
...Restaurant, 18.14 a.m....
"Salah sendiri, kenapa lo sok manis gitu sama Jeff. Jeff bukan jatah lo ya, awas aja ya kalau lo genit lagi sama dia. Gue lihatin nih...!" ucap Sela sambil menunjuk matanya sendiri lalu menunjuk mata Aya dengan kedua jarinya.
Aya tercengang, "Maksud lo apa sih, Sel? Siapa juga yang genit, perasaan juga enggak .." Aya berdalih. "Oh.., ya." bantah Sela yang merasa tak yakin dengan ucapan Aya. Aya cemberut, Jeff tertawa melihat tingkah keduanya.
"Kalian berdua lagi kenapa sih? Sela juga.Kamu jangan begitu lah sama Aya, mereka tadi cuma kenalan aja kog. Kamu jangan marah begitu ya, Sel.." protes Sekar. Sela tersenyum tipis.
"Sekar sayang, kamu juga harus peka sedikit. Adik kan lagi dekat sama Jeff, wajar kalau Sela bersikap begitu. Perasaan cewek dimana-mana kan lebih sensitif..." bela Kevin dengan nada lembut.
Sekar terdiam, ia tersadar jika ucapan Kevin memang ada benarnya. Di sisi lain, Jeff kini menatap Sela yang sedang duduk di samping nya. Gadis itu terdiam sambil memanyunkan bibir nya tanda-tanda orang menahan kesal, "Yang tadi itu, ternyata kamu lagi cemburu ya ..." batin Jeff, ia senyum-senyum.
Sekar menyadari jika Jeff tersenyum saat menatap Sela, hati Sekar jadi terasa sesak. Ada rasa tak suka yang sedang bergemuruh di dada nya saat ini. Ingin sekali, Sekar beranjak pergi dari sana untuk menghindari mereka yang sukses membuatnya jadi tak tenang seharian ini.
"Sela, Aya. Sekarang kalian maaf-maafan ya! Ngak enak loh kalau kita lagi makan, tapi kalian berdua malah marahan begini. Ayo.., kalian saling minta maaf dulu.." bujuk Kevin.
Sela melirik Aya, Aya menatapnya malas. "Aya, maaffin gue ya.." pinta Sela yang mau mengalah lebih dulu. Aya menghela nafas, "Ya.., gue maafin. Tapi ... lain kali lo jangan begitu lagi, ya. Ngak sopan.." timpal Aya. Aya terpaksa memaaf kan Sela, ia tak enak hati pada Kevin yang sudah membujuknya.
__ADS_1
Setelah Sela dan Aya saling maaf-maafan, mereka menlanjutkan kembali acara makan tadi yang tertunda.
Jeff terus mengamati interaksi Sekar dan Kevin, dua sejoli itu nampak mesra sedari tadi. Kevin begitu perhatian pada Sekar dan begitu juga sebalik nya.
"Sayang, cobain nih. Ini rasanya enak loh, ada asam manisnya gitu.." pinta Kevin sambil mengarahkan sendok berisi makanan ke bibir Sekar. Sekar tersenyum, perlahan ia melahap suapan yang di berikan oleh Kevin. Mata Sekar membulat, "Hmm.. hmm.. " gumamnya sambil mengunyah.
"Ini enak, aku jadi mau lagi. Ah, atau kamu juga mau nyobain punyaku, tapi ini rasanya beda .. rasa nya lebih ke asin pedas gitu.." papar Sekar. Kevin mengangguk, Sekar yang peka pun berganti menyuapi Kevin dengan makanannya.
"Mereka mesra banget sih, andai saja gue yang ada di posisi Kevin. Pasti..., gue ngak bakal ngerasa secemburu ini. Hah.., menyebalkan..!" rutuk Jeff.
Jeff melahap makanannya kembali, kemudian ia mencoba mengalihkan fikirannya pada Sela dan Aya. Kedua gadis itu kini sama-sama diam, Jeff berniat mengobrol dengan Aya. Namun ia urungkan niatnya karena Jeff merasa jika diri nya akan lebih nyaman mengobrol dengan Sela.
"Sela.." panggil Jeff, Sela pun menoleh. "Ya.." jawab Sela yang baru saja tersadar dari fikiran nya. Jeff memandangi wajah Sela, Sela pun melakukan hal yang sama.
