
"Gimana, la. Ada ngak desain yang kamu suka, kalau ada nanti mas sampaikan ke kevin.." ucap Erik sambil menatap Lila. Lila terdiam sesaat dan bicara kembali, "Ngak ada mas, ngak tau kenapa. Aku kurang sreg.." ucap Lila ragu-ragu.
Erik mengernyit, "Masak sih ngak ada, seriusan. Semua desain nya menarik loh, kamu ngak mau milih salah satu nya..?" ucap erik. Lila tiba-tiba berdiri, "Aku mau mandi dulu, mas. Mas sama ibu mertua aja yang pilihin, aku lagi ngak mood.. " ucap lila, lila berjalan masuk begitu saja.
Erik menatap kepergian nya dengan heran, "Ada apa dengan lila, kenapa tiba-tiba jadi bad mood begitu. Apa aku salah bicara tadi..?" gumam Erik. Erik menghela nafas nya, lalu kembali focus melihat desain yang ada di laptop nya.
Lila yang sudah berada di kamar, ia menoleh ke belakang melihat suami nya. "Aku ngak maksud nyuekin kamu, mas. Maafin aku.." batin Lila. Lila mengalihkan pandangan nya, lalu berjalan ke arah kamar mandi dan berniat membersihkan diri.
___________________________________________
Rio
...Cafe tanamera...
"Gimana yo, enak kan kopi nya..?" ucap ferdi.
Rio tersenyum, "Iya, kopi nya enak fer. Apalagi yang buat si doi hehe.. " ucap Rio cengar cengir.
"Jangan senyum begitu, mansyur. Gigi lo ada kopi nya tuh .." bisik ferdi, Rio langsung menutup mulut nya. "Asem lo, kan ngak ada ampas nya nih kopi. Ngaco banget.. " ucap Rio, Ferdi tertawa.
Kemala baru saja kembali dari belakang, ia mengenakan celemek nya lagi dan ikut membantu menjadi barista. Rio melirik kemala, ia senang melihat batang hidung gadis itu.
"La, kamu abis sholat ya..?" ucap Rio sekedar basi-basi. Kemala melirik Rio, "Iya yo, habis sholat isya tadi.. " ucap kemala dengan tersenyum. "Hm.. oh ya, kopi buatan kamu enak.." ucap Rio. Kemala tersenyum puas, "Alhamdulillah, makasih pujian nya.. " ucap kemala.
__ADS_1
"Ehem.. ehem..", ferdi berdehem sambil melirik Rio dan kemala. "Lo kenapa, fer.. ?" ucap Rio. "Ngak papa.. " ucap ferdi, "La, cang kipli kog ngak kelihatan lagi. Dia kemana..?" ucap ferdi.
Rio yang mendengar nama cang kipli mendadak salah tingkah sendiri, ferdi yang melihat perubahan ekspresi Rio, ia menahan tawa.
"Oh, maksud kamu kakek. Kakek udah pulang duluan, mau istirahat kata nya.. " ucap kemala, Rio yang mendengar nya merasa lega. "Syukur deh, tuh kakek udah pulang. Gue jadi bisa lebih leluasa mepetin cucu nya.. " batin Rio.
"Hm, gitu ya.. " ucap ferdi, "Iya.. " ucap kemala. "Pasti, ada yang lagi seneng nih karena cang kipli udah ngak ada di sini. Bener kan yo..?" ucap ferdi menggoda Rio.
Rio terkejut, "Eh, apaan sih. Kenapa lo tanya ke gue..?" ucap Rio. Ferdi dan kemala pun tertawa, Rio menjadi malu karena ucapan ferdi.
"Kog kalian berdua ketawa, emang ada yang lucu gitu..?" ucap Rio ngeles. Ferdi berhenti tertawa, "Lo yang lucu, mansyur.. " ucap ferdi. Rio terkejut, "Ngak.., siapa yang lucu. Gue biasa aja tuh.." ucap Rio sambil mengalihkan pandangan nya ke arah lain.
