Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 70


__ADS_3

...Pantai Kuta, Bali. 04.59 p.m....



Sekar


Pagi itu, Sekar dan Kevin tengah asik jogging di pesisir pantai kuta. Sekar sangat bahagia karena tak lama lagi ia akan melihat sunrise bersama Kevin, sang kekasih.


Kevin menoleh, "Sekar..", "Ayo, kita berlari ke tengah. Sebentar lagi, akan ada sunrise...!" ucapnya sambil berjalan di tempat. "Ayo, Mas.." ucap Sekar sembari tersenyum.


Drapp..


Drapp..


Drapp..


Sekar mengikuti Kevin yang lebih dulu sampai di tengah. Sekar menghela nafasnya, "Huh.., akhirnya sampai juga.." ucapnya sambil mengusap peluh yang ada di wajah.


"Sekar, lihat aku..!" ucap Kevin, Sekar berhenti mengusap wajah. Ia melihat Kevin, dengan perhatian pria itu mengelapi peluh yang ada di wajah Sekar menggunakan handuk yang ia bawa.


"Terimakasih, Mas Kevin.." ucap Sekar sembari tersenyum. Kevin membalas senyuman itu, "Kita istirahat di sini dulu ya, setelah melihat sunrise kita akan pergi mencari sarapan berdua.." ucap Kevin sambil mengelapi leher Sekar.


"Ya.." ucap Sekar, Kevin pun selesai menyeka keringat Sekar. Kemudian, Kevin mengajak Sekar duduk di bangku yang kosong. Tak berselang lama, sunrise yang di nanti akhirnya muncul dan semakin terlihat dengan jelas dari kejauhan.


Sekar menoleh saat ia merasakan sentuhan yang ada di bahunya. Kevin merangkul dirinya di saat sunrise itu muncul, hati sekar kini berbunga-bunga menikmati moment kebersamaan mereka saat itu.


Kevin melihat Sekar, mereka saling menatap.


"I love you, My future wife.." ucapnya yang langsung membuat Sekar jadi tersipu. "Love you too, My husbandt.." ucap Sekar sesaat, perlahan gadis itu menyandarkan kepalanya ke bahu sang calon suami.


__________________________________________


...Majekawi Cafe, 06.26 p.m....



Sekar dan Kevin kini beralih ke cafe Majekawi yang letaknya tau jauh dari bibir pantai. Setelah menikmati sunrise cukup lama, perut mereka mulai terasa lapar dan meminta untuk segera di beri makan. Kevin pun mengajak Sekar sarapan di cafe terdekat dan akhirnya menjatuhkan pilihan pada cafe itu.


Satu orang pelayan mendatangi meja mereka, pria itu mulai menanyakan perihal makanan yang hendak mereka pesan. Lalu Sekar meminta Kevin, agar dirinya lah yang memesan makanan untuk mereka. Kevin pun menurut.


"Pesanan akan segera datang, mohon di tunggu ya. Saya permisi..!" ucap pelayan yang kemudian berlalu dari hadapan mereka. Sekar dan Kevin melanjutkan obrolan mereka yang tertunda.


Selang beberapa saat..

__ADS_1


Pelayan tadi kembali sambil membawa nampan berisi satu set sarapan, dengan cekatan pelayan itu menyajikan hidangannya ke atas meja.


"Silahkan di nikmati, semoga sesuai dengan selera Tuan dan Nona. Saya permisi dulu ya, jika anda butuh apa pun tinggal memanggil saya atau pun waiterst yang lain.." ucap Pelayan.


"Terimakasih, ya..!" ucap Sekar dan Kevin bersamaan. Pelayan itu pun beranjak pergi, kini tinggal Kevin dan Sekar saja. Mereka berdo'a sejenak lalu mulai menyantap makanan yang ada di depan mata.



Di tengah acara sarapan mereka, Sekar kembali membuka obrolan. "Mas Kevin.., kemarin si Aya ngechat aku. Kata dia, persiapan tempat ikar kita hampir ke tahap finishing .." ucap Sekar sambil menyantap kerupuk.


Kevin tersenyum lebar, ia sangat senang mendengar berita bagus yang di sampaikan oleh Sekar. "Puji Tuhan, syukurlah.. " ucap Kevin mengucap syukur pada Tuhannya.


"Iya, Mas. Puji Tuhan, persiapan pernikahan kita hampir selesai ya. Untung saja, kantor ku yang jadi IO pernikahan kita. Syukurlah.. " ucap Sekar sambil mengaduk minumannya.