"Kalau emang mudah, ya udah. Tinggal kamu jawab aja, apa susahnya.." bantah Sela sambil memanyunkan bibirnya. Jeff tertawa, "Ya, ya. Gue jawab nih, jawabannya 4.." ucap Jeff.
Sela tersenyum, "Ya, benar. Terus.., 4 tadi di kurangi 3 jadi berapa..?" tanya Sela sambil menahan tawa. "Jawabannya udah pasti, 1. Apalagi ..?" ucap Jeff sembari tersenyum kikuk.
"Tinggal 1 kan, nah. Sekarang, 1 di kali 1 jadi berapa. Ayo, jawab.." ucap Sela. "Ya, 1 lah..." jawab Jeff. "Sekarang tinggal 1, Sela ada satu dan Jeff juga. Lo tetap Jeff, cowok yang sama dan yang gue suka..." ucap Sela sambil menunjuk tanganya tepat ke hati Jeff.
__ADS_1
Jeff terdiam, "Untuk yang ketiga kalinya, Sela bilang suka sama gue. Dia serius apa engak ya, atau dia lagi becanda..?" batin Jeff bingung.
"Jef, Jeff.. jangan sampai kamu ke makan sama gombalannya Sela, ya. Gombalan apaan tuh, hari gini masih pakai perkalian aja. Udah kadaluwarsa juga..." celetuk Aya. Aya menertawai Sela, Sela tersenyum kecut mendengar ucapan Aya yang terkesan remeh.
"Eh, Oyong. Ngak papa deh gombalan gue di katain kadaluwarsa sama lo, masih mendingan gue enggak sih. Gue udah cantik, baik, mana romantis lagi sama doi satu ini.." timpal Sela sembari senyum-senyum pada Jeff.
Jeff mengangguk, lalu menutup mulutnya menahan tawa yang hendak lepas. "Ya tuhan, Sela lagi kenapa sih..?" batin Jeff. Jeff cekiki kan sendiri.
Aya tersenyum tipis, "Lihat tuh.., Jeff jadi ketawa. Itu tandanya, Jeff ngak ke makan sama gombalan lo yang alay itu, Selong. Gombalan lo kurang ngena, sih .." ucap Aya sambil menertawai Sela.
Sela tersenyum tipis, "Lo, lo bilang alay..?Emang lo bisa, bikin gombalan yang lebih bagus dari gue. Ayo tunjukkin, siapa tau kan lo lebih pintar dari gue .. " ucap Sela sengaja menantang Aya.
Aya terdiam, "Egh.. , kog jadi gue sih? Gue ngak ada niatan buat ngombalin Jeff ya, bukannya lo juga bilang tadi kalau Jeff itu bukan jatah gue. Jadi, ngak perlu lah ya gue ngegombalin dia.." dalih Aya.
Sela terkekeh, "Hm, gitu. Bagus.., emang benar ya kata orang Tong kosong nyaring bunyinya. Sok yes lo Oyong, tapi ngak ada actionnya sama sekali.." ucap Sela sinis. Aya tersenyum tipis sambil memalingkan wajahnya.
Sekar, Kevin dan Jeff terus memperhatikan Sela dan Aya yang sedang bertengkar. Sekar hendak melerai perdebatan mereka, namun Kevin malah mencegahnya karena tau jika usahanya tak akan berhasil.
"Jef, Jeff.." panggil Kevin pelan, Jeff melihat nya. "Ya, ada apa..?" jawab Jeff setengah berbisik. "Cepat, kamu bawa Sela pergi dari sini..!" titah Kevin sambil menunjuk-nunjuk Sela. Jeff mengangguk, lalu mengajungkan jempol pada Kevin.
__ADS_1
"Aduh.., perutku sakitt.." rintih Jeff sembari menyentuh perutnya. Jeff mulai berakting sakit perut agar ia dapat mengalihkan focus Sela dan Aya yang sedang berdebat.
Sela dan Aya terkejut, Sela langsung mendekati Jeff. "Jeff..", "Lo.., lo kenapa? Yang sakit yang mana, kenapa lo tiba-tiba jadi sakit gini.." ucap Sela panik. Sela menyentuh bahu Jeff, "Duh.., perut gue mendadak mules nih, Sel. Sel.., tolongin gue donk, anterin gue ke toilet yuk..!" pinta Jeff.