
"Yo.. kan kamu udah bantuin aku nih waktu itu, terus aku harus balas budi ke kamu pakai apa..?" ucap kemala. Rio terkekeh, "Astaga La, kita lagi di zaman modern. Ngapain sih masih mikirin balas budi segala.." ucap Rio.
Kemala tersenyum kikuk, "Iya aku tau, tapi aku nya ngerasa ngak enak. Masak iya sih, kamu udah baik sama aku tapi aku nya ngak ngebales apa-apa.. " ucap kemala.
Rio menghela nafas, "Denger ya La, gue bantuin lo waktu itu tanpa pamrih. Jadi, lo ngak perlu mikirin balas budi apa pun sama gue.. " ucap Rio. Kemala terdiam, "Kamu serius, kamu ngak mau apa gitu..?" ucap kemala.
Rio mengangguk, "Aku ngak butuh apa pun, serius. Bisa kenalan sama lo aja, itu satu balas budi yang paling indah.." ucap Rio. Kemala tertegun seiring jatung nya yang kian berdebar. Kata-kata Rio tadi terasa romantis di telinga nya dan membuat nya berfikir sesaat, bahwa diri nya lah sosok gadis spesial di mata pria itu.
Kemala dan Rio saling pandang, mereka mengurai senyum bersama. "Lo kelihatan manis la, apalagi pas senyum kayak gitu.. " ucap Rio. Kemala tersipu kembali, wajah nya seketika merona. "Ka, kamu bisa aja yo.. " ucap kemala gugup. Rio tertawa pelan sambil terus memandangi wajah kemala, yang memerah karena menahan malu.
Selang beberapa saat..
"Yo, ini kopi nya ya. Sesuai pesenan kamu, 10 cups tanamera.. " ucap kemala sambil menyerahkan 2 kantung kopi pada pria itu. Rio meraih kantung itu, "Makasih ya, la.." ucap nya. "Sama-sama.. " ucap kemala dengan senyuman nya.
Rio berdiri dari tempatnya, "Ya udah, la. Gue harus cabut sekarang, gue duluan ya... " ucap Rio. "Iya, yo. Silahkan dan makasih karena sudah mampir ke sini.. " ucap kemala. Rio tersenyum, "Iya, see you gril.. " ucap Rio, "See you too.. " ucap kemala sambil melambaikan tangan sesaat.
__________________________________________
Kemala
Setelah Rio pergi, kemala melanjutkkan kembali aktivitasnya. Saat kemala tengah asik mengelap meja pantri, dua pelanggan wanita menghampari nya yang tak lain adalah Riri dan keysa.
__ADS_1
Riri dan keysa tiba-tiba duduk di hadapan kemala, kemala sedikit terkejut akan kehadiran mereka. Lalu kemala mengulas senyum ke arah mereka, "Ada yang bisa saya bantu, dek..?" ucap kemala.
Riri dan keysa saling pandang, lalu menatap kemala seperti seseorang tengah mengintimidasi. "Kami ngak butuh apa pun, aku cuma mau tanya sama kakak. Kakak ada hubungan apa sama cowok tadi..?" ucap Riri.
Kemala berhenti mengelap meja, ia tertegun mendengar ucapan Riri. "Iya, aku juga. Aku juga pengen tau, Kakak ada hubungan apa sama cowok tadi. Kenapa kelihatan akrab gitu, apa kalian pacaran.. ?" ucap keysa penasaran.
Kemala tersenyum kikuk, "Emang ada apa ya, dek. Kakak ngak ngerti, kenapa kalian tiba - tiba nanya soal ini.. " ucap kemala. Riri memutar bola mata nya malas, "Duh, tinggal di jawab aja, apa susah nya sih. Kami pengen tau hubungan kakak sama cowok tadi..?" ucap Riri.
"Ah, atau jangan-jangan. Kakak ini pacar nya ya..?" ucap Riri to the point. Kemala terkejut, "Eng, engak.." ucap kemala, "Ayolah kak, ngaku aja. Jangan bohong sama kita, kita bukan anak kecil lagi ya..!" ucap keysa mendesak kemala.
