Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 53


__ADS_3

^^^Jakarta Selatan, 18 Desember 2020^^^


...Ballroom Krisantium, 20.45 a.m....



Sekar


Sekar dan Aya sedang berada bagian makanan yang tak jauh dari ruang utama, "Sekar, aku mulai merasa lapar. Apalagi melihat semua makanan ini, aku jadi tambah lapar saja.." ucap Aya sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.


Sekar tertawa melihat tingkah polos Aya, "Ya sudah, mari kita makan dulu di sini. Aku juga sudah mulai lapar, Ya... " ucap Sekar. Aya tersenyum puas karena Sekar menyetujui ajakannya. "Okay..., akhirnya aku bisa makan juga. Ayo, mari kita pilih-pilih hehe.. " ucap Aya.


Aya dan Sekar mulai mengambil beberapa potong kue dan juga minuman. Setelah selesai memilih makanan mereka, Aya mengajak Sekar duduk di salah satu meja yang kosong sambil mengawasi para tamu dari sana.


5 menit kemudian..


Di saat Sekar dan Aya tengah asik menyantap makanan mereka. Lila dan satu orang temannya menghampiri meja mereka dan berniat menganggu.


"Ya ampun, ternyata kalian lagi enak-enakkan makan di sini ya. Pantes aja ngak kelihatan dari tadi.." ucap Lila yang dengan sengaja menyindir Sekar dan Aya. Sekar dan Aya saling pandang, mereka berhenti makan lalu melihat Lila.


"Kita ngak lagi enak - enakan kog. Kami sedang makan saja, apa Nona mau? Biar saya ambilkan ya.." ucap Aya berusaha ramah. Lila menatap Aya sinis, "Ngak usah sok akrab deh, lagian siapa juga yang mau makan.." ucap Lila.


Aya tersenyum tipis, "Kalau begitu, silahkan kembali ke tempat anda. Kami sedang makan, kalau bisa ya tolong jangan menganggu.. " ucap Aya. Lila terkejut, "Siapa kamu? Berani sekali ngusir saya.." cecar Lila merasa geram karena Aya berani mengusirnya.


"Saya Aya, apa ngak lihat name tag saya. Jelas begini, apa masih ngak kelihatan ya, Nona..?" ucap Aya sambil menunjukkan name tagnya. "Ih, buat apa juga saya tau nama kamu, kita kan ngak level. Sorry ya.." ucap Lila, Lila dan temannya menertawai kebodohan Aya.


"Mbak Lila, sudah ya. Tolong jangan menganggu kami, tempat mbak Lila dan teman anda ada di depan. Silahkan, kembali ke tempat masing-masing...!" ucap Sekar yang mulai merasa terganggu. Lila melihat Sekar, "Kamu juga, beraninya ngusir saya. Emang Kalian berdua siapa sih, cuma karyawan aja belagu.." ucap Lila ketus.

__ADS_1


"Nih cewek nyinyir banget sih. Apa dia minta di kasih pelajaran ya, biar tau rasa.. " batin Aya yang mulai tersulut emosi.


Sekar menghela nafas, menahan kesal yang tengah ia rasakan. Namun di saat sekar berusaha menahan diri, Aya sudah begitu emosi. Aya bangkit dari kursinya, "Kamu., berani sekali kamu meremehkan pekerjaan kami? Apa kamu ngak ngaca dulu sebelum bicara, kamu hanya nyonya rumah yang ngak pernah bisa mandiri..!" gertak Aya sambil menatap tajam Lila.


Lila menelan salivanya sendiri, ada rasa takut saat di tatap seperti itu oleh Aya. "Hah.., bagus ya. Karyawan biasa kayak kamu sudah berani sama saya, emang kamu ngak tau saya siapa..?" ucap Lila membentak Aya.


Aya terkekeh, "Mana mungkin saya ngak tau, kamu Lila istrinya Erik seorang CEO dari PT. STAR'S corporaitions yang bergerak di bidang property dan furniture .." ucap Aya. Lila tersenyum puas, "Nah, itu kamu tau. Kamu masih berani sama saya? Oh...,atau kamu mau saya laporin ke atasanmu kalau kerja kamu itu ngak benar.. " ucap Lila mencoba menakut - nakuti Aya.


"Aduh, dia bawa-bawa atasan gue lagi. Tapi engak.., gue harus bisa lebih berani dari dia.." batin Aya menahan rasa cemasnya.


