Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 68


__ADS_3

...Bandara Soekarno Hatta, 16.21 p.m....



Sekar


"Kak, kakak kenapa? Deg-degan ya, mau naik pesawat..?" ucap Sela becanda. Sekar tertawa pelan, "Ya.., engak lah. Kan ini bukan kali pertama kakak naik pesawat, Dik..." ucapnya.


"Tapi ... kakak kelihatan khawatir nih, kakak lagi mikirin apa, sih? Mikirin Mas Kevin, ya.." ucap Sela mengoda sang kakak sambil menyengol tangannya. Sekar tersenyum tipis, "Yah, begitu.." ucapnya lirih.


Sekar sengaja berbohong pada Sela, ia tak ingin membuat sang adik jadi khawatir dengan apa yang tengah ia rasakan. Saat ini Sekar begitu gelisah memfikirkan Lila dan juga nasib pernikahannya. Lila bagaikan ancaman yang bisa bergerak kapan saja, entah kenapa gadis itu kini berdiam diri dan membiarkan Kevin melamar Sekar begitu saja.


Sekar sempat berfikir negatif jika Lila mungkin saja akan mengacaukan segalanya, namun hal yang sebaliknya pun terjadi. Lila tak melakukan pergerakan sama sekali, gadis itu terkesan diam dan acuh akan kebahagian yang kini menimpa Sekar.


Sekar mengigit bibirnya, "Kenapa Lila diam saja, apa dia mau menerimaku menjadi iparnya? Tapi, itu rasanya tidak lah mungkin. Lila begitu membenciku, tak mungkin semudah itu ia melupakan segalanya. Aku benar-benar khawatir sekarang.. " batin Sekar cemas.


Di saat yang bersamaan, Lila sedang memperhatikan Sekar sedari tadi. Gadis itu melihat punggung Sekar dengan tatapan sinis, "*S*engaja gue biarin lo nikah sama si kevin, toh. Kevin itu cuma pion yang ngak berguna buat gue.." batinnya.


10 menit kemudian..


Sela menyentuh bibir Sekar, "Ayo, kak. Senyum yang lebar begini.. " ucap Sela mencontohkan senyumannya pada sang kakak. Sekar pun menurut, ia tersenyum sesaat agar hati Sela senang. Sela tersenyum puas, ia tak jadi berfikir macam-macam lagi sehabis melihat senyuman sang kakak.


Drapp..


Drapp..


Drapp..


Kevin dan Erik baru saja kembali, semua orang langsung menengok ke arah mereka. "Semuanya, mari kita ke pesawat sekarang. Sebentar lagi, pesawat nya akan segera landing.." ucap Erik yang mulai menghimbau keluarganya.


"Ya, baiklah. Ayo semuanya berdiri, kita akan berangkat sekarang..!" ucap Pak Vernone dan Pak Abi. Mereka yang masih duduk pun kini bangkit dari tempatnya, lalu beranjak pergi dari ruang tunggu.


Kevin dengan perhatian membantu Sekar membawakan kopernya, mereka hanya bertukar senyum dan tak berniat mengobrol lebih lama. Rasa canggung terjadi di antara kedua nya, apalagi mengingat moment pernikahan mereka yang akan terjadi 4 hari lagi.

__ADS_1


Sela dan kedua orang tuanya tersenyum bahagia melihat interaksi manis Kevin kepada Sekar. Terlihat jelas, sepasang kekasih itu sudah mulai memancarkan aura calon penganti yang tengah malu-malu satu sama lain.


...____________________________________________...


...The Kuta Hotel, 20.08 a.m....



Setelah melewati perjalanan panjang dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Ngurah Rai, Bali. Mereka langsung di jemput 3 buah mobil yang di kemudikan oleh para staff The Kuta Hotel, tempat dimana mereka akan menginap nanti.


Para staff keluar dari mobil, lalu menghimbau mereka untuk segera memasuki mobil yang sudah di sediakan oleh pihak hotel. Setelah lama berbincang, mereka pun masuk ke dalam mobil kemudian sang sopir membawa mereka menuju tempat penginapan.


8 menit kemudian...


Mereka akhirnya sampai di depan gedung The Kuta Hotel, para staff mulai keluar dari hotel dan langsung membantu mereka mengeluar kan barang bawaan yang tersimpan di bagasi. Salah satu staff mengawal mereka hingga memasuki gedung hotel.


Sesampainya di dalam gedung, Erik dan Kevin menghampiri meja resepcionis dan mulai mendaftarkan kembali nama mereka di buku tamu. Setelah berhasil cek in, staff resepsionis menyerahkan 7 buah kunci kamar hotel kepada Kevin.


Erik dan Kevin kembali menghampiri keluarga mereka, lalu Kevin mulai membagikan kunci penginapan kepada masing-masing anggota keluarga.


