
...Apartement Jeff, 21.45 a.m....
Jeff
Jeff tengah termenung di ruang tamu apartementnya. Ia merasa sedih mengingat kejadian di parkiran tadi. Melihat bagaimana wanita yang ia suka selama ini, malah asik berciuman dengan pria lain.
"Siapa laki-laki itu? Aku belum pernah melihatnya.." batin Jeff begitu penasaran. Johnny datang menghampiri Jeff sambil membawa nampan berisi wine dan sampanye.
"Jeff, lihatlah! Gue bawa apa, nih gue bawain wine favorite lo. Wine dari sidney langsung.." ucap Johnny sambil cengar-cengir. Jeff tersenyum puas, "Lo tau aja, john. Gue lagi pengen minum itu.. " ucap Jeff.
Johnny meletakkan nampannya ke atas meja, menyajikan sebotol wine dan sampanye yang ia bawa. Jeff yang peka langsung bergeser ke samping, "John, duduk sini gih..!" ucapnya. Johnny menurut lalu duduk di samping Jeff.
"Lo mau yang mana? Wine apa sampanye, biar gue yang tuangin deh.." ucap Johnny sambil membalikkan gelas. "Wine aja, gue lagi butuh yang manis-manis.." ucap Jeff yang teramat sedih. "Sebentar ya.." ucap Johnny sambil membuka tutup botol wine.
Johnny mulai menuangkan winenya ke dalam gelas, setelah itu menyerahkannya pada Jeff yang sudah menanti sedari tadi. Jeff meraih segelas wine yang di berikan oleh johnny, lalu meminumnya hingga tandas dengan sekali teguk.
Tak, Jeff meletakkan kembali gelasnya ke atas meja. Johnny menatap Jeff dengan tatapan heran.Jeff terlihat berbeda malam ini, wajahnya nampak murung dan tak bersemangat seperti biasanya.
Jeff meraih botol wine yang ada di meja, kemudian mengisi gelasnya dengan wine itu. "Sob, lo lagi kenapa? Kelihatannya lo lagi ada fikiran.." ucap Johnny khawatir. Jeff melirik Johhny, "Fikiran apa? Gue lagi ngak mikir apa - apa tuh.." ucap Jeff ngeles.
"Yakin nih, kalau lo mau. Lo bisa cerita kog sama gue, siapa tau kan gue bisa bantu..?" ucap Johnny yang bersikap dewasa menghadapi temannya yang kini tengah labil.
Jeff terkekeh, "Lo ngomong apa sih? Gue kan udah bilang sama lo. Gue ngak punya masalah, lo masih ngak paham juga ya..?" ucap Jeff sedikit sensi.
Johnny hanya menggelengkan kepalanya, ia memilih diam agar tak sampai berdebat dengan Jeff. Jeff berulang kali meneguk winenya, hingga dapat menghabiskan sebotol wine seorang diri. Di sisi lain johnny hanya meminum segelas wine dan juga sampanye.
Johnny melirik Jeff, pria itu sudah mabuk berat dan kehilangan kesadarannya. Jeff mulai mengigau sambil senyum-senyum sendiri dan terkadang tertawa tak jelas.Tak berselang lama, Jeff malah menangis, johnny hanya mendengar suaranya namun tidak dengan air matanya.
__ADS_1
Hiks..
Hiks..
"Sekar.., kau jahat, kau jahat sekali pada ku. Aku datang jauh-jauh dari sidney, naik pesawat ... wush.. wush.. lama sekali. Tapi kenapa, kenapa kau malah mencampakkanku, huh..!!" ucap Jeff saat terisak.
Johnny mengernyit, "Sekar, siapa sekar. Apa dia pacarnya..?" batinnya penasaran.
Hiks..
Hiks..
"Sekar.., lihatlah aku! Aku, aku jauh lebih tampan dari pria itu, aku juga lebih kaya dari dia asal kau tau saja, hahaha.." ucap Jeff mulai membanggakan diri sambil memainkan botol winenya.
"Kenapa kau malah memilih dia, dia tak ada apa-apanya di bandingkan denganku. Aku sukses sekarang, ini semua ku lakukan hanya untukmu seorang karena aku sayang padamu.." ucap Jeff.
