Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 81


__ADS_3

...Tempat Gym, 07.12 p.m....



Sela


Pagi itu, Jeff mengajak Sela fitness di salah satu gym terkenal yang ada di Bali. Lokasi tempat Gym itu tak jauh dari hotel, hanya butuh waktu sekitar 21 menit untuk mereka sampai di sana.


Sela merasa canggung, ia terus menempel pada Jeff. Tepatnya, ia bersembunyi di belakang tubuh pria itu saat pertama kali mereka memasuki area gym.


Terdengar suara bising dari orang-orang yang kala itu juga sedang nge gym. Jeff melihat Sela yang ada di belakangnya, gadis itu nampak bingung sembari lirak-lirik ke setiap sudut tempat.


"Matanya tuh, matanya jangan jelalatan juga, Sel..!" rutuk Jeff. Jeff sedikit kesal medapati sorot mata Sela yang asik memperhatikan cowok-cowok yang lagi nge gym. Sela terkejut, ia mendelik ke arah Jeff lalu memukul pelan bahu pria itu dari belakang.


"Lo apaan sih, siapa juga yang jelalatan. Enggak tuh, mulutnya di jaga ya.." sungut Sela. Jeff tersenyum tipis, "Abisnya, gue perhatiin lo dari tadi lirak- lirik terus. Itu apa namanya, kalau bukan jelalatan..?" ucap Jeff sambil menatap tajam Sela.


Sela tersentak, "Emang apa salahnya sih, Jeff. Tadi gue cuma ngelihat-lihat aja kog. Jujur, gue belum pernah main ke tempat kayak gini, rasa nya canggung banget .." resah Sela dengan raut wajah imutnya.


Jeff yang tadi kesal, seketika luluh. Pria itu tertawa pelan, "Haha.., gue fikir lo mau genit tadi. Syukur deh.., ternyata lo lagi canggung aja. Lo yang tenang ya, kan ada gue di sini.." ucap Jeff menenangkan Sela.


Sela tersenyum tipis, "Jangan jauh-jauh dari gue ya, olahraganya di sekitar gue aja.." bujuk Sela sambil memegangi lengan Jeff. Jeff jadi gemas akan sikap Sela, "Iya, ya. Manja banget, sih..!" ucap Jeff sambil mencubit-cubit pipi Sela.


Sela tersenyum, setelah itu ia dan Jeff kembali berjalan. Mereka menghampiri bagian treadmil. "Sel, kita mulai olahraga pakai ini dulu ya.." ucap Jeff. Sela mengangguk.


15 menit kemudian..


"Hah, hah..", Sela menghela nafasnya berkali - kali. Keringatnya pun juga mulai bercucuran, kerap kali Sela mengelapi peluhnya dengan handuk.


"Udah lama ya, lo ngak olahraga? Nafas lo gitu banget.." tanya Jeff sembari asik treadmil di samping Sela. Sela melirik Jeff, "Ya.., ketahuan deh. Kalau gue jarang olahraga, biasanya gue cuma renang sama yoga aja sih di rumah.." terang Sela.


Jeff tersenyum, entah kenapa hatinya senang karena tau fakta jika Sela tipe wanita yang suka di rumah. "Ya ngak papa lah, Sel. Seengaknya lo masih ada waktu buat olahraga. Ya, kan..?" ucap Jeff.


"Ya, lo benar. Makasih, pengertiannya.." ucap Sela sembari tersenyum, Jeff membalas senyuman Sela. "Oh.. iya, Sel. Lo udah dapat ide buat rencana kita selanjutnya, belum..?" tanya Jeff.

__ADS_1


Sela mengernyit, "Ah.. soal kakak ya. Kalau soal itu, gue udah punya rencana kog. Nanti, tinggal kita praktikin aja.." ucapnya.


"Hm, gitu.Terus, rencananya apa? Kasih tau gue donk, penasaran nih.." ucap Jeff mendesak Sela. "Nanti aja, entar gue kasih tau. Jangan nganggu mood gue yang lagi asik olahraga, ih.." ucap Sela mengacuhkan pertanyaan Jeff.


"Ya, ya okay. Nanti ya, nanti.." ucap Jeff datar. Selang beberapa saat, Jeff dan Sela mulai menghentikan aktivitas mereka. Kini mereka beristirahat di bangku yang kosong. Jeff terus memperhatikan Sela, jujur ia masih penasaran dengan rencana apa yang ada di fikiran Sela.


Saat Sela menoleh ke samping, ia salah tingkah karena Jeff terus melihatnya. "Lo, lo kenapa ngelihatin gue kayak gitu. Ada yang salah, ya..?" tanya Sela setengah gugup. Kemudian, gadis itu mulai berpura-pura merapikan rambutnya untuk mengatur rasa gugup yang melanda.


Jeff senyum-senyum, "Ngak, enggak ada yang salah kog.." ucapnya. "Kalau gitu, lo berhenti ya ngelihatin gue. Malu ih, di lihatin kayak gitu.." ucap Sela, lalu ia memalingkan wajahnya untuk menghidari tatapan Jeff.


"Dih, siapa juga yang ngelihatin lo. Tuh lihat.., di sana ada cewek cantik, mana sexy lagi ..!" titah Jeff sambil menunjuk ke arah selatan, di mana ada sosok wanita cantik yang sedang melakukan pilates.


Sela pun menengok, melihat wanita yang di maksud Jeff. Wajahnya berubah masam, ia kesal karena tau Jeff memperhatikan gadis lain dan bukan dirinya.


