
...Di Rumah Keluarga Son...
Jakarta selatan, 14 Desember 2020.
...Pagi itu, 07.01 p.m....
...Kevin...
Craasss...
Suara yang berasal dari bumbu yang baru saja di tuangkan oleh kevin ke dalam teflon, suara nya terdengar dengan jelas karena terakhir kali minyak nya sudah memanas.
Kevin mengaduk-aduk bumbu yang ada di telfon sambil membayangkan hal-hal bahagia. Orang bilang, jika kita memasak apa pun dengan rasa cinta maka rasa nya akan terasa nikmat saat di makan nanti. Entahlah, inti nya saat ini kevin tengah berusaha sebaik mungkin agar menciptakan masakan, yang terasa spesial di mata sekar.
Kevin meraih semangkuk nasi, lalu di masukkan nya ke dalam teflon. Kemudian kevin mulai mengaduk nya seperti seseorang yang tengah membuat nasi goreng pada umum nya.
Saat ini, kevin tidak sedang sendirian di dapur. Ia tengah di temani oleh bibi, namun saat ini bibi tengah asik memotong sayuran, sayur- sayuran itu hendak di buat sup untuk menu sarapan nanti.
"Den, tumben hari ini aden masak. Biasa nya teh aden jarang masak ntek..?" ucap Bibi. Kevin tersenyum, "Ngak tau bi, lagi pengen masak aja hari ini. Biar jadi suami idaman.. " ucap kevin.
Bibi tertawa, "Bibi mulai ngerti. Aden teh lagi masakin pacar nya ya, soal nya setau bibi. Cowo teh mau masak buat cewe, pas ada mau nya aja.. " ucap bibi. "Ada mau nya, emang aku mau nya apa, bi..?" ucap kevin, kevin tertawa.
"Eh, bibi lagi serius atuh den. Bibi tebak, aden pasti lagi jatuh cinta, nyak.. " ucap bibi. Kevin tertawa, tiba-tiba ia merasa salting saat bibi menyindir tentang perasaan nya.
"Ya, begitu lah bi.. " ucap kevin sambil tersenyum kikuk, "Alhamdulillah, akhirnya den kevin teh punya pacar. Sebentar lagi, den kevin pasti nyusulin den erik.." ucap bibi.
__ADS_1
Kevin tertawa, "Ngak tau, bi. Belum bisa di pastikan, kayak nya masih lama. Toh, aku sama dia juga masih pdktan.. " ucap kevin. Bibi mengangguk paham, "Oh gitu, ya sudah. Bibi do'ain deh, semoga aden sama eneng cantik bisa jadian sampai nikah, amiinn .. " ucap Bibi. "Iya, amiinn.." ucap kevin sambil menuangkan saus ke teflon.
Selang beberapa saat...
Ibu baru saja bangun dan berniat mengambil minum di dapur. Namun ia terkejut saat mendapati kevin sudah berada di dapur, dan tengah memasak bersama bibi.
"Wah, ada gerangan apa nih. Tumben banget, kamu sudah ke dapur pagi-pagi gini, vin..?" ucap ibu sambil berjalan ke arah kulkas. Kevin tertawa, "Emang apa salah nya sih, bu. Kevin.. emang lagi pengen masak, sekaliang bantuin bibi. Ya kan, bi.. " ucap kevin sambil melirik bibi, bibi cekikikan.
"Iya, atuh nyah. Den kevin hari ini mau bantuin bibi, sudah dari tadi malahan.." ucap bibi, kevin tersenyum. Kevin sengaja tidak memberitahu ibu tentang kedatangan sekar ke rumah nanti, ia ingin agar nanti kedatangan nya menjadi kejutan.
Ibu meraih botol air mineral yang ada di kulkas, meminum nya lalu menyimpan nya kembali di kulkas. Setelah selesai minum, ibu mendekati kevin yang sedang asik mengobrol dengan bibi.
"Kamu masak apa aja, vin. Dari aroma nya, kelihatan nya masakan kamu enak, vin.Nanti ibu minta ya.." ucap ibu sambil melihat-lihat makanan di meja. "Iya, bu boleh. Memang semua makanan ini, sengaja kevin masak spesial untuk ibu dan ayah.." ucap kevin.
"Sejujur nya, spesial buat sekar juga hehe.. " batin kevin.
Kevin tersenyum, "Sekarang, lebih baik ibu mandi dulu gih, bau asem nih.." ucap kevin. Ibu tersenyum tipis, "Iya, ya, ibu mandi sekarang. Ya sudah, ibu balik ke kamar dulu ya..." ucap ibu, kevin mengangguk. Ibu pun beranjak pergi, kini tinggal kevin dan bibi saja yang masih berada di dapur.
