Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 5


__ADS_3

Di Dapur, 01.08 p.m.



Ibu mengernyitkan alis nya, "Fikiran, fikiran apa. Coba cerita sama ibu, siapa tau dengan cerita sama ibu. Fikiran mu jadi lebih tenang..?" ucap ibu sambil mengusap wajah ku.


"Hm, a.. aku.. aku sedang menyukai seseorang bu.." ucap ku. Ibu terkejut, terlihat jelas dari raut wajah nya. Tiba-tiba ibu tertawa, aku yang melihat nya merasa heran.


Kenapa ibu tertawa, ya..?.


"Bu, kog ketawa sih..?" ucap ku. "Hehe, abis nya kamu lucu vin.." ucap ibu. Aku mengernyit, "Lucu, kevin lucu dari mana nya..?" ucap ku. Ibu masih cekikikan sambil menutup mulut nya dengan tangan.


Ibu berhenti tertawa, "Astaga, ternyata anak ku sudah besar ya.." ucap ibu. "Aku baru menyadari hal ini.." ucap nya lagi. Aku masih merasa bingung dan sedikit tersindir atas ucapan beliau.


"Bu, kevin kan memang sudah besar. Masak sih kevin jadi anak kecil terus, lihat nih. Kevin sudah sebesar ini..." ucap kevin sambil menunjuk diri nya.


"Duhh, padahal ibu masih pengen ngeliat kamu jadi anak kecil vin.. " ucap ku. Aku tersenyum tipis, "Ibuu.." ucap ku. Ibu tersenyum lalu mengusap wajah ku sesaat, "Kevin, putra ibu. Kamu lagi suka sama siapa sih, ayo cerita..?" ucap ibu.


Aku dan ibu saling memandang, "Emm.. itu bu. Sebenar nya.. kevin sudah dari lama suka sama dia, sejak SMA malah.. " ucap ku sambil mengusap tengkuk ku sendiri. Ibu langsung menutup mulut nya dengan tangan, "Ya tuhan, sejak SMA..?" ucap ibu. Aku mengangguk.


"Ya..." ucap ku. Ibu menurunkan tangan nya, "Astaga, padahal ibu sempat berfikir kalau tipe cewek kamu itu orang luar. Eh tau nya, kamu suka sama cewek lokal ya.." ucap ibu. Aku tersenyum tipis, "Ih..ibu, kevin mah ngak doyan sama yang luar, yang lokal aja cantik.. " ucap ku.


Ibu terkekeh, "Terus, nama nya siapa..?" ucap ibu. "Nama nya, sekar bu.." ucap ku lirih, ibu tersenyum. "Sekar, nama yang bagus. Lalu, apa alasan kamu suka sama dia..?" ucap ibu.


Aku berfikir sejenak sambil membayangkan wajah sekar. "Sekar itu, cantik,baik..pemalu.. pendiam dan kevin suka semua yang ada diri sekar.. " ucap ku. Ibu tertegun mendengar ucapan ku.

__ADS_1


"Kelihatan nya, kamu suka banget sama dia. Apa kalian sudah pacaran..?" ucap ibu. Aku terkejut lalu melihat ibu, "Hehe kami ngak pacaran bu, hanya kenal saja.. " ucap ku. Ibu mengernyitkan alis nya, "Jadi, kalian belum pacaran. Kog bisa..?" ucap ibu.


Ku hela nafas ku, "Bu, ibu kan tau. Aku orang nya pemalu, aku takut nembak dia. Deket dia aja, rasa nya deg degan.. " ucap ku. Ibu tertawa, "Oh iya ya.. duh. Ibu lupa, kamu kan pemalu.. beda sekali dengan abang mu.. " ucap ibu.


"Yee.. tapi jangan di bandingan juga bu. Kevin jauh lebih spesial tau.. " ucap ku sambil manyun. "Iya deh, kamu anak bontot ibu yang paling ganteng. Paling nurut lagi hehe.." ucap ibu.


Aku tersenyum lalu ku raih tangan ibu ku, " Bu, aku minta restu ya. Tolong restuian aku sama sekar, please.. " ucap ku. Ibu menatap ku, lalu mengusap rambut ku, "Tentu saja, ibu ngasih restu buat kamu. Siapa tau, sekar memang gadis yang baik buat kamu nak.. " ucap ibu.


