
Jakarta selatan, 10 Desember 2020
"Rio mau nganterin aku pulang, duh. Gimana nih, aku takut nanti di marahi abi.." batin kemala.
Kemala tengah berfikir, Rio menyentuh bahu nya sambil mengatakan "Gimana, kog diem aja..?" ucap Rio. Kemala tersadar dari fikiran nya lalu menatap Rio sesaat. "Lo mau ngak, gue anterin pulang. Udah malam juga, gue ngak mau sampai lo ke maleman di sini..!" ucap Rio. Kemala hanya mengangguk, rio tersenyum mengetahui jawaban kemala.
"Maaff ya la, gue cuma ada satu helm. Atau gini aja, lo yang pakai helm nya deh.." ucap Rio. Kemala mengernyit, "Ngak, jangan. Lebih baik kamu aja yang pakai helm nya, kan kamu yang nyetir.." ucap nya.
Rio tersenyum, "Udah, lo aja ya yang pakai. Lo jangan mikirin gue..!" ucap nya. Rio menyodorkan helm nya pada kemala, namun kemala menolak nya dengan mendorong helm nya pelan.
"Ngak usah kamu aja Rio, biar savety .." ucap kemala. Rio berdecak kesal, Rio menghampiri kemala. Kini jarak mereka semakin dekat, kemala tertegun menatap Rio. Kemalan dan rio saling pandang, pelan-pelan Rio mulai memasangkan helm nya pada kemala, kemala manyun.
"Rioo.. mending kamu aja yang pakai. Aku ngak pakai, ngak papa kog.. " ucap kemala. Rio tersenyum tipis, lalu menjauhkan tangan nya dari wajah kemala. "Udah deh, jangan bawel. Bagi gue.. keselamatan cewek itu yang paling utama..!" ucap Rio.
Kemala tersenyum, "Iya deh, aku nurut kamu aja.." ucap nya. "Nah, gitu donk. Ya udah, kita pulang sekarang ya.." ucap Rio, kemala mengangguk.
Rio menaiki motor nya dan memanasinya sejenak. Rio melirik kemala, "Ayo, naik.." ucap nya, "Iya.." ucap kemala. Perlahan-lahan kemala mulai menaiki motor Rio, "Hati-hati. Pegangan aja ke bahu gue kalau susah naik nya.." ucap Rio. " Aku bisa kog, cuma radak tinggi aja.. " ucap kemala.
Kini kemala sudah duduk manis di motor Rio, "Maaf ya, kamu jadi kesulitan naik nya.." ucap Rio sambil melirik ke belakang. Kemala tersenyum, "Ngak papa kog, santai aja.." ucap Rio. "Mala.." ucap Rio. "Ya.." ucap kemala.
"Coba aja..tadi kita ketemu nya janjian. Mungkin, gue bakal bawa motor matic biar lo nyaman di bonceng nya .." ucap Rio cengengesan. Kemala tertawa, "Rio, Rio.. kamu bisa aja.. " ucap nya. Rio tersenyum manis, ia merasa bahagia melihat senyuman kemala.
__ADS_1
"Senyuman nih cewe, manis banget sih .." batin Rio.
Rio melamun menatap kemala, "Yo..." ucap kemala sambil menepuk bahu pria itu. Rio tersadar, "Ah, maaf. Aku jadi ngelamun, abis nya kamu manis sih.. " ucap Rio lirih.
Kemala senyum-senyum, "Em.. kamu jadi ngak nganterin aku..?" ucap nya. "Eh, jadi donk..!" ucap Rio.
Rio menyalakan kembali motor nya lalu melajukannya meninggalkan tempat tadi.
Saat di perjalanan, "Lo jangan lupa pegangan sama gue, gue takut lo jatuh nanti.. " ucap Rio setengah teriak akibat suara bising jalanan