Aya hendak membalas perkataan Lila, namun dengan cepat Sekar menghentikannya. "Aya, sudah cukup. Tak usah buang-buang energi meladeni dia, lebih baik sekarang kita lanjut makan saja.." ucap Sekar. Aya dan Sekar saling pandang, "Ta, tapi.., Sekar.. " ucap Aya merasa kurang puas.


"Ngak, ngak ada tapi-tapian..!" ucap Sekar, Aya menganguk pasrah. Sekar menarik tangan Aya agar gadis itu kembali duduk di tempatnya semula. Namun saat sekar hendak duduk kembali, Lila bukannya pergi malah semakin jadi.


"Hey, aku masih bicara ya dengan kalian berdua. Dan kamu, kenapa kamu diam saja sekarang? Ngak berani ngebales omonganku ya. Dasar, cupu..!" ucap Lila sambil menyenggol - nyenggol kaki Aya.


"Lila..., aku mulao bosan di sini. Mari, kita kembali ke depan. Ngapain sih, buang-buang waktu ngurusin mereka. Bukankah, kamu tadi bilang jika mereka bukan level kita..." ucap Soraya mencoba membujuk Lila. Lila tersenyum, "Ya, kamu benar. Mari, kita ke depan dan tinggalkan para pecundang ini.. " ucap Lila sambil memandang rendah Sekar dan Aya.


Lila dan Soraya beranjak pergi, setelah mereka menjauh. Aya yang masih kesal langsung memukul meja hingga membuat Sekar jadi terkejut.


Braakk..


"Hih.., Dasar nenek lampir. Awas saja kalau kita ketemu lagi, gue cincang juga jadi perkedel.." ucap Aya yang sangat geram dengan sikap Lila. "Aya, sudah. Kamu jangan terlalu emosional begitu. Kamu sudah dewasa kan, tak perlu sampai semarah ini.. " ucap Sekar menasehati Aya.


"Bagaimana bisa aku tidak kesal? Wanita itu sangat keterlaluan, lihatlah gayanya tadi.Berasa anak konglomerat saja, hih. Ngeselin..!" ucap Aya begitu gemas ingin menerkam Lila.


Sekar tertawa pelan, "Iya, ya. Aku tau kamu lagi marah, aku juga sempat marah tadi. Tapi udah ya, lupain aja. Kamu harus ingat, di dunia ini ada yang baik dan ada yang buruk. Ngak selamanya orang akan baik sama kita.. " ucap nya.

__ADS_1


Aya terdiam, "Ya.., kamu benar Sekar. Hm, Sekar. Aku mau ke toilet sebentar ya, kebelet pipis nih.." ucap Aya. Sekar tersenyum, "Iya, pergi sana.." ucap nya. Aya tersenyum sesaat, kemudian beranjak pergi.


___________________________________________


...Di toilet, 20.58 a.m....



Aya


Aya berjalan terburu - buru ke toilet hingga membuatnya tak sadar, jika ada seseorang yang hendak keluar dari bilik.


Brugh..


Akhirnya terjadi tabrakan antara Aya dan orang itu, Aya yang kaget langsung hilang kendali. Gadis itu hampir terjatuh, namun dengan tangkas orang itu menangkap tubuh Aya.


"Arghh..." pekik Aya, Aya mulai sadar jika tak merasakan apa pun saat terpejam. Perlahan Aya membuka matanya, netranya langsung di sambut oleh sepasang mata pria yang tengah memegangi tubuhnya.


Mereka saling pandang, pria itu tersenyum sesaat. Setelahnya pria itu membantu Aya berdiri dengan tegap, Aya dengan cepat menjaga jarak dari pria itu. Mereka jadi salah tingkah satu sama lain, Aya menjadi gugup di hadapan pria itu.


"Kamu.., ngak papa kan?" ucap Erik, Aya tertegun. "A.., aku, aku ngak papa kog. Makasih ya dan maaff soal yang tadi.. " ucap Aya sambil cengar-cengir. "Iya, ngak masalah. Ya sudah, aku pergi dulu ya.. " ucap Erik sembari mengurai senyum. "Iya, silahkan saja.." ucap Aya, Erik mengangguk kemudian berlalu dari pandangan Aya.


Aya berpura-pura merapikan rambutnya, entah kenapa ia jadi salah tingkah sendiri. "Aya..,kamu lagi kenapa sih. Kenapa kamu nabrak dia tadi? Ih, bikin malu aja.." rutuk Aya pada dirinya sendiri.


"Aduh, duh.., duh. Egh, kebelet lagi kan..hih.. " gumam Aya, gadis itu mulai masuk ke dalam bilik.


__ADS_1


__ADS_2