Sela melihat Jeff kembali, "Itu, yang cantik itu? Ya udah sana, gih samperin. Lihatin sana dari dekat, siapa tau kan nanti lo di ajak kenalan sama dia .. " ucap Sela ketus.


Jeff terdiam sesaat, lalu tertawa mendengar ocehan Sela yang nadanya seperti gadis yang sedang cemburu. Sela menatap Jeff heran, "Kenapa ketawa? Enggak ada, ngak ada yang lucu juga.. " ucap Sela sinis.


"Jangan ngambek ya, yang tadi itu cuma becanda kog. Jangan marah dulu .." ucap Jeff yang kemudian merangkul bahu Sela. Sela melirik Jeff, pria itu juga melakukan hal yang sama. Jeff mengulas senyum.


Cups, Sela mendaratkan satu kecupan di pipi Jeff. Jeff tersipu, wajahnya seketika merona. "Sekarang.., lo sukanya main cium ya. Ini pipi mahal loh, jangan asal di cium gitu.." rutuk Jeff.


Sela terkekeh, "Pipi mahal apaan sih.., lebay banget ih jadi cowok.." ucap Sela, ia gemas lalu menepuk-nepuk pipi kiri Jeff dari samping. Jeff tersenyum.


"Sel.., tiba-tiba gue jadi haus nih. Beliin minum donk, buat kita.." pinta Jeff sembari menyandar kan kepalanya ke bahu Sela.


Sela menghela nafas sejenak, "Iya, deh. Gue beliin tapi kepalanya singkirin dulu. Gue mau berdiri, nih..!" titah Sela dengan nada lembut. Perlahan, Jeff mulai menjauhkan kepalanya dari bahu Sela.


Sela pun berdiri, "Ya udah, kalau gitu lo tunggu di sini ya. Gue tinggal nyari minum dulu, okay .." ucap Sela. Jeff mengangguk, kemudian Sela melangkah pergi dari hadapan Jeff.


Jeff menatap kepergian Sela, "Sela.., lo baik banget.." gumam Jeff senang.


...__________________________________________...

__ADS_1


...Vending Machine, 07.18 p.m....



Sela


Sela memandangi vending machine yang ada di hadapannya, ia berfikir sejenak tentang minuman yang akan ia beli untuk dirinya dan Jeff.


Selesai berfikir, akhirnya Sela menjatuhkan pilihannya. Ia memesan 1 botol teh pucuk harum & 1 botol air mineral pada vending machine. Selang beberapa detik, vending machine itu pun mengeluarkan pesanan Sela.


Sela membungkuk, lalu mengambil 2 botol minuman instant itu. Namun, saat ia hendak menegapkan tubuhnya kembali. Ia mendapati sepasang kaki yang kini sudah berdiri tepat di sampingnya.


Perlahan Sela menegapkan tubuhnya, ia mengernyit mencoba melihat sosok yang baru saja datang. Ia terkejut, kedua matanya turut membulat.


Sosok pria di hadapannya mengurai senyum, Sela memaksakan diri membalas senyuman dari pria itu. "Kamu.., kamu gadis yang kemarin itu kan. Dunia memang sempit ya, kita ketemu lagi.." ucap Anggar.


Sela tersenyum kikuk, "Ah, i-iya hahaha.. duh, dunia kenapa sempit banget sih .." ucap Sela lirih sambil mengusap pelipisnya. Sorot mata Sela kini memperhatikan sosok Anggar, ia menduga jika pria itu juga sedang nge gym di sini.


"Kamu habis nge gym ya, keringetan gitu sih..?" tanya Anggar basa-basi. "Hm.. iya. Baru aja tadi selesai treadmil. Kamu.., kamu juga lagi nge gym di sini ya..?" ucap Sela.


Anggar menganguk, "Iya, aku juga baru selesai fitness. Mau balik juga nih, bentar lagi. Eh.., enggak tau nya malah ketemu kamu di sini.." ucap Anggar cengengesan.


"Hm.., gitu ya. Bagus, bagus .. olahraga emang penting ya, kan. Apalagi.., kita masih muda begini harus lebih semangat berolahraga .." ucap Sela sambil cengar-cengir.


"Ya.., kamu benar. Di usia kita yang masih muda ini, kita harus rajin sekali menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Senang rasanya, bisa ngobrol sama cewek yang suka olahraga kayak kamu.." puji Anggar.


Sela tersenyum kikuk, "Dia percaya gitu aja? Ya Tuhan .. tolong maaffin , aku ngak sengaja bohong sama dia.." batin Sela.


"Oh iya, yang kemarin itu. Kamu sempat bilang, kalau kamu lagi ngejar kakak mu yang radak gila itu, kan? Gimana, berhasil enggak bujukin dia..?" tanya Anggar penasaran, jujur Anggar masih menaruh curiga pada Sela. Anggar ingin memastikannya lagi, apakah gadis ini jujur atau sengaja membohonginya waktu itu.


Sela tersentak, ia terdiam. Sela langsung memutar otak mencari alasan yang pas untuk menjawab pertanyaan Anggar. "Hm, itu ya.." ucap Sela ragu-ragu .


"Soal itu.., ka-kakak gue bisa di bujuk kog. Dia udah baikan sekarang, kemarin dia sempat ngamuk sih, bentar. Marah banget dia karena pacarnya kemarin itu ketahuan selingkuh, gitu lah pokok nya .." ucap Sela beralasan. Anggar terhenyak.

__ADS_1


__ADS_2