
...Universitas Atma Jaya, 11.48 p.m....
Sela
Sela baru saja keluar dari dalam kelas, "Sela.." panggil Candy dari arah selatan. Sela menoleh, raut wajahnya seketika masam mendapati sosok candy yang kini berjalan ke arahnya.
"Duh.., si candy lagi. Pasti dia mau nyamperin gue, terus minta maaf. Dasar, teman luknut.." batin Sela yang masih kesal dengan sikap acuh candy kemarin.
Saat candy hampir sampai ke tempatnya, Sela langsung melengos pergi begitu saja. Dengan sengaja Sela mengacuhkan candy, ia bergegas pergi ke arah utara untuk menghindari candy.
"Loh.., Sel. Lo mau pergi ke mana ey, kog main cabut aja sih. Gue kan mau ngomong sama lo, Wooeeyyy.. " teriak candy saat Sela pergi begitu saja. Candy berhenti meneriaki Sela, ia menghela nafasnya. "Astaga.., pasti, pasti si Sela masih marah sama gue nih. Salah gue juga, sih. Kenapa gue tega nyuruh dia pulang sendiri, kemarin.." rutuk candy pada diri sendiri.
Sela merasa jika dirinya sudah berjalan cukup lama, ia mulai menghentikan langkahnya tepat di lobi kampus. "Si candy ngejar gue apa engak, ya tadi..?" gumam Sela. Sela pun menengok ke belakang, ia mulai mengedarkan pandangnya melihat sekitar mencari-cari keberadaan candy. Namun, batang hidung gadis itu tak terlihat di manapun juga.
Sela tersenyum lebar, "Syukur deh.., ternyata candy ngak ngejar gue. Gue masih malas banget buat ngomong sama dia .. " batin Sela yang senang setelah berhasil menghindari candy.
"Oh iya, sebelum gue pulang.Lebih baik.., gue pergi ke kantor Jeff aja sekarang. Gue harus ngasih tau dia tentang rencana pernikahan kakak yang di percepat itu..." gumam Sela. Sela berfikir sesaat, setelahnya ia mulai beranjak pergi dari tempatnya.
___________________________________________
...Di Kantor, 12.02 p.m....
Jeff
"John.., bagaimana reaksi klient kita yang kemarin itu. Apa mereka suka dengan pengajuan konsep Mall yang ku berikan..?" ucap Jeff pada Johnny yang sedang mencacat pesan note di hadapannya.
__ADS_1
Johnny tersentak, "Ah.., soal itu ya. Klient yang kemarin sangat suka dengan konsep yang kau ajukan, tapi .. dia juga meminta kita agar lebih menghemat anggarannya hingga 20 % dari rencana awal.." ucap Johnny ragu.
Jeff terdiam, "20 %, cih. Bagamaina bisa mereka berfikir sampai serendah itu, hahaha.." ucap Jeff menertawai kesulitannya sendiri.
Johnny tersenyum kikuk, "Namanya juga manusia, Jeff. Ada yang royal ada yang tidak, kita ngak mungkin maksa fikiran mereka untuk satu pemikiran sama kita .. " ucap Johnny menenangkan Jeff.
Jeff menghela nafas, "Yeah.., kamu memang benar, John. Baiklah.. , jika memang mereka menginginkan potongan harga. Beritahu saja mereka jika kita hanya bisa menego harga hingga 15 % saja, jika klient itu tidak setuju. Tak apa, kita lempar saja projek ini ke investor lain.." ucap Jeff berusaha sabar.
Johnny mengangguk, "Ya, aku setuju akan keputusanmu. Aku akan mengabari mereka secepatnya tentang keputusan yang kau ambil barusan.." ucap Johnny. Jeff tersenyum, "Yah.., kau atur saja lah. Aku masih ada rapat nanti, jadi kau bisa keluar sekarang.." ucap Jeff yang kembali focus pada laptopnya.
Johnny pun bangkit dari kursinya, "Ya sudah, kalau begitu aku keluar dulu. Jika nanti kau mencariku, aku ada di Mall Kertawangsa bertemu dengan Pak Juhari .. " ucap Johnny. "Ya.." ucap Jeff tersenyum sekilas sambil merekap data yang ada di laptop. Johnny pun beranjak keluar dari ruangan Ceo itu.
15 menit kemudian ..
Dreettt....
'Hallo, Lusi. Ada apa..?' ucap Jeff.
'Ya, Hallo Tuan. Maaf jika saya menganggu waktunya, saya ingin memberitahu anda jika di lobi ada seorang gadis yang sedang mencari Tuan. Apa Tuan mau menemuinya, sejak tadi gadis ini ngotot sekali ingin bertemu dengan anda..' ucap Lusi, salah satu resepcionis di kantor.
