
Jeff terkejut, entah kenapa ia sedikit kecewa saat sela bilang tidak. Jeff fikir sela tipe orang yang peka, tetapi sela malah ikut membalas sikapnya. Sela sendiri juga sedang berfikir hal yang sama, ia merasa jika Jeff sedang membatasi jarak di antara mereka.
Jeff dan sela saling melirik, sela memanyunkan bibirnya. "Dasar, makhluk ngak peka.." cibir sela lirih. Jeff menatap sela heran, samar-samar ia mendengar sela mengatakan sesuatu. "Tadi .. sela ngomong apa, ya? Terus, kenapa sekarang wajahnya jadi di tekuk kayak gitu..?" batin Jeff.
Sela yang begitu kesal tak sadar bahwa ia tengah me remas-remas sapu tangan Jeff hingga membuatnya jadi kusut. Jeff melirik sela dan terkejut, "Sel.., itu sapu tangan gue! Jangan di remas-remas kayak gitu .." ucap Jeff memperingatkan Sela.
"Cuma sapu tangan aja, ribet ih. Lo kan bisa beli lagi .." sungut sela yang mengacuhkan ucapan jeff dan masih saja asik me remas-remas sapu tangan itu.
Ckitt...
Jeff langsung menghentikan mobilnya. Sela terkejut karena mobilnya tiba-tiba saja berhenti, "Eh.., kenapa berhenti? Kita belum juga sampai juga di rumah gue loh..?" ucap sela sambil menatap heran Jeff. Jeff menatap sinis sela, "Cepat, balikin sapu tangan gue..!" gertak Jeff.
Sela tersentak, "Cuma sapu tangan aja, huh. Emang apa sih spesialnya, lagian udah kotor juga habis gue pakai.." ucap sela sambil menyembunyikan sapu tangan Jeff ke belakang tubuhnya.
"Itu sapu tangan favorite gue, pemberian nenek gue juga. Udah ngerti kan sekarang, kalau gue bilang balikin ya balikin..!" ucap Jeff setengah marah. Sela terdiam, "Da-dari nenek lo, ah. Sorry ya.., gue ngak tau.." ucap Sela tercengang.
Jeff menghela nafasnya, "Iya.., tapi sini. Balikin, sekarang juga. Biar gue simpan lagi, dari pada di tangan lo malah jadi kusut gitu.." ucap Jeff berusaha sabar. Sela menyerah, ia menurut lalu mengembalikan sapu tangan itu kepada Jeff, pemiliknya.
Dengan cepat Jeff mengambil sapu tangan itu dari tangan sela. Jeff memandangi sapu tanganya yang kini nampak kusut, ia merasa sedih melihat rajutan nama di ujung sapu tangan itu. Rajutan nama Jeff yang di buatkan khusus oleh mendiang neneknya semasa hidup.
Sela jadi merasa bersalah saat memperhatikan raut wajah Jeff yang kini berubah sedih. "Jeff.., gue ngak tau kalau sapu tangan itu dari nenek lo. Maafin gue ya.." ucap sela mencoba menyentuh tangan Jeff.
__ADS_1
Jeff melirik sela, "Mau sapu tangan ini murah atau mahal, gue ngak bakal bisa dapetin lagi yang kayak gini.Lo udah paham kan, sekarang.." ucap Jeff dengan mata yang berkaca-kaca.
"Yaeah.., gue paham. Sekali lagi, gue minta maaf ya.." ucap sela tulus. Jeff menyeka kelopak matanya, ia hampir menangis karena teringat akan sosok neneknya. Sela panik, ia langsung menarik tangan Jeff agar pria itu berhenti mengusap-usap matanya.
Jeff dan Sela saling menatap, "Lo jangan nangis.Lo pasti sedih karena sapu tangan nya jadi kusut kan, itu semua salah gue. Lo ngak perlu merasa bersalah .." ucap sela sambil mengusap-usap wajah Jeff.
"Maaffin gue ya.." ucap sela lagi. Jeff meraih tangan sela, "Ya.., lo gue maaffin. Gue ngak marah sel, lo nya juga kan ngak tau .." ucap Jeff lirih. Sela tersenyum.
Entah ada angin apa, Sela mendekati Jeff lalu mendaratkan ciuman di tepian bibir pria itu. Jeff terpaku saat bibir sela perlahan- lahan menyentuh bibirnya.
