Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 82


__ADS_3

...Vending Machine, 07.24 p.m....



"Soal itu.., ka-kakak gue bisa di bujuk kog. Dia udah baikan sekarang, kemarin dia sempat ngamuk sih, bentar. Marah banget dia karena pacarnya kemarin itu ketahuan selingkuh, gitu lah pokok nya .." ucap Sela beralasan. Anggar terhenyak.


Sela cengar-cengir, "Duh, nih cowok bakalan percaya apa enggak ya sama alasan gue.." batinnya, ia gelisah.


"Kayaknya.., nih cewek lagi bohong sama gue. Ngomongnya aja gagap gitu, tapi kenapa dia harus bohong segala sama gue, ya..?" fikir Anggar bingung.


"Hm.., ya sudah. Kalau gitu, gue tinggal dulu ya. Tadi gue lagi nge gym nih sama teman, enggak enak juga kan kalau dia sampai nunggu lama hehe.." ucap Sela berusaha menghindari Anggar.


Anggar masih tak bergeming, Sela yang saat itu ingin sekali buru-buru kabur. Ia memalingkan wajah, setelah nya Sela mulai berjalan melewati Anggar. Di saat gadis itu benar-benar melewati Anggar, ia terkejut karena tiba-tiba saja tangan Anggar menghalangi jalannya.


"Aku belum tau nama kamu, siapa nama mu ..?" tanya Anggar datar. Sela melirik Anggar, rahang Anggar terlihat tegas dari samping, sorot mata nya juga tajam semakin memambah kesan cool pada sosok pria itu.


Anggar membalas lirik Sela, sorot mata mereka berjumpa lagi. "Ayo, katakan nama kamu..!" ucap Anggar mendesak Sela. Sela terhenyek, "Se, sela.." ucapnya lirih.


"Anggar, senang .. bisa kenalan sama kamu.." ucap Anggar yang kemudian perlahan menurun kan tangannya hingga ia tak menghalangi jalan Sela lagi. Sela terdiam di tempatnya, Anggar tersenyum sekilas setelah itu melangkah pergi.


Sela langsung memutar badanya, ia menengok ke belakang melihat kepergian Anggar. Ia shock akan perkenalan tadi, "Yang tadi itu ..?" gumam Sela sembari menatap langkah kaki Anggar yang makin menjauh.


...Terasa asing, tentu saja.Tak ku sangka, jika ini awal dari perjalanan kita. Perjalanan yang penuh tanda tanya antara aku, kamu dan dia.....


...__________________________________________...


Anggar


Drapp..


Drapp..


Anggar senyum-senyum, "Jelas-jelas, dia itu tipe gadis yang suka berbohong. Tapi.., kenapa aku malah jadi tertarik padanya. Ini, ini sungguh perasaan yang aneh .." fikir Anggar.

__ADS_1


Drapp..


Drapp..


...________________________________________...


...Area Gym, 07.25 p.m....



Jeff


"Sela, maaf ya. Tadi gue tinggal ke toilet dulu habisnya enggak tah-han.. sih .." ucap Jeff yang baru saja kembali dari toilet. Jeff terdiam seketika, orang yang barusan ia ajak bicara ternyata tidak ada.


Jeff mengernyit, "Kog enggak ada, orang nya ke mana. Apa Sela belum balik juga..?" gumam Jeff sembari mengusap tengkuknya menahan malu karena bicara sendiri.


"Perasaan, tadi gue tinggal ke toilet udah ada lah sekitar 5 menitan. Terus, kenapa Sela belum balik ya .." fikir Jeff dengan rau wajah bingung.


"Jeff.." panggil Sela yang baru saja muncul, sontak Jeff menoleh ke asal suara. Senyumnya kembali mengembang, melihat Sela yang akhir nya kembali. Kecemasan yang di rasakan oleh Jeff seketika menghilang.


"Ngak masalah kog, gue tadi malah khawatir sama lo karena lo belum balik-balik juga. Tapi setelah gue ngelihat lo lagi. Gue lebih legaan, sekarang.." ucap Jeff senang.


Sela tersenyum lebar, "Jadi, lo sempat khawatir ya sama gue, itu bukannya termasuk tanda - tanda orang peduli kan. Ada, lo, lo ngerasa cinta juga enggak hehe..?" tanya Sela malu-malu.


Jeff terhenyak, "Ke**napa Sela jadi nanyain ini. Duh, gue harus jawab apa sekarang..?" batinnya tertekan.


"Jeff, kog diam..?" ucap Sela yang masih menantikan jawaban dari pria itu. "Ah.. gimana ya, gue enggak tau mau ngomong apa. Lo tanyanya soal hati sih, terus. Bu-bukannya kita juga lagi temanan ya ..?" ucap Jeff ragu-ragu.


Sela terdiam, ia sedih mendengar ungkapan 'teman' yang keluar dari mulut Jeff. Sela salah tingkah dan dengan cepat ia mengalihkan topik pembicaraan mereka.


