
Ibu yang sedang membaca majalah, ia terkejut mendengar teriakan sela. Lalu Ibu mengintip ke arah pintu, ia melihat sela masih di sana seperti orang yang tengah menahan panik. Ibu berdiri dari tempatnya lalu berniat menghampiri sela untuk menanyakan keadaannya.
"Sel, kamu kenapa. Terus, siapa yang ada di luar. Kenapa ngak di suruh masuk..?" ucap ibu. Sela tersenyum tipis, "Ngak, jangan di izinin masuk bu. Yang di luar itu setan, bu. Bukan ma..nu..sia.." ucap sela. Ibu mengernyit, "Ih, kog kamu jadi nakut - nakutin ibu. Masak iya sih, setan bertamu jam segini, ini kan masih sore sel. Halu, kamu..!" ucap ibu.
"Ibu, aku serius. Yang di luar itu setan bukan si candy, teman ku. Aku ngak bohong.." ucap sela meyakinkan. Ibu tersenyum tipis, " Ibu ngak percaya, ini pasti cuma akal - akalan kamu. Kamu sengaja mau ngerjain ibu kan..?" ucap ibu curiga.
Ting.. Tong..
Jeff yang ada di luar kembali memencet bel rumah sekar dan berharap agar sela mau membukakan pintu nya kembali. "Moga aja, tuh cewek mau bukain pintu nya lagi, huh. Tega banget sama gue.. " batin Jeff.
Ting.. Tong..
"Permisi, ada orang ngak di dalam?. Saya mau bertamu..!" teriak Jeff. Ibu dan sela saling pandang, ibu memberi sela tatapan tajam. "Minggir, biar ibu yang temuin dia..!" ucap ibu menahan kesal, sela terkejut lalu berusaha menghentikan ibu nya.
Klek..!!
Ibu membuka pintu nya, Jeff yang melihat nya tersenyum kembali. Ibu tertegun melihat sosok di hadapan nya, sosok pria tak di kenal dengan postur tubuh tinggi tegap dan juga berparas tampan.
"Ini yang di bilang setan, setan kog cakep begini.." batin ibu terpesona.
"Selamat malam, tante..!" ucap Jeff tersenyum.
__ADS_1
Ibu tersadar dari fikiran nya, "Ah, iya. Selamat malam juga, nak.." ucap ibu tersenyum. "Maaf ya, tante. Saya bertemu malam-malam begini.." ucap Jeff. Ibu mengernyit, "Oh, ngak papa. Santai saja, toh masih sore juga nak.. " ucap ibu.
Jeff tersenyum, ia merasa senang mendapati ibu nya sekar mau menerima nya dengan baik. Ibu melirik sela, gadis itu masih bersembunyi di balik pintu. "Sel, ayo keluar sebentar.. !" ucap ibu mendesak, sela menggeleng. Sela merasa malu untuk keluar dan menemui Jeff yang baru saja ia sebut sebagai setan.
"Sela, kemari nak..!" ucap ibu, sela menggeleng. "Ngak mau.. " ucap sela lirih, ibu menghela nafas panjang. Ibu mendekati sela lalu menarik nya keluar, sela tersenyum kikuk melihat Jeff.
Jeff tersenyum tipis, ia menahan kesal saat melihat wajah sela. "Tuh, lihat. Dia manusia, bukan setan sel. Buruan, minta maaf sama dia.." ucap ibu menarik-narik tangan sela. "Iya, ya bu.. " ucap sela lirih, sela melihat Jeff. "Aku.., aku minta maaf ya.. " ucap sela menahan malu.
Jeff menghela nafas sejenak, "Iya, aku maafin.." ucap Jeff datar. "Nah, kalau udah maaffan gini kan enak jadi nya. Sekali lagi, tante minta maaf atas kelakuan sela ya.. " ucap ibu. "Iya, tante. Ngak papa kog, anak tante kan masih kecil .. " ucap jeff sambil melirik sela.
Sela tersentak, "Ih, apa-apaan sih nih cowok. Ngatain gue anak kecil terus, gue udah segede ini juga.. " batin sela.
"Makasih ya pengertian nya, ya sudah. Mari, kita masuk, kita lanjut ngobrol di dalam saja.. " ucap ibu. "Iya, tante.. " ucap Jeff, mereka bertiga mulai melangkah masuk ke dalam rumah.
...Ruang Tamu, 18.16 p.m....
