Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 65


__ADS_3

...Meja Makan, 06.58 p.m....



Sekar


Di sisi lain, Sekar terkejut mengetahui Puspa yang begitu mendukung kedekatan adiknya dan Jeff. "Ibu baru aja kenal sama Jeff, tapi ibu sudah sebegitu yakinnya ya mau jodohin Sela sama Jeff. Iya, aku tau.. Jeff memang pria yang baik.Tapi.., apa iya Jeff akan cocok di sanding kan sama Sela, yang sifatnya masih kekanak- kanakan begini..?" batin Sekar.


"Iya, Bu. Ibu tenang saja, putri kedua ibu ini kan cantik. Mana mungkin.., Jeff bisa menolak pesona Sela.." ucap Sela membanggakan diri sambil melihat ke arah Sekar. Sekar jadi salah tingkah, ia merasa tersindir akan ucapan Sela barusan.


"Iya, Sel. Ibu sependapat sama kamu.." ucap Ibu sambil menyantap Sandwick yang ada di tangannya. "Oh ya, Sel. Kemarin malam saat kamu tidak ada di rumah, calon kakak iparmu dan keluarganya datang ke rumah loh, ya kan Sekar..?" ucap Ibu sambil melirik Sekar. Sela terkejut.


Sekar mengangguk, "Iya, Dik. Mas kevin dan keluarganya tadi malam datang ke rumah, lalu kita semua pun rundingan mencari tanggal pernikahan yang cocok. Dan akhirnya kedua pihak keluarga pun sepakat untuk memilih tanggal 25 nanti, sebagai tanggal pernikahan kakak dan Mas Kevin.


"Dan rencananya, pernikahan kakak akan di selenggarakan di Bali. Kakak dan Mas Kevin sudah memesan tiketnya, kita semua akan berangkat ke Bali, besuk sore..." ucap Sekar kembali mengurai senyum mengingat kabar pernikahannya yang semakin dekat.


"Di Bali? Tanggal 25? Hah.., ini serius. Ibu sama kakak ngak lagi becanda, kan..?" ucap Sela begitu terkejut mengetahui pernikahan Sekar yang akan terjadi 4 hari lagi.


Sekar tertawa, "Ya serius lah, Sel. Masak iya, kakak becand soal acara sepenting ini.." ucap Sekar. "Iya, Sel. Benar kata kakakmu, kita berdua mana mungkin bohong. Kalau kamu masih ngak percaya, tanyain gih sama ayah. Ibu jamin, jawaban ayah pasti sama hehe.." ucap Puspa sambil tertawa.


Sela tersenyum kikuk, "Duh.., aku harus apa sekarang? Gimana cara ku bantuin Jeff, kalau pernikahan kakak malah di percepat begini..." batin Sela yang panik sambil mengusap-usap pelipisnya.

__ADS_1


Ibu mengernyitkan, "Sel.., kamu kenapa? Kamu lagi sakit kepala ya, mau ibu ambilin obat..?" ucap Puspa yang khawatir melihat Sela yang memegangi kepalanya. "Ah, eng-ngak Bu. Sela lagi ngak kenapa-napa kog, ini lagi pusing aja karena mikirin tugas kuliah .." ucap Sela ngeles.


"Oh, gitu. Ibu fikir kamu sakit, Nak. Udah lah, Jangan terlalu di bawa pusing, kamu ngerjain nya pelan-pelan aja nanti juga kelar.. " ucap Puspa. "Iya, Bu.." ucap Sela tersenyum.


"Tapi, Bu, Kak. Kenapa pernikahan kakak jadi di percepat begini, apa tanggal 25 ngak terlalu cepat ya..?" ucap Sela. "Niat baik kalau bisa ya harus di segerakan, Sel. Jangan di tunda-tunda, mumpung calon pengantinnya lagi ngebet kawin.." ucap Puspa menggoda Sekar.


Sekar tersipu malu, "Ah, ibu apa sih. Pernikahan kakak di percepat kan karena orang tua Mas Kevin yang minta, begitu dik..." ucap Sekar menjelaskan.


"Tapi, kak. Sesuatu yang terburu-buru biasanya ya, hasilnya belum tentu baik. Apa kakak sendiri sudah yakin mau menikah sekarang..?" ucap Sela mencoba mempengaruhi sang kakak.