"Ki-kita duduk lagi, yuk. Capek juga nih, kelamaan berdiri hehe.." ucap Sela cengar- cengir. Jeff tertawa, meski ia tau jika tak ada hal yang lucu.


"Iya, ya. Ayo, mari kita duduk di sana sekalian istirahat haha.." ucap Jeff di sela tawanya, Sela mengangguk. Kini mereka beralih duduk di bangku kosong, tepatnya di tempat mereka beristirahat tadi.

__ADS_1


"Nih, ada 2 minuman dingin. Yang ini teh yang satunya lagi air mineral, lo mau yang mana. Tinggal, pilih aja .. " titah Sela, Jeff berfikir sejenak. "Gue mau air mineralnya aja, enggak papa kan..?" ucap Jeff sengaja mengalah.


"Boleh, boleh. Nih, ambil..!" ucap Sela sambil menyodorkan botol air mineralnya pada Jeff.


Jeff meraih botol air mineral dari tangan gadis itu, Sela senyum-senyum.


"Kenapa lo mau nya yang air mineral. Yang ini kan lebih manis, enak tau..?" tanya Sela sambil membuka tutup botol teh pucuk harum milik nya.


Jeff tersenyum, "Enak kan yang ini lah, bening mana segar lagi. Yang itu kemanisan buat gue, cocoknya di minum sama lo.." ujar Jeff sembari mengayunkan botol yang ada di tangannya.


Sela senyum-senyum, "Iya, ya. Tapi.., kalau lo nanti mau minum yang ini juga enggak papa kog. Gue bolehin, kita harus saling berbagi kan apalagi sama teman sendiri .." ucap Sela dengan polosnya.


Jeff tertegun, ia hendak minum tetapi ia urung kan kembali niatnya tepatnya saat mendengar ucapan Sela. Ucapan Sela berhasil membuat nya tersipu, wajahnya kini memerah. Fikirannya jadi campur aduk, karena salting dan juga fikiran kotor pria normal pada umumnya.


"Ya, gue mau. Gue mau minum itu juga, tapi. Lo harus minum duluan, baru .. setelah itu gue yang minum .." pinta Jeff. Sela mengangguk,


pelan-pelan ia mulai meneguk minumannya sendiri. Jeff juga melakukan hal yang sama, sesekali ia melirik Sela di saat gadis itu sedang minum.


"Ah, segarnya.." ucap Sela yang baru saja selesai minum. Selang beberapa detik, di susul oleh Jeff. "Hah..", Jeff menghela nafas.


Mereka saling pandang, kemudian Sela menyodorkan minumannya kepada Jeff. "Gue udah minum. Sekarang, gantian lo yang minum..!" titah Sela.


Jeff meletakkan botol air mineralnya, ia meraih botol yang di sodorkan Sela. Sejenak, Ia pandangi ujung botol teh itu, mulai terbayang di fikirannya oleh bekas bibir Sela.


Jeff melirik Sela, wajah polosnya semakin membuatnya terangsang. "Gue, gue minum ya.." ucapnya dengan rona wajah memerah, Sela mengangguk. Jeff mulai mengarahkan botol teh itu ke dekat bibirnya, ia bersiap meminum nya.


Namun saat bibir Jeff hampir menyentuh ujung botol minuman itu. Tiba-tiba saja botolnya terjatuh, ada seorang pria yang mendadak lewat lalu menabrakkan tubuh Jeff dari samping.


Sela dan Jeff sontak terkejut, "Astaga.., pakai jatuh lagi.." umpat Jeff setengah kesal. "Sorry, sorry ya, gue enggak sengaja. Gue lagi di kejar sama orang tadi. Sekali lagi, maaffin gue ya.." ucap pria yang baru saja menabrak Jeff.


Jeff dan Sela menoleh ke asal suara, melihat sosok yang tadi menabrak Jeff. Jeff hendak marah, tapi ia urungkan niatnya karena ada Sela yang bersamanya saat itu.


Jeff mengatur emosinya, menghela nafas sejenak setelah itu ia bicara kembali. "Ya, ngak papa kog. Lain kali, hati-hati ya. Untung aja, minumannya tadi enggak tumpah ke baju gue.." ucap Jeff mencoba bersabar.

__ADS_1


"Ma-makasih ya, ya udah. Kalau gitu gue cabut dulu ya. Bye..." ucap pria itu, dengan cepat pria itu pun berlalu dari hadapan Jeff dan Sela. Dua sejoli itu saling pandang kembali, mereka heran dengan tingkah aneh pria asing tadi.


Di saat yang bersamaan, tepatnya dari kejauhan. Anggar tengah tertawa, menertawai kejadian yang menimpa Jeff barusan. "Hahaha, rasain lo. Kena, kan...!" umpat Anggar begitu senang melihat Jeff yang tak berhasil minum dari botol yang di berikan Sela.


__ADS_2