
"Iya, ya. Ibu ngak jadi marah deh, kamu nih. Pintar banget sih bujukin ibu, dasar.." ucap Ibu sambil mengusap rambut Sela karena gemas.
Jeff mengurai senyum melihat interaksi manis Sela dan ibunya. Setelahnya, Jeff melihat jam yang ada di tangannya, nampak waktu sudah menunjuk ke angka 10.
"Tante, Sela, Sekar.. " panggil Jeff, mereka yang di panggil langsung menengok ke arah Jeff. Jeff tersenyum, "Semuanya, saya mau pamit pulang ya. Udah kemalaman juga nih, maaf ya karena saya sudah menganggu di jam istirahat .." ucap Jeff yang mulai berpamitan kepada mereka bertiga.
"Ah.., iya Nak. Silahkan! Makasih ya, kamu sudah mau nganterin Sela pulang. Lain kali.., kamu main ke sini lagi ya. Pintu rumah tante selalu terbuka buat kamu .." ucap Puspa tersenyum penuh arti.
"Iya, Jeff. Benar kata ibu, kamu hati-hati ya di jalan.." ucap Sekar. Jeff mengangguk, "Ya.., nanti jika saya ada waktu luang. Saya akan menyempatkan diri untuk berkunjung ke sini lagi.. " ucap Jeff. Puspa, Sekar dan Sela sangat senang mendengar jawaban Jeff.
"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu. Sampai jumpa lagi, semuanya ..!" ucap Jeff. "Iya, Nak. Sampai jumpa lagi ya, hati-hati di jalan..!" ucap Puspa, "Sampai jumpa lagi, Jeff.." ucap Sekar tersenyum.
Jeff menghampiri mobilnya, ia hendak masuk ke dalam mobil. Namun, sebelum Jeff berhasil masuk ke dalam mobil. Tiba-tiba saja Sela menghentikannya, gadis itu menghadangnya dengan bersandar ke pintu mobil yang hendak di masuki oleh Jeff.
"Ada apa..?" ucap Jeff sambil menatap gadis itu dengan tatapan bingung. "Jadi, kamu mau pergi gitu aja, ya? Apa kamu ngak niatan buat pamitan dulu sama aku..?" ucap Sela sambil mengedipkan matanya tiga kali.
"Sela kenapa, ya. Kenapa ngomongnya jadi aku, kamu gini..?" batin Jeff yang heran. "Kamu lagi kenapa, Sel? Aku ngak ngerti.." bisik Jeff sedikit mendekatkan tubuhnya ke Sela.
Sela yang gemas langsung memukul pelan bahu Jeff, setelahnya ia menarik kerah baju Jeff di depan mata Puspa dan Sekar. Sela ingin menciptakan adegan sweet bersama Jeff, agar nantinya membuat Sekar jadi cemburu setelah melihat tingkah mereka.
__ADS_1
"Sel., jangan begini! Ngak enak di lihatnya, ada tante puspa juga.." resah Jeff. Sela tersenyum tipis, "Ini gue lagi akting, Jeff. Lihat tuh, kakak gue lagi ngelihatin kita dari tadi. Ayo.., kita mulai panas-panasin kakak, siapa tau kan nanti kakak jadi cemburu sama kita .." bisik Sela di telinga Jeff.
Posisi Sela dan Jeff saat ini, seperti dua orang yang sedang berpelukan. Sela sengaja mengoda Jeff di hadapan Sekar, agar kakaknya itu merasa cemburu. Itu semua Sela lakukan semata - mata untuk membantu Jeff menarik simpati Sekar.
Jeff tersenyum lebar, "Oh, Okay. Gue paham, sekarang lo lepasin gue dulu .." ucap Jeff. Perlahan Sela melepas tarikannya pada kerah baju Jeff, Jeff kembali menegakkan tubuhnya. Jeff dan Sela saling pandang, "Sel., aku pamit pulang ya..." ucap Jeff sambil meraih kedua tangan Sela.
Sela membalas gengaman tangan Jeff, "Iya.., kamu nanti hati-hati ya di jalan. Jangan ngebut dan jangan mampir kemana-mana juga. Harus pulang ya..!" ucap Sela yang berpura-pura menjadi kekasih posesif.
