Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 84


__ADS_3

...Villa cunung, Bali. 08.11 p.m....



Pak wijaya tersentak, ia terbatuk. "Uhuk, uhuk..". Tak, ia letakkan kembali cangkir kopinya. Anggar terkejut, "Pelan, pelan Pah. Mikir, papa apa sih..?" tanya Anggar cemas. Pak wijaya tersenyum tipis.


"Uhuk.., enggak mikir apa-apa!" ucap Pak wijaya di sela batuknya. "Papa mau minum, biar ku ambilin?" ucap Anggar.Pak wijaya menggeleng, "Uhuk, hm.., engak usah.." ucapnya. Anggar terdiam, "Terus, kenapa tadi papa tiba-tiba batuk?" tanya Anggar.


Pak wijaya mengernyit, "Kog tanya sih, batuk ya batuk aja. Emang ayah lagi pengen batuk kog.." imbuh Pak wijaya. "Hm, iya, ya.." ucap Anggar yang lalu mencoba mengalihkan pembicaraan mereka.


Anggar memperhatikan sekeliling, sembari berkata "Tumben sepi, Pah. Orang-orang pada ke mana..?" tanya Anggar. Pak wijaya mengernyit, "Oh.., mereka. Mereka semua sudah berangkat ke lokasi wedding dari pagi tadi, ngurus tempat pernikahannya si Sekar.." ujar Pak wijaya.


Anggar mengernyit, "Ternyata.., yang nikah itu kak Sekar ya. Aku fikir .. karyawan Papa yang lain.. " ucap Anggar senyum- senyum setelah ia salah duga. "Emang kamu fikir teh siapa, kamu ngak baca undangan yang ayah kirim kemarin ya..?" ucap Pak wijaya.


"Eng-ngak, hehe aku lupa.." ucap Anggar sekena nya. Pak wijaya tersenyum tipis, "Kamu, ya. Bilang aja kalau males, sibuk terus sih dari dulu.." cecarnya. Kemudian, pria paruh bayah itu mulai menyesap kembali kopinya.


Anggar terkekeh, "Sibuk pangkal kaya, Pah. Papa harus nya senang dong, aku sibuk karena kerjaan. Enggak gantungin hidup lagi deh sama papa, udah bisa mandiri sendiri.. " ucap Anggar yang bangga akan pencapaianya selama ini.


"Iya, ya. Memang ada benarnya, tapi.. Ayah jadi ngerasa kesepian. Ayah kamu tinggal di rumah sendirian sama bibi, kamu nya malau lebih sering tinggal di apartement. Kamu suka ya, yang kayak gitu..?" gerutu Pak wijaya sembari meletakkan cangkir kopinya.


Anggar terdiam, dirinya dan sang Ayah saling pandang. Jujur ada rasa bersalah di hati Anggar, mengingat dirinya yang belum berhasil menjadi sosok putra yang baik di mata sang Ayah.


Ting..


Anggar tersadar, setelah ia terdiam beberapa saat yang lalu. Terdengar bunyi notif dari ponselnya, ia ambil ponsel yang ada di saku. Kemudian, mengeceknya dan melihat pesan yang baru saja masuk.


[Tuan, lapor! Saya sudah mendapat informasi terbaru mengenai gadis itu, biodata Nona Sela sudah saya rekap dan saya kirim ke alamat email anda. Silahkan di cek, jika Tuan masih membutuhkan bantuan saya lagi. Tinggal, hubungi saja..] dari unknow.


Anggar tersenyum puas, baru saja lewat 30 menit dari saat ia bertanya kepada salah satu koneksinya. Orang itu sudah memberikannya kabar baik mengenai Sela, sosok gadis yang berhasil membuatnya tertarik.

__ADS_1


Kini Anggar melihat foto Sela, ia pandang foto gadis itu yang ada di layar ponselnya. Anggar senyum - senyum, "Kamu senyum gini, bikin candu aja.." gumamnya sembari mengusap - usap lembut foto gadis itu.



"Kamu kenapa, Nggar? Kamu kog jadi senyum- senyum gitu, perasaan juga nggak ada yang lucu.." ucap Pak wijaya yang heran melihat Anggar yang kini senyum-senyum tak jelas.


Pak wijaya tersenyum miris, Anggar melihat sang Ayah. "Enggak, ngak ada apa-apa Pah. Lagi pengen senyum aja, nih. Papa juga, udah tua banyakin senyum dong, siapa tau makin awet muda hahaha.. " kelakar Anggar.