"Duh, aku harus jawab apa. Ngak mungkin, aku ngaku-ngaku jadi pacar nya Rio.. " batin kemala.
"Jangan diam aja dong, kak. Jujur aja, kakak ini pacar nya kak Rio kan, cowok tadi..?" ucap Riri. Kemala terdiam sesaat, "Engak, dek. Beneran, dia cuma teman kakak kog.. " ucap kemala.
Riri dan keysa tertawa, "Udah deh, ngak usah bohong. Pelit amat, ngak mau ngasih. Takut di rebut sama aku ya..?" ucap Riri sinis. Kemala menggeleng pelan, "Mereka mau nya apa sih..?" batin kemala.
"Aku serius, kakak emang ngak punya nomer telfon nya Rio. Kalau kamu mau, minta aja gih sama orang nya langsung .." ucap kemala sambil menahan kesal. Riri dan keysa berhenti tertawa, mereka tak puas dengan jawaban kemala.
"Jangan sok cantik deh, bilang aja ngak mau ngasih. Ngak usah pakai acara bohong segala.." ucap Riri kesal. "Iya, betul kata Riri. Ngapain sih kakak bohong, tinggal kasih tau aja berapa nomer telfon cowok tadi. Apa sih susah nya ..?" gertak keysa.
Kemala terkejut, "Kalian susah banget ya di bilangin. Kakak emang ngak punya nomer nya Rio, jangan maksa deh...!" ucap kemala. Riri dan keysa saling pandang, "Yuk, cabut. Buang - buang waktu aja ngomong sama orang pelit.." ucap Riri. Keysa mengangguk, "Yuk.. " ucap keysa.
__ADS_1
Riri dan keysa mulai melangkah pergi dari hadapan kemala, kemala menatap ke pergian mereka. "Astogfiruallah hal adziim, sabar la. Sabar.. " gumam kemala sambil mengusap dada nya. Kemala mengatur emosi nya, jujur ia merasa kesal atas ucapan mereka.
"Mereka masih remaja, la. Wajar, sifat nya masih labil.." batin kemala.
__________________________________________
...Ruang Meeting...
Rio
Ferdi mulai membagikan kopi tanamera yang tadi di beli oleh Rio kepada semua staf dan juga klient yang ada di ruangan meeting.
"Silahkan, di minum..!" ucap ferdi pada semua orang, semua orang yang ada di ruangan pun mulai meneguk kopi yang di berikan oleh ferdi. Ferdi duduk kembali di samping Rio, Rio melirik ferdi sambil menyesap kopi yang ada di tangan nya.
"Yo, ini kan kopi tanamera.Tadi, lo mampir ke sana ya..?" ucap ferdi. Rio mengedipkan mata, lalu meletakkan kopi nya ke atas meja. "Iya, tadi gue ke sana.. " ucap Rio, ferdi tersenyum.
"Udah berani ya sekarang, pergi ke sana sendirian. Gue fikir, lo bakal jiper habis di jewer sama tuh kakek.." ucap ferdi sambil tertawa. Rio tersenyum kikuk. "Ya, ngak lah. Ya kali gue jiper, lo aja deh..." ucap Rio yang lalu mengalih kan pandangan nya ke arah lain.
"Egh, kog jadi gue..?" ucap ferdi, "Emang elo kali yang jiper, nuduh gue.. " ucap Rio. Ferdi tersenyum, lalu memukul pelan lengan Rio dengan profosal yang ada di tangan nya.
__ADS_1
"Ih, lo kog mukul sih..?" ucap Rio sambil mengusap lengan nya. Ferdi tersenyum lebar, "Ngaku aja, deh. Lo suka kan sama tuh cewek..?" ucap ferdi menggoda Rio.
Rio tersentak, "Siapa yang suka, engak tuh.. " ucap Rio lirih. Ferdi tertawa, "Udah lah, ngaku aja sama gue.." ucap ferdi. "Apa sih yang perlu di akuin, ngak paham gue.. " ucap Rio ngeles. Ferdi tertawa renyah.