Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 21


__ADS_3

Di Ruang Keluarga, 08.35 p.m.



"Senior, coba lihat. Ini desain yang aku janjikan kemarin.." ucap sekar sambil menunjukkan desain yang ada di laptop. "'Good, desain nya terlihat cantik dan indah. Aku suka semua nya, apalagi kamu yang mendesain nya.. " ucap kevin dengan melirik sekar. Sekar tertegun, "Eh..", "Syukurlah, jika se..nior suka.. " ucap sekar.


Kevin tersenyum, "Sekar, aku pinjam laptop mu dulu ya, sebentar saja.. " ucap kevin, "Iya, senior.. " ucap sekar. Kevin berdiri dari tempat nya lalu berjalan ke arah orang tua nya, kemudian duduk di tengah-tengah mereka.


"Ayah, ibu. Coba lihat ini, ini adalah desain yang baru yang ku ceritakan kemarin.." ucap kevin sambil menunjukkan beberapa gambar. Ayah dan ibu mendekat, mereka mengamati desain-desain itu dengan seksama.


"Ibu suka yang nomer 3, vin.. " ucap ibu, "Aku sudah menebak nya, selera ibu pasti nomer 3.." ucap kevin. "Lalu, ayah suka yang mana..?" ucap kevin sambil melirik ayah, "Hm, ayah suka nomer 2. Kelihatan clasic.. " ucap ayah.


Ibu terkejut, "Maass..." ucap ibu, "Ya, dik.. " ucap ayah. Ibu menatap ayah tajam, "Kenapa ngak sama pilihan nya , seharus nya kamu samain sama aku.." ucap ibu.Ayah mengernyit, "Loh, kog gitu sih. Suka-suka mas lah, mau pilih ya mana.. " ucap ayah.


"Coba lihat betul-betul, pilihan mas tuh ngebosenin. Coba bandingkan dengan pilihan ku, pilihan ku jauh lebih fresh.." ucap ibu. Ayah menggeleng pelan, "Ngak, pilihan ku itu udah bagus dan ngak ngebosenin kog. Jangan asal ngomong kamu.. " ucap ayah.


Ibu mulai manyun, "Hih, ngak ada romantis - romantis nya. Seharus nya pilihan kita sama.. " ucap ibu kesal. Ayah memalingkan wajah, "Kamu juga, ngak ada toleransi nya sama pendapat ku..." ucap ayah.


"Ibu sama ayah, kog jadi debat gini, ya.. " batin kevin.


Kevin memandangi wajah kedua orang tua nya, lalu menghela nafas. "Ibu, ayah. Jangan ribut lah, udah pada tua juga. Ibu juga, ayah kan emang suka desain yang nomer 2. Kog di larang sih, biarin aja.. " ucap kevin.

__ADS_1


Ibu tersenyum tipis, "Maksud ibu tadi, biar pilihan nya couplean gitu. Eh, tau nya beda.. " ucap ibu. Ayah merasa tersindir, "Ya udah, aku ngalah. Aku ngak ikut milih, terserah kamu mau nya yang mana.. " ucap ayah menahan kesal.


Kevin menggeleng pelan, "Mereka seperti anak kecil.." batin kevin. "Jadi, gimana sekarang. Kita mau ajuin desain yang mana, kasihan sekar dan team nya, pasti mereka menunggu jawaban kita.. " ucap kevin. Kevin melirik sekar, gadis itu sedang telfonan dengan seseorang.


"Sekar lagi telfonan sama siapa ya, ah. Kog aku jadi kepo sih, bukan urusan ku juga.. " batin kevin.


"Tuh dik, dengerin omongan kevin. Cepat, pilih salah satu desain itu atau mau pilih dari desain yang kemarin. Terserah mau yang mana.. " ucap ayah sambil melirik ibu. Ibu tersenyum tipis, "Iya, aku dengar. Ini aku juga lagi milih, mana cantik-cantik semua lagi.." ucap ibu.


"Vin, bantuin ibu ih. Ibu bingung mau pilih yang mana..?" ucap ibu sambil menyenggol lengan kevin. Kevin tersenyum kikuk, "Terserah ibu, kevin ngak mau kasih saran.Nanti di salahin kayak ayah lagi.. " ucap kevin. "Ayah sama anak, sama aja.. " cibir ibu.


"Oh, ya vin. Kemarin kan kamu bilang sama ibu, kata nya kamu sudah ngirimin contoh desain nya ke abang mu, si Erik.Terus, jawaban dia apa..?" ucap ibu. Kevin mengernyit, "Oh, itu. Kakak bilang gini bu, aku mau desain yang nomer 4 aja. Desain yang kenarin itu loh.. " ucap kevin.