Pak wijaya mendengus kesal, "Apa sih, kamu! Kog kamu jadi nyinyirin Ayah, gini-gini Ayah murah senyum ya. Kamu saja yang enggak tau..!" sanggah Pak wijaya. Anggar tertawa.


Anggar kembali memandangi foto Sela, "Sela, semoga saja kita ketemu lagi..!" batinnya penuh harap.


...________________________________________...


...Di Butik, 09.06 p.m....



Sekar


"Wah.. , berasa nonton drama. Kalian berdua ini memang pasangan romantis ya. Jadi, gemass..!" puji Amel. Kevin langsung melepas pegangannya pada tangan Sekar, sontak mereka pun mengalihkan focus masing-masing.


"Ah.. maaff, maaff. Kami ber-dua nggak bermaksud begitu di depan kamu.." ucap Sekar yang merasa tak enak pada Amel setelah gadis itu melihat kemesraan mereka.


"Ya.., aku juga minta maaf.." sahut Kevin malu-malu sembari mengusap tengkuk nya. Amel terkekeh, "Ya, ya, santai saja. Yang tadi itu hal biasa kog, wajar.. calon pengantin baru kan suka begitu. Saya turut bahagia..!" ucap Amel senang.


Sekar dan Kevin kembali tersenyum, setelah merasa canggung pada Amel. "Oh ya, bagaimana kalau kita sekarang melihat gaun pilihan yang kedua. Ada di ruangan sebelah.. " ajak Amel.


Kevin dan Sekar saling pandang, kemudian mereka mengangguk tanda setuju akan ajakan Amel. Kini mereka bertiga beralih ke ruangan sebelah, ruangan yang berisikan ratusan gaun pengantin yang memanjakan mata.

__ADS_1


Selang beberapa saat..


"Sebelah sini..!" ajak Amel yang berjalan lebih dahulu ke arah gaun putih yang terpajang di pojok kanan ruangan itu. Sekar dan Kevin menurut, mereka mengikuti Amel dari belakang.



"Ini gaunnya, silahkan di lihat-lihat..!" titah Amel sembari menunjuk gaun putih itu. Sekar dan Kevin tertegun kembali melihat keindahan gaun pengantin yang ada di hadapan mereka.


"Cantik, Kak.." puji Sekar sambil melirik Amel. Amel tersenyum puas, Sekar melirik Kevin. "Bagus ya, Mas. Yang ini lebih tertutup, aku suka.." pungkas Sekar. "Sama, aku juga .." ucap Kevin. Kevin tersenyum.


"Aku mau yang ini, Kak.. " ucap Sekar pada Amel. Amel mengedipkan mata, "Baik, Nona.." ucap Amel.


..._________________________________________...


...Di Butik, 09.04 p.m....



Sela


"Sel, sel..!" panggil Jeff, Sela menoleh, melihat sosok Jeff yang kini berdiri di samping kirinya. "Ya, ada apa..?" tanya Sela sambil menautkan alisnya.


"Enggak ada apa-apa, em. Lo sendiri, lagi ngapain..?" tanya Jeff yang balik bertanya. "Ah ini, cuma lihat-lihat. Siapa tau kan ada yang cocok, entar tinggal di beli.." tutur Sela yang kemudian kembali melihat-lihat jajaran pakaian yang ada di hadapannya.


"Hm, gitu. Gue temananin ya, ngak papa kan..?" ucap Jeff. Sela menoleh, "Boleh, tapi. Emang, lo enggak sekalian fithing baju gitu, mumpung kita lagi di butik juga nih..?" tanya Sela.


"Tadi itu .. gue udah ngelihat sih beberapa setelan yang ada di sini, belum ada yang cocok, belum sreg di hati. Terus, gue inisiatif nyusul lo deh ..." pungkas Jeff.


"Hmm .. ya udah, kalau gitu lo temanin gue di sini. Sekarang.., lo harus bantuin gue milihin baju yang cocok buat gue tentunya..." titah Sela sembari senyum-senyum ke arah Jeff. "Iya, ya.." ucap Jeff yang kini pasrah dan mulai mengikuti permintaan Sela.

__ADS_1


"Cari yang benar, yang bagus ya. Bahannya itu juga yang adem, tipe kulit ku sensitif nih .." ujar Sela, ia sengaja cerewet pada Jeff. Jeff menoleh ke samping, ia tersenyum tipis, "Iya, Sel. Bawel ih..!" gerutu Jeff.


Sela tertawa, "Yang benar nyari nya, sebelah sana juga boleh..!" titah Sela sembari menujuk ke sisi kanan dari tempatnya. Jeff menghela nafas, "Hah.., cewe emang ribet. Sabar, sabar.. " gumamnya.


__ADS_2