
...Cafe Tanamera, 12.32 p.m....
Rio
Rio baru saja masuk ke dalam cafe, safire mata langsung tertuju pada sosok kemala yang tengah meracik kopi di bagian pantri.
Rio mengurai senyum, kemudian ia duduk di salah satu meja yang tak jauh dari pantri. Tak berselang lama, satu orang pelayan cafe menghampiri meja nya.
"Selamat datang di cafe tanamera, apa anda ingin pesan sesuatu..?", "Ini buku menu nya.. " ucap pelayan sambil menyerahkan buku menu pada Rio.
Rio meraih buku menu nya dan melihat sekilas isi di dalam nya, "Saya mau pesan 1 kopi tanamera, 15 kopi tanamera di bungkus dan seporsi pancake coklat whiped cream di makan di sini ya.. " ucap Rio.
Pelayan mencatat pesanan Rio, "Apa masih ada yang lain, kak..?" ucap pelayan, Rio menggeleng pelan. "Tidak, itu saja sudah cukup.. " ucap Rio, pelayan mengerti. "Baik, kak. Di tunggu ya, saya permisi dulu.. " ucap pelayan. Rio mengangguk.
Sambil menunggu pesanan nya datang, Rio membuka ponsel nya lalu mengaktifkan mode camera. Kemudian ia mengarahkan ponsel nya ke arah kemala, saat itu kemala tengah menunduk sambil meracik kopi yang tengah ia pegang.
Dengan satu sentuhan, Rio berhasil memotret kemala. Rio melihat hasil foto nya, ia senyum - senyum sendiri. "Manis banget, sih.." gumam Rio.
Di saat yang bersamaan, pelayan tadi menghampiri kemala. "La, ada pesanan baru nih. 1 kopi tanamera minum di sini dan 15 tanamera di bungkus ya. Gue mau bikin pancake nya dulu... " ucap pelayan, kemala terkejut.
"15, banyak juga ya. Emang, siapa yang pesan..?" ucap kemala. "Itu La, cowok yang lagi duduk di dekat jendela .." ucap pelayan sambil menunjuk ke arah Rio. Kemala melihat pria yang di maksud oleh teman nya, mata nya berbinar tatkala netra nya mendapati sosok pria itu adalah Rio.
__ADS_1
"Rio.. " batin kemala sambil tersenyum.
"Gue tinggal dulu ya, la. Nanti misal ke repotan, tinggal minta tolong sama si adi.. " ucap pelayan sambil menyentuh bahu kemala. Kemala tersadar, "Ah, iya.. " ucap kemala sambil tersipu malu karena salting. Pelayan itu beranjak pergi, kemala kembali focus pada kopi yang tengah ia buat.
Saat meracik kopi, sesekali kemala mencuri pandang pada Rio. Pria itu juga sama, dia asik memainkan ponsel nya namun kerap kali melirik ke arah kemala. Mereka saling melirik satu sama lain.
Tak berselang lama, pelayan mengantar pesanan Rio lalu menyajikan nya di atas meja.
"Silahkan di cicipi, kak. Semoga suka ya.." ucap pelayan, Rio mengangguk. "Iya, makasih ya.." ucap Rio.
"Sama-sama..", "Dan satu lagi, untuk pesanan 15 kopi tanamera masih di buat kan ya, kak. Mohon di tunggu ya .." ucap pelayan, "Iya, santai saja. Saya akan menunggu..." ucap Rio. Setelah berpamitan, pelayan pun beranjak pergi dari hadapan Rio.
Rio meletakkan ponsel nya, ia berdo'a sejenak setelah itu mulai menyantap makan nya. "Hm.. hm.. pancake nya enak.. " batin Rio.
"Ri, coba deh lihat cowok yang duduk di belakang. Gila, ganteng banget.. " ucap kesya antusias. Riri terkejut, "Mana, mana cowok nya..?" ucap riri bersemangat. "Itu yang di dekat jendela, ayo lihat..!" ucap kesya sambil melirik Rio.
Riri langsung menoleh ke belakang, mata nya membulat seketika. Riri melihat keysa lagi, "Ih, beneran. Ganteng banget gaes.. " ucap Riri sambil mengoyah-goyahkan tangan keysa.
