
"Jadi, senior masak semua ini buat aku. Aku ngak nyangka, masih ada orang yang perhatian sama aku, selain keluarga ku sendiri...." batin sekar.
Sekar tersenyum dan mulai menyuapi diri nya dengan makanan yang tersaji di piring. Saat kunyahan kedua, "Masakan nya enak, meski pun sedikit pedas.. " batin sekar.
"Vin, masakan mu enak.." ucap ibu, kevin melihat ibu. "Terimakasih, pujian nya bu.. " ucap kevin. "Nak sekar, di habis kan ya. Makanan nya enak-enak semua.. " ucap Ibu sembari tersenyum. "Iya, tante.. " ucap sekar, sekar melahap kembali makanan nya.
"Sekar, apa kamu dan kevin sangat dekat. Soal nya om lihat, kalian terlihat akrab tadi.. " ucap Ayah. Sekar yang tengah makan terkejut, ia mulai berhenti mengunyah. Di sisi lain, kevin juga merasakan hal yang sama.
"Mas vernone kenapa to the point begitu sih, kumat kan kaku nya. Kasihan sekar, dia kan ngak tau apa-apa apalagi soal perasaan kevin sama dia.." batin ibu.
"Kenapa ayah menanyakan hal ini, membuat ku malu saja.. " batin kevin.
"Hm.. kami memang dekat om, tapi ya. Kami hanya berteman.. " ucap sekar. "Oh, om tadi mikir kalau kalian ada hubungan khusus gitu, soal nya kevin jarang banget ngundang teman wanita nya ke rumah. Baru kali ini saja.. " ucap ayah. Sekar tertegun, ia melirik kevin. Saat ini kevin tengah menahan salting di hadapan semua orang.
"Eh, saya malah ngak tau soal itu, om. Saya datang ke sini juga, hanya ingin membahas pekerjaan saja dengan mas kevin, om dan juga tante.. " ucap sekar. Ayah terdiam sambil mengamati karakter sekar.
"Gadis ini profesional juga, dia juga tidak mencari muka di hadapan ku. Malah terkesan menolak, dia gadis yang menarik... " batin ayah.
Kevin sedikit menahan kecewa, saat mendengar ucapan sekar tentang hubungan mereka. Jika boleh jujur, kevin berharap bisa lebih dari sekedar teman dan juga ingin di akui oleh sekar. Namun kevin harus tau diri, dia dan sekar memang hanya sebatas teman saat ini.
"Apa perlu, aku menembak nya. Agar dia tau, kalau aku menyukai nya selama ini..!" batin kevin.
"Oh ya, sekar. Kalau om boleh tau, kamu kerja di wijaya grup sudah berapa lama..?" ucap ayah.
"Sekitar 3 tahunan om, tapi sempat magang dulu selama 1 tahun.. " ucap sekar. "Lama juga ya, berarti kamu betah di sana.. " ucap ayah. "Syukur, betah om. Pimpinan saya orang nya baik om, beliau selalu membantu saya sampai saya di titik sekarang ini.. " ucap sekar.
__ADS_1
"Sekar ini mirip sekali dengan kevin, dia tipe orang yang memilik sifat rasional.. " batin ayah.
"Sekar, semisal kantor om ada event nanti. Bisa dong, kalau om langsung ngehubungin kamu.. " ucap ayah. Sekar tertawa pelan, "Tentu saja bisa om, itu malah menguntungkan saya..." ucap sekar. Ayah tertawa, "Tapi kalau om nanti sering pakai jasa IO dari kamu, om bisa dapat diskon ngak..?" ucap ayah.
"Tentu saja bisa, om. Apalagi kalau om sudah gabung ke VIP, om bisa dapat diskon di setiap event nanti.." ucap sekar sambil menyendok makanan nya. "Wah, kalau tau begitu. Kenapa om ngak dari dulu, pakai IO dari perusahaan mu ya.. " ucap ayah.
"Tenang saja om, masih ada banyak waktu. Om ngak mungkin terlambat hehe.. " ucap sekar. "Ya, ya. Kamu benar.. " ucap ayah sambil tersenyum. Ibu dan kevin yang memperhatikan sekar dan ayah kevin yang asik mengobrol sejak tadi, mereka hanya saling pandang sambil menahan rasa senang.
"Sepertinya, mas vernone mulai nyaman ngobrol sama sekar.." batin ibu.
"Semoga setelah ini, ayah akan merestui kedekatan ku dan sekar.. " batin kevin.
