
Ibu berdecak kesal, ia jadi begitu tak sabaran apalagi mendengar ucapan suaminya yang terkesan santai. "Hih.., bapak emang ngeselin. Ngak ngerti apa, ibu lagi cemas begini. Bantuin, keg.." ucap Ibu sambil manyun. Pak Abi hanya geleng-geleng kepala melihat istrinya yang kini merajuk.
Pak Abi mencoba mengacuhkan istrinya dan kembali focus pada laptop yang ada di depan mata. Puspa tercengang melihat reaksi Abi suaminya, dari dulu sampai sekarang sikapnya selalu sama, selalu saja tenang meski ada masalah sekalipun.
Puspa mengedarkan pandangnya, ia melihat Sekar yang baru saja balik dari belakang. Puspa langsung memanggilnya, "Sekar.. sini, Nak. Ibu mau bicara..!". Sekar langsung menoleh ke arah puspa, ia tersenyum sesaat lalu berjalan mendekati wanita paruh bayah itu.
"Ada apa, Bu..?" ucap Sekar, puspa mulai menceritakan kekhawatiran saat ini kepada Sekar. Sekar mengerti, "Bu.., ibu yang tenang ya! Misalkan nanti sampai lewat jam 9, tapi si sela belum juga pulang. Sekar akan keluar, buat nyari Sela .." ucap Sekar menenangkan puspa.
Puspa mengangguk, "Ibu.., lebih baik sekarang ibu duduk ya sama Ayah. Sekar, mau ngecek keadaan luar dulu. Siapa tau kan, si Sela bentar lagi pulang.." ucap Sekar. "Iya.., Sekar. Sebelum kamu keluar, coba kamu telfon si candy dulu. Tadi si sela pergi sama dia.." ucap Ibu.
"Candy? Ah, iya. Sekar ada kog nomernya si candy, sebentar ya. Sekar coba telfon candy dulu, siapa tau nanti di angkat sama dia.." ucap Sekar yang langsung membuka ponselnya dan mencari kontak bernama candy.
Puspa begitu antusias, ia sangat berharap jika nanti sekar akan mendapatkan kabar dari candy mengenai keberadaan Sela saat ini. Sekar mulai menghubungi candy, tak berselang lama candy langsung mengangkat telfonnya.
Panggilan terhubung...
'Hallo, can..?' ucap Sekar senang.
'Iya.., kak. Ada apa, tumben nelfon aku?' ucap Candy yang saat ini tengah berada di club.
'Ngak ada.., kakak cuma mau tanya nih. Sela lagi sama kamu, ngak. Kata ibu, tadi sela perginya sama kamu..?' ucap Sekar.
Candy terdiam sesaat, terdengar gadis itu sedang mengobrol dengan seseorang. Sekar sedikit was-was, di saat ia mendengar dentuman lagu yang begitu familiar di telinganya dan berasal dari telfon candy.
'Can.., kamu dengar kakak, kan. Kog kamu diam aja?' ucap Sekar lirih.
'Kamu lagi dimana sih, Can. Kenapa kakak dengar lagu DJ ya..?' ucap Sekar curiga.
__ADS_1
"I-iya, kak. Candy lagi ada di rumah teman nih, dia nyetel lagu kenceng banget. Maaf ya.., bisa di ulangi ngak, kak. Kakak tadi mau tanya apa sama aku ..?" ucap Candy pura-pura tidak dengar ucapan Sekar barusan.
"Tadi kakak tanya, si sela lagi ada sama kamu ngak. Kalau ada, kakak pengen ngomong sama dia nih..' ucap Sekar mendesak candy.
Candy jadi gelagapan, 'Ah, Se-sela ya. Duh.., gimana ya jelasinnya. Jujur ya, kak. Tadi si sela emang pergi sama aku tapi kita udah pisah dan sekarang sela lagi di anterin pulang sama Jeff, temanku.. ' ucap candy menjelaskan.
Sekar tertegun sesaat, 'Jeff? Jeff siapa, can..?' ucap Sekar.
'Iya.., si Jeff kak. Si Jeff temannya si Johnny, orangnya baik kog. Kakak ngak perlu khawatir, mungkin mereka masih di perjalanan pulang.. ' ucap Candy sekenannya.
