Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 74


__ADS_3

...Di Kamar, 17.45 p.m....



Sekar


Sekar baru saja selesai berias, di saat yang bersamaan Sela juga sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hair drayer. Sekar melirik Sela, "Dari tadi Sela diam aja, apa dia lagi tersingung sama ucapanku..?" batin Sekar merasa bersalah.


Sejak kembali dari kamar Jeff, Sela memang sengaja mengacuhkan Sekar dan tak berniat berbicara denganya. Sela berusaha focus dengan kegiatannya dan bersikap seolah-olah dirinya saja yang ada di kamar itu.


Sekar menghela nafas, ia merasa sedih melihat adiknya yang terus memalingkan wajah.Sekar meraih ponsel yang ada di nakas, lalu ia memberanikan diri mendekati sang adik yang sejak tadi duduk sendirian di tepi ranjang.


"Sela..", panggil Sekar, namun Sela tak juga bergeming apalagi melihat wajah sang kakak sesaat. Sekar tersenyum getir, "Sel.., maaffin kakak ya. Kakak yang salah, yang tadi siang itu kakak lagi marah sesaat sama kamu. Tolong ... jangan di masukin ke hati ya.." ucap Sekar.


"Ya.." ucap Sela datar. "Ma-makasih ya, Sel.." ucap Sekar senang karena maafnya di terima oleh adiknya meski ucapannya terdengar terpaksa. "Hm.." ucap Sela yang kemudian menyalakan hair drayer nya kembali.


"Kakak cuma mau ngomong itu aja, ya sudah. Kalau begitu kakak keluar dulu ya, nanti kalau kamu nyariin kakak. Kakak lagi sama Mas Kevin di restaurant yang ada di lantai 1 hotel ini, nanti kamu nyusul ya.." ucap Sekar. Sela mengangguk.


Sekar beranjak keluar, Sela memperhatikan langkah kaki sang kakak. Ia mematikan hair drayer lalu meletakkannya di ranjang begitu saja. Sela mengusap wajahnya, matanya berkaca-kaca menahan air mata yang hendak jatuh.


...Tuhan..kini ada dua pilihan yang sulit tepat di depan mataku. Aku tak berharap banyak,aku hanya ingin bahagia dengan dia yang mungkin belum mencintaiku.....


...__________________________________________...

__ADS_1


...Restaurant Kuta, 18.05 a.m....



Kevin


Kevin dan Sekar kini bersama Aya, rekan kerja Sekar sekaligus IO pernikahan mereka. Aya dan tim-nya lah yang menyiapkan tempat untuk acara ikar mereka nanti, lokasi tempat ikar dua sejoli itu berada tak jauh dari area pesisir pantai kuta.


"Ya.., aku sama Sekar mau ngucapin banyak terimakasih ya sama kamu dan anggota tim yang lain.Terimakasih ... untuk kerja keras kalian selama menyiapkan acara kami.. " ucap Kevin sambil menatap Aya. Aya tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.


"Aku juga, Ya. Aku sangat berterimakasih sama kamu dan tim, ngak tau lagi deh misalkan ngak ada kalian waktu itu. Apalagi, mengingat rencana pernikahanku dan Mas Kevin ini terkesan mendadak. Kamu dan tim memang IO terthe best pokoknya .." ucap Sekar.


"Terimakasih kembali, aku dan tim juga senang karena kalian mau mempercayakan acara ini kepada kami. Jujur, aku sendiri begitu excited saat menyiapkan acara kalian kali ini. Apalagi, ini adalah acara paling penting dalam hidup Sekar, sahabatku tersayang. Aku dan tim janji akan mempersiapkan segalanya dengan baik, semoga nanti kalian suka dengan hasilnya ya.." ucap Aya.


Kevin, Sekar dan Aya saling pandang, mereka bertukar senyum. "Aya.., apa kamu bisa memberikanku sedikit bocoran mengenai tempat ikarnya nanti. Jujur saja Aya, aku sangat penasaran.." ucap Sekar mendesak Aya.


Aya tersenyum kikuk, "Bo-bocoran, ya? Duh.., gimana ya Sekar. Kayaknya aku ngak bisa ngasih tau kamu, kalau aku kasih tau kamu sekarang bisa-bisa nanti ngak jadi kejutan lagi deh.." ucap Aya beralasan.


"Hm begitu, ya. Ya udah deh, ngak papa. Ngak usah..." ucap Sekar sedih. Kevin merangkul bahu Sekar, mengusap bahunya pelan. Sekar melihat Kevin, Kevin juga melihatnya.