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Hiks..
Bukan pertama kali bagi Johnny melihat Jeff yang emosional seperti ini, setiap kali Jeff banyak fikiran di tambah lagi dengan mabuk sehabis minum. Jeff seketika berubah menjadi sosok dirinya yang berbeda.
Hiks..
Hiks..
__ADS_1
Jeff menutup wajahnya dengan kedua tangan, masih terdengar suara tangisan yang keluar dari mulutnya. Johnny mendekati Jeff, kemudian memberi sahabatnya pelukan dari samping. "Jeff.., sudah ya. Tenangin diri lo, ada gue di sini .." ucap johnny sambil mengusap rambut Jeff.
Jeff berhenti menangis lalu mendongakkan wajahnya, kemudian mendorong tubuh johnny hingga pria itu hampir terjatuh dari kursi. "Jangan meluk gue! Gue ngak minta di peluk sama lo, Brengsek..!!" maki Jeff yang langsung bangkit dari tempatnya.
"Jeff.., jangan marah dulu ya. Gue.., gue tadi meluk lo karena gue khawatir itu aja..." ucap Johnny berusaha menenangkan Jeff. Jeff yang saat itu begitu emosional, ia meraih bantal lalu meleparnya hingga mengenai wajah johnny.
"Diam, lo brengsek! Ngak usah repot - repot peduli sama gue.." teriak Jeff. Setelah puas memaki johnny, Jeff berjalan gontai masuk ke dalam kamar begitu saja.
Johnny menghela nafasnya berat, berusaha sabar dan juga menahan emosi menghadapi Jeff yang begitu sensitif saat ini. Perlahan Johnny menyingkirkan bantal yang baru saja mengenai wajahnya, Johnny bangkit dari tempatnya dan mulai membereskan kekacauan yang di buat oleh Jeff.
____________________________________________
...Pantai, 15.54 p.m....
Rio
Rio dan Kemala duduk bersama di tepi pantai sore itu, setelah kemarin janjian via telfon akhirnya mereka bisa bertemu lagi. Sore itu cuacanya cukup berangin hingga mampu membuat jilbab paris yang di kenakan kemala berayun - ayun. Kemala berulang kali menata jilbabnya agar nampak rapi kembali, namun di karenakan anginnya tak kunjung senyap hingga terus membuat jilbannya berayun-ayun.
Rio yang peka langsung melepas sweaternya, lalu mengenakannya ke tubuh kemala. Kemala terkejut, ia menoleh ke samping menatap pria yang begitu perhatian padanya.
"Nah, sudah. Gue jamin deh, jilbab lo ngak bakalan terbang-terbang lagi.." ucap Rio yang mulai menjauhkan tangannya. Kemala tersenyum, "Makasih ya, Yo. Gue ngak tau kalau cuacanya berangin, kalau tau gini aku pasti pakai jilbab instant saja.." ucap Kemala yang tersipu malu akan sikap Rio padanya.
Rio tersenyum tipis, "Mau lo pakai jilbab instant keg atau jilbab yang ini, gue akan tetap memperlakukan lo dengan spesial.." ucap Rio sambil cengar-cengir.
Kemala tertawa pelan, "Apa sih, Yo. Kog kamu jadi gombal gini.." ucapnya salting. Rio merasa gemas melihat reaksi kemala, "Emang kenapa? Gue kayak gini sama lo doang kog.." ucap Rio sambil menatap lekat kemala.
Kemala tersentak dan dengan spontan mengusap wajah Rio karena laki-laki itu terus saja menatapnya. "His, jangan ngelihatin aku kayak gitu. Ngak boleh..!" ucap Kemala.
__ADS_1
Rio meraih tangan kemala, kemudian menurunkan tangannya. "Siapa yang bilang ngak boleh, aku kan cuma ngelihatin kamu. Mana kamunya cantik banget hari ini..." ucap Rio menggoda Kemala.
Blush, wajah kemala langsung merona saat di puji oleh Rio. "Pokoknya ngak boleh, kita bukan muhrim. Jangan ngelihatin aku sampai segitunya.." ucap Kemala menahan rasa bapernya.