Keysa tersenyum tipis, "Apa kata yang gue bilang, ganteng kan. Jadi pengen kenalan deh.." ucap keysa meleleh. Riri mengangguk tanda setuju, "Iya, gue juga. Pengen banget deh bisa kenalan sama dia.. " ucap Riri sambil melirik Rio.
"Ri, lo kan cantik. Coba deh lo samperin tuh cowo, ajak kenalan gih.. " ucap keysa, Riri mengernyit. "Kog, gue sih. Lo aja deh, ya, lo aja.." ucap Riri mendesak keysa. Kesya tersentak, "Ngak, lo aja. Gue ngerasa ngak cantik, mana mau dia kenalan sama gue .." ucap keysa, Riri terkekeh.
"Jangan gue dong, gue malu nih.. " ucap Riri lirih. Keysa menghela nafas, "Ayolah, Ri. Lo tuh cantik, putih, siapa sih yang bakal nolak kenalan sama lo. Di coba aja dulu.. " ucap keysa.
__ADS_1
Riri menghela nafas, ia menyerah akan desakan keysa. "Iya deh, gue coba dulu. Kita taruhan ya, kalau gue berhasil. Lo yang bayar makanan gue.. " ucap Riri sambil tersenyum licik. Keysa tertegun, "Iya deh, ntar gue yang bayar.Cepetan, samperin tuh cowok sekarang.. " ucap keysa.
"Iya, ya. Tunggu, sebentar..!" ucap Riri mulai bangkit dari tempat nya. Keysa tersenyum puas dan berantusias melihat sahabat nya yang hendak beraksi mendekati Rio.
Rio yang saat itu tengah asik makan, tiba-tiba di hampiri oleh seseorang gadis yang tak lain adalah Riri. "Selamat siang, kak.. " ucap Riri sambil tersenyum manis, Rio berhenti mengunyah. Lalu ia mengamati Riri dari atas sampai bawah.
"Siapa sih nih cewek, gue ngerasa ngak kenal sama dia. Tapi kalau di lihat-lihat, kayak nya sih dia masih SMA.. " batin Rio.
"Iya, selamat siang juga dek.. " ucap Rio sambil tersenyum. "Ada apa ya, dek..?" ucap Rio heran, "Ngak ada apa pun, kak. Aku cuma mau kenalan aja sama kakak, boleh ya..?" ucap Riri.
Rio mengernyit, "Dia bilang kenalan, ngak salah nih..?" batin Rio. Riri masih menunggu jawaban Rio dengan antusias, di saat yang bersamaan kemala merasa kesal melihat Rio yang tengah berbicara dengan salah satu pelangan cewek di cafe nya.
"Cewek itu siapa sih, apa dia teman nya Rio. Apa mereka saling kenal, tapi kenapa aku jadi kesel gini..?" batin kemala.
Rio tersenyum tipis, "Jadi, kamu ke sini karena mau kenalan sama kakak, ya..?" ucap Rio, Riri mengangguk. "Iya, kak. Kenalin kak, nama ku Riri.. " ucap Riri sambil mengulurkan tangan nya pada Rio. Rio tertegun, "Ah, iya. Nama gue Rio, salam kenal ya.." ucap Rio sambil membalas uluran tangan Riri.
"Yess, akhir nya gue bisa kenalan sama nih cowok. Hm.. seneng bangett.." batin Riri.
Rio tersenyum kikuk, ia merasa heran karena Riri menatap nya terus dan tak kunjung melepaskan tangan nya. Rio pun melepaskan tangan nya dari tangan Riri dengan paksa, gadis itu pun tersadar dari fikiran nya.
"Duh, maaf kak hehe.. " ucap Riri, Rio tersenyum tipis. "Iya, ngak papa.." ucap Rio, "Oh iya kak, apa boleh aku minta nomer wa nya..?" ucap Riri. Rio terkejut, "Minta nomer wa..?" ucap Rio.
"Iya, nomer wa. Boleh ya, aku pengen gitu lebih mengenal pribadi kakak.." ucap Riri sambil tersenyum penuh arti. Rio terdiam, "Nih cewek polos banget sih, ngak tau apa. Umur gue udah tua, pantesan juga jadi paman nya .." batin Rio sambil mengusap tengkuk nya.
__ADS_1