Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 48


__ADS_3

Jeff mengecap bibir nya sendiri menahan rasa pedih saat gigi sela mengenai tangan nya. "Hih, dasar cewek tolol..!!" maki jeff, pria itu kembali menarik rambut sela.


"Goblok, sakitt. Aw..aw...!!" pekik sela, gadis itu langsung berhenti mengigit tangan jeff. Lalu ia meraih tangan jeff dan berusaha menyingkir kan tangan itu dari rambut nya.


"Arrghh.. " pekik sela menyingkirkan tangan jeff dengan kasar. Jeff tersentak, ia terengah-engah dan mulai mengatur nafas nya. "Hah.." nafas Jeff sambil menatap tajam sela. Kini sela nampak kacau, rambut nya acak-acakan dan sebagian mengembang.


"Lo masih berani sama gue, bocil..?" ucap jeff ketus. "Masih lah, jangan sombong dulu ya.." ucap sela sambil menatap jeff penuh kekesal. Jeff tersenyum sinis, "Asal lo tau ya, sebenar nya gue ngak mau kasar sama lo. Tapi lo nya sih, nantangin gue duluan ..!" ucap jeff sambil membenahkan kerah baju nya.


"Cih, baru segini doang lo bilang kasar. Dasar, mental tempe.. !" ucap sela meremehkan. Jeff mengernyit, "Hah, tempe. Apa itu..?" ucap nya tak mengerti. Sela termenung sesaat, "Lo ngak tau tempe, masak sih. Emang lo belum pernah makan gitu..?" ucap sela menahan tawa.


Jeff tersenyum tipis, "Emang gue ngak tau, kalau gue tau. Ngak mungkin nanya sama lo, bocil.. " ucap nya. Sela tertawa, "Haha, haha.. ", "Ya ampun, tapi wajar aja sih. Lo kan tinggal nya di luar negri, mana tau makanan khas indo haha.." ucap sela meledek.


Jeff merasa di rendahkan karena ke tidak tahuannya. "Eh, ngak usah ngetawain juga kali. Ngak tau itu manusiawi .." ucap jeff kesal. Sela melihat Jeff, "Iya, ya.. " ucap sela yang mulai berhenti tertawa. Jeff dan sela saling pandang, entah kenapa pria itu mulai luluh hati nya dan tak bertenaga lagi untuk marah.


"Gue kasar ya, tadi. Maafin gue ya ..?" ucap jeff merasa bersalah, sela tertegun mendengar ungkapan maaf dari jeff. Jeff terus menatap sela, ia berharap agar gadis itu mau memaafkan nya dan tak memasukkan ke dalam hati.


Sela tersenyum kembali, jeff merasa lega melihat nya. Plakk, sela merasa gemas dan dengan tega memukul lengan jeff. Pria itu memekik sesaat, "Kenapa lo jadi mukul gue..?" gertak jeff sambil mengusap - usap lengan nya.


Sela terkekeh, "Sakit kan, syukurin. Itu balasan buat lo, karena lo udah seenaknya narik rambut gue kencang banget tadi..!!" ucap sela sambil melotot. Jeff tersenyum kikuk, "Ah, iya. Sorry, sorry gue khilaf .." ucap nya merasa bersalah.


Sela menghela nafas, ia mulai merapikan baju dan rambut nya yang acak-acakan. "Duh, rambut gue yang cantik jadi kusut kan.. " resah sela saat melihat ujung rambut nya. Jeff yang merasa bersalah dengan perhatian merapikan rambut sela. Sela melirik jeff, sepasang mata mereka kini bertemu lagi.


Jeff mengusap - usap rambut sela sambil menata nya agar terlihat rapi kembali. Sela menurunkan tangan nya dan membiarkan jeff yang melakukan nya sendiri.

__ADS_1


Deg..


Deg..


Deg..


Sela merasa berdebar, ia melirik jeff berulang kali. Wajah pria itu nampak begitu tampan malam ini, sela mengedipkan mata nya tak percaya. Jeff menjauhkan tangan nya dan terus menatap sela. "Nah, udah kelihatan rapi sekarang. Maafin gue ya, tolong jangan di masukin ke hati .. " ucap jeff.


Sela termenung, hati nya terasa berdesir saat jeff berbicara dengan tulus. Wajah yang tadi nya nampak dingin kini berubah cerah, mungkin semua itu terjadi karena sela mulai merasakan sesuatu, sesuatu seperti debaran. Cinta


"Ya tuhan, kenapa dia terlihat sangat tampan.. " batin sela terpesona.


Jeff mengerutkan dahi nya, ia bingung melihat reaksi sela. Gadis itu terus saja senyum - senyum melihat nya, entah apa yang sedang ia fikiran. Jeff menutup mulut nya menahan malu, ia menjadi salah tingkah sendiri karena sela menunjukkan senyuman termanis nya.


