
...Di Parkiran, 21.04 a.m....
Sekar
Sekar dan Kevin sedang berada di parkiran, mereka tengah bersantai sambil bersandar di cap mobil Kevin. Kevin melirik Sekar, gadis itu nampak letih setelah seharian bekerja di tambah lagi harus mengurus acara resepsi di malam harinya.
"My love, kamu ngak papa? Pasti, capek ya..?" ucap Kevin cemas. Sekar menghela nafas, "Iya.., rasanya pegal sekali badanku.. " ucap Sekar sambil mengusap tengkuknya.
Kevin merasa kasihan pada Sekar, kemudian kevin meraih tangan Sekar lalu memberikan pijatan di sana. Sekar terkejut, "Mas kevin.., ngak usah. Aku ngak papa kog, ngak usah di pijat ya .." ucap Sekar lirih menolak kebaikan Kevin.
"Ngak usah apa, udah kamu diam aja. Kamu kan capek, aku yang pengen ngasih perhatian ke pacar ku kog di larang, sih..?" ucap Kevin yang asik memijat tangan Sekar. Sekar pun luluh dan tak menolak lagi saat di pijat.
Sekar terdiam dah mulai menikmati pijatan Kevin. Rasa pegalnya sedikit berkurang, Kevin tersenyum puas melihat Sekar yang nampak menikmati pijatannya.
"Tadi nolak, enakkan pijatan ku..?" ucap Kevin, Sekar tertawa pelan. "Iya, enak. Lanjutin deh.. " ucap Sekar. "Ih, nambah. Ngak gratis loh kalau nambah, ada bayarannya.. " ucap Kevin menggoda Sekar.
"Boleh, boleh. Nanti ku kasih goceng ya buat beli permen.. " ucap Sekar membalas godaan Kevin. Kevin mengernyit, "Goceng? Cuma segitu, tambahin lagi dong. Jangan pelit-pelit lah jadi orang.. " ucap Kevin.
Sekar tertawa, "Ya udah, ku tambahin 500 perak deh .. " ucap Sekar. Kevin tersentak, "Wah.., itu namanya masih sedikit. Jangan terlalu pelitlah, Mbak. Saya mijit nih, pakai tenaga loh..." ucap Kevin.
"Ngak, ngak ada tambah-tambahan. Ngak papa deh di katain pelit sama Mas-nya, yang penting uang saya masih aman.." ucap Sekar. Kevin tertawa, "Hm.., jadi maunya gitu ya. Ngak papa, tapi saya minta cium ya Mbak..?" ucap Kevin.
Sekar terdiam, ia tersipu malu mendengar gombalan Kevin. "Apa sih, kog jadi minta cium. Mas-nya mulai genit ya.." ucap Sekar. Kevin tertawa, "Ya, ngak papa, Mbak. Sekali-kali minta di manja, ngak ada salahnya kan ..?" ucap Kevin.
"Emang Mas-nya ngak mau uang, nanti ku kasih 30 ribu deh. Lumayan kan, dari pada Mas-nya minta cium sama saya. Dapet apa coba... " ucap Sekar menggoda Kevin. Kevin cemberut, "Kog ngak peka banget sih, Mbak. Saya ngak mau uang, mau nya di cium sama Mbak-nya yang cuantik ini.. " ucap Kevin sambil cengengesan.
Sekar tertawa lepas, ia tak mampu lagi menahan diri untuk tak tertawa mendengar kelucuan Kevin. "Kenapa Mbak, kog malah ketawa? Saya emang lucu, ganteng, ngangenin lagi .." ucap Kevin yang akhirnya ikut tertawa.
Sekar menatap Kevin, mereka saling pandang.
Kevin menunjuk-nunjuk pipinya, mengkode Sekar agar gadis itu peka jika ia ingin di cium. "Malu ih, kalau nanti ada yang lewat gimana ..?" ucap Sekar membujuk Kevin, Kevin malah memasang wajah cemburut.
"Sekarang saja, ngak ada siapa-siapa di sini.." ucap Kevin setengah berbisik, Sekar pun menyerah dan menuruti kemauan Kevin. Sekar mendekati Kevin, ia celingukan sesaat. Saat di rasa aman, Sekar mulai berciuman dengan Kevin.
Di saat yang bersamaan, Jeff dan Johnny sedang berjalan ke arah parkiran. Saat mereka hampir sampai ke dekat mobil, mereka melihat Sekar dan Kevin yang sedang berciuman. Seketika mereka menghentikan langkah masing-masing, mereka memperhatikan dua sejoli itu cukup lama.
"Sob, lihat itu. Berani banget ya mereka, ciuman di parkiran berasa lagi nonton film drakor gue. Astaga.." ucap Johnny sambil menutup mulutnya tak percaya. Jeff masih tak bergeming, ia terdiam mematung di tempatnya, matanya memerah menahan air matanya yang ingin sekali terjatuh.
"Kenapa sekar..., mengapa kamu berciuman dengan pria lain? Kenapa kamu tak mau menungguku, aku sudah datang. Kenapa kau tak memberiku kesempatan untuk mendekatimu.." batin Jeff.