"Iya, kamu tenang aja. Aku ngak akan mampir kemana-mana kog, aku pasti langsung pulang. Kamu juga ya, kamu harus istirahat sekarang. Jangan begadang, apalagi begadang karena maunya mikirin aku.." ucap Jeff membalas akting Sela senatural mungkin.
Sela tertegun sesaat, ia sempat terbius akan akting Jeff yang nampak begitu nyata. "Ya... su-udah, kalau begitu. Kamu pulang sekarang gih, aku juga mau masuk nih .." ucap Sela jadi salting. Jeff pun menurut, ia mulai masuk ke dalam mobil.
Sekar dan Puspa hendak bertanya pada Sela mengenai interaksinya bersama Jeff, yang baru saja mereka lihat tadi. Namun, gadis itu tak mengindahkan pertanyaan mereka dan berlalu begitu saja masuk ke dalam kamar.
Sela dan Puspa saling pandang, "Sekar.., ada apa ya dengan adikmu? Dan yang tadi kita lihat, itu benaran atau ibu yang lagi mimpi aja ya, kog bisa Sela secepat itu akrab sama Jeff.." ucap Puspa begitu heran karena semuanya serba kebetulan.
Sekar tersenyum kikuk, "Sekar juga ngak tau, Bu. Adik juga ngak pernah bilang apa pun sama Sekar, udah ya. Lebih baik ibu sekarang masuk ke kamar, istirahat nyusul ayah. Soal yang tadi, ibu bisa tanya lagi sama adik besuk .." ucap Sekar.
Setelah mengatakan itu, Sekar berlalu dari hadapan Puspa. Tiba - tiba saja Sekar jadi bad mood mendengar Puspa yang terus bertanya tentang kedekatan Sela dan Jeff, sahabatnya.
__ADS_1
___________________________________________
...Meja Makan, 06.54 p.m....
Sekar
Saat ini Sekar tengah sarapan pagi bersama Sela dan Puspa saja, ayah nya Pak Abi sudah berangkat kerja lebih dulu. Pagi itu, entah kenapa Sekar jadi tak besemangat sama sekali.
"Sekar.., ayo di makan nasi gorengnya. Jangan di lihatin terus, bentar lagi dingin loh.." ucap Puspa. Sekar tersadar, "Ah.., iya Bu. Ini juga mau Sekar makan.." ucap Sekar lirih, perlahan Sekar mulai menyuapi dirinya dengan nasi goreng yang ada di piring.
Sela tersenyum puas melihat reaksi Sekar yang kini berubah begitu cepat. "Sepertinya, kakak jadi ngak nafsu makan gara-gara mikirin aku sama Jeff. Syukurlah, kalau begini mungkin rencanaku dan Jeff akan berhasil.." batin Sela.
"Sel.., ibu mau tanya. Kemarin., kamu sama candy pergi kemana, sih? Ibu masih penasaran aja nih.." ucap Puspa. Sela melirik ibu, "Kami pergi ke cafe, Bu. Candy minta aku buat nemenin dia dinner sama Johnny dan Jeff juga.." ucap Sela.
Sekar tersentak, "Jadi.., yang di bilang Jeff tadi malam itu benar. Jeff emang dinner sama Sela, kenapa Jeff ngak pernah cerita sama aku kalau dia mulai dekat sama Sela.." batin Sekar sedih.
"Hm, jadi begitu. Baguslah, ibu senang dengar nya. Kamu baik-baik ya sama Jeff, siapa tau Jeff nanti jadi suka sama kamu.." ucap Puspa sambil menepuk pelan tangan Sela. Sela tersenyum.
__ADS_1
Di sisi lain, Sekar terkejut mengetahui Puspa yang begitu mendukung kedekatan adiknya dan Jeff. "Ibu baru aja kenal sama Jeff, tapi ibu sudah sebegitu yakinnya ya mau jodohin Sela sama Jeff. Iya, aku tau.. Jeff memang pria yang baik.Tapi.., apa iya Jeff akan cocok di sanding kan sama Sela, yang sifatnya masih kekanak- kanakan begini..?" batin Sekar.