
...Ruang Tamu...
"Ngak mungkin kalau si sela ngak tau soal kepergian sekar dan cowok itu. Gue harus bisa ngorek informasi dari dia .." batin Jeff tersenyum penuh arti.
Sela tengah berfikir, ada keraguan di hati nya saat mendengar ajakan jeff. Entah kenapa, sela belum bisa mempercayai Jeff meskipun dia terlihat seperti laki - laki baik.
"Gue emang perlu buku itu, tapi masak iya. Gue harus pergi ke perpus malam-malam gini sama dia, mana gue belum kenal juga.. " batin sela.
Ibu melihat sela lalu dengan sengaja menyenggol bahu sela, sela pun langsung tersadar dari fikiran nya. "Eh, ibu.. " ucap sela lirih, ibu mendekatkan wajah nya ke sela. "Sel, yang di maksud si jeff. Buku apa sih..?" bisik ibu.
"Hm, itu bu. Sela ada tugas kuliah dari Pak Jefri, rencananya sih belajar pakai buku itu.." ucap sela menjelaskan. Ibu mulai paham, "Hm, gitu. Ya udah, sekarang kamu pergi aja ke perpus sama si jeff. Mumpung masih sore juga, pasti belum tutup .. " ucap ibu.
Sela terkejut sedangkan jeff tersenyum puas mendengar persetujuan dari ibu. "Ih, kog di bolehin sih. Nanti kalau ayah nyariin gimana, sela ngak mau ya di marahin...!" ucap sela sambil manyun.
Ibu berfikir sesaat, "Soal ayah, biar ibu deh yang jelasin nanti. Toh, kalian pergi nya cuma ke perpus yang ada di jln. Hasannudin kan..?" ucap ibu. "Iya, tante. Kami ngak jauh-jauh kog pergi nya, cuma ke perpus aja.." ucap Jeff tersenyum penuh arti.
Sela memandangi wajah ibu dan Jeff, "Hih, kenapa mereka jadi satu frekuensi gini. Mentang - mentang jeff teman nya kakak, ibu jadi ngeiyain aja.. " batin sela kesal.
"Mau pergi makan juga boleh kog, biar sela lebih kenal sama kamu. Yang penting, jangan kemalaman pulang nya ya.." ucap ibu pada jeff.
Jeff mengangguk, "Okay, tante. Tante ngak usah khawatir..." ucap Jeff senang.
__ADS_1
Sela menatap sinis Jeff, "Gue ngak mau, kenapa ngak ada salah satu dari mereka yang peka sama isi hati gue. Dasar jelangkung resek.. " batin sela menahan kesal.
Ibu melihat sela, "Sel, kog kamu masih diam aja di sini. Buruan gih ke kamar ganti baju, siap - siap sana..!" ucap ibu. Sela tersenyum kikuk, "Ngak usah ya, bu. Sela mau di rumah saja, besuk - besuk aja deh pergi nya.. " ucap sela membujuk sang ibu.
"Duh, si bocil kenapa sok-sokan ngak mau sih. Jual mahal banget, hah .. " batin Jeff.
"Loh, kenapa ngak mau sel, jeff baik loh mau nganterin kamu minjam buku itu. Biar tugas kamu juga cepat selesai, emang kamu mau di marahi pak Jefri..?" ucap ibu. Sela tersentak, lalu mendorong pelan bahu ibu nya.
"Ih, kenapa ibu jadi nakut - nakutin sela.." rengek sela. Ibu tertawa, "Ibu ngak nakut - nakutin, cuma ibu ngomong fakta nya aja. Kemarin kamu dapet nilai C kan.." ucap ibu. Sela terkejut dan langsung membekap mulut ibu nya.
Jeff yang mendengar nya tertawa pelan, "Nilai C, astaga.. " batin Jeff sambil menutup mulut nya. Ibu ingin bicara, namun sayang tangan sela masih terus membekap mulut nya. "Ibu, jangan di sebarin dong. Ini aib sela, sela malu.." ucap ibu. "Hmph.. Hmm.. " ucap ibu sambil berusaha menyingkirkan tangan sela.
Sela tersadar lalu dengan cepat menyingkirkan tangan nya. "Kamu apa - apaan sih sel, bau asem ih..!!" ucap ibu. Sela mendelik, "Ibuuu.. " ucap rengek sela. Jeff menahan tawa melihat interaksi lucu sela dan ibu nya. Entah kenapa, jeff merasa rindu dengan ibu nya yang ada di sidney.
