
...Di Pantai, 15.58 p.m....
Rio meraih tangan kemala, kemudian menurunkan tangannya. "Siapa yang bilang ngak boleh, aku kan juga pengen ngelihatin kamu. Mana kamunya cantik banget hari ini..." ucap Rio menggoda Kemala.
Blush, wajah kemala langsung merona saat di puji oleh Rio. "Pokoknya ngak boleh, kita bukan muhrim. Jangan ngelihatin aku sampai segitunya.." ucap Kemala menahan rasa bapernya.
Rio menirukan ucapan Kemala, Kemala menepuk pelan bibir Rio. "Ja, jangan di tiru juga.." rengek Kemala. Rio tertawa, "Abisnya kamu aneh sih, masak ada orang yang mau ngelihat tapi ngak di bolehin.." rutuk Rio.
"Bukannya ngak boleh, malu tau di lihatin kayak gitu. Lagian, kita juga bukan muhrim nanti jatuhnya dosa, Rio.." ucap Kemala. Rio mengangguk paham, "Iya.., anaknya Umi." ucapnya sambil cengengesan. "Alim banget sih jadi cewek, kenapa ngak sekalian jadi ustadzah aja..?" ucap Rio menggoda kemala.
Kemala mengernyit, "Ustadzah? eng, engak deh. Aku belum mampu, pengetahuanku tentang agama juga masih minim. Yang lain aja deh.. " ucap Kemala. Rio tersenyum tipis, "Ya sudah, kalau gitu jadi yang lain aja. Jadi istri ku aja gimana, mau ngak..?" ucap Rio.
Kemala tertegun, "ii, istri yang kamu bilang? Ah, kog kamu becandanya sampai ke arah sana, Yo. Yang lain aja ya..." ucap Kemala gugup. Rio menghela nafasnya, "Yang bilang becanda siapa? Aku serius, la. Ya.., emang sih terkesan mendadak. Tapi mau gimana lagi, aku, aku udah jatuh cinta sama kamu dari sejak pertama kali kita ketemu.." ucap Rio dengan tulus.
Kemala terkejut, menutup mulutnya karena tak disangka dirinya akan mendapat pernyataan cinta dari Rio secepat itu. Kemala jadi gelisah menghadapi situasinya dan Rio saat ini. "Duh.., kenapa tiba-tiba Rio jadi nembak aku, aku harus gimana sekarang. Aku bingung, aku harus ngasih jawaban apa..?" batin Kemala.
Rio masih setia menanti jawaban Kemala, ia sangat berharap agar Kemala mau menerimanya detik itu juga. Namun, di sisi lain Rio juga tak memaksa bila nanti Kemala menolak cintanya. Love can't be forced
Kemala hendak menjawab pernyataan cinta Rio, namun Clarisa dan teman penanya tiba-tiba saja datang menghampiri tempat mereka. "Eh, ternyata ada Rio di sini. Sama siapa lagi nih, cewek baru lagi ya..?" ucap Clarisa yang dengan sengaja mengganggu Rio dan Kemala.
Rio dan Kemala saling pandang, mereka sama - sama terkejut akan kedatangan Clarisa.Clarisa senyum-senyum sendiri sambil bergelayut manja pada tangan pria yang ada di sampingnya.
__ADS_1
"Cewek ini siapa ya, aku ngak kenal. Apa dia temannya Rio..?" batin Kemala.
"Clarisa.., ngapain sih nih cewek pakai acara nyamperin gue. Mana ada kemala lagi, pasti si clarisa punya niat buruk.. " batin Rio.
"Ah.., elo Sa. Ada apa?" ucap Rio dingin, Clarisa tersenyum. "Ngak ada, kebetulan aja gue lagi ngedate di sini, Yo. Terus, gue ngak sengaja ngelihat lo. Ya udah deh, gue samperin lo aja. Itung - itung buat silaturrahmi.." ucap Clarisa beralasan.
"Hm..,gitu ya. Syukur deh, gue fikir lo ada niat lain. Ya sudah..., kalau begitu kalian lanjutin lagi gih ngedatenya. Gue juga mau jalan lagi nih sama cewek gue.." ucap Rio sambil melirik Kemala. Kemala melihat Rio, mereka saling pandang kemudian Rio mengedipkan matanya sebagai kode agar Kemala bisa membaca fikirannya.
"Eh, kenapa Rio ngedipin matanya, apa matanya lagi kelilipan ya..?" batin Kemala.
Rio sengaja ingin mengusir Clarisa serasa halus mengunakan moment kedekatannya dengan Kemala. Rio merangkul bahu Kemala sambil senyum-senyum kepada Clarisa dan juga teman prianya yang sejak tadi mengawasi mereka.
