Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 49


__ADS_3

...Angkringan Pancoran...



Jeff terkekeh, "Ya, ya.. " ucap nya. "Lagian lo diam aja sih pas di tanya, ya udah. Mending gue aja yang jawab.. " ucap sela menyindir. Jeff tersenyum kikuk, "Abis nya, gue bingung sih mau pesan apa. Gue hampir ngak pernah makan di tempat kayak gini.." ucap jeff sambil melihat sekeliling.


"Tapi lihat, lo lagi di sini sama gue itu artinya pernah. Gue ramal, lo pasti bakalan ke ingat terus setelah malam ini.. " ucap sela percaya diri. Jeff tersenyum tipis, "Yakin banget, lo..?" ucap nya ngeles.


Sela terkekeh, "Yakin lah.." ucap sela sambil tersenyum penuh arti. Jeff termenung menatap sela, "Gue ngak tau, ramalan lo nanti jadi kenyataan apa engak. Tapi gue bahagia berada di sini sama lo, sel.. " batin jeff senang.


Sela mengedarkan pandangannya melihat sekitar, malam ini hujan tidak turun sehingga langit nampak begitu cerah. Sela menghela nafas, "Malam ini indah banget ya, seperti nya akan ada bulan purnama.. " ucap sela sambil menatap langit.


Jeff melihat ke atas, ia setuju atas ucapan sela dan fikirannya. "Ya, malam ini pasti akan muncul bulan purnama. Bulan akan muncul dengan begitu sempurna.." ucap jeff yang mulai hanyut dalam suasana. Sela menurunkan pandangan nya, netra nya menatap wajah tampan Jeff.


...Andai saja, aku bisa melihat nya bersamamu. Mungkin, malam ini adalah malam paling berkesan di antara kita dan mungkin saja kamu akan sulit melupakannya......


Sela tersipu malu, Jeff melirik Sela. Mulai muncul begitu banyak fikiran aneh di benaknya. Fikiran yang bertentangan dengan akal sehatnya. Jeff menggeleng pelan, lalu perlahan membuyarkan khayalan nya tentang sela.


"Hah, cinta..? cinta apa. Gue ngak mungkin suka sama dia, kami baru saja bertemu .. " batin Jeff.


Selang beberapa saat..


Kini sudah tersaji di depan mata, 2 porsi nasi kucing beserta sate usus dan telur puyuh, tak lupa 2 gelas es teh yang menjadi pasangannya.


"Wah, kelihatannya enak. Mari, kita makan..!" ucap sela sambil membuka bungkusan nasi kucingnya.


"Ya, selamat makan.. " ucap Jeff yang tengah mengaduk es teh milik nya. Sela dan Jeff berdo'a terlebih dahulu, setelah itu mereka mulai menyantap hidangan masing-masing.

__ADS_1


5 menit kemudian ...


Sela begitu senang melihat Jeff yang makan begitu lahap. Pria itu terlihat sangat menikmati makannya, ia juga sudah menghabiskan dua bungkus nasi kucing sendirian.


"Lo kelaparan ya, uh. Makannya lahap banget udah mirip kucing garong deh.. " ucap sela meledek. Jeff melihat sela, "Kucing garong..? kucing ras mana tuh..?" batin Jeff sambil mengunyah makanannya.


"Lo nyamain gue sama kucing apa tadi. Kucing garong? gue belum pernah dengar. Ganteng ngak kucingnya, kalau jelek gue ngak mau.. " ucap Jeff penasaran. Sela terkekeh, "Ya tuhan.." ucap nya lirih.


"Kenapa ketawa, gue seriusan nanya woey. Tuh kucing ganteng apa ngak..?" ucap Jeff. Sela menahan tawa, "Iya, ganteng. Ganteng banget malah.. " ucap sela sambil menutup mulut nya menahan tawa.


Jeff tersenyum puas, ia berkhayal bahwa kucing yang di maksud sela begitu menakjubkan. Jeff senyum - senyum sendiri, "Ih, kenapa lo jadi senyum-senyum gitu. Lagi bayangin apa..?" ucap sela penasaran.