Sela bangkit dari duduk nya, ia mengamati ibu dan Jeff bergantian. "Aku mau ke kamar, mau siap - siap dulu..!" ucap sela. Ibu dan Jeff tersenyum puas, " Ya, ya. Silahkan tuan putri, jangan lama - lama ya sel.. !!" ucap ibu saat sela melangkah pergi ke kamar nya.
Di saat sela tengah bersiap di kamar nya, ibu dan Jeff melanjutkan perbincangan mereka . Ibu melirik jeff, "Nak, kamu sudah lama ya temenan sama sekar..?" ucap ibu penasaran.
Jeff menelan cookies nya sejenak, " Ya, lumayan tan. Dulu saat sekar kuliah di sidney, kami satu kampus dan masuk jurusan kuliah yang sama.." ucap Jeff sambil mengingat masa lalu.
Ibu tersenyum, "Begitu ya..", "Lalu, kamu ini asli orang sidney atau masih ada saudara gitu di indo. Soal nya, tante masih terkejut atas kedatangan kamu .." ucap ibu.
Jeff terkekeh, "Kalau saudara ada sih tan, tapi ngak banyak. Soal nya sebagian kerabat saya tinggal di luar negri tan, saya datang ke Indo karena ada masalah urgent di cabang perusahaan keluarga yang ada di sini ..." ucap jeff tersenyum.
__ADS_1
Ibu tertegun, "Wah, selain ganteng ternyata jeff juga mapan. Oh ya, si sekar kan udah punya pacar. Ngak ada salah nya dong, kalau si jeff aku jodohin sama sela..." batin ibu.
"Tante senang ngelihat kamu, tante ngak nyangka. Ternyata kamu orang nya mandiri, mana berani jauh - jauh dari sidney datang ke sini. Jauh loh itu.. " ucap ibu kagum. Jeff tersenyum, "Ngak jauh, tan. Kan naik pesawat hehe.." ucap Jeff sambil tertawa renyah.
Ibu ikut tertawa, "Ya, ya. Benar.. " ucap nya. "Oh ya, tan. Aku baru tau loh, ternyata sekar punya adik. Dia belum pernah cerita sama aku.." ucap jeff. Ibu menghela nafas sesaat, "Yeah, begitu lah jeff. Sekar memang gadis yang tertutup, wajar kalau ngak cerita soal ini.. " ucap ibu.
Jeff tersenyum lebar sambil memandangi figura berisi foto sekar dan sela. Ibu ikut melihat figura yang ada di meja, "Mereka anak - anak yang cantik kan. Tapi karakter mereka sangat berbeda, yang satu pendiam dan satu nya lagi cerewet hehe.. " ucap ibu terus terang.
Jeff tertawa, "Tante hebat, punya dua putri dengan keunikannya masing - masing. Pasti seru ya, setiap hari bisa bareng sama mereka. Jadi tante ngak ngerasa kesepian.. " ucap Jeff.
"Iya, nak.." ucap ibu, jeff melihat ibu sesaat lalu menyandarkan tubuh nya ke kursi. "Nak, jeff.." ucap ibu, jeff melirik ibu. "Ya, tante.." ucap nya. Ibu tersenyum, " Dari kedua putri tante, kamu suka yang mana. Ya, mungkin aja ada yang masuk tipe kamu..?" ucap ibu.
Jeff terdiam menatap ibu, "Kalau boleh jujur, dari dulu gue suka sama sekar. Tapi, kalau di fikir-fikir lagi si sela ngak buruk juga.. " batin jeff.
"Kog diam aja jeff, tante masih penasaran nih..?" ucap ibu. Jeff tersenyum tipis, "Mereka bukan pilihan tante, maaf ya. Saya ngak bisa milih salah satu di antara mereka... " ucap jeff.
Ibu tertegun, "Tapi.., kedua putri tante pasti ada yang masuk tipe kamu kan. Masak iya sih, ngak ada yang masuk..?" ucap ibu menggoda jeff. Jeff tersipu malu, "Ya, ada.. " ucap jeff lirih.
Tak..
Tak..
Tak..
__ADS_1
"Ibu, aku sudah siap..!!" ucap sela yang baru saja kembali. Ibu dan jeff langsung menoleh ke arah sela, jeff tertegun melihat sela. Gadis itu terlihat menawan mengenakan outfit kemeja putih dan bawahan celana jeans navy.
Jeff dan sela saling pandang, gadis itu mengurai senyum. Jeff langsung membalas senyuman nya, "Cantik .. " batin jeff. "Ayo kak, kita berangkat sekarang.. " ucap sela pada jeff. Jeff tersadar, "Ah, iya.." ucap nya yang langsung berdiri dari kursi.