__ADS_1
Jeff mengatur nafasnya yang memburu, ia benar - benar emosional saat ini. Jeff dengan berat memalingkan wajahnya dan bergegas masuk ke dalam mobil. Johnny terkejut karena Jeff masuk ke dalam mobil begitu saja, johnny menatap langkah Jeff dengan tatapan heran.
Johnny melihat kembali duo sejoli yang berhasil mengalihkan focusnya. Saat itu Sekar dan Kevin menyudahi ciuman mereka. "Yeah, udah selesai aja adegannya. Ah.., gara-gara ngelihatin mereka nih, gue jadi pengen kan sekarang.." gumam Johnny.
Tint.. Tint..
Johnny terkejut saat Jeff dengan sengaja berulang kali membunyikan clacson mobilnya. Johnny memperhatikan Jeff yang ada di dalam mobil, "Buruan, masuk..!" teriak Jeff sambil mengkode johnny dengan tangannya.
Tint.. Tint..
"Iya, iya. Sebentar..!!" teriak johnny menahan kesal akan sikap Jeff yang terkesan tak sabaran. Johnny pun menghampiri mobil Jeff, masuk ke dalam mobil lalu duduk di bagian kemudi. Jeff menatap nyalang johnny , "Lama banget, sih. Ngelihat orang ciuman aja sampai segitunya.." ucap Jeff sambil manyun.
Johnny tersentak, "Lo apa-apaan sih. Kenapa lo jadi sewot gini, santai aja kali ngak usah ngegas..!" ucap Johnny sambil menghidupkan mobil Jeff. "Cepetan, lama banget sih ngak jalan-jalan...!" ucap Jeff sedikit membentak.
Johnny menatap malas Jeff, "Sabar donk, lo fikir nih mobil mainan tinggal di dorong aja.. " ucap Johnny yang baru saja selesai memanasi mobil. Jeff memalingkan wajah nya, sengaja mengacuhkanJohnny. Sorot matanya kini mengarah ke tempat di mana dua sejoli tadi asik berciuman. "Brengsek..!" gumam Jeff lirih sambil tersenyum sinis.
___________________________________________
...Meja Makan, 20.56 a.m....
Rio
'Hallo, yo..?' ucap Kemala.
'Ha, hallo juga..' ucap Rio begitu senang mendengar suara kemala.
'Ada apa ya, Yo. Tumben, kamu nelfon..?' ucap Kemala.
'Jangan bilang tumben, La. Gue jadi sungkan loh misal nanti pengen nelfon lo lagi..' ucap Rio.
Rio mendengar suara tawa, gadis itu tengah tertawa di ujung telfon. Rio tersenyum.
"Maaf ya, aku janji deh ngak bakal ngomong begitu lagi.." ucap Kemala.
'Iya.., La. Lo lagi apa sekarang, gue nganggu ngak..?' ucap Rio cemas.
'Aku baik kog, ngak nganggu..' ucap Kemala.
'Syukur deh, jam segini lo masih bangun ya. Ngak ngantuk apa..?' ucap Rio.
__ADS_1
'Hm, iya aku masih bangun nih. Lagi ngerjain laporan data keuangan cafe..' ucap Kemala.
'Oh.., lo udah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..' ucap Rio.
'Udah, yo. Aku ngak mungkin lupa, kalau kamu sendiri sudah makan belum..?' ucap Kemala.
'Udah, La. Baru aja.. ' ucap Rio.
'Bagus deh, terus. Kamu lagi apa sekarang..?' ucap Kemala.
'Lagi duduk aja, santai-santai nih.. ' ucap Rio.
'Hm, gitu.. ' ucap Kemala.
'La, besuk kan hari libur. Ketemuan, yuk..?' ucap Rio.
'Boleh, mau ketemuan dimana?' ucap kemala.
'Terserah, lo pengennya kemana?' ucap Rio.
'Hm, gimana kalau kita ke pantai aja. Aku lagi pengen ke sana nih, sekalian refreshing...' ucap Kemala.
'Boleh juga tuh, gue juga udah lama ngak main ke pantai.. "'ucap Rio.
'Iya, ya. Pasti seru nanti, kita ke sana sorean aja ya..' ucap kemala.
'Iya, gue ikut lo aja. Nanti tinggal chat aja ya, jam sama tempat ketemuannya dimana..' ucap Rio.
'Iyo, yo. Kamu benar - benar free kan besuk, maaf ya yo. Aku bisanya keluar pas sore aja, kalau pagi sama malam aku harus bantuin kakek di coffee shop.." ucap Kemala.
"Iya, La. Ngak papa kog, gue ngerti.. " ucap Rio.
"Alhamdulillah.., ya sudah ya, Yo. Aku tutup dulu telfonnya, teman umi lagi berkunjung ke rumah.. " ucap Kemala setengah berbisik.
"Iya, La. Tutup aja telfonnya.. " ucap Rio.
Tut.. Tut.. Tut.. panggilan berakhir..
Rio tersenyum puas, "Akhirnya, setelah lima hari ngak ketemu. Gue bisa ketemu lagi sama Kemala. Hah, ngak sabar.. " batinnya.
__ADS_1