Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 32


__ADS_3

Lila terkejut, ia tak menyangka jika kevin sudah mengetahui semua nya. Lila mendadak cemas dan over thingking. "Sekar..", "Jangan bilang, kalau kamu udah ngomong semua nya ke kevin. Kamu ngak bilang, kan..??" ucap Lila.


Sekar tersenyum tipis, "Engak, aku ngak bilang apa pun. Karena aku ngak suka ngejatuhin teman sendiri..." ucap sekar. Lila merasa lega, meski ia juga merasa tersindir karena sekar menyinggung soal teman.


"Aku ngak boleh kelihatan panik di depan sekar, bisa-bisa nanti dia ngak takut lagi sama aku.. " batin Lila.


Lila menatap tajam sekar, "Udah lah, ngak usah ngebahas soal teman. Males tau ngak dengar nya, dari dulu ngak ada kata teman di antara kita..!!" ucap Lila sinis.


Sekar tersenyum tipis, "Ho.. ho.. ho, gitu ya.Lila.. Lila.. kamu mau akting sampai kapan sih, jelek banget tau ngak akting kamu.. " ucap sekar.


Lila tersentak, ia naik pitam dan hendak melayangkan kembali tamparan pada pipi sekar. Namun sekar langsung menepis tangan Lila, "Egh.." pekik Lila terkejut sambil terus menatap nyalang ke arah sekar.


"Kamu mau apa, mau nampar aku lagi..??" gertak sekar. "Jangan buang tenaga kamu buat nampar aku, atau kamu emang mau ya supaya Mas Erik dan kevin ngelihat ini, bekas tamparan tadi..!!" ucap sekar sambil menunjuk pipi kiri nya yang masih merah.


Lila mendelik melihat bekas tamparan yang ada di pipi sekar, ada rasa gugup dan cemas di hati nya. "Untung lah, aku ngak sampai nampar dia lagi. Bisa - bisa mas Erik dan kevin curiga nanti, Huft, aku masih selamat.. " batin Lila.


Lila menurunkan tangan nya, ia masih terus memasang ekspresi sombong di hadapan sekar. "Kali ini, aku lepasin kamu. Awas aja kalau nanti, aku ngak bakal ngelepasin kamu..!!" gertak Lila.


Sekar meniru ucapan Lila sambil menatap malas ke arah nya. "Terserah deh, aku ngak takut..." ucap sekar lirih. Lila mengepalkan tangan, ia merasa kesal karena sekar terus menjawab ucapan nya.


Lila membalikkan badan lalu berjalan keluar dari toilet, di sisi lain sekar masih berdiam diri di toilet sendirian. Sekar melihat kaca, ia menatap nanar bekas tamparan yang ada di pipi nya.


"Kenapa sih, kenapa dia selalu jahat sama aku. Emang salah ku apa, aku udah banyak berkorban buat dia, selalu ngalah sama dia. Sakit banget rasa nya, ngak di hargai ..." gumam sekar.


Hiks..


Hiks..


Hiks..


Sekar terisak sesaat, ada rasa sakit yang sulit untuk di ungkapkan dengan kata-kata. Coba kamu fikir kan, gimana rasa nya punya sahabat yang dulu nya baik. Selalu ke mana - mana sama kamu, berbagi satu sama lain setiap hari nya.

__ADS_1


Tapi di saat ada satu pihak yang tengah merasa kesulitan, sama sekali dia ngak peduli dan ngak mau bantuin kamu. Malah dia senang ngelihat kamu menderita, dia senang ngelihat kamu jatuh. Dan dengan sengaja, dia ngambil keuntungan dari kesulitan kamu.


Hiks..


Hiks..


...Sandiwara dan tulus...??...


...Dua kalimat yang sangat berbeda....


...Sebab dan akibat nya pun sangat bertolak belakang.....


Hiks..


Hiks..


Crasss...


Lalu ia meraih tisu dan mulai mengelapi wajah nya perlahan-lahan. "Semoga saja, mas kevin ngak curiga saat ngelihatin wajah ku. Aku mau bikin dia sampai paham.. " batin sekar.


______________________________________________


...Ruangan Ceo, 12.31 p.m....