"Silahkan duduk, nak..!" ucap ibu pada Jeff, pria itu mengangguk. Jeff pun mendudukkan diri nya ke sofa, ibu menghampiri sela lalu berbisik di telinga nya. "Ibu mau ambilin minum dulu, kamu duduk aja di sini temani dia.. " bisik ibu. Sela terkejut, "Ngak, aku aja ya bu. Biar aku yang ambil minum.. " ucap sela.
Sela berniat menghindari jeff, ia tak berharap mengobrol dengannya. Ibu menggeleng, "Ngak, kamu di sini saja. Biar ibu yang ambil minum, udah ya. Kamu nurut aja.. !" ucap ibu tersenyum penuh arti. Sela tersenyum kikuk, ia meyerah.
__ADS_1
"Nak, ibu pamit ke belakang sebentar ya. Kamu tunggu dulu di sini sama sela ya.. " ucap ibu, Jeff tertegun. "Ah, iya tan. Silahkan saja.. " ucap Jeff, setelah berpamitan ibu pun melangkah pergi.
Sela berjalan menghampiri sofa, lalu menduduk kan diri nya di sana. Sela mengintip ibu nya, wanita paruh bayah itu sudah tak terlihat lagi.
Sela tersenyum licik, ia berniat mengintimidasi Jeff selagi ibu nya tengah di dapur.
Sela melihat Jeff, Jeff menyadari bahwa gadis itu tengah melihat nya namun pria itu dengan sengaja mengacuhkannya. "Oey, jelangkung..!" ucap sela, Jeff tak bergeming. "Eh, di panggil malah diam aja. Dasar, jelangkung.. " ucap sela sinis.
Jeff melirik sela, "Lo bisa diam ngak sih, nama gue juga bukan jelangkung.." ucap Jeff. Sela tersentak, "Gue mau tanya, lo ngapain datang ke rumah gue. Dan dari mana lo tau kalau gue tinggal di sini..?, ayo ngaku.." ucap sela.
Jeff tersenyum mengejek, " PD banget sih jadi cewek, siapa bilang gue datang ke sini mau ketemu sama lo. Geer. " ucap Jeff. Sela terkejut, "Eh, jangan salah paham dulu dong. Siapa juga yang geer, abis nya lo tiba-tiba aja datang ke sini sih. Mana ke rumah gue lagi.." ucap sela sinis.
Jeff terkekeh, "Astaga, bocil.. ", "Lo sadar ngak sih, rumah ini bukan punya lo doang. Gue datang ke sini mau ketemu yang lain juga .." ucap Jeff. Sela mengernyit, "Ketemu yang lain?, siapa..?" ucap sela. Jeff tersenyum tipis, "Mau tau aja.. !" ucap Jeff ketus.
Sela tersenyum tipis, otak nya mulai berfikir. Tiba-tiba saja sela tersadar jika di rumah ini ada gadis lain yaitu kakak nya, sekar. Sela kembali melirik jeff dengan tatapan tak percaya, "Apa iya, cowok ini temannya kakak. Tapi kenapa malam itu kakak gue ngak ngenalin dia..?" batin sela meragukan.
"Duh, sekar..lo ada di mana sih. Kenapa ngak muncul - muncul, masak iya gue salah alamat. Tapi ngak mungkin juga si Leo bohong, moga aja si sekar cepat keluar.." batin jeff
Jeff melirik sela, "Apa gue tanya aja sama dia, siapa tau dia mau manggilin si sekar..?" batin jeff. Jeff hendak bicara namun mendadak sela bertanya lebih dulu. "Lo datang ke sini mau ketemu kakak gue ya, si sekar..?" ucap sela penasaran, jeff tersenyum lebar.
"Iya.. ", "Lo mau ngak manggilin dia, gue pengen banget ketemu sama kakak lo nih.. " ucap Jeff. Jeff sangat berharap agar sela mau memanggil sekar untuk nya. Sela tersenyum tipis, "Duh, sayang banget. Kakak gue baru aja pergi, lo telat sih datangnya.. " ucap sela.
__ADS_1
Jeff terkejut, "Hah, pergi..?, dia pergi ke mana..?" ucap Jeff penasaran. Sela tersenyum, "Ngak tau, lagian bukan urusan gue juga.. " ucap sela. Sela sengaja membohongi Jeff, padahal gadis itu sangat tau jika sekar tengah pergi kencan bersama kevin.