"Jangan sedih, benar apa yang di bilang Aya barusan. Ini satu kejutan buat kamu, jadi di simpan aja dulu rasa penasarannya ya.." ucap Kevin. "Iya, Mas.." ucap Sekar mengurai senyum.


"Oh ya, kalian berdua sudah fithing baju apa belum? Aku sampai lupa mau nanya soal ini.. " ucap Aya. "Rencananya, kami akan fithing baju di butik kenalan ibu ku yang lokasinya tak jauh dari di sini, Ya. Mungkin, kami semua akan pergi ke sana besuk..." ucap Kevin.

__ADS_1


"Bagus deh, kalau begitu. Pokoknya kalian harus menyiapkannya dari jauh-jauh hari ya, jangan sampai terlalu dekat dengan hari H-nya. Satu lagi, kalau bisa kalian juga beli setelan dan gaun cadangan. Kita ngak tau, nanti di tengah acara ada insiden apa engak. Jadi, lebih baik kita mengantisipasinya lebih dulu.. " ucap Aya.


"Ya, kamu benar Aya. Kami akan menyiapkan segalanya. Hah.. ,semoga saja pernikahan kami berjalan dengan lancar.." ucap Kevin berusaha berfikir positif. Sekar dan Aya mengangguk.


Selang beberapa saat..


Di saat mereka bertiga sedang asik makan, Sela dan Jeff datang lalu duduk di hadapan mereka. "Malam, semuanya..!" ucap mereka bersamaan. Sekar, Kevin dan Aya tersenyum melihat kedatangan mereka.


"Malam.. " ucap Sekar dan Kevin. "Malam juga.." ucap Aya terpesona sambil menatap sosok Jeff. Mereka bertiga saling pandang, setelah itu Kevin memanggil pelayan lalu menyuruh Sela dan Jeff untuk segera memesan makanan mereka.


Sela dan Jeff selesai memesan, mereka semua kembali berbincang. "Jeff, Sela, maaf ya kita bertiga jadi makan duluan.." ucap Kevin yang merasa tak enak. "Ngak papa, Vin. Lanjutin aja makannya.." ucap Jeff. "Iya, ngak papa kog. Kita berdua bisa nyusul nanti.." ucap Sela sembari tersenyum.


Kevin tersenyum sesaat, ia lanjut menyantap makanannya. Di sisi lain, Aya masih termenung menatap Jeff yang saat ini duduk di samping nya. Sekar mengamati Aya, ia tertawa melihat reaksi sahabatnya itu setiap kali bertemu dengan pria tampan.


"Jeff.." panggil Sekar, Jeff tersentak. "Ya, Sekar." ucapnya antusias. "Sepertinya.., Aya pengen kenalan sama kamu. Kalian berdua kenalan dulu, gih..!" ucap Sekar yang sangat tau isi fikiran Aya. Aya terkejut, ia melihat Sekar dengan raut wajah bingung. Sekar mengedip kan matanya, Aya pun menyadari jika Sekar sedang membantunya. Aya tersenyum.


"Ah, iya benar. Kami belum saling mengenal, jadi. Ayo, mari kita berkenalan dulu..?" ucap Aya yang kemudian melihat Jeff kembali. "Baiklah, mari kita berkenalan. Nama ku Jeff, dan kamu.." ucap Jeff sambil mengulurkan tangannya ke arah Aya.


Aya dengan cepat membalas uluran tangan Jeff, "Aku Aya, rekan kerja sekaligus sahabat sekantor Sekar yang paling baik dan juga manis..." ucapnya sembari tersenyum. Jeff pun membalas senyuman Aya.


Sela menatap Aya dengan sinis, "Hih..., dasar si Aya. Kenapa dia jadi sok manis gitu di depan Jeff, bikin aku kesal aja.." batin Sela.


Jeff hendak melepaskan tangannya dari tangan Aya, namun gadis itu malah semakin mengerat kan pegangannya. Sela yang sudah terbakar api cemburu, ia langsung menyentil tangan Aya hingga membuat tangan keduanya terlepas karena Aya langsung memekik kesakitan.

__ADS_1


"Aw, Sela! Kamu apa-apaan sih, kenapa tangan ku di sentil. Sakit, nih.." rutuk Aya sambil mengusap punggung tangannya. Sela menjulur kan lidahnya sedikit, sengaja ia mengejek Aya dan tak memedulikan perasaannya.


"Salah sendiri, kenapa lo sok manis gitu sama Jeff. Jeff bukan jatah lo ya, awas aja ya kalau lo genit lagi sama dia. Gue lihatin nih...!" ucap Sela sambil menunjuk matanya sendiri lalu menunjuk mata Aya dengan kedua jarinya.


__ADS_2