekik kesakitan, lalu Rio melirik kemala yang masih berusaha melepaskan tangan cang kipli dari telinga nya. "La, tolongin gue la. Bisa-bisa telinga gue putus, sakit bsnget ini.. " ucap Rio. Cang kipli terkejut, ia merasa geram lalu menarik telinga Rio lagi, "Aduhh, sakitt.." pekik Rio. "Kek, kog malah di jewer lagi. Ayo, lepasin dia.. " ucap kemala.


"Ngak, kakek ngak mau lepasin. Sebelum dia janji sama kakek, ngak bakal ngegodain kamu lagi.. " ucap cang kipli. Rio tersentak, "Iya, ya. Tolong.. lepasin telinga saya kek, saya janji deh.." ucap Rio.

__ADS_1


"Nah, kek. Rio udah janji tuh, ayo. Lepasin dia kek.." ucap kemala memohon. Cang kipli mulai luluh dan mulai mengendurkan genggaman nya pada telinga Rio. Cang kipli menjauhkan tangan nya dari wajah Rio, Rio pun mengusap-usap bekas jeweran tadi.


"Kakek ngak bakal jewer kamu lagi, tapi jangan ngodain cucu saya. Kakek ngak suka .. !" ucap cang kipli sambil menaik turun kan kumis nya.


Rio tersenyum kikuk, kemala menghela nafas lega.


Ferdi yang sedari tadi melihat kejadian itu, ia malah tertawa ngakak dan baru bisa berhenti tertawa. Ferdi tak berani ikut campur untuk membela Rio, ia sudah takut duluan melihat kemarahan cang kipli si pemilik cafe. Semua orang di cafe juga ikut tertawa, mereka seperti mendapat hiburan gratis saat ini.


"Kek, sudah, sudah. Jangan emosi, nanti darah tinggi nya kakek kumat lagi.. " ucap kemala cemas, ia berusaha menenangkan sang kakek. Di sisi lain Rio memilih diam, ia tak berani membuka suara lagi.


"Ini kakek sudah emosi, ngak usah pakai acara ngomong darah tinggi.. " ucap cang kipli, ia masih merasa kesal. "Istigfar kek, Istigfar..!!" ucap kemala, cang kipli mulai beristigfar dan mulai mengatur emosi nya.


Cang kipli dan Rio saling pandang, "Apa lihat-lihat, masih berani ya..?" ucap cang kipli mengertak. Rio tersenyum kikuk, "Enggak kek. Sudah lah, jangan emosi lagi, kek. Slooww.. " ucap Rio.


"Bah, percaya diri mu tinggi juga ternyata. Coba ngaca, kamu mirip orang china.. " ucap cang kipli. Rio terkekeh, "Ya, iya lah kek. Kan saya bule.." ucap Rio.


"Kenapa dengan anak ini, kenapa dia masih bisa menjawab ucapan ku. Berani sekali dia.. " batin cang kipli.


"Rio, Rio. Kenapa malah di jawab sih, pasti setelah ini kakek ilfil sama Rio.. " batin kemala.


"Biarin deh, gue ajak becanda. Siapa tau, kakek nya kemala bisa luluh.." batin Rio.

__ADS_1


"Kemala, kamu jangan mau di deketin sama dia. Dia kayak ikan koi yang suka nya makan pelet.. " ucap cang kipli, kemala tertawa."Astaga kek, kakek ada-ada aja sih. Jangan ngatain begitu.. " ucap kemala sambil tertawa.


"Kalau saya mirip ikan koi, terus kakek mirip apa donk..?. Ah, saya tau, mirip ikan kembung hehe.." ucap Rio, Ferdi yang mendengar nya tertawa ngakak. Sedangkan cang kipli dan kemala terkejut mendengar ucapan Rio.


Kemala menahan tawa nya, "Rio, kamu jangan begitu. Nanti kakek ku marah lagi loh.. " ucap kemala sambil memberi kode pada Rio agar ia berhenti becanda.


"Kamu ya, berani nya nyamain saya sama ikan kembung. Saya ganteng begini, mirip ikan kembung dari mana nya..?" ucap cang kipli. "Kakek, sudah. Jangan bicara lagi, lebih baik kita ke belakang yuk.Sekarang.. " ucap kemala sambil menarik tangan cang kipli.


Rio berhenti tertawa, "Ya, mirip lah kek. Lihat tuh, perut kakek buncit begitu.Kayak ikan kembung lagi ngambek..." ucap Rio. Semua orang yang ada di cafe, tertawa terbahak - bahak.


Cang kipli memperhatikan semua orang lalu melihat Rio kembali. "Eh, jangan salah. Masih mending, saya buncit karena sering makan nasi. Kalau kamu, cih.. punya perut kotak-kotak, suka nya makan batu bata.. " ucap cang kipli.


Rio dan Ferdi tertawa ngakak, semua orang di cafe juga ikut tertawa, mereka semua tak bisa menahan tawa akibat lelucon yang tengah berlangsung.


"Sudah kek, nyerah saya. Haha, batu bata kata nya haha.. " ucap Rio sambil memukul meja pelan. Cang kipli mengurai senyum, "Akhir nya, kamu nyerah juga ya. Syukurin, kalah kan.. " ucap cang kipli.


Rio mengangguk tanda setuju, "Iya deh, kek. Kakek yang hebat, saya mah apa, remah-remah roti hehe.. " ucap Rio. Cang kipli tertawa, "Ya sudah, saya mau ke belakang dulu. Awas ya, kamu jangan macam-macam, kamu masih saya pantau dari jauh.. !" ucap cang kipli sambil menunjuk kedua jari nya ke mata.


Rio tersenyum lebar, "Ampun, saya ngak berani lagi deh. Ntar, saya di jewer lagi. Kasihan kan telinga saya .." ucap Rio. Cang kipli tertawa dan berjalan ke arah belakang. "Ada-ada saja.." gumam cang kipli. Rio tersenyum, ia mulai mengerti karakter cang kipli, kakek nya kemala.


"Gue masih beruntung, gue berhasil cairin suasana. Jadi, gue ngak malu banget tadi. Si kakek juga sih, main asal jewer telinga gue.." batin Rio.

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya ku yang lain, Cinta Dalam Asa...



__ADS_2