"Ya, kamu benar. Kita harus berterimakasih pada Aya dan tim-nya, nanti..!" ucap Kevin yang kemudian menyuapi mulutnya dengan nasi goreng yang ada di piring.


"Iya, gimana kalau kita janjian ketemu sama mereka. Ya, makan malam bersama gitu. Itung - itung buat silaturrahmi juga, Mas.. " ucap Sekar memberi saran.


Kevin menelan makannya, meminum Jus-nya sesaat. Setelah itu kembali bicara, "Ya, aku setuju. Kamu atur saja makan malam bersama mereka, terserah mau nanti malam atau pun besuk.." ucap Kevin senang.


Sekar tersenyum, "Okay, nanti aku atur sesuai jadwal mereka. Sayang banget, mereka lagi nginep di villa-nya Pak wijaya. Jadi, aku sendiri ngak bisa leluasa ketemu sama mereka.." ucap Sekar.


"Udah lah, santai aja. Nanti kamu juga ketemu sama mereka, kamu buat janji aja dulu.." ucap Kevin. Sekar mengangguk tanda setuju akan ucapan Kevin. Lalu Sekar kembali menyatap makanannya.


...Lobi Hotel, 08.58 p.m....



Sela


Sela termenung menanti kedatangan Jeff di lobi hotel. Ia duduk sendirian di ruang tamu hotel, orang tuanya sempat mengajaknya sarapan namun Sela mengatakan jika dirinya belum lapar.


Sela berulang kali mengecek ponsel yang ada di genggamannya, namun Jeff tak kunjung membalas pesan darinya. "Jeff.., dia udah sampai bandara apa belum ya..?" gumam Sela.


Sela bangkit dari tempatnya, lalu berjalan keluar dari dalam lobi. Ia edarkan pandangannya ke sekitar, batang hidung Jeff belum nampak juga dimana pun.


Sela berjalan gontai menuruni anakan tangga, kemudian Sela duduk di bawah pohon rindang yang lokasinya hanya berjarak 10 meter dari area lobi. Sela berniat menunggu Jeff di sana.


15 menit kemudian..


Sela mulai di landa rasa bosan, cuaca di luar juga sudah mulai terik. "Jeff, lo kemana sih? Kenapa lo belum datang juga, mana cuacanya makin panas lagi.." resah Sela sambil mengipasi wajahnya dengan tangan.


Sela meraih ponsel yang ada di sampingnya, ia kembali mengecek notificasi pesan di dalam ponsel itu. Sela tertegun mendapati 2 notif pesan dan 1 panggilan tak terjawab yang baru saja masuk ke ponselnya.

__ADS_1


Sela langsung membuka lalu membaca pesan itu.


[Sorry ya, gue baru bisa balas. Gue udah tiba di bandara Bali kog, baru aja.. 🙂] dari Jeff. 09.05 p.m.


[Gue lagi otw ke hotel nih, tungguin gue ya! Jangan lupa pesan gue yang kemarin, lo harus nyambut gue dengan baik ya.. 😉] dari Jeff. 09.06 p.m.


Panggilan tak terjawab, 09.03 p.m. dari Jeff.


Sela terkejut, "Ah.., kenapa gue ngak tau kalau Jeff udah ngebales chat dari gue. Hah, sial..!" umpat Sela merutuki kesalahanya sendiri, Sela lupa jika ia belum sempat mengaktifkan nada dering di ponselnya.


Sela langsung menelfon Jeff, terdengar di telinga Sela suara nada dering Jeff yang tengah memutar lagu westernt.


And maybe you wanna be a star


Dan mungkin kau ingin menjadi bintang


It may seem you wanna be in love


Mungkin kau ingin jatuh cinta


I don't care you taking me apart


Aku tidak peduli kau memisahkanku


But I just couldn't save you tonight


Tapi aku tidak bisa menahanmu malam ini


Falling in love is a new world for me


Jatuh cinta adalah dunia baru bagiku


Tut..


...Tut.....


^^^Dreeettt... ^^^


'Aku mencintaimu..' ucap Sela yang terhanyut akan lagu yang sedang berputar. Tanpa sadar, ia mengutarakan perasaan cintanya pada Jeff di saat sambungan telfon mereka kini saling terhubung.


Di saat yang bersamaan, Jeff langsung menutup mulutnya karena tak menyangka jika Sela akan mengucapkan kalimat romantis itu tepat di telinganya.


Jeff mendadak gugup, lidahnya terasa kelu dan sulit untuk mengutarakan sepatah kata pun. Jeff kebingungan menanggapi ucapan Sela, bukan ucapan tapi sebuah pernyataan.

__ADS_1


__ADS_2