
...Restaurant Kuta, 20.18 a.m....
Sekar
Sekar, Sela dan Kevin tengah asik makan malam bersama di restaurant, yang lokasinya masih satu tempat dengan hotel. Mereka mulai menyantap hidangan yang tersaji di atas meja.
Kevin tersenyum puas, melihat kakak beradik di hadapannya yang nampak begitu menikmati makanan mereka. "Sekar.., kamu suka sama makanannya..?" ucap Kevin senang.
Sekar menelan makannya, setelah itu melihat Kevin yang baru saja bertanya. "Iya, aku suka. Ini sangat enak, Mas.." ucapnya seiring dengan senyumannya yang mengembang.
"Kalau begitu habiskan! Jangan sampai ada yang tersisa ya. Sela.., kamu juga ya! Kalian berdua harus makan yang banyak.." ucap Kevin sambil mengayunkan garpu yang ada di tangannya.
Kevin melilitkan spageti dengan garpu, lalu menyuapi makanan itu ke mulutnya. Sekar dan Sela saling pandang, mereka senyum-senyum mendengar ucapan Kevin.
"Siap, Boss..!" ucap Sekar dan Sela bersamaan, lalu mereka bertiga pun mengurai tawa. "Mas Kevin, tenang saja. Di sini ada dua bocil yang doyan makan, semua makanan ini akan habis oleh kita berdua. Iyaa, kan kak..?" ucap Sela sambil menyenggol lengan Sekar.
Sekar tersenyum kikuk, "Bocil? Siapa yang kamu bilang bocil, kakak engak ya. Kamu aja.., kalau doyan makannya sih emang iya hehe.. " ucap Sekar membantah ucapan adiknya.
Sela tersentak, "Kog kakak gitu, sih. Seharusnya kakak tadi ngeiyain ucapan Sela, Huuh.." ucap Sela sambil memasang ekspresi cemberut.
Sekar terkekeh, "Ih, gitu aja ngambek ya. Nanti cantiknya hilang loh, jangan suka manyun ngak jelas.." ucap Sekar sambil menunjuk-nunjuk wajah adiknya.
Sela menepis tangan Sekar, "Kakak juga, jangan suka nunjuk-nujuk begitu tangannya! Wajah mahal nih .." ucap Sela sambil menyilangkan kedua tangannya sejajar dengan dada.
"Iya, ya. Kakak ngak akan gitu lagi, wajahmu kan limited edition.." timpal Sekar sambil mengurai tawa. Kevin pun ikut tertawa mendengar candaan Sekar, Sela menatap sinis keduanya.
"Iya, wajahku emang limited edition. Kakak dan Mas Kevin ngak akan bisa beli dimana pun, karena wajahku ini yang paling mempesona.. " balas Sela sambil membanggakan dirinya.
Sekar dan Kevin berhenti tertawa, mereka tak ingin membuat wajah Sela semakin manyun. "Iya, deh. Wajah kamu yang paling spesial di antara kami, dasar bocil.. " ucap Sekar yang gemas dengan perkataan Sela. Sela tersenyum puas.
Mereka kembali menyantap makanan masing- masing, sesekali bercanda di tengah acara makan malam mereka.
Selang beberapa saat..
"Aduh.., rasanya perutku kenyang sekali. Makanannya enak-enak, perutku rasanya mau meledak.." gumam Sela sambil menyandarkan tubuhnya ke kursi. Sekar dan Kevin tertawa.
"Sudah kenyang perutnya, ya? Nanti Sela tinggal bobog di kamar ya, pasti nanti tidurnya pulas banget.." ucap Sekar menggoda adiknya.
"Iya, kakak benar. Ya sudah, kalau begitu aku mau balik ke kamar dulu ya, Kak.. " ucap Sela yang mulai berdiri dari kursinya.
"Kamu bisa balik sendiri ngak, atau kamu mau kakak antar..?" ucap Sekar. Sela menggeleng, "Ngak usah kak, Sela bisa balik sendiri kog. Kakak lanjutin aja ngobrolnya sama Mas Kevin. Sela ke kamar dulu ya, makasih buat makan malamnya.." ucap Sela sembari tersenyum.
Setelah berpamitan, Sela pun beranjak dari hadapan Sekar dan Kevin. "Iya, sama-sama. Nanti kamu istrihat ya di kamar, jangan begadang..!" ucap Sekar setengah teriak saat Sela berjalan semakin jauh. "Ya..." jawab Sela sambil melambaikan tangannya sesaat.