"Ya ampun, si doi jadi malu sekarang. Duh, gue harus gimana nih .." batin sela sambil mengigit jari nya gemas.


"Eh.. " ucap sela yang baru sadar, jeff mengurai senyum dan berhenti melambaikan tangan. "Lo tadi kenapa, sel. Kog ngelamun gitu...?" ucap jeff, sela tersenyum kikuk. "Eng, engak. Gue ngak papa kog..." ucap sela ngeles.


"Oh, gitu. Gue fikir lo kenapa tadi, syukur deh.." ucap jeff senang. "Duh, sela. Kenapa lo pakai acara ngelamun segala sih.. " batin sela, sela kembali salah tingkah dan mulai mencari-cari alasan agar jeff tak berfikir aneh tentang nya.


"Aduuuh, perut gue sakit.." pekik sela sambil memegangi perut nya. Jeff menyentuh bahu sela, "Sel, lo kenapa. Yang mana yang sakit..?" ucap jeff cemas. Sela melirik jeff, "Ngak tau nih, perut gue sakit. Kayak nya laper deh, kita cari makan yuk.. " ucap sela sambil berpura-pura kesakitan.


"Duh, kenapa lo baru ngomong sekarang. Pasti lo belum makan ya, ya udah. Kita cari makan sekarang ya, sabar dulu .." ucap jeff panik. Sela menahan tawa sekaligus senang melihat jeff yang begitu khawatir akan kondisi nya.

__ADS_1


Jeff mulai membantu sela memasangkan siftbel pada tubuh nya dan juga tubuh nya sendiri. "Sel, di tahan dulu ya. Kita cari tempat makan nya dulu .." ucap jeff sambil menyalakan mobil nya.


Mobil Jeff mulai bergerak menjauh dari tempat tadi, kini Jeff mengemudikan mobil nya dengan begitu terburu - buru. Sesekali jeff melirik sela, ia sangat khawatir melihat sela yang masih terus memegangi perut nya. Entah kenapa, jeff malah terperdaya oleh akting sela.


Sela memalingkan wajah nya, "Haha, biarin aja deh. Sesekali perlu di kerjain nih cowok .." batin sela senang.


_____________________________________________


...Angkringan Pancoran...



Ckitt..


Jeff menghentikan mobil nya di dekat angkringan pancoran yang letak nya tak jauh dari jln. cendana tempat berhenti nya tadi. Jeff melirik sela, "Sel, kita makan di sini ya. Soal nya tempat ini yang paling dekat.. " ucap jeff, sela mengangguk. Jeff pun keluar lebih dulu lalu dengan perhatian membukakan pintu untuk sela.


Gadis itu mulai keluar dari mobil, dengan sigap jeff langsung memapahnya. "Gue bisa jalan sendiri kog, lo ngak perlu sampai begini.. " ucap sela, jeff tak bergeming dan tetap memapah sela hingga masuk ke dalam warung.


Jeff mendudukkan sela di salah satu set meja yang kosong, kemudian jeff duduk di hadapan nya. Pak yoyok si pemilik angkringan menghampiri meja mereka, " Selamat malam, mas, neng. Mau pesan apa..?" ucap nya.


Jeff dan sela saling pandang, di satu sisi Jeff sendiri belum pernah makan di angkringan seperti ini. Jauh berbeda dengan sela yang begitu antusias saat Jeff membelokkan mobil nya ke angkringan ini.


Sela tersenyum, "Pak, saya mau nasi kucing 2 ya, sama sate usus, telur puyuh dan es teh manis nya 2.." ucap sela. "Oke, neng. Di tunggu ya, saya permisi dulu.. " ucap pak yoyok. "Iya.." ucap sela senang.

__ADS_1


Sela melihat jeff, pria itu tengah memperhati kan nya sedari tadi. "Kenapa..?" ucap sela bingung, jeff tersenyum tipis. "Ngak papa..", "Bukan nya lo tadi sakit ya, kog kelihatan sehat gini. Udah sembuh ..?" ucap jeff curiga. Sela tersentak, "Hm, uu, udah kog. Kan mau makan, jadi ya.. gue ngak boleh lemas dong.." ucap sela sambil tersenyum kikuk.


Jeff terkekeh, "Ya, ya.. " ucap nya. "Lagian lo diam aja sih pas di tanya, ya udah. Mending gue aja yang jawab.. " ucap sela menyindir. Jeff tersenyum kikuk, "Abis nya, gue bingung sih mau pesan apa. Gue hampir ngak pernah makan di tempat kayak gini.." ucap jeff sambil melihat sekeliling.


__ADS_2