Kevin dan Erik saling pandang, "Vin, untuk proyek yang di surakarta, gimana pendapat kamu..?" ucap Erik. "Oh, proyek itu. Kemarin sempat ada kendala pada budget sih, tapi syukur sudah teratasi.. " ucap kevin.


Erik merasa lega, "Syukurlah, tapi nanti kamu hubungi bowo ya. Supaya nanti dia langsung ngirim anak buah nya buat kroscek langsung ke lapangan.. " ucap Erik, kevin mengangguk. "Iya, nanti aku bakal ngomong sama dia.. " ucap kevin.


Selang beberapa saat..

__ADS_1


"Sekar sama kak Lila kog belum balik ya, kak. Udah dari tadi loh ini.. " ucap kevin sambil melirik jam tangan nya, "Eh, iya ya. Apa mereka lagi ngobrol dulu kali ya.. " ucap Erik. Kevin mematap Erik binggung, "Ngak tau juga sih.. " ucap kevin.


Tak..


Tak..


Tak..


"Mas Erik, kevin. Maaf ya, aku baru balik.." ucap Lila yang tiba-tiba muncul, Erik tersenyum melihat Lila. "Eh, sayang. Akhir nya kamu balik juga, mas nunggu kamu loh dari tadi.." ucap Erik. Lila tersenyum, "Sini dek, duduk di samping mas..!" ucap Erik. Lila mengangguk, kemudian lila duduk di samping Erik.


Di sisi lain kevin merasa cemas karena sekar belum juga balik dari toilet. Kevin melihat Lila, "Kak Lila, tadi kakak satu toilet kan sama sekar. Sekar kog belum balik juga ya..?" ucap kevin.


Lila tersenyum tipis, "Iya, emang aku sama dia satu toilet tadi. Mungkin aja dia lagi mules, jadi nya lama deh.. " ucap Lila sambil terkekeh pelan. Kevin mengernyit, " Masak sih.. " ucap kevin heran.


"Tenang, vin. Ntar juga balik ke sini, biasa lah. Cewek kan suka lama - lama di toilet.. " ucap Erik, kevin mengangguk.


Selang beberapa menit..


Sekar masuk kembali ke ruangan Erik, lalu ia berjalan menghampiri mereka bertiga yang tengah duduk di sofa. Sekar pun sampai di dekat sofa, "Maaf ya, tadi aku masih touch up sebentar di toilet.. " ucap sekar, ia sengaja beralasan.


"Sekar.. " ucap kevin, sekar melihat kevin. "Aku khawatir tadi sama kamu, aku fikir kamu kenapa. Tapi aku senang setelah ngelihat kamu sudah balik lagi ke sini.. " ucap kevin sambil meraih tangan sekar.


Sekar tersenyum kikuk, "Maaf ya, kamu jadi nunggu lama..." ucap sekar. "Ngak papa, ayo. Duduk sini..!" ucap kevin sambil menepuk - nepuk sofa di samping nya. Sekar tersenyum sesaat, lalu ia duduk di samping kevin.


"Tuh, vin. Sekar udah balik kan, santai aja. Ngak usah khawatir lagi.. " ucap Erik, " Iya, vin. Ngapain kamu cemasin dia, toh dia nya udah gede juga.. " ucap Lila sinis.


Sekar, kevin dan Erik terkejut, "Sayang, ya wajar dong kalau kevin khawatir sama sekar. Mereka kan dekat.." ucap Erik. "Iya kak, benar ucapan mas Erik. Ngak mungkin aku ngak cemas, sekar kan pacar ku.. " ucap kevin sambil melirik sekar. Sekar tersenyum manis.


Lila terkejut, "Pacar..?, sejak kapan mereka jadian. Kenapa aku bisa kecolongan gini, huh sial.. " rutuk Lila.


Erik tersenyum lebar, "Wah, ini berita bagus. Ternyata kalian sudah jadian, aku fikir kalian masih tahap pdktan.. " ucap Erik. Kevin dan sekar tersenyum, "Puji tuhan, kami sudah jadian kak. Ya, baru aja sih belum lama ini.." ucap kevin.

__ADS_1


NB: Maaf, kendala kuota 😂


__ADS_2