
...Warung Mbah Kliwon...
"Duduk wani cak, ngone kemplinthi. Yo wajar sih nek menurut ku, cah kuto og. Lha awak e dewe jok cilik dolanan e ning kali haha.. " ucap pak kumis. Cang kipli tertawa mendengar ucapan pak kumis, "Dolanan e karo iwak hahaha.." ucap cang kipli.
"Cak, sing mau piro kabeh e. Aku arep bali sak iki...?" ucap cang kipli, "Sek, sek. Awak mu mau tuku opo wae .. ?" ucap pak kumis. "Aku mau nyuwun kopi sak gelas, gorengan e 2 karo sarapan..." ucap cang kipli, pak kumis mulai menghitung semua nya.
"Pas 10 ewu, cak.. " ucap pak kumis, cang kipli pun merogoh saku nya lalu mengeluarkan selembar uang 10 ribu. Kemudian ia menyerahkan nya pada pak kumis, pak kumis pun menerima nya. "Suwun, yo. Sesuk, sesuk tuku mrene meneh ya, Pli.. " ucap pak kumis.
"Iyo, Insyaallah yo cak.." ucap cang kipli, cang kipli bangkit dari tempat nya. "Yo wes, aku bali sek ya.. " ucap cang kipli, "Iyo, ati-ati ning dalan ya cak.. " ucap pak kumis. Cang kipli mulai beranjak pergi dari warung.
Di sisi lain Rio baru saja selesai membayar sarapan nya, setelah itu ia bergegas keluar menyusul cang kipli. Namun saat ia baru saja keluar, ia melihat cang kipli tengah memarahi seorang pemuda.
"Kamu bisa lihat tidak, sudah tau jalanan nya sempit. Kenapa kamu malah ngebut..??" gertak cang kipli, "Emang apa salah nya, kek. Tadi jalanan sepi kog, wong saya juga ngak ngebut tadi. Kakek saja yang tiba-tiba muncul.. " ucap andi sinis.
__ADS_1
Cang kipli terkejut, "Eh.. kog kamu jadi nyalahin saya. Lihat nih, tangan saya jadi biru, dagangan saya juga rusak gara - gara di serempet sama kamu. Kamu harus tanggung jawab..!" ucap cang kipli. Andi tersentak, "Loh, kek. Kenapa jadi saya yang harus tanggung jawab, toh cuma keserempet dikit doank. Ini masih ngak papa.. " ucap andi sambil mengoyah-goyahkan bungkusan sayuran yang di pegang cang kipli.
Cang kipli langsung menarik kantung belanjaan nya, "Heh, apa-apaan kamu. Main pegang - pegang saja..!" ucap cang kipli, "Sudah ya, kek. Saya buru-buru, ngak ada waktu buat ngeladenin kakek. Lebih baik kita damai aja.. " ucap andi sambil menyalakan motor nya.
"Kek, ini ada apa. Kog ribut-ribut gini..?" ucap Rio, ia menghampiri cang kipli dan pemuda itu.
Cang kipli melihat Rio, "Ngak usah ikut campur kamu, ini masalah saya sama dia.. " ucap cang kipli. Rio pun terdiam, melihat cang kipli yang tengah marah seperti ini, ia jadi takut salah bicara.
Cang kipli menghadang motor andi, "Kamu mau ke mana, jangan kabur. Kamu belum minta maaf sama saya, cepatan minta maaf..!!" bentak cang kipli. Andi merasa kesal lalu mendorong cang kipli hingga cang kipli terpental ke belakang.
"Eghh.. " pekik cang kipli, Rio langsung menangkap tubuh cang kipli dan membantu nya berdiri tegak. Di sisi lain andi memanfaat kan kesempatan itu untuk kabur. Cang kipli tersadar lalu melihat kepergian andi, "Heyy... mau pergi ke mana kamu. Awas ya, jangan sampai kita ketemu lagi.. !!" teriak cang kipli dengan nada kesal.
