
Sekar terkejut, "Jeff..?" ucapnya begitu melihat sosok yang tadi memanggil. Jeff tersenyum manis melihat sekar, akhirnya mereka bisa berjumpa kembali setelah sekian lama.
"Hey, sekar! Apa kabar..?" ucap Jeff mencoba memecahkan suasana. Sekar tersenyum, "Ya.., kabarku baik. Bagaimana denganmu, aku tak menyangka bisa bertemu denganmu di sini..." ucap Sekar merasa sedikit canggung.
"Sekar, Jeff. Ternyata kalian saling mengenal ya..?" ucap Pak wijaya yang sedari tadi memperhatikan keduanya. Jeff dan Sekar tersenyum, "Iya, Paman. Maaf ya, Jeff belum sempat cerita.." ucap Jeff sambil melirik Sekar.
"Iya, Pak. Saya dan Tuan Jeff sudah saling mengenal, dulu kami satu kampus di Sidney.." ucap Sekar menjelaskan. Pak wijaya mengangguk paham, "Hm, begitu ya. Bagus, bagus.. karena kalian saling kenal jadi saya ngak harus ngenalin lagi hehe .." ucap Pak wijaya sambil tertawa pelan.
Jeff dan Sekar tersenyum, "Oh ya, karena makanannya sudah di hidangkan. Silahkan, jika anda ingin mencicipinya.." ucap Sekar, Jeff dan Pak wijaya mengangguk. "Ya sudah, kalau begitu saya tinggal dulu ya. Di lanjutkan lagi saja mengobrolnya..." ucap Sekar.
Sekar berusaha menahan diri agar tidak banyak bicara dengan Jeff, apalagi ada atasannya yang sedang mengawasi. Memang benar, Pak wijaya adalah atasan yang baik. Namun ada kalanya kita harus menjaga sikap di depan orang banyak, agar kita tak sampai lepas kendali.
Jeff terkejut, "Tunggu, Sekar. Kenapa kamu buru-buru pergi? Ayolah di sini saja, aku masih ingin berbicara denganmu.." ucap Jeff mencoba menahan Sekar. Sekar tertegun, "Maaf Tuan Jeff, saya tidak bisa. Saya harus segera kembali bekerja, jika anda ingin mengobrol lebih baik setelah acara ini selesai .." ucap Sekar.
Jeff terdiam, "Ah, ya. Kamu benar, ya sudah. Pergilah! Tapi setelah selesai acara, sempatkan waktu untuk berbicara denganku ya .." ucap Jeff. Sekar mengangguk, "Iya, Tuan..", "Hm, kalau begitu saya permisi dulu. Semoga.. , tuan - tuan sekalian menikmati acara malam ini.." ucap Sekar.
Pak Wijaya dan Jeff mengangguk sambil tersenyum, Sekar membalas senyuman mereka sesaat kemudian berlalu dari hadapan mereka. Setelah kepergian Sekar, Jeff dan Pak wijaya kembali mengobrol.
___________________________________________
__ADS_1
Jeff
"Paman, aku tak menyangka ternyata Sekar bekerja di kantormu. Aku benar-benar tidak tau soal ini.. " ucap Jeff masih tak percaya. Pak wijaya terkekeh, "Kamu serius tidak tau hal ini, kelihatannya kamu mulai peduli dengan Sekar..?" ucap Pak wijaya menggoda Jeff.
Jeff tersipu malu, "Ah, engak juga. Hanya ingin tau saja, kami berdua kan sudah lama tak bertemu Paman. Pasti, banyak hal baru yang terjadi pada Sekar.." ucap Jeff ngeles. Pak wijaya tertawa, "Haduh..., banyak alasan kamu. Bilang saja jika kamu peduli. Paman ngak akan marah kog.." ucap Pak wijaya yang merasa tau isi fikiran keponakannya.
Jeff tersenyum tipis, "Paman.., tolong jangan salah paham. Kami hanya berteman, wajar jika sesama teman punya rasa peduli.. " ucap Jeff menahan perasaannya yang meluap-luap setelah bertemu lagi dengan Sekar.
"Terserah kamu saja, Jeff. Masih muda ya masih bisa jaim.." ucap Pak wijaya. Jeff tertawa mendengar sindiran pamannya, "Oh ya, paman. Sebentar lagi kantorku akan melaunchingkan mall baru, tepatnya di daerah pejaten. Ya.., aku jadi punya rencana untuk menggunakan jasa IO dari perusahaan paman. Bagaimana, Paman bersedia kan..?" ucap Jeff.