"Eh.. sok jaim banget lo, mansyur.. " ucap ferdi. Rio melirik ferdi yang masih cengar-cengir, "Nama gue Rio bukan mansyur. Suka nya ganti-ganti nama orang.. " ucap Rio. "Biarin.." ucap ferdi.
"Eh, kog lo main cabut sih. Gue tadi becanda yo, yaelah. Lo jangan ngambek donk.. " ucap ferdi berusaha menghentikan Rio. Rio berdiri lalu beralih ke meja kasir, "Gue mau bayar 2 cup kopi, punya gue tadi sama temen gue.. " ucap Rio pada penjaga kasir. "Tunggu sebentar ya, kak..." ucap penjaga kasir.
Kemala dan ferdi menatap Rio bingung, mereka masih tak mengerti alasan Rio yang tiba-tiba hendak pergi begitu saja. Kemala dengan cepat membungkus beberapa kue dan berniat memberikan nya pada Rio, sebelum pria itu benar-benar pulang.
"Ini kak, kembalian nya.. " ucap penjaga kasir sambil menyerahkan pecahaan uang pada Rio. Rio menerima kembalian itu lalu memasukkan nya ke dalam dompet. Setelah menyimpan dompet nya ke dalam saku, Rio melirik ferdi dan kemala.
"Fer, kopi lo udah gue bayar. Gue duluan ya.. " ucap Rio, rio membalikan badan lalu berjalan keluar dari cafe. Kemala yang melihat nya menjadi panik, "Aduh, kenapa Rio buru-buru banget sih pergi nya.." batin kemala.
Kemala meraih kantung kue tadi dan mulai menyusul Rio. Kemala sudah sampai di depan teras cafe dan ia mendapati Rio tengah berjalan ke arah motor nya.
Kemala berlari ke arah Rio, "Rio, tunggu.. " ucap kemala setengah teriak. Rio yang mendengar panggilan itu langsung menoleh ke belakang. "Loh, kemala.. ?" ucap Rio.
__ADS_1
Kini kemala sudah berdiri di hadapan Rio, "Kog lo nyusulin gue, ada apa..?" ucap Rio salting. Kemala menyodorkan bungkusan kue tadi kepada Rio, "Ini apaan, buat gue ya..?" ucap Rio. Kemala tersenyum, "Iya, itu kue buat kamu. Di terima ya.. " ucap kemala.
Rio meraih bungkusan itu, "Makasih ya, la. Lo jadi repot-repot gini.." ucap Rio sembari tersenyum. "Ngak, sama sekali ngak ngerepotin kog.." ucap kemala.
Rio dan kemali saling memandang, "Gue ucapin makasih, lo baik banget deh.. " ucap Rio. Kemala mengangguk, "Ya sudah, aku mau masuk ke dalam lagi.." ucap kemala gugup. "Iya, silahkan..." ucap Rio.
Kemala membalikan badan nya dan berjalan masuk ke dalam cafe. Rio masih menatap punggung kemala dan berharap jika gadis itu mau menoleh ke belakang sejenak.
Saat itu kemala tersipu malu dan enggan untuk menoleh ke belakang. Ia takut ketahuan, karena wajah nya yang tengah merona. Rio mulai menyerah, ia fikir jika kemala akan menoleh ke belakang namun kenyataan nya tidak.
"Ngak papa deh, dia ngak nengok lagi. Yang penting, gue udah dapet perhatian dia.." batin Rio.
Rio menghampiri motor nya, menaiki motor trail nya dan mulai mengemudikan nya meninggalkan area cafe. Saat itu, sorot mata mata kemala tengah mengawasi kepergian Rio dari ambang pintu cafe. Kemala mengulas senyum, "Hati-hati ya, yo.. " batin kemala.
__________________________________________
Rio
...Rumah Rio, 19.00 a.m....
Setelah memasukkan motor nya ke dalam garasi, Rio beralih ke teras dan terkejut saat mendapati Clarisa dan sindy sudah berada di teras rumah nya.
"Sejak kapan, lo berdua ada di sini..?" ucap Rio, Rio menatap mereka malas. Clarisa dan sindy yang mendengar suara Rio, langsung melihat kehadiran sosok nya.
__ADS_1