Rio tersentak, "Kan tadi kakek yang nyuruh saya buat ngak ikut campur, jadi saya diam saja.. " ucap Rio. Cang kipli mengatur nafas dan juga emosi nya, "Ya, ya. Kamu emang ngak salah kog, maaf ya.. " ucap cang kipli sambil melirik Rio. "Iya, kek. Ngak papa.. " ucap Rio.
"Pli, mau ono opo ta. Jare wong-wong ning warung ono kecelakaan..?" ucap pak kumis menghampiri cang kipli. "Iki lo cak, ndek mau ora sengojo aku di serempet bocah.. " ucap cang kipli. Pak kumis terkejut, "Sopo bocah e..??, kowe ta..?" ucap cang kipli sambil melotot ke arah Rio.
__ADS_1
Rio tersenyum kikuk, "Bukan, bukan saya kek.." ucap Rio, cang kipli tertawa. "Lha terus sopo, Pli. Jare duduk bocah iki..?" ucap pak kumis bingung. Cang kipli menepuk bahu pak kumis, "Masalah e wes beres kog, awak mu balik ning warung wae, cak.. " ucap cang kipli.
Pak kumis mengernyit, "Tapi, awak mu ora popo ta. Ono sing baret gak..?" ucap pak kumis sambil melihat-lihat tubuh cang kipli. Cang kipli tersenyum, "Aman, aman. Cuma tangan ku kerasa loro sak itik.. " ucap cang kipli. Pak kumis meraih tangan cang kipli, "Ya allah, ati-ati ta cak. Mengko di pijet ne ya.. " ucap pak kumis cemas.
"Iyo, yo. Wes ta, tenang ae ..." ucap cang kipli. Rio yang melihat semburat biru di tangan cang kipli, ia menjadi cemas, "Kek, kakek ngak papa kan. Apa mau saya antar ke klinik..?" ucap Rio, cang kipli melihat Rio. "Saya ngak papa, ngak usah khawatir sama saya.. " ucap cang kipli.
"Yo wes yo, cak. Aku arep bali di sek.. " ucap cang kipli, pak kumis mengangguk. "Iyo, cak. Ati-ati ning dalan ya.. " ucap pak kumis. Cang kipli tersenyum dan mulai menaiki motor nya. Pak kumis berjalan masuk ke dalam warung sedang Rio tiba-tiba menghadang kepergian cang kipli.
"Kek, tunggu sebentar kek..!" ucap Rio sambil memegangi setir motor cang kipli. Cang kipli terkejut, "Ada apa, kenapa kamu menghalangi jalan saya..??" ucap cang kipli heran. "Kakek bilang tadi mau tanggung jawab kan. Gimana, kalau saya saja yang tanggung jawab.." ucap Rio sambil merogoh saku nya.
Cang kipli tertegun, "Eh, ngak usah. Kamu ngak perlu tanggung jawab, yang tadi juga bukan salah kamu.. " ucap cang kipli. Rio mengeluar kan 3 lembar uang seratusan kemudian memasukkan ke dalam saku cang kipli. "Eh, apa-apan sih kamu. Saya ngak nyuruh kamu ngelakuin ini.. " ucap cang kipli panik.
Setelah uang nya di rasa masuk, "Udah kek, di terima aja. Lumayan, buat pijat nanti.. " ucap Rio. Cang kipli langsung meraih uang itu dari dalam saku nya, ia berniat mengembalikan nya pada Rio. "Tapi, nak. Saya ngak bisa nerima ini.." ucap cang kipli.
Cang kipli tertegun, tiba-tiba saja Rio sudah menghilang dari hadapan nya. Cang kipli langsung menengok ke segala arah dan ia mendapati Rio yang tengah berjalan ke arah utara.
__ADS_1
"Apa maksud nya dengan bersikap seperti ini. Tapi kalau di fikir lagi, ternyata anak itu baik juga.. " batin cang kipli.
Cang kipli melihat uang yang ada di genggaman nya, "Dasar, anak buaya.. " ucap nya lirih. Cang kipli tersenyum sesaat, lalu memasukkan kembali uang itu ke dalam saku. Bukan berarti cang kipli menerima uang Rio begitu saja, tapi ia berniat menyimpan nya dan akan di kembali lagi saat bertemu lagi dengan pemilik nya.