Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 59


__ADS_3

Jeff menghela nafas, "Udah lah.., john. Lo ngak usah mempersulit gue. Balikin kuncinya sekarang juga, gue mau pulang.. " ucap Jeff dengan sopan. Jeff mencoba membujuk johnny dengan cara halus namun johnny malah menertawainya.


"Malah ketawa lagi, emang ada yang lucu gitu..?" ucap Jeff heran. Johnny berhenti tertawa, "Ada lah, lo yang lucu. Gue barusan lagi ngetawain lo, gue heran gitu sama lo. Dari tadi yang di omongin kunci terus, mendingan lo duduk sini deh. Kita dinner bareng..!" ucap Johnny sambil menarik kursi agar Jeff mau duduk di sana.


"Emang susah ya ngomong sama lo, john. Gue nyerah..!" ucap Jeff yang memilih mengalah. Jeff pun duduk di kursi yang di tunjuk johnny. Sela memperhatikan Jeff yang baru saja duduk, Jeff meliriknya sekilas setelah itu kembali melihat johnny.


Johnny pun juga ikut duduk, ia begitu senang melihat Jeff yang mau mengalah darinya."Maaf ya, grils. Kalian jadi ngelihat drama sengit tadi, teman gue ini lagi bandel sih. Susah banget di taklukin, untung aja sekarang dia udah jinak .." ucap Johnny menyindir Jeff. Jeff langsung menatapnya sinis, "Jinak, jinak, lo fikir gue peliharaan..!" cibir Jeff. Sela dan candy tertawa mendengar candaan mereka.


15 menit kemudian...


Mereka baru saja selesai dinner, mereka berempat mulai berjalan keluar dari dalam cafe.


Sesampainya di parkiran, Johnny mengatakan bahwa ia masih ingin melanjutkan acara kencannya bersama candy.


"Jeff, sel. Gue sama candy cabut duluan ya, kita mau kecan lagi..!" ucap Johnny begitu senang sambil mengandeng tangan candy. Jeff dan sela seketika terkejut, "Hm.., gitu ya. Ya udah, pergi aja. Nanti kalau lo ngak ngerti jalan, tinggal lihat GPS aja ya, john..!" ucap Jeff sedikit cemas namun juga merasa senang karena johnny tak akan menganggunya lagi.


"Siap, Boss..!" ucap Johnny sambil tersenyum. Sela berjalan menghampiri candy, "Can, kenapa lo ngak cerita sama gue kalau lo mau pergi lagi sama si johnny. Terus, gue nanti pulang sama siapa..?" ucap sela panik.


"Maaf ya, sel. Untuk malam ini lo pulang sendiri aja ya, gue masih pengen kencan lagi sama si johnny. Please, biarin gue pergi ya ... !" ucap candy membujuk sela. Sela memutar bola matanya malas, "Ya udah.., lo pergi aja sana! Gue masih bisa pulang sendiri.. " ucap Sela ketus.


Sela menepis tangan Candy, lalu ia berlalu begitu saja dari hadapannya. Sela berjalan gontai meninggalkan pelataran cafe. Gadis itu berjalan ke arah selatan dan berniat mencegat taxsi yang lewat.


Di sisi lain, candy, johnny dan Jeff terdiam melihat sela yang pergi setelah marah karena sikap candy. Candy menatap kepergian sela dengan rasa bersalah. "Yeah.., sela jadi marah kan. Ini salah gue, ngak seharusnya gue nyuruh sela pulang sendiri.." guman candy sambil mengusap pelipisnya.


"Can, lo jangan ngerasa bersalah gini. Ini bukan salah lo, kog.. " ucap johnny menenangkan candy. Jeff hanya memperhatikan Johnny yang sejak tadi berusaha menenangkan candy, namun Jeff malah lebih khawatir pada sela yang pulang sendirian dalam kondisi marah.

__ADS_1


Jeff menghampiri Johnny dan candy, "Eh.., Jeff.." ucap Johnny saat Jeff datang. "Kalian yang mau pergi, pergi saja. Soal sela, biar jadi urusan gue. Gue yang bakalan nganterin dia pulang..!" ucap Jeff. Johnny dan candy tersenyum kembali.


"Ya Tuhan.., makasih ya, Jeff. Gue ngak tau lagi misal ngak ada lo di sini, makasih banget..." ucap johnny.