Jeff tersadar, "Eng, ngak. Ngak bayangin apa - apa. Mau tau aja.. " ucap Jeff sinis. Sela tersentak, "Yee, apaan sih.. " ucap sela sambil manyun. Jeff mulai menyatap makanan nya kembali, di sisi lain sela sudah selesai menghabiskan makannya.


Kini sela tengah meminum es teh dan terus memperhatikan Jeff yang sedang asik makan. Gadis itu dengan setia menemani Jeff hingga pria itu selesai menghabiskan makanannya.


Setelah selesai membayar makan tadi kepada pak yoyok, Jeff mengandeng tangan sela hingga sampai ke dekat mobil. Kemudian mereka memasuki mobil bersamaan, lalu Jeff menjalankan mobil nya dan membawanya pergi meninggalkan tempat itu.


__________________________________________


...Rumah Sekar, 20.01 a.m....



Kevin


Ckitt..

__ADS_1


Mobil kevin berhenti tepat di pelataran rumah sekar. Dua sejoli itu baru saja pulang setelah menonton film di bioskop. Kevin begitu bahagia bisa menghabiskan waktu nya bersama sang kekasih tercinta. Sekar juga merasakan hal yang sama seperti yang di rasa kevin saat ini.


Kevin dan sekar saling melirik, mereka kembali salah tingkah padahal sudah bersama lebih dari 2 mingguan ini. Tiba-tiba saja tangan kevin jatuh tepat di paha sekar, sekar sedikit terkejut.


"Mas kevin.. !!" ucap sekar, kevin menoleh dan begitu terkejut mendapati tangan nya yang ada di paha sekar. Kevin langsung menarik tangannya, "Sayang, maaf. Aku ngak sengaja, maaf ya .. " ucap kevin panik.


Sekar masih terkejut sambil mengusap-usap pahanya. "Mesum ih, tangan nya jangan nakal lagi.. " ucap sekar sambil manyun. Kevin mengangguk, "Iya, ya. Ngak lagi deh, jangan marah ya.. " ucap kevin.


Sekar melihat kevin, lalu mengulas senyum agar kevin tak berfikir bahwa ia marah soal tadi. Kevin merasa lega melihat senyuman sekar, hati nya mulai tenang kembali. Kevin tersenyum, "Makasih, my love. Syukur deh, kamu ngak marah.. " ucap kevin.


"Ngapain harus marah, kan kamu ngak sengaja.. " ucap sekar menenangkan. "Aku ngak sengaja tadi, aku mau nyentuh tangan. Eh, tau nya malah di situ.. " ucap kevin, sekar tertawa.


"Udah, ah. Jangan di bahas lagi, ngak baik.. " ucap sekar dengan ekspresi imut nya.


Kevin melihat jam yang ada di tanganya, waktu sudah menunjuk ke angka 8. "Sayang, udah malam nih. Aku pulang dulu, ya.. " ucap kevin.


"Hm iya, ya udah. Aku keluar dulu ya, selamat malam my love.. " ucap sekar. Kevin mengangguk, "Selamat malam juga, my love.. " ucap kevin.


Sekar tersenyum sesaat, kemudian gadis itu mulai beranjak keluar namun kevin dengan cepat menahan kepergiannya. "Tunggu, sekar.. " ucap kevin, sekar menoleh. "Ya.. " ucap nya lirih,


Kevin memandangi wajah kekasih nya lalu menarik tangannya hingga membuatnya mendekat. Cups, kevin mendaratkan satu ciuman pada pipi kanan sekar. Blush, sekar langsung merona di buatnya.


Sekar melirik kevin, "Jahil ya.. " ucap sekar. "Sarangheo.. " bisik kevin, "Saranghe..." ucap sekar lirih. Kevin tersenyum lalu perlahan melepas tangan sekar, gadis itu langsung membenarkan posisi nya.


"Aku keluar ya, jangan mencegahku lagi.. " ucap sekar memperingatkan. Kevin terkekeh, "Ngak, ngak akan.. " ucap nya lirih. Sekar tersenyum sesaat, setelah itu benar-benar beranjak keluar.


Kevin mengamati kepergian sekar hingga gadis itu masuk ke dalam rumah. Kevin tersenyum, "Always stay with you, beby.. " ucap nya lirih sambil mengingat wajah sekar.

__ADS_1


__ADS_2