"Mas Kevin, kak sekar, makasih ya. Berkat kalian, aku jadi bisa liburan di sini.. " ucap Sela sambil cengar-cengir. "Jangan bilang makasih, Sel. Kita kan keluarga ... " ucap Kevin. "Kamu santai saja, Dik. Ngak usah seformal itu sama Mas Kevin, dia akan menjadi kakak mu nanti nya.. " ucap Sekar.


Sela tersenyum puas, "Ucapan kakak memang benar. Mas Kevin, ternyata dia orangnya baik.." batin Sela senang.


"Iya, Kak.." ucap Sela, "Ya sudah, kalau begitu aku sama adik ke kamar dulu ya, Mas.." ucap Sekar pada Kevin. Kevin mengangguk, "Ya, silahkan saja. Nanti kalau kamu butuh bantuan, kamu tinggal telfon aku ya.." ucap Kevin sambil menyentuh bahu Sekar.


"Iya, Mas.. " ucap Sekar, Sekar tersenyum sesaat setelahnya beranjak pergi dari hadapan Kevin bersama adiknya. Sekar membawa Sela menuju kamar mereka, kebetulan penginapan mereka bersebelahan dengan kamar orang tua mereka juga.


"Ibu! Ayah! Kamar kalian ada di sini ya. Lalu, kamar Sekar dan Sela ada di sebelah sini, di samping kamar kalian.." ucap Sekar pada kedua orang tuanya. Pak Abi dan Puspa menganguk, "Ibu sama bapak mau istirahat di kamar aja ya, Nak. Rasanya capek sekali, setelah perjalanan jauh .." ucap Puspa yang merasa letih.


"Iya, Sekar. Ayah juga, kaki ayah rasanya pegal semua nih. Mungkin karena kelamaan duduk di pesawat.." ucap Pak Abi berterus terang pada putrinya. Sekar tertegun, "Ya, sudah. Kalau begitu sekarang Ayah dan ibu segera masuk ke kamar saja ya, istirahat. Nanti Sekar akan meminta staff hotel untuk mengirim makanan dan juga obat oles ke kamar kalian..." ucapnya.


Puspa dan sang suami tersenyum, "Makasih ya, Nak. Kalau begitu kami tinggal masuk ke kamar dulu, ya.." ucap Puspa, Sekar mengangguk. Setelah berpamitan, Puspa dan sang suami melangkah masuk ke dalam kamar. Sekar juga melakukan hal yang sama, ia menyusul Sela yang lebih dulu memasuki kamar mereka.

__ADS_1



____________________________________________


...Kamar Orang tua Kevin, 20.12 a.m....



Ketty


Kini ketty sedang beristirahat di dalam kamar, sang suami yakni Tuan Vernone saat itu sedang membersihkan diri di kamar mandi.


Ting.. Tong..


Ketty menengok ke arah pintu, baru saja ia mendengar suara bel yang berasal dari balik pintu. Ketty pun bangkit dari ranjang, ia mulai berjalan mendekati pintu kemudian membuka nya setelah terdengar bunyi bel untuk yang kedua kalinya.


Klek..!!


...Krieett.....


Ketty tertegun mendapati satu orang staff hotel kini sudah berdiri di luar pintu, pria itu datang sambil membawa nampan berisi makanan dan juga obat oles.


"Selamat malam, Bu. Maaf jika saya sudah menganggu waktu istirahatnya, saya datang ke sini ingin mengantarkan makan malam untuk Tuan dan nyonya, sekalian obat oles nya juga.." ucap Staff itu dengan begitu ramah.


Ketty mengernyit, "Tunggu, sebentar. Tapi saya belum memesan sesuatu sejak tadi, mungkin saja kamu salah kamar, Nak. Saya merasa tidak memesan apa pun .." ucap Ketty yang bingung.


"Saya tidak salah kamar, Bu. Pesanan ini atas nama Nona Sekar untuk nyonya dan Tuan. Mohon di terima ya...!" ucap staff sambil mengurai senyum.


Ketty tertegun, "Ah..,ternyata ini dari Sekar ya. Maaf ya, saya tidak tau. Ya sudah, kalau begitu saya terima ya.." ucap Ketty sambil meraih nampan yang ada di tangan staff. "Iya, Bu. Ini, silahkan.." ucap staff menyerahkan nampan yang ia bawa kepada ketty.


"Ya sudah, Bu. Saya permisi dulu, jika nyonya butuh sesuatu. Anda bisa langsung menelfon bagian room servise.." ucap Staff. "Ya, silahkan. Dan terimakasih untuk makannya, ya.." ucap Ketty begitu senang.


"Ya, Bu.." ucap Staff yang mulai berlalu dari hadapan Ketty. Ketty pun masuk ke kamarnya kembali, lalu meletakkan nampan yang ia bawa ke atas meja.

__ADS_1


"Sekar.., kamu memang calon menantu yang baik, Nak. Aku saja belum kefikiran untuk memesan semua ini, tapi calon menantuku itu sangat peka dan tau bagaimana cara menyenangkan orang tua.. " ucap Ketty tersenyum puas sambil menatap nampan yang ada di meja.


__ADS_2