Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 80


__ADS_3

...Di depan kamar Sekar, 20.58 a.m....



Sekar


Kevin baru saja mengantar Sekar hingga ke depan kamarnya. Kemudian, ia memberanikan diri menanyakan suatu hal pada Sekar karena saat itu dirinya benar-benar khawatir.


"Sekar.." panggil Kevin, "Ya.." jawab Sekar, ia menoleh melihat Kevin yang ada di sampingnya. Mereka berhadapan dan saling pandan, Kevin tersenyum pada Sekar.


"Hm.., itu. Saat aku dan kak Erik bicara tadi, ku lihat kamu juga bicara dengan kak Lila. Apa.., dia mengatakan sesuatu hal padamu..?" tanya Kevin ragu-ragu.


Sekar tersenyum,"Oh.. yang tadi itu,ya. Ya.., kami memang bicara sebentar sih. Ngobrol biasa .." ucap Sekar yang sangat tau apa yang ada di fikiran Kevin saat ini.


Kevin menghela nafas, "Syukurlah, ku fikir kak Lila mengatakan sesuatu yang mungkin membuatmu jadi enggak nyaman. Jujur, tadi.. aku sangat cemas, aku cemas sama kamu sayang. Kamu ngak lagi bohong kan, sama aku..?" ucap Kevin yang kemudian meraih tangan kanan Sekar.


Sekar menepuk pelan punggung tangan Kevin, "Apa sih yang kamu cemasin, hm. Kamu ngak usah khawatir, aku enggak papa kog. Lihat.., aku baik-baik saja kan.." ucap Sekar menenangkan hati Kevin.


Kevin terdiam dalam fikirannya, lalu perlahan ia merengkuh tubuh Sekar. Mendakap tubuh calon istrinya dan mulai memberinya kehangatan.


Sesaat Sekar terkejut, setelah itu ia pun membalas pelukan Kevin. "Aku sayang kamu, kamu jangan merasa sendirian ya..!" bisik Kevin ke telinga Sekar.


Hati Sekar menghangat, mendengar bisikan manis yang di ucapkan Kevin. "Aku juga, sayang kamu.. " balas Sekar dengan nada setengah berbisik. Terasa, calon suaminya itu makin mengeratkan pelukannya.


Selang beberapa saat...


"Sayang, sekarang kamu masuk ya lalu istirahat. Udah malam nih.., aku juga mau balik ke kamarku.. " ucap Kevin yang mulai berpamitan pada Sekar.


Sekar mengangguk, "Iya, pasti aku akan masuk. Tapi.., sebelum itu. Aku pengen bilang sama kamu untuk jangan khawatir ya, aku nggak kenapa-napa kog. I'am fine, asal ada kamu di sisiku... " ucap Sekar berusaha tegar.

__ADS_1


"Okay.., kalau begitu aku akan berusaha untuk selalu berada di sisi kamu. Sepertinya, aku ini sudah menjadi sosok penyemangat kamu ya. Di sebuat apa ya, ah ya. Sumber kekuatan hehe.. " ucap Kevin.


Sekar tersipu malu, "Yah.., bisa di bilang begitu.." ucap Sekar yang kemudian tertawa. Kevin menutup mulutnya, menatap Sekar yang masih tertawa. Calon istrinya itu terlihat cantik di saat senyumnya mengembang.


"Kakak, Mas Kevin..!" panggil Sela yang baru saja datang. Sontak Sekar dan Kevin pun menoleh ke asal suara. Kini Sela sudah berdiri di samping Kevin, Kevin melihat Sela.


"Kamu habis dari mana, Sel..?" tanya Kevin basa-basi. "Maaf ya kak.., aku baru balik. Tadi aku asik main sama Jeff sampai lupa waktu hehe.. " ucap Sela.


Sekar tersenyum tipis, ada rasa kesal mendengar Sela menyebut nama Jeff. "Iya, ngak papa Sel. Sekarang, kamu masuk gih. Istirahat di kamar ya .. " titah Sekar.


Sela mengangguk, "Ya sudah, kalau gitu aku masuk dulu ya. Bye, Mas Kevin.. " ucap Sela sesaat yang kemudian melangkah masuk ke dalam kamar. "Ya, bye.." balas Kevin.


Setelah Sela masuk, Kevin dan Sekar kembali bicara. "Ku perhatikan, adik mu dan Jeff semakin dekat ya. Apa di antara mereka ada hubungan khusus ya..?" ucap Kevin menerka- nerka.