"Nomer 4 ya, coba ibu lihat lagi desain nya.. " ucap ibu. "Okay, okay. Sebentar.. " ucap kevin sambil mengotak-atik laptop sekar. "Nah, yang ini Bu.. " ucap kevin. Ibu melihat desain itu, "Bagus juga pilihan abang mu, ya sudah. Kita pilih yang ini saja.." ucap ibu. Kevin tersenyum, " Ibu serius kan mau ya ini, jangan ganti-ganti lagi nanti.. " ucap kevin.


Sekar sudah selesai menelfon sejak tadi, lalu ia memperhatikan kevin yang baru saja duduk. "Gimana, mas. Tante sama om mau pilih yang mana..?" ucap sekar. "Aku sekeluarga mustusin bakal pilih yang nomer 4, dari desain yang kemarin itu. Soal nya, ini permintaan langsung dari kakak ku juga .. " ucap kevin.


Sekar mengangguk paham, "Oh, okay. Nanti aku dan team akan mempersiapkan semua nya, kalian tinggal tunggu beres nya saja. Dan satu lagi, senior juga bisa croscek langsung ke lapangan, ya. Agar senior juga tau hasil dari kerja kami.." ucap sekar.


"Iya, jika ada waktu luang. Aku akan croscek langsung ke sana.. " ucap kevin, sekar tersenyum. "Hm.. kalau di perhatikan, teknik marketing kamu bagus juga ya.." ucap kevin.


Sekar tertawa pelan, "Ah, ngak juga. Aku masih banyak belajar kog.. " ucap sekar.

__ADS_1


"Merendah nih, hehe.. " ucap kevin menggoda, "Eng..ngak.." ucap sekar ragu. "Sekar.." ucap Ibu, sekar yang baru saja di panggil langsung menoleh ke arah ibu. "Iya, tante.. " ucap sekar, "Gimana, kabar keluarga kamu. Udah lama loh, tante ngak main ke rumah kamu.. ", "Terakhir sih, saat ibu kamu masih ada.. " ucap ibu.


Tiba-tiba sekar teringat akan ibu nya yang sudah tiada, ia menghela nafas sejenak setelah itu bicara kembali. "Keluarga saya, baik-baik saja tan. Ya, jujur.. kami sempat depresi akan ke pergian ibu. Tapi akhir nya, saya dan ayah bisa bangkit kembali.." ucap sekar.


"Syukurlah, tante turut senang mengetahui keadaan keluarga kamu yang sekarang. Tante do'a kan semoga tambah lebih baik lagi ke depan nya ya.. " ucap ibu, sekar tersenyum.


"Terimakasih, tante.." ucap sekar."Jadi, ibu kamu sudah ngak ada ya, nak. Kalau om boleh tau, sejak kapan..?" ucap ayah penasaran. "Sudah lama sekali om, 20 tahun yang lalu.. " ucap sekar dengan nada sedih. "Om turut berduka cita ya, lalu. Sekarang kamu tinggal sama ayah mu saja, ya..?" ucap ayah.


"Ngak, om. Di rumah juga ada ibu puspa dan sela.." ucap sekar, Ibu tertegun. "Ibu puspa, ayah kamu sudah menikah lagi ya, Nak..?" ucap ibu.


Sekar mengangguk, "Iya tante, 2 tahun setelah ke pergian ibu.. " ucap sekar. Ibu tersenyum, "Dia baik kan sama kamu, ngak jahat kan orang nya..?" ucap ibu cemas.


Ayah menyenggol lengan ibu, "Kamu nih, jangan tanya begitu..!" ucap ayah, ibu dan ayah saling pandang. "Aku cuma nanya mas, aku peduli.. " ucap ibu, ia menatap ayah malas.


"Om, jangan marah. Tante tadi niat nya hanya bertanya sama saya.", "Buat tante, terimakasih kepedulian nya ya. Tapi.. ibu puspa sangat lah baik, beliau memperlakukan saya seperti anak nya sendiri.. " ucap sekar sembari tersenyum.


Ibu, ayah dan kevin merasa lega mendengar nya. "Syukurlah, kalau si puspa itu bisa bersikap baik sama kamu. Tante sempat khawatir tadi.. " ucap ibu sambil mengusap dada nya. "Makasih ya, tan. Sudah khawatir sama saya, tapi tolong jangan khawatir lagi.. " ucap sekar, ibu tersenyum.


"Sejujur nya, aku tetap merasa kasihan pada sekar. Ratna, sosok ibu yang baik saat sekar masih kecil, tidak mungkin Ibu angkat nya itu. Bisa mengantikan posisi ratna di hati sekar.. " batin ibu.


"Tutur kata gadis ini sangat baik, nada bicara nya juga lembut dan tidak di buat-buat.. " batin ayah.

__ADS_1


Kevin memandangi wajah sekar, wajah nya terlihar murung. "Sekar, wajah nya terlihat sedih. Pasti dia sedikit tersinggung, aku harus menghibur nya.." batin kevin.


__ADS_2