'Gadis? Siapa dia? Seingatku, aku tak ada janji temu hari ini..' ucap Jeff.
'Gadis ini bernama Sela Tuan, dan gadis ini juga mengatakan jika dirinya adalah pacar tersayang anda .. ' ucap Lusi.
'Pacar tersayang, Sela? Ah.., Lusi, Lusi, tolong sekarang kamu antar kan dia ke ruangan saya, saya akan menemuinya ..' ucap Jeff.
'Baik, Tuan. Kalau begitu, saya tutup dulu telfonnya ya..' ucap Lusi.
Jeff meletakkan kembali telfonnya, ia mulai senyum-senyum mengetahui Sela yang hendak ke ruangannya. Jeff menghela nafasnya, "Sela.., ternyata itu kamu. Hah.., rasanya tak sabar lagi untuk bertemu denganmu .." gumamnya.
__ADS_1
Selang beberapa saat...
Kriett...
Tok.. Tok.. Tok..
"Permisi Tuan, ini saya Lusi.." ucap Lusi dari ambang pintu. Jeff pun menoleh, ia tersenyum ke arah Lusi. "Oh, Lusi. Ya, silahkan masuk..!" ucap Jeff, Lusi mengangguk dan mulai berjalan masuk ke ruangan Jeff setelah ia mendapat izin.
Lusi menengok ke belakang, "Nona, ayo masuk. Tuan, ada di dalam..!" ucapnya pada Sela. Sela menurut, gadis itu mulai menyusul Lusi yang lebih dulu masuk ke dalam ruangan Jeff. Jeff langsung berpura - pura melihat laptopnya, agar Sela tak menyadari jika dirinya sudah sejak tadi menunggu kedatangannya.
Lusi dan Sela menghampiri Jeff, kini mereka sampai di dekat meja kerja pria itu. Jeff melihat mereka, "Tuan, saya sudah membawa nona Sela ke sini.." ucap Lusi pada Jeff dengan hormat.
"Terimakasih, ya. Kamu bisa kembali bekerja, sekarang.." ucap Jeff sambil melambaikan tangannya 2 kali. "Baik, Tuan.." ucap Lusi. Lusi pun beranjak keluar, kini tinggal Jeff dan Sela saja di ruangan itu.
Sela mendekati Jeff, Jeff yang peka langsung menutup laptopnya. "Jeff.., gue mau ngomong sama lo. Ada hal penting yang ingin gue sampain sama lo .." ucap Sela dengan raut wajah cemas.
Jeff melihat Sela yang kini berdiri di samping nya, "Ya.., ada apa, Sel? Kenapa lo tiba-tiba datang ke kantor gue, gue lagi kerja nih.." ucap Jeff pura-pura tak suka akan kedatangan Sela.
Sela tersenyum tipis, "Ya, ya maaf. Maaf karena gue udah ganggu lo yang lagi kerja, tapi ini berita penting. Gue ada berita buruk nih, buat lo.." ucap Sela. Jeff terdiam, ia memandangi Sela yang nampak gelisah. "Berita buruk apa? Soal Sekar, ya..?" ucap Jeff menebak-nebak.
Sela mengangguk, "Yah.., ini soal kakak.." ucap Sela. Jeff langsung berdiri dari kursinya, "Sekar kenapa, Sel? Dia kenapa, dia ngak kenapa-napa kan. Berita buruk apa sih maksud, lo..!" ucap Jeff panik sambil mengoyah-goyahkan tubuh Sela.
Sela langsung menepis kedua tangan Jeff dari bahunya, "Kakak gue ngak kenapa-kenapa, dengerin dulu keg. Gue belum selesai bicara juga..!" ucap Sela setengah marah.
Jeff tersenyum tipis, "Lo sih kenapa juga ngomongnya setengah-setengah, langsung to the point aja lah. Cepat, lo kasih tau gue berita buruknya apaan..?" ucap Jeff mendesak Sela.
"Berita buruknya itu, pernikahan kakak ternyata di percepat. Keluarga sudah menetapkan tanggalnya, kakak dan calon suaminya akan menikah tanggal 25 nanti, tempatnya di Bali.. " ucap Sela dengan nada sedih.
Jeff terdiam seketika, ia tak menyangka bila pernikahan Sekar akan terjadi secepat itu. Jeff membalikkan badanya, "Aarrgghh.., sial!" teriak Jeff. "Jeff.., lo harus tenang. Jangan marah dulu, ya..." ucap Sela yang memegangi tubuh Jeff dari belakang.
__ADS_1