"Iya.., kak. Makasih ya, kakak baik banget sih mau nganterin Sela pulang. Tolong.., jagain dia ya kak.." ucap candy tulus dengan mata berbinar.


Jeff mengangguk, "Ya, sama-sama. Ya sudah, gue cabut dulu ya. Gue mau nyamperin sela nih, siapa tau dia belum pulang .. " ucap Jeff yang mulai berpamitan dengan Johnny dan candy. Johnny dan candy mengangguk, "Hati - hati ya, di jalan. Sekali lagi makasih, sob..!" ucap Johnny.


Jeff berlari ke arah mobilnya, bergegas masuk ke dalam mobil. Setelahnya, Jeff mulai mengemudikan mobilnya meninggalkan area cafe. Jeff melajukan mobilnya ke arah selatan, ia mulai celingukan mencari sosok Sela di sisi kiri dan kanan jalan.


Tak berselang lama, Jeff akhirnya dapat menemukan Sela. Saat itu, Sela sedang duduk sendirian di halte bus. Ckitt, Jeff mulai memberhentikan mobilnya tak jauh dari halte. Jeff memperhatikan Sela sejenak, ia masih bisa melihatnya dengan jelas dari dalam mobil.


Jeff melihat Sela berulang kali mengusap kelopak mata dan pipinya, Jeff dapat langsung menyimpulkan bahwa sela tengah menangis di halte saat itu. Jeff menyandarkan tubuhnya ke jok, matanya masih mengawasi Sela. Jeff menatap nanar sela yang sedang menangis, "Cengeng banget sih jadi cewek.Dasar, sok kuat si bocil...!" gumam Jeff.


____________________________________________


...Di Halte, 20.16 a.m....



Sela


"Hih! Jahat banget sih, si candy. Dasar, teman luknat, tega banget dia sama gue. Ngak tau apa gue sendirian di sini..." gumam sela sambil melirik sekitar.


Sela menangis lagi sambil menutupi wajahnya dengan tangan, "Ja-hat.. " gumam Sela di sela-sela isakan tangisnya. Tangisan Sela terdengar mengencang, fikirannya mulai over thingking mengingat di halte hanya ada dirinya seorang.

__ADS_1


Drapp..


Drapp..


Drapp..


Seketika Sela berhenti menangis di saat ia baru saja mendengar suara langkah kaki yang terasa begitu dekat. Hati dan fikirannya mulai was-was memfikirkan sosok yang akan datang.


Drapp..


Drapp..


Drapp..


Sela semakin menyembunyikan wajahny, ia ketakutan dan juga cemas karena suara langkah kaki itu terdengar berulang kali. "It, itu.. siapa, ya. Apa dia ingin mengangguku, ibu.., sela takut.. " batin sela. Sela bergidik ngeri.


Saat sela berupaya melindungi dirinya, tiba-tiba saja ia merasa jika bahunya sedang di sentuh oleh seseorang. Sentuhannya terasa hangat dan tekanannya pun juga terasa, Sela langsung memalingkan wajahnya seiring dengan rasa takut yang semakin meningkat.


"Sela.. " ucap Jeff yang baru saja datang, sela terkejut mendengar suara yang terasa familiar di telinganya. "Pergi sana! Pergi jauh-jauh, jangan menganggu saya ..!" teriak sela sambil menepis tangan Jeff yang ada di bahunya. Sela masih terus memalingkan wajahnya sehingga membuatnya tak sadar jika yang datang adalah Jeff.


"Sel.., udah ya. Jangan ngambek, ayo berdiri. Gue anterin lo pulang.. " ucap Jeff membujuk sela yang sejak tadi menghindar. Sela tersentak, "Su-suara ini, kan?" batin Sela mulai sadar akan kehadiran Jeff.


Sela memberanikan diri menengok ke arah sosok yang sedang berdiri di sampingnya. Matanya membulat seketika melihat sosok Jeff yang kini sedang melihatnya juga. "Jeff..?" ucap Sela sambil terbengong, Jeff tersenyum tipis.


"Iya.., ini gue..!" ucap Jeff datar, Sela mengurai senyum. "Ayo, pu .. " ucap Jeff yang terpotong karena Sela langsung memeluknya.

__ADS_1


"Jelangkung.., akhirnya ada orang yang mau nyamperin gue. Gue senang banget ngelihat lo lagi, gue takut di sini..." ucap sela begitu senang sambil memeluk Jeff dengan erat.


__ADS_2