Sepasang mata mereka saling melihat, sela masih menempelkan bibirnya ke bibir Jeff. Jeff membuka mulutnya kemudian melahap bibir sela dengan antusias. Sela tersenyum puas menikmati kecupan Jeff untuk yang pertama kalinya.
Jeff mengulurkan tangannya menyentuh dagu sela, setelahnya Jeff kembali mengecup bibir sela yang ranum hingga dua kali. Selang beberapa saat, Jeff menghentikan ciumannya dan perlahan memisahkan bibir mereka.
Jeff meraih jemari Sela yang ada di bibirnya, "Baiklah.., gue ngak bakal nanya lagi soal ini. Ya.., meskipun gue penasaran sih. Kenapa bisa cewek bawel satu ini, tiba-tiba aja nyium gue.." ucap Jeff mengoda sela.
Sela hanya tersenyum, ia merasa malu untuk menjawab pertanyaan Jeff. Jeff yang begitu penasaran, ia langsung menarik wajah sela hingga membuat gadis itu kembali melihatnya.
"Sel.., jangan nyuekin gue lah. Gue masih penasaran nih, apa sih yang lo fikirin tentang gue..?" ucap Jeff mendesak sela agar gadis itu mau jujur. Sela menghela nafasnya, tiba-tiba ia merasa sedih mengingat Jeff yang belum tentu menyukainya.
"Sel.., ayo. Jawab gue..!" ucap Jeff, sela melihat Jeff. "Gue ngak akan jawab pertanyaan lo, hati lo masih ada nama orang lain sekarang. Dan gue.., gue ngak mau maksain hati lo supaya lo mau ngelihat gue, Jeff." ucap sela sedikit bergetar.
__ADS_1
Jeff terdiam, ucapan Sela memang benar adanya. Di hatinya kini masih ada nama orang lain, belum tentu Sela bisa menganti posisi gadis itu di hati Jeff.
Perlahan Jeff melepas genggamannya pada tangan sela, kemudian memalingkan wajahnya menatap jalanan. "Maaffin gue, Sel.." ucap Jeff lirih. Sela melirik Jeff, mengusap tangan pria itu dengan begitu perhatian.
Jeff melirik tangan sela yang kini berada di atas tangannya, tangan Jeff mencoba meraih jemari Sela. Mereka mulai berpegangan tangan dan saling melihat lalu mengurai tawa bersama.
____________________________________________
...Rumah Sekar, 20.28 a.m....
Puspa sedang berjalan mondar-mandir di ruang tamu, ia sedang mencemaskan Sela karena sejak tadi sore gadis itu belum juga pulang ke rumah. Tadi sore Sela hanya mengatakan via telfon jika dirinya hendak pergi belajar bersama candy.
Namun tak seperti biasanya, kali ini Sela pergi begitu lama hingga sukses membuat puspa menjadi khawatir. Puspa mulai berfikir dan takut akan terjadi sesuatu kepada putri kedua nya itu.
"Pak.., kog sela belum pulang juga ya? Aku jadi khawatir sekali nih sama dia..." ucap puspa mulai bertanya pada sang suami yang sejak tadi sibuk dengan pekerjaannya.
Pak Abi melihat istrinya, "Masih jam setengah 9, Bu. Nanti juga pulang anakmu, ibu jangan khawatir sampai segitunya.." ucapnya mencoba menenangkan sang istri.
"Bapak ini, kenapa bisa santai-santai begitu? Ngak ada khawatir-khawatirnya ya sama anak..!" ucap ibu setengah marah.
__ADS_1
Pak Abi tersentak, "Bu.., ibu kog jadi marahin bapak sih? Bapak juga khawatir sama Sela, tapi bapak sengaja nunggu sampai kelewat jam 9. Baru, setelah itu bapak nyariin dia keluar..." ucapnya menjelaskan.
Ibu berdecak kesal, ia jadi begitu tak sabaran apalagi mendengar ucapan suaminya yang terkesan santai. "Hih.., bapak emang ngeselin. Ngak ngerti apa, ibu lagi cemas begini. Bantuin, keg.." ucap Ibu sambil manyun. Pak Abi hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya yang kini merajuk.