__ADS_1
Sekar dan Kevin meneruskan kembali obrolan mereka yang tertunda, "Kita ngobrolnya sampai mana ya tadi, duh. Aku jadi lupa..?" ucap Sekar sambil mengusap dahinya. Kevin tersenyum, "Itu loh, soal si Aya yang numpahin kopi .." ucapnya yang masih mengingat cerita Sekar.
"Ah, ya. Kita lagi cerita soal si Aya kan ya, nah. Kan si Aya ini ngak sengaja numpahin kopi ke jasnya Pak Yusuf, mana waktu itu mau ada rapat kantor. Aya di marahin habis-habisan sama Pak Yusuf, terus di belakang Aya kan ada OB. Aya langsung minjam lapnya dan langsung ngeberersihin jasnya Pak Yusuf paka lap itu.. ".
"Pak Yusuf yang suka bersih, dia langsung neriakin nama Aya sampai Aya jadi takut. Setelah itu, Pak Yusuf ngambil paksa lap itu dari tangan Aya lalu lap nya di banting ke lantai sama dia. Aya minta maaf berkali-kali tapi Pak Yusuf masih marah banget sama dia. Pak Yusuf langsung pergi gitu aja, Aya yang ngerasa bersalah berusaha ngejar dia sampai ke Butik..".
"Terus, gimana? Di maafin ngak si Aya-nya..?" ucap Kevin. "Belum.., sampai di butik Pak Yusuf ngambil jas yang cukup mahal harganya dan dia nyuruh Aya yang bayar harga jas itu. Kalau sampai si Aya-nya ngak mau bayar, Pak Yusuf bilang akan ngediemin Aya di kantor. Awalnya Aya nolak tapi akhirnya nurut juga sama permintaan Pak Yusuf. Setelah selesai urusan di antara mereka, Aya nyamperin aku. Terus, Aya bilang kalau gajinya habis buat beli jas itu.." ucap Sekar.
"Lalu, reaksi kamu gimana pas Aya nyamperin kamu..?" ucap Kevin. "Aku jadi kasihan sama dia, rencananya gaji dia mau di tabung. Tapi malah buat belanjain Pak Yusuf, akhirnya aku ngajakin Aya untuk tinggal di rumahku selama sebulan. Itung-itung ya buat ngeringanin uang saku dia.." ucap Sekar.
"Wah.., bagus itu. Itu artinya kamu punya rasa simpati dan akhirnya tergerak buat bantuin si Aya, aku senang ndengernya.." ucap Kevin sambil mengusap tangan Sekar. Sekar tersenyum.
"Misal nih, aku yang ada di posisi Aya. Apa aku juga di bolehin tinggal di rumah kamu hehe..?" ucap Kevin menggoda Sekar. Sekar tersipu malu, "Eh.., ya ngak boleh lah. Ini udah beda cerita namanya.." ucap Sekar sambil memanyunkan bibirnya. Kevin tertawa.
__________________________________________
...Di Kamar, 20.41 a.m....
Sela
Saat itu Sela sedang rebahan di ranjang seorang diri, ia menyandarkan tubuhnya ke dipan. Setelah itu mengambil ponselnya yang ada di atas nakas. Sela mulai mengaktifkan kembali ponselnya, sejak berangkat hingga tiba di Bali tadi, ia belum sempat menghidupkan ponselnya.
Selang beberapa menit saja, sudah ada 5 pesan dan 1 panggilan tak terjawab dari Jeff dan Candy di layar notificasinya. Sela tersenyum tipis, "Candy.., maaff gue ya. Gue ngak akan bales pesan dari lo karena gue masih malas ngomong sama lo, Can .." gumam Sela. Sela langsung menghapus notificasi pesan candy dari layar ponselnya, sengaja agar teman karibnya itu lebih peka padanya.
Sela lebih berantusias membaca pesan dari Jeff. Sela membaca pesan yang di kirim oleh pria itu, lalu ia mulai mengetikkan balasan untuknya.
[Lo udah berangkat apa belum, Sel? Misal sekarang lo udah ada di pesawat, nanti kalau lo sampai di Bali. Jangan lupa.., entar lo kabarin gue ya..! 😉] dari Jeff. 17.01 p.m.