Pak wijaya tersenyum, "Tentu saja bersedia. Apalagi ini acara kamu, keponakan paman yang tersayang. Kamu tenang saja, karyawan paman akan menghandle semuanya.." ucap Pak wijaya sangat antusias.
Jeff tersenyum puas, "Tapi paman, aku ingin agar timnya Sekar yang menangani acaraku. Bisa kan Paman, aku hanya ingin mencoba yang terbaik..." ucap Jeff. Pak wijaya dan Jeff saling pandang, "Bisa, nanti bisa ku atur.." ucap Pak wijaya yang mengerti akan kemauan Jeff.
___________________________________________
Kevin
"Bang, gimana soal lo sama si Sekar? Udah ada kemajuan belum..?" ucap Rio sambil memakan kue-nya. Kevin melihat Rio, lalu mengulas senyum. "Udah, gue udah jadian sama dia.Yeah, kalau gue sama dia bejodoh tinggal nunggu tanggalnya aja .." ucap Kevin sambil menyesap secangkir tehnya.
__ADS_1
Rio mengernyit, "Ya.., harus jodohlah. Jangan ragu, Bang.." ucap Rio. "Iya, yo.." ucap kevin yang tersipu malu. "Menurut gue ya, Bang. Misalkan kalian sudah punya niat baik, kalau bisa ya lebih baik segera di laksanakan.. " ucap Rio.
Kevin tertegun, "Iya, lo benar. Gue juga maunya gitu, nanti deh biar gue omongin lagi sama Sekar..." ucap Kevin. Rio tersenyum, "Nah, gitu donk. Buruan gih nikah, nanti gue sempatin buat nyumbang lagu deh.. " ucap Rio.
"Lo mau nyumbang lagu? Lagu apa? Jangan yang ngaco ya. Nanti gue usir loh dari acara.. " ucap Kevin menahan tawa. Rio tersenyum tipis, "Eh, kog tega banget sih. Masak teman sendiri mau lo usir, lagian ngak mungkinlah gue nyanyi sembarangan. Gue bakal nyanyiin lagu sesuai acara kog, siapa tau nanti ada yang kecantol sama suara gue haha.. " ucap Rio.
Kevin pun tertawa lepas, "Ah, iya. Gue jadi ingat nih sama satu pribahasa, sambil menyelam minum air.." ucap nya. Rio mengangguk, "Ya, ya. Hampir sama, tapi ada yang bedanya nih. Gue mau pakai pribahasa sekali dayung dua, tiga pulau terlampaui.. " ucap nya.
"Ya Tuhan..., lo serahkan juga ya. Pulaunya satu aja deh, ngapain mau lebih dari satu haha.." ucap Kevin. "Dih, siapa juga yang serakah. Namanya juga cowok ganteng, dapat banyak pulau kan lumayan haha.. " ucap Rio bercanda.
Kevin tertawa lagi, "Duh.. , terserah lo aja deh..haha.. " ucap Kevin. Kevin dan Rio mulai berhenti tertawa, lalu memilih melanjutkan menyantap hidangan yang ada di atas meja.
10 menit kemudian..
"Oh iya, Bang. Gue sampai lupa nih ngasih tau lo, lo udah tau belum kalau si Sekar sama kakak ipar lo si Lila musuhan..?" ucap Rio setengah berbisik. Kevin terkejut, "Lo serius?" ucap nya tak percaya. Rio mengangguk.
"Gue serius, Bang. Mana berani gue bohong.. " ucap Rio. Kevin terdiam, "Jadi.., selama ini mereka musuhan ya. Gue baru tau, yo.." ucap Kevin masih tak menyangka.
"Ya, kalau gue sih udah tau dari dulu. Secara kan mereka satu angkatan sama gue dulu pas SMA, gue sih malah jadi kasihan sama si Sekar. Kalau bisa ya, lo lindungin dia deh dari si Lila.. " ucap Rio.
__ADS_1
Kevin tertegun, "Ternyata mereka musuhan sejak SMA, kenapa ... gue baru tau sekarang. Pasti ini berat buat Sekar karena dia harus ketemu lagi sama Lila.." batin nya.