"Bi, semua makanan nya kan sudah jadi. Aku mau pergi ke kamar dulu, bibi urus sisa nya sendiri ngak papa kan..?" ucap kevin, bibi tersenyum. "Bisa den, silahkan kalau aden teh mau ke atas.. " ucap bibi, "Ya sudah bi, aku tinggal sebentar ya. Aku ngak lama kog.."ucap kevin. "Ya, den.. " ucap bibi.
Kevin beranjak pergi ke kamar nya dan berniat membersihkan diri sekaligus bersiap-siap, sebelum menerima kedatangan sekar nanti. Kevin tak ingin terlihat jelek di hadapan sekar, sebisa mungkin kevin akan membuat sekar terkesan pada nya.
____________________________________________
Sekar
__ADS_1
Ckitt..
Taxsi online yang di tumpangi sekar perlahan berhenti tepat di depan gerbang rumah kevin. "Kak, kita sudah sampai.. " ucap si sopir sambil melirik sekar yang tengah duduk manis di belakang. Sekar mengedarkan pandangan nya ke arah luar, ia merasa senang karena sudah tiba di tempat tujuan.
Sekar mengeluarkan pecahan uang dari dalam tas nya lalu menyerahkan nya kepada si sopir taxsi. "Ini mas, uang nya..!" ucap sekar, si sopir pun menerima nya dan hendak memberi sekar uang kembalian.
"Kak, ini masih ada lebihan nya.." ucap sopir, "Tidak usah mas, lebihan nya untuk anda saja. Saya pamit keluar dulu, terimakasih ya sudah mengantar saya.. " ucap sekar. "Iya, kak.Sama - sama dan terimakasih kembali.. " ucap sopir, "Iya.." ucap sekar.
Sekar perlahan keluar dari dalam taxsi, ia mulai memasuki area dalam rumah kevin setelah seorang satpam membukakan gerbang untuk nya. Sekar berjalan ke depan teras rumah kevin, lalu sekar mulai menekan bel yang ada di samping pintu.
____________________________________________
Ting.. Tong ..
...Ting.. Tong.....
Tak berselang lama, seorang wanita paruh bayah dengan setelan IRT membukakan pintu rumah untuk nya. Sekar memperhatikan nya, ternyata yang membukakan pintu adalah bibi di rumah ini.
"Selamat pagi, bi.." ucap sekar sambil menunduk, "Selamat pagi juga, neng gelis.. " ucap bibi sambil berjalan mendekati sekar. "Aya naon, neng. Neng teh, lagi perlu apa..?" ucap bibi. "Saya mau bertemu dengan tuan kevin, Bi. Kami ingin membahas pekerjaan bersama.." ucap sekar.
Di saat yang bersamaan, kevin baru saja turun dari lantai atas. Ia merasa penasaran saat mendengar suara bising yang berasal dari teras rumah nya. Kevin berjalan ke arah pintu dan mendapati sekar sedang berbicara dengan bibi.
"Oh.. ternyata eneng ada janji sama den kevin, nyak. Ya sudah, yuk kita masuk ke dalam neng.." ucap bibi sambil meraih bahu sekar."Iya, Bi.. " ucap sekar dengan tersenyum, bibi dan sekar hendak masuk ke dalam rumah.
Namun saat hendak masuk, kevin tiba-tiba muncul hingga langkah sekar dan bibi pun terhenti. "Sekar.." ucap kevin, "Senior.. ah, iya. Selamat pagi, senior.. " ucap sekar. Kevin dan sekar saling pandang, "Ya, selamat pagi.." ucap kevin. "Kamu sudah datang rupa nya, maaf ya. Aku ngak tau, karena aku lagi ada di lantai atas tadi.. " ucap Kevin sambil mengaruk tengkuknya, ia menahan salting.
"Ngak papa, senior.. " ucap sekar dengan tersenyum. "Ya sudah, ayo masuk ke dalam.. " ucap kevin, sekar mengangguk. Mereka bertiga mulai masuk ke dalam rumah, kemudian bibi mengatakan jika, ia harus kembali ke belakang.
__ADS_1
Kini tinggal kevin dan sekar saja yang berada di ruang tamu, dengan rasa canggung yang masih berada di tengah-tengah mereka. Kevin masih sering mengalihkan focus nya, karena ia merasa gugup setiap kali melihat sekar. Di sisi lain, sekar juga tengah merasakan hal yang sama.