Sekar terkejut, spontan ia membantah fikiran Kevin. "Egn.. enggak, ngak ada. Mereka cuma temanan aja kog, ngak ada hal yang spesial.." ucap Sekar.


Kevin berubah sedih, ada rasa aneh saat mendengar Sekar berkata begitu. "Kamu yakin, tapi yang ku lihat berbeda loh. Kamu ngak sadar emang, tatapan mata mereka dan kebersamaan mereka juga. Terasa intenst..." ucap Kevin sambil melirik Sekar, ia sengaja memancing Sekar.


"Sekar..", "Aku balik ke kamar dulu ya..!" ucap Kevin, Sekar tak bergeming. Lalu Kevin mengusap pelan rambut Sekar, kemudian ia berjalan gontai meninggal kan calon istrinya yang mungkin sedang melamun memfikirkan pria lain saat ini.


Tak berselang lama, tepatnya setelah kepergian Kevin. Sekar mulai tersadar dari lamunanya, "Mas Kevin.." panggil Sekar. Tak ada jawaban, Sekar pun menoleh ke samping dan ternyata sudah tak ada siapa pun di sana.


"Ah.. , Mas Kevin pergi ke mana? Duh.., pasti dia pergi karena aku melamun tadi.." rutuk Sekar pada diri sendiri.


...______________________________________...


^^^Bali, 22 Desember 2020^^^


...Di Butik, 08.58 p.m....

__ADS_1



Sekar


"Nona, ini adalah gaun pesanan anda! Cantik, bukan..?" ucap Amel sembari tersenyum pada Sekar. Sekar terpaku menatap gaun pengantin yang di tunjukkan oleh Amel.


Sekar menutup mulutnya, "Ya, kamu benar.." ucap Sekar terkagum-kagum melihatnya. "Ternyata, aslinya sangat cantik. Bahannya.., juga terlihat berkualitas .." batin Sekar yang kemudian berjalan mendekati gaun itu, ia ingin melihatnya lebih dekat.


Sekar senyum-senyum, "Ini indah .." gumam Sekar sambil menyentuh lengan dari gaun itu. "Nona, suka? Ini, salah satu dari sekian gaun premium yang ada di butik kami.." terang Amel.


Sekar melihat Amel, ia tersenyum. "Ya.., aku suka. Gaun ini sangat bagus.." puji Sekar. Amel tersenyum puas.



"Sekar.. " panggil Pupsa yang baru saja datang. Sekar dan Amel menengok ke asal suara, Amel hanya tersenyum."Ya, Bu.." jawab Sekar. Puspa mendekati Sekar, tatapannya langsung terfocus pada gaun yang ada di samping putrinya.


"Ini gaun yang kamu pilih tadi malam ya, Nak.


Wah.., aslinya cantik sekali ya, gaun ini pasti akan sangat cocok untuk mu.." puji Puspa, ia mulai memutari gaun itu lalu berhenti tepat di simpang Sekar.


"Ibu suka? Aku juga suka.." ucap Sekar senang, Puspa terdiam, ia masih terpaku melihat gaun pengantin putrinya. "Ya.., ibu setuju dengan pilihanmu. Pilihanmu memang bagus, ini yang terbaik .." ucap Puspa sembari tersenyum pada Sekar.


"Ah.., andai saja ya ibu masih muda seperti mu. Ibu juga ingin mengenakan gaun seperti ini. Tapi tak apa, putri ibu yang akan memakainya. Ibu sangat senang, karena ibu akan melihatmu di altar pernikahan nanti.." ucap Puspa.


Sekar terharu mendengar ucapan Puspa, ia mendekati Puspa lalu memeluknya. "Aku sayang, ibu. Maaf..., jika anak mu ini masih sering membuat kesalahan.." bisik Sekar tepat di telinga sang ibu. Puspa menetes kan air mata, perasaannya campur aduk bila teringat Sekar yang akan menikah dan akan hidup terpisah darinya.


Puspa langsung membalas dekapan Sekar, "Ibu, selalu sayang padamu Nak. Terus lah, menjadi anak yang baik.. " bisik Puspa sambil mengusap helaian rambut putri sulungnya.


"Tentu saja, Bu.." ucap Sekar, ia sangat menikmati pelukan hangat yang di berikan Puspa. "Ehem, ehem.. ", tiba-tiba saja ada orang yang berdehem. Terdengar dari suaranya, itu adalah seorang pria.

__ADS_1


Puspa dan Sekar sama-sama melepas pelukan masing-masing. Lalu mereka menoleh, melihat sosok yang baru saja datang, tak lain sosok itu adalah Kevin.


__ADS_2