Aku tersenyum lebar, "Makasih ya bu, udah mau ngertiin kevin.." ucap ku. "Sama-sama.. " ucap ibu. "Oh ya bu, kevin punya rencana. Kevin berniat melamar sekar, bagaimana pendapat ibu..?" ucap ku antusias.


Ibu terkejut, "Secepat ini, memang nya kamu udah yakin sama dia..?" ucap ibu. Aku mengangguk, "Yakin bu.." ucap ku, ibu tersenyum. "Ya sudah, begini saja. Nanti ibu bantu ngomong sama ayah ya.." ucap ibu.


"Iya bu, terimakasih.. " ucap ku, ibu mengangguk. "Ya sudah nak, lebih baik kita tidur lagi ya. Soal nya masih malam juga, kita bicara lagi nanti.. " ucap ibu. Aku mengangguk, "Iya bu, ya sudah kevin balik ke kamar dulu ya.." ucap ku. Ibu mengangguk, "Ya.." ucap ibu.


Setelah berpamitan dengan ibu, aku bangkit dari tempat ku lalu berjalan ke arah kamar ku yang berada di lantai atas. Meninggalkan ibu yang masih berada di dapur.


________________________________________


Ibu


"Kevin, ibu sayang kamu nak. Semoga gadis pilihan mu nanti, bisa menjadi penganti sosok ibu buat kamu.. " ucap ibu.


Ibu menghela nafas nya lalu teringat ayah nya kevin. "Aku ngak bisa senang dulu, aku harus bantu kevin untuk menyakinkan mas vernone soal lamaran itu. Ya tuhan, semoga saja suami ku mau mendukung kevin.. " ucap ibu.


Ibu merasa gelisah, memfikirkan reaksi suami nya nanti.

__ADS_1


__________________________________________


Rio


Di kamar Rio



Rio tengah duduk sendirian di sofa, yang ada di kamar nya. Rio menyenderkan tubuh nya ke sofa sambil menyesap sebatang rokok yang ada di tangan nya. Rio ini termasuk tipe pria yang aktif merokok, sangat berbeda jauh dengan kevin yang mengutamakan kesehatan.


No smoking, no living.


Kepulan asap dari rokok yang tengah menyala menciptakan bau yang tak sedap, bau nya mulai tersebar memenuhi segala sudut ruangan.


Bagi Rio asap rokok adalah aroma khas seorang pria dewasa, seperti diri nya. Kau tau, fikiran Rio kini tengah melayang jauh, ia tengah membayangkan sosok wanita yang tak sengaja di tolong nya tempo hari.


Sosok mu, wanita anggun nan cantik dengan balutan hijap yang menutupi mahkota hitam mu yang tersembunyi. Entah mahkota mu itu berwarna hitam atau pun coklat, kaum adam seperti ku pasti tidak tau. Mungkin suatu hari.. kau akan menampakanya di depan suami mu, tepat nya sang imam yang tercinta.


Rio menghela nafas nya, "Jika aku seorang muslim, mungkin detik ini juga. Ku datangi rumah nya.. huft.. " rutuk Rio.


Ya, Rio kini tengah jatuh hati dengan seorang gadis muslim yang ia temui tempo hari. Sayang nya, Rio sejak kecil beragama Kristen sama seperti kevin.


Jika jiwa muda masih bergejolak, dan jiwa petualang masih ada.Semua rintangan di depan mata, pasti akan takluk pada ku. Pantang menyerah, sebelum perang..!! .


"Ngak, aku ngak boleh nyerah gitu aja..." ucap Rio, "Gue malah semakin tertantang buat dapetin tuh cewe, ah. Semoga aja, besuk gue bisa ketemu lagi sama tuh cewe.." ucap Rio bersemangat.

__ADS_1


Rio menatap ke atas langit, "Tuhan yesus, aku hamba mu yang setia. Aku tau, kami berbeda keyakinan. Tapi yang ku tau, tuhan hanya satu hanya beda nama saja. Tolong, beri aku kesempatan untuk mendapatkan cinta gadis itu..." ucap Rio.


__ADS_2