"Sela! Kamu ngomong apa sih, orangnya mau nikah kog di tanya begitu. Nanti kakakmu jadi bingung loh..!" ucap Puspa setengah marah. Sela tersenyum tipis, "Ibu..., ini kan pernikahan kakak, ya. Aku sebagai adik, wajar lah kalau aku jadi cemas sama perasaan kakak.." ucap Sela membantah ucapan Puspa.


"Sudah, sudah. Ibu sama Sela jangan ribut, dan buat kamu Sela. Kamu ngak usah khawatir ya, kakak sendiri sudah siap untuk menikah.." ucap Sekar.


"Sela! Kamu ini banyak bicara ya dari tadi, kamu fikir semua laki-laki jahat begitu. Jangan sembarang menilai orang, ya.." gertak Ibu. "Ibu, Sela kan lagi bicara sama kakak. Tolong ya.., ibu diam dulu.." ucap Sela.


Puspa yang kesal langsung mencubit tangan Sela, "Aw, sakit..!" pekik Sela sambil mengusap- usap bekas cubitan Puspa. Sekar terkejut, "Sela, kamu kenapa..?" ucapnya cemas. "Ini, kak. Tanganku tadi di cubit sama ibu, sumpah ibu tega banget sama aku .." rengek Sela dengan memasang wajah memelas.


"Sela.., kamu yang salah di sini. Ngak seharus nya kamu nyuruh orang tua diam, mereka juga punya hak untuk bicara. Dan satu lagi, soal Mas kevin. Mas Kevin itu orangnya baik, Sel. Sikap nya dewasa dan juga pengertian. Mas Kevin itu masuk kriteria pria sempurna, idaman kakak tentunya .." ucap Sekar.


Sela terdiam, ia jadi kehabisan kata untuk mempengaruhi fikiran Sekar. Kakaknya terlihat begitu menyukai Kevin, entah cara apalagi yang harus Sela lakukan agar ia bisa menggagalkan pernikahan mereka. Fikiran dan idenya saat ini tengah buntu.

__ADS_1


____________________________________________


...Restaurant Zero, 13.01 p.m....



Lila


Kini Lila tengah berada di Restaurant Zero, Lila memilih restaurant ini sebagai tempat janjianya bersama pria asing bernama Vero. Tak berselang lama, sosok yang di tunggu Lila akhirnya datang juga. Vero dan Lila saling menyapa, setelahnya Vero mulai duduk di kursi yang ada di samping Lila.


"Maaf ya aku datang, tadi di jalan macet. Kamu udah nunggu dari tadi ya, La..?" ucap Vero. Lila menggeleng, "Enggak juga, aku juga baru aja datang. Yah.., kamu cuma telat 5 menit aja dari waktu jajian kita.." ucap Lila sambil mengaduk- aduk jus-nya.


"Jangan marah ya, cantik. Nanti manisnya kamu hilang loh.." ucap Vero basi-basi sebelum membicarakan hal yang lebih penting. "Udah lah, lo ngak usah ngerayu gue. Kita janjian di sini buat yang lain, lo pasti bawakan apa yang gue minta ..?" ucap Lila to the point.


"Bawa, engak ya. Ya, pasti bawa lah. Apalagi, ini kan urusan duwit. Tunggu, sebentar ya.." ucap Vero yang mulai merogoh saku kemejannya, lalu mengambil sebuah flashdisck yang sejak tadi tersimpan di sana.


"Nih, barang yang lo minta. Videonya udah gue salin di sini, tapi awas ya. Jangan sampai informasi ini bocor ke telinga Pak Rusli, gue ngak mau dapat masalah karena ini..!" ucap Vero menyerahkan flashdisk itu pada Lila.


Lila meraih flashdisck itu dari tangan Vero, "Lo tenang aja, gue paling pintar yang namanya nyimpan rahasia. Gue jamin, soal ini hanya kita berdua aja yang tau. Thanks ya, ver .." ucap Lila begitu senang mendapatkan flashdisck itu.


"Yeah, sama-sama. Tiba-tiba gue jadi laper nih, lo temanin gue makan siang dulu ya..!" ucap Vero merayu Lila. Lila mengangguk, "Boleh.., gue yang traktir kali ini. Lo pesanin gih, makanannya.." ucap Lila. Vero tersenyum lebar, "Siap, Boss..!" ucap Vero yang mulai memanggil satu orang pelayan.

__ADS_1


Lila tersenyum licik, memandangi flashdisck yang ada di tangannya, "Sekar, sekar, lo mau main-main ya sama gue. Lihat aja, hidup lo ngak bakalan tenang.." batin Lila.


__ADS_2