Kemala yang begitu polos tak mengerti arti dari kedipan mata Rio, gadis itu pun terkejut saat tangan Rio mulai merangkul bahunya. Kemala hendak menyingkirkan tangan Rio dari bahunya, namun pria itu malah menguatkan rangkulannya.
"Sayang, ayo kita lanjut jalan lagi. Kelihatannya mau hujan nih, kita cari tempat neduh yuk..!" ucap Alam pada Clarisa. Clarisa tersentak, "Ah.., iya, ya sayang.." ucapnya. Alam langsung menarik tangan Clarisa dan membawanya pergi, Clarisa sempat menoleh ke belakang
melihat Rio dan Kemala masih terdiam di tempatnya.
Rio mulai menurunkan tangannya dari bahu Kemala, ia merasa lega mengetahui Clarisa yang sudah tak terlihat lagi. Kemala menatap Rio heran, ia kebingungan menyikapi sikap Rio barusan. Apalagi, Kemala mulai penasaran dengan gadis yang di panggil Clarisa oleh Rio.
"La, untung kamu diam aja tadi. Makasih ya, karena kamu mau pura - pura jadi pacarku di depan Clarisa.." ucap Rio senang. Kemala tersentak, "Pura-pura jadi pacar kamu? Kapan kamu bilang gitu sama aku..?" ucap Kemala.
"Maaf ya, aku emang ngak sempat bilang tadi. Aku ngedipin mata kan barusan, itu kode dari aku. Kamu ngak paham, ya..?" ucap Rio. Kemala menggeleng, "Jadi.., kedipan mata itu kode ya. Ah.., aku malah mikir kalau kamu kelilipan tadi kalau ngak ya lagi genit gitu sama aku.." ucap Kemala.
__ADS_1
Rio tertawa pelan sambil mengusap keningnya, "Kamu polos banget sih, la. Tapi ngak papa deh, untung aja kamu ngak ngomong apa - apa tadi.." ucap Rio. Kemala tersenyum kikuk, "Maaf ya, aku ngak tau dan maaf karena aku terlalu polos.." ucap kemala merasa bersalah.
Rio terdiam, "Eh.., jangan ngerasa bersalah gini. Gue ngak marah kog, malah gue suka sama sikap lo yang polos ini. Lo cewek baik-baik dan gue suka lo karena itu.. " ucap Rio sambil mengusap pelan bahu kemala. Kemala tersenyum.
____________________________________________
^^^Jakarta Selatan, 19 Desember 2020^^^
...Apartement Jeff, 06.01 p.m....
Jeff
Jeff dan johnny tengah sarapan bersama di apartement, mereka sedang duduk berhadapan di meja makan. Johnny tak mengatakan apa pun sejak pagi, Jeff juga belum mengajaknya bicara.
Entah apa yang ada di fikiran Jeff, johnny memilih diam dan tak berniat mengeluhkan sikap arogant Jeff tadi malam.
Jeff memperhatikan Johnny yang tengah asik makan, ia merasa bersalah dan mulai menyadari kesalahannya. "John, I'am sorry.. " ucap Jeff lirih, Johnny melihat Jeff yang barusan mengajaknya bicara.
Johnny tersenyum, "I'am fine, lo ngak perlu minta maaf.." ucapnya. "Lo masih marah sama gue ya, john..?" ucap Jeff memperjelas masalah mereka. Johnny menggeleng, "Engak, lo ngak usah khawatir. Ayo, makanlah lagi! anggap saja yang kemarin malam tidak terjadi apa pun.." ucap Johnny yang berusaha mengalihkan pembicaraan.
"Sekali lagi gue minta maaf, john. Gue udah keterlaluan sama lo kemarin. Gue nyesel john, maaffin gue ya..." ucap Jeff. Johnny menghela nafas, "Lo kan udah dewasa, Jeff. Seharusnya lo lebih terbuka setiap kali ada masalah. Bukankah kita berteman, Jeff? Apa lo masih ngak percaya sama gue padahal gue teman lo..?" ucap Johnny dengan nada sedih.
__ADS_1
"Ya ..,ucapan lo emang benar, john. Mulai sekarang, gue akan lebih terbuka sama lo ..." ucap Jeff. Johnny tersenyum puas, "Akhirnya, lo sadar juga, Jeff. Mumpung kita masih ada waktu sebelum berangkat kerja. Ayo, ceritakan dulu masalahmu ..!" ucap Johnny. Jeff mengatur nafasnya dan mulai menceritakan masalahnya pada Johnny.