____________________________________________
Kini mereka berempat sudah beralih ke ruang keluarga, mereka tengah duduk bersama. Sekar dan kevin duduk di sofa yang sama, kevin mulai mengajak sekar membahas acara resepsi kakak nya.
"Sekar, kemarin ibu bilang sama aku. Kalau dia mau acara nya jadi indoor saja, ya kan Bu..?" ucap kevin sambil melirik ibu nya. "Iya, sekar. Tante mau acara nya jadi indoor saja, tante kayak nya mau ambil paket yang tipe A.. " ucap ibu.
"Oh, tante mau nya yang tipe A dan di indoor ya. Lalu, apa tante sekeluarga sudah memutuskan akan memilih desain yang mana..?" ucap sekar.
"Ada sih, dua desain yang tante suka. Tapi kata kevin, kamu masih ada contoh desain yang lain. Apa boleh tante lihat dulu.. " ucap ibu.
"Oh, tentu boleh, tan. Sebentar ya.. " ucap sekar sambil mengotak-atik laptop nya. Kevin mendekatkan diri nya ke sekar, karena ia merasa penasaran dengan isi laptop sekar. Di saat yang bersamaan, ayah dan ibu melihat dengan jelas interaksi manis di antara kevin dan sekar.
__ADS_1
"Mas, mas.Lihat itu, kamu suka ngak sama chemistry mereka..?" ucap ibu sambil menyenggol bahu ayah. Ayah melirik ibu, "Kamu lagi ngomong apa sih..?" ucap ayah sengaja mengalihkan pembicaraan. "Ih, mas kog gitu sih. Aku lagi serius, menurut mu mereka cocok ngak..?" ucap ibu sambil menaik turun kan alis nya.
Ayah memperhatikan kevin dan sekar yang tengah asik bicara. "Mereka terlihat serasi.. " batin ayah, ayah melirik ibu. "Ya, mas setuju dengan fikiran mu kali ini.. " ucap ayah lirih. Ibu tersenyum puas, ia merasa senang mendengar ucapan suami nya. "Makasih ya, mas.." ucap ibu, "Ya, ya" ucap ayah.
___________________________________________
Kota Paris, Prancis. 14 Desember 2020
Lila
Lila sedari tadi mondar-mandir di kamar nya, ia merasa gelisah memfikirkan keadaan di jakarta. Ia merasa cemas, karena sekar tiba-tiba muncul kembali dan hendak membayangi hidup nya.
"Kenapa dia muncul lagi sih, bisa-bisa semua orang akan tau masa lalu ku. Aku takut ketahuan.. " batin Lila.
Lila mengigit jari, ia merasa gemas dengan situasi nya kali ini. "Arrghh.." pekik Lila, "Hih, ngeselin banget sih.. " resah Lila sambil mengusap-usap rambut nya.
Tiba-tiba ada yang memeluk Lila dari belakang, dari bau nya Lila bisa langsung menebak siapa orangnya. "Sayang.. tadi kamu kenapa, kog terik begitu..?" ucap Erik sambil memeluk istri nya dari belakang. Lila menjadi gugup dan mulai mencari alasan agar suami nya tak curiga.
"Itu mas, si sinta. Dia pinjam uang ke aku, tapi ngak di ganti-ganti sama dia.. " ucap Lila beepura-pura kesal. "Oh, ternyata soal uang. Udah lah biarin aja, anggap aja sedekah.. " ucap Erik. "Ya, ngak bisa gitu donk mas. Dia minta, ya harus di balikan lah.. " ucap Lila.
"Emang, dia minjam berapa sih. Udah lah, kamu jangan kesel-kesel gini. Nanti kamu tinggal minta uang sama mas, kalau mau beli sesuatu.." ucap Erik. Lila pun berpura-pura luluh akan ucapan suami nya. "Iya, mas. Kamu benar, ngak seharus nya aku kesel ngak jelas gini.. " ucap Lila.
"Iya sayang, dah. Jangan ngambek lagi.. " ucap Erik, Lila melirik suami nya lalu tersenyum. "Nah senyum gitu cantik, pagi-pagi udah di kasih imun aja hehe.. " ucap Erik, "Imun apa sih, gaje ih.. " ucap Lila. "Ngak gaje, ngak.." ucap Erik sambil cengar-cengir.
Lila melepaskan diri nya dari pelukan Erik, kini mereka saling menghadap. "Mas, besok kita pulang ke jakarta yuk. Aku sudah bosan di sini.."ucap Erik, erik mengusap pipi istri nya. "Iya, sayang. Besuk, kita pulang ke jakarta.. " ucap Erik.
__ADS_1