[Sela.., lo kemana aja sih? Kenapa pesan gue belum lo baca, gue nungguin balesan lo dari tadi nih. Gue sampai megang ponsel terus kalau mau kemana-mana..😒!] dari Jeff. 20.01 a.m.
Tak.. Tak.. Tak..
[Gue lagi asik rebahan di kasur hotel nih, Eh. Ngak tau nya lo nyariin gue ya, sorry ya. Gue baru sempat lihat ponsel. Kenapa, lo udah kangen aja ya sama gue..?😂] dari Sela.
5 menit kemudian..
Ting..
[Wah.., lo emang mau ngerjain gue ya😏. Siapa sih yang kangen, bocil bau asem jangan geer ya..!] dari Jeff.
"Dih, sok jaim banget sih nih cowok. Kalau emang dia kangen sama gue, tinggal bilang aja kali. Siapa juga yang geer, kan gue cuma becanda tadi .." gumam Sela sambil manyun.
Tak.. Tak.. Tak..
[Heh, jelangkung! Lo mau apa sih, ngangguin gue malam-malam gini. Ini udah waktunya buat gue tidur ya..😌] dari Sela.
__ADS_1
Ting..
[Seenaknya aja lo ngusir gue, seharusnya lo minta maaf ya. Gue nungguin pesan lo dari tadi loh, minta maaf keg.. 😒] dari Jeff.
Tak.. Tak.. Tak..
[Minta maaf, sama lo? Ngak, gue ngak mau. Gue ngak salah apa-apa juga, udah lah lo to the point aja. Lo mau ngomong apa sama gue, mumpung gue belum tidur juga nih.. 😪] dari Sela.
Ting..
[Ternyata ... lo udah ada di Bali, ya. Kenapa lo ngak ngasih tau gue sih kalau lo sudah sampai di sana, lo ngak tau apa kalau gue khawatir. Gue nungguin balasan lo dari tadi, tapi lo nya malah ngak mau ngasih kabar ke gue. Gue sempat takut.., sampai ngebayangin hal yang engak- engak.. 😔] dari Jeff.
Degh..
"Dia khawatir, sama gue? Ah, so sweet banget sih. My big bear ..." gumam Sela sambil mengigit jarinya.
[Sel..😏] dari Jeff.
Tak..Tak.. Tak..
[Hm.., gue masih di sini. Udah ya, lo ngak usah khawatirin gue. Nih, gue udah ngabarin lo, pesan lo juga gue balas. Tapi.. makasih ya dan maaffin gue karena gue kurang peka sama lo..] dari Sela.
Ting..
[Ya, lo gue maaffin. Makasih juga ya, karena lo udah mau ngebales pesan gue. Gue ngerasa lega sekarang. Oh ya.., gue juga mau ngasih tau lo nih, kalau gue bakalan nyusul lo ke Bali. Gue udah dapet izin dari si johnny ...🙂] dari Jeff.
[Lo serius? Wah.. ini kabar yang bagus, akhirnya lo bisa ikut liburan ke sini. Lo berangkat dari jakarta, jam berapa..?] dari Sela.
Ting..
[Jam 6 pagi, mungkin gue akan sampai di bandara Ngurah Rai sekitar jam setengah 9. Masih predikisi gue aja sih, do'ain gue ya. Semoga, gue bisa tiba di sana dengan selamat.. ] dari Jeff.
[Pasti, gue pasti do'ain lo kog. Jangan lupa sarapan sebelum berangkat ya..!] dari Sela.
Ting..
[Siap, lo tenang aja! Terus, lo sekarang nih lagi nginep dimana? Gue juga mau nginep di situ..] dari Jeff.
[Di The Kuta Hotel, lokasinya dekat kog dari bandara. Cuma 8 menitan aja, lo udah sampai di hotel..] dari Sela.
Ting..
[Oh, Okay. Kalau bisa, nanti pas gue datang lo jemput gue di depan lobi hotel ya..] dari Jeff.
[Lo mau gue jadi pelayan hotel, gitu?..🙄] dari Sela.
Ting..
__ADS_1
[Hampir mirip lah, 😂. Pokoknya lo harus nyambut gue layaknya pelayan hotel. Mau ya, please.. 😇] dari Jeff.
[Ya, iya. Gue mau .. 😪] dari Sela.