Sekar menutup mulutnya, ia tak habis fikir dengan candy yang membiarkan Sela di antar pulang oleh seorang pria, meskipun pria itu mungkin saja temannya. Tetap saja membuat sekar khawatir, ia jadi sedikit kesal pada Candy.
'Terus.., kamu tadi lihat ngak. Mereka pulangnya lewat jalan mana..?' ucap Sekar setengah marah.
'Kalau ngak salah ingat, mereka pulang lewat jln. Hasannudin, kak..' ucap candy.
'Hm, begitu. Nanti deh, coba kakak cari mereka. Lalu, kamu ada foto atau nomer cowok itu ngak. Kalau ada, kirimin ke kakak sekarang juga ya..!' ucap Sekar.
'Can.., candy. Kamu masih di situ, kan..?' ucap Sekar yang mulai tak sabaran.
'Iya.., kak. Aku pasti akan kirim foto dan nomer cowok itu ke kakak. Sabar dulu ya, kak. Candy tutup telfonnya ya, kita lanjutin ngobrolnya lewat chat saja.. ' ucap Candy.
'Ya, kakak tunggu..!' ucap Sekar menahan kesal.
Panggilan berakhir..
Ting..
__ADS_1
Tak berselang lama, masuk notificasi pesan dari candy. Gadis itu ternyata tidak lah berani membohongi sekar, ia benar - benar mengirim kan nomer kontak dan juga foto pria yang saat ini sedang mengantar Sela pulang.
[082xxxxxxxxx...] dari Candy.
[Ini nomernya Jeff, temanku yang aku omongin ke kakak tadi. Sela sama cowok ini baru aja kenalan di cafe dan orangnya juga baik.Tolong, kakak percaya ya sama aku dan jangan terlalu khawatir ..] dari Candy.
Candy sand a picturest
Puspa begitu heran melihat ekspresi Sekar yang nampak terkejut sambil menantap layar ponselnya. Puspa mendekati Sekar, ia mencoba melihat isi chatingan antara putrinya dengan Candy. Puspa mengernyit, saat mendapati foto Jeff yang baru saja di kirim oleh Candy ke ponsel Sekar.
"Sekar.., kenapa si candy bisa punya foto Jeff. Apa maksud dia ngirimin foto Nak Jeff ke kamu? Ibu jadi bingung .." ucap puspa sambil mengusap pelipisnya.
Sekar melirik ibunya, "Kemungkinan besar Sela sekarang lagi sama Jeff, Bu. Candy yang bilang tadi .." ucap Sekar. Ibu terkejut, kemudian tersenyum mendengar penuturan Sekar.
Sekar dan puspa saling pandang, puspa merasa lega karena tau jika Jeff yang saat ini bersama Sela. Dari pertama kali ia berjumpa dengan Jeff, Puspa sudah menyukai anak laki-laki itu. Ia berharap agar putri kedunya Sela bisa dekat dengan Jeff.
____________________________________________
...Mobil Jeff, 20.27 a.m....
Saat di perjalanan pulang..
Jeff kembali melajukan mobilnya menuju rumah Sela. Sesekali Jeff melirik Sela yang saat ini sedang asik memainkan tangannya. Sela dengan sengaja menciup-niupi bulu halus yang ada di tangan Jeff.
"Geli, Sel..!" resah Jeff , Sela tertawa pelan mendengar reaksi Jeff. "Jelangkung.. tangan lo gede banget sih, makan apa coba kog tangan lo bisa segede ini. Huh..?" ucap Sela gemas sambil mengusap-usap tangan Jeff yang berotot.
__ADS_1
Jeff tertawa, "Ngak makan apa-apa, gue malah sering banget diet. Ini gara - gara gue yang rajin ngejim aja.." ucap Jeff sambil memperhatikan jalanan. "Diet? Yeah.., gue kalah deh sama lo. Gue aja dari dulu ngak pernah bisa diet. Ngak kuat, pengen nya ngemil terus .. " ucap Sela jujur.
Jeff tersenyum tipis, "Pantes aja.., pipi nya jadi chubby begini. Ternyata suka nya ngemil ya, imut banget sih.." ucap Jeff sambil mencubit- cubit pipi sela. Sela tersipu malu, "Kenapa Jeff jadi manis gini ya sama aku? Ngatain aku imut lagi.." batin Sela.