
...Cafe tanamera, 18.50 a.m....
Rio tersenyum lebar, "Ampun, saya ngak berani lagi deh. Ntar, saya di jewer lagi. Kasihan kan telinga saya .." ucap Rio. Cang kipli tertawa dan berjalan ke arah belakang. "Ada-ada saja.." gumam cang kipli. Rio tersenyum, ia mulai mengerti karakter cang kipli, kakek nya kemala.
"Gue masih beruntung, gue berhasil cairin suasana. Jadi, gue ngak malu banget tadi. Si kakek juga sih, main asal jewer telinga gue.." batin Rio.
Setelah ke pergian cang kipli, kemala dan Rio saling pandang. "Rio, kamu ngak papa..?" ucap kemala cemas, "Gue ngak papa kog, lo ngak usah khawatir.." ucap Rio sembari tersenyum.
Kemala tersenyum, "Alhamdulillah, tapi yo. Lain kali kamu jangan begitu ya, kamu yang lebih sopan sama orang tua. Mau di gimanain, kakek ku lebih tua.. " ucap kemala.
Rio mengangguk paham, "Iya, gue ngerti maksud lo, La. Maafin gue ya, yang barusan tadi cuma becanda kog.Tapi lain kali, gue janji bakal lebih sopan deh.. " ucap Rio.
"Ya sudah, aku lanjut buat kopi dulu ya.. " ucap Kemala. "Iya, silahkan.. " ucap Rio, kemala melewati Rio dan kembali ke tempat semula.
Ferdi menghampiri Rio dan mulai mengajak nya bicara. "Yo.. " ucap Ferdi sambil menepuk bahu Rio. Rio membalikan badan nya menghadap Ferdi, "Ya, fer.." ucap Rio. "Lo ngak papa kan..?" ucap ferdi. Rio menggeleng, "I'm okay, don't worry about it.. " ucap Rio sambil cengar cengir.
"Syukurlah, gue fikir. Lo bakalan kenapa-napa habis di jewer cang kipli tadi.. " ucap Ferdi. Rio mengernyit, "Cang kipli..?" ucap nya, Ferdi mengangguk. "Ya, yang jewer lo tadi nama nya cang kipli, dia pemilik coffee shop ini.. " ucap ferdi.
"Jadi, nama kakek itu cang kipli. Okay, sekarang gue udah tau nama dan orang nya. Gue harus bisa naklukkin tuh kakek, biar dia ngak jadi penghalang pdktan gue sama cucu nya.." batin Rio.
"Oh gitu.. " ucap Rio, "Iya.. " ucap Ferdi." Fer, besuk kan libur. Lo ada acara ngak, ke mana gitu..?" ucap Rio. Ferdi terdiam, ia tengah berfikir. "Belum tau sih, yo. Bingung mau ke mana, apalagi gue mulai ngerasa capek.. " ucap Ferdi sambil mengusap tengkuk nya.
"Oh.. berarti kita samaan donk. Ngak tau kenapa, gue pengen rebahan aja besuk.. " ucap Rio. "Yeah.. gitu deh, kerja hampir semingguan terus libur nya pas akhir pekan aja. Jadi, kita harus maanfaatin waktu libur dengan sangat baik, enakan juga rebahan. Ngedemin otak, sob.. " ucap ferdi.
"Ya, lo emang bener fer. Males juga buat keluar, malah jadi ngurus tenaga, sob.. " ucap Rio, Ferdi mengangguk. "Iya, gue setuju.. " ucap ferdi.
__ADS_1
Kemala baru saja selesai membuat 2 cup kopi tanamera, kemala tersenyum menatap dua cup kopi di hadapan nya. "Semoga aja, setelah minum kopi ini. Mood Rio jadi lebih baik.. " batin kemala.
Kemala beralih ke hadapan Rio, lalu ia meletakkan 2 cup kopi tanamera di dekat Rio dan Ferdi. "Ini kopi nya, silahkan di minum...!" ucap kemala sambil mengulas senyum. Rio dan Ferdi yang tadi mengobrol pun berhenti, lalu mereka melihat kemala.
"Makasih.. " ucap ferdi, "Makasih ya, la.. " ucap Rio. "Sama-sama.." ucap kemala, setelah mengatakan itu kemala beranjak pergi ke belakang, ia berniat menunaikan sholat isya.
"Kog kemala pergi ke belakang, ada apa ya..?" batin Rio.
"Fer, fer. Di belakang sana tuh, itu tempat apaan sih..?" ucap Rio. Ferdi yang hendak minum kopi, ia mengurungkan niat nya. "Di belakang sana tempat sholat.." ucap ferdi, Ferdi mulai menyesap kopi nya. "Oh.. " ucap Rio.
"Kenapa, lo mau sholat juga..?" ucap ferdi, Rio tersenyum tipis. "Ya, kali. Gue kan non islam.." ucap Rio, "Lo lucu deh yo. Udah tau non islam, masih mau ngegebet cewe islam lagi. Seriusan lo..?" ucap ferdi.
Rio tersenyum, "Hidup juga butuh tantangan, sob. Kalau lempeng-lempeng aja, ngak seru.. " ucap Rio. "Terserah lo dah, tapi gue saranin sih. Jangan terlalu ngegebet doi, ntar lo kecewa lagi.. " ucap ferdi. "Lo tenang aja, kalau kita berani mencintai. Ya, harus berani sakit juga kan.. " ucap Rio sambil meraih cup kopi nya. Rio menyesap kopi tanamera milik nya, ia mulai merasakan sensai rasa manis lalu pahit saat kecapan terakhir.
...Menyukaimu, mungkin hanya ada 1:1000 peluang untuk ku. Aku tau ini akan berat, seberat suka ku pada mu. Dan perbedaan, aku melihat nya dengan jelas. Tolong jangan bertanya lagi, kini aku tengah keras kepala. Fikiran dan hati ku sama-sama buntu, aku menolak untuk menyerah.......
Kota Paris, Prancis. 13 Desember 2020
Di Kamar Hotel
Sore itu, Erik tengah duduk di kursi balkon sembari menikmati pemandangan kota paris dari kamar nya, yang letak kamar nya berada di lantai 4. Erik meraih segelas orange jus yang ada di atas meja, kemudian ia mulai meneguk nya.
"Mas Erik.." ucap Lila yang muncul dari dalam kamar, Erik sontak melirik istri nya. Tak, Erik meletakkan kembali gelas yang ada di tangan nya. "Eh, Lila. Ayo, duduk sini temenin mas.. " ucap Erik dengan senyuman nya.
Lila menghampiri Erik, namun ia memilih duduk di pangkuan Erik. Ia enggan untuk duduk di kursi kosong yang ada di sebelah suami nya.
__ADS_1
Erik menyeringai, "Jangan mancing aku la, ini masih sore.. " resah Erik, Lila menyungingkan senyum nya. "Siapa juga yang mancing, aku cuma duduk di sini.. " ucap Lila sambil menatap lekat safire mata suami nya.
Erik menghela nafas nya, "Kamu ya, di bilangin malah gitu. Dasar centil.. " ucap Erik, Lila tertawa. "Toh sama suami sendiri, ya ngak papa kan, mas.. " ucap Lila, Erik pun melingkarkan tangan nya ke pinggang Lila.
"Nanti malam lagi ya, mas masih pengen.." ucap Erik, Lila mengangguk. "Ya, nanti. Ini masih sore mas, kamu udah mikirin nanti malam saja.. " ucap Lila. Erik manyun, " Gara - gara kamu sih, kalau kamu ngak mancing aku kayak begini.Ngak mungkin aku on.. " ucap Erik. "On apaan tuh, kayak lampu aja..." ucap Lila sambil tertawa.
Erik merasa gemas, Erik pun mencubit pipi istri nya. "Aw, sakit.. " ucap Lila, erik tertawa. "Suka nya nyubit ya, jangan gitu.. " ucap Lila. Erik langsung memeluk Lila dengan erat, Lila pun membalas pelukan suami nya.
Selang beberapa saat...
Lila merapikan kemeja nya yang sedikit berantakan akibat ulah suami nya, kini Lila duduk di samping erik dan tidak lagi duduk di pangkuan nya.
Erik membuka laptop nya dan melihat-lihat desain yang di kirimkan kevin ke email nya.
"Mas, kamu lagi ngelihatin apa sih..?" ucap Lila sambil mendekatkan diri nya pada Erik. Erik melirik Lila, "Ini La, mas lagi ngelihat desain tempat acara resepsi kita. Kevin baru aja ngirimin contoh-contoh nya ke aku..." ucap Erik.
"Wah.. aku juga mau lihat mas.." ucap Lila, "Lihat aja.. " ucap Erik sambil memundurkan tubuh nya, agar Lila dapat melihat-lihat desain di laptop nya. Saat Lila melihat desain nya, ia terkejut saat melihat logo Wijaya grup di setiap desain nya.
"Wijaya grup, ini kan kantor tempat di mana sekar bekerja. Jadi, selama aku ngak ada kevin berniat mengunakan jasa IO kantor nya sekar...!" batin Lila.
"Gawat, ini ngak boleh terjadi. Posisi ku bisa dalam bahaya, jika aku bertemu dengan sekar. Apalagi sampai dia yang jadi IO acara resepsi ku nanti.." batin Lila.
NB: Visual Erik son & Lila Mikayla
__ADS_1