
...Di Kantor, 12.13 p.m....
Jeff terdiam seketika, ia tak menyangka bila pernikahan Sekar akan terjadi secepat itu. Jeff membalikkan badanya, "Aarrgghh.., sial!" teriak Jeff. "Jeff.., lo harus tenang. Jangan marah dulu, ya..." ucap Sela yang memegangi tubuh Jeff dari belakang.
Jeff membalikkan badanya menghadapi Sela, mereka saling pandang. "Gue bingung banget, Sel. Pernikahan Sekar malah jadi di percepat begini, gue harus gimana sekarang...?" ucap Jeff yang frustasi sambil mengusap-usap dahinya.
Sela berfikir sesaat, "Ah.., gue tau. Gimana kalau lo ikut gue ke Bali. kita masih punya waktu 3 hari sebelum pernikahan kakak terjadi. Dan dalam waktu 3 hari itu, kita akan melancar kan rencana kita yang kemarin. Siapa tau, kakak gue bisa berubah fikiran dan akhirnya mau sama lo .." ucap Sela.
"Lo yakin, Sel? 3 hari itu waktu yang singkat loh, gue jadi ngak yakin .." ucap Jeff ragu, Sela memutar bola matanya malas. "Ayo lah.., kita coba saja dulu. Belum berjuang, kenapa lo udah takut kalah aja, sih..!" ucap Sela mencoba membangkitkan semangat yang ada pada diri Jeff.
Jeff mengangguk, "Yah, baiklah. Gue akan ngikutin rencana lo, tapi kalau rencana ini sampai gagal. Lo harus siap, gue bakal minta tanggung jawab sama, lo..!" ucap Jeff tersenyum penuh arti. Sela mengernyit, "Eh.., tanggung jawab? Tanggung jawab apaan, sih! Awas aja, kalau lo minta yang aneh-aneh ya.." ucap Sela penuh selidik.
"Ngak susah kog, lo tenang aja.." ucap Jeff sambil membayangkan sesuatu. "Oh iya, gue sampai lupa nih buat ngasih tau lo. Gue sekeluarga akan berangkat ke Bali, besuk sore. Lo mau barengan ngak, apa lo mau nyusul aja nanti..?" ucap Sela.
"Pasti seru ... kalau Jeff bisa satu pesawat sama gue, lumayan kan buat senderan.. " batin Sela berharap.
Sela cengar-cengir, Jeff berfikir sejenak mempertimbangkan ajakan Sela barusan. "Hm, lo berangkat duluan aja, deh. Gampang, gue bisa nyusul kalian nanti. Lagian.., gue juga harus minta izin dulu sama si johnny .." ucap Jeff.
Sela menghela nafasnya, "Yeah.., harapan gue jadi pupus. Padahal.., gue udah berharap banget bisa sandaran di bahu Jeff. Mana badannya gede lagi, pasti enak kan buat di jadiin bantal.." batin Sela.
__ADS_1
"Sel.." panggil Jeff sambil mengoyahkan bahu Sela yang terlihat melamun. "Ah, iya.." ucap Sela yang tersadar dari fikirannya. "Lo ngak papa kan, Sel. Kenapa lo mendadak diam tadi..?" ucap Jeff khawatir. "Engak.., gue ngak papa. Serius.. " ucap Sela menahan malu karena ia merasa ketahuan saat memfikirkan Jeff.
"Oh, gue fikir kenapa. Jangan suka melamun ya, entar lo kesambet lagi.. " ucap Jeff becanda. Sela tersenyum kikuk, "Eh.., kesambet apaan? Ngaco ih, zaman sekarang udah ngak ada yang begitu.." ucap Sela. Jeff tertawa.
"Jangan salah ya, asal lo tau aja. Di kantor gue ini ada hantunya loh, ada gadis yang mati penasaran di sini ..!" ucap Jeff sedikit berbisik. Jeff dengan sengaja menakut-nakuti Sela. Sela tertegun, "Lo serius? Pasti lo lagi becanda, kan. Jangan ngasih tau gue yang serem, ih. Mau lo, gue jewer..?" ucap Sela mengancam Jeff.
"Siapa juga yang lagi becanda? Gue serius, Sel. Gadis yang gue maksud tadi, dia meninggal setelah jatuh dari lantai 3. Arwahnya masih sering gentayangan di sini, dia sering banget muncul apalagi di jam-jam tertentu.." bisik Jeff di telinga Sela.
Sela terdiam, "Masak, iya. Di sini ada arwah gentayangan? Kog gue sama sekali ngak percaya ya. Lagian.., bukannya si Jeff selama ini tinggal di luar negri, gimana bisa dia tau kalau di kantornya ini ada hantu.." batin Sela sambil melihat sekitar.
"Kenapa, Sel..? Lo jadi takut ya, sorry ya. Gue ngak ada maksud buat nakut-nakutin lo kog, cuma ya gitu. Gue lagi cerita faktanya aja.." ucap Jeff sambil mengusap tengkuknya.
Sela memandangi Jeff sesaat, kemudian ia berlalu begitu saja dari ruangan Jeff. Jeff tertegun menatap kepergian Sela, "Sel, Sel.., Lo mau pergi ke mana, sih? Gue belum selesai cerita juga, dengerin napa.." ucap Jeff menyusul Sela dan mencegah kepergiannya.
Jeff terdiam di tempatnya, "Tadi kan gue cuma becanda, apa si sela nganggepnya serius ya?Masak iya, dia jadi takut terus mau buru-buru pulang gitu.." batin Jeff.
___________________________________________
...Garasi, 16.41 p.m....
__ADS_1
Kevin
"Yo.., makasih ya. Lo baik banget mau bantuin gue ngecek nih, mobil..!" ucap Kevin pada Rio yang saat itu tengah melihat-lihat keadaan mesin yang ada di mobil. "Ya, sama-sama Bang.." ucap Rio.
Rio mengambil kotak perkakas, kemudian ia mulai mengotak-atik mesin mobil itu. Ada beberapa komponen mesin yang harus di perbaiki, Rio yang dulu sempat bekerja part time di bengkelnya cang Mail. Tentu saja, pria itu langsung mengerti dan tau bagaimana cara memperbaiki mobil Kevin mengunakan alat perkakas yang ada.
Selagi Rio sedang focus memperbaiki mobil, Kevin masuk ke dalam rumah dan berniat mengambilkan minuman dingin dan camilan untuk Rio. Selang beberapa saat, Kevin kembali sambil membawa nampan berisi 2 kaleng minuman dingin dan seporsi pisang goreng yang baru saja di buat oleh Bi Ijah.
"Istirahat dulu, Yo. Nih, gue bawain minum dan pisang goreng buatan Bi Ijah, favorite lo.." ucap Kevin sambil meletakkan nampan yang ia bawa ke atas meja. Rio menegok ke arah Kevin, "Iya, Bang. Sebentar.., sedikit lagi ini juga beres.." ucap Rio. Kevin tersenyum lebar.
"Ya, Yo. Mending lo tinggal istirahat dulu deh, ngak papa kog. Kita ngobrol-ngobrol di sini sambil ngadem juga .. " ucap Kevin yang mulai duduk di kursi sambil mengamati Rio yang masih asik memperbaiki mobilnya.
Rio pun menurut, ia menghentikan kegiatannya lalu duduk di samping Kevin. Rio menghela nafasnya, "Bang, nanti gue numpang mandi di rumah lo ya. Asem banget nih badan, bau mesin.. " ucap Rio sambil tertawa. "Ngak usah izin segala lah, kayak lagi sama siapa aja, sih. Lo mau mandi, minjam baju gue atau sekalian mau tinggal di sini juga boleh hehe.. " ucap Kevin menggoda Rio.
Rio tertawa, "Engak.. , ngak usah. Gue masih punya rumah sendiri, meski pun ngak sebesar punya lo inj.." ucap Rio meledek Kevin. Kevin geleng-geleng kepala, "Apaan sih, Yo. Rumah ini bukan punya gue, tapi punya bokap gue. Gue mah, cuma numpang di sini.. " ucap Kevin membantah.
"Terus, Bang. Lo sama doi kan bentar lagi nikah nih, apa lo ngak ada niatan gitu buat hidup mandiri. Pasti enakan, bisa tinggal berduan sama si Sekar dari pada di rumah ... ada nenek lampir.. " ucap Rio berbisik di akhir kalimat.
Kevin tertawa, "Yang lo kata nenek lampir itu ipar gue, kan? Dia cantik loh, jangan di katain begitu lah. Kasihan.. " ucap Kevin membalas ucapan Rio.
"Cantik sih cantik, tapi pedas banget bibirnya. Sama lo iparnya aja, kayak orang ngak suka gitu. Gue kalau jadi elo sih, udah ngak betah.. " ucap Rio. Kevin tersenyum tipis, "Gue juga mau hidup mandiri kog, Yo. Setelah menikah, gue bakal ajakkin si Sekar buat tinggal di rumah kakek yang ada di jagakarsa. Rumah kakek, sekarang udah jadi aset gue .." ucap Kevin.
__ADS_1
Rio tersenyum lebar, "Syukurlah, Bang. Tempat tinggal udah ada, nah. Lo sama si Sekar nanti tinggal nata masa depan kalian. Gue do'ain, semoga pernikahan kalian bisa langgeng terus selamanya.. " ucap Rio. Kevin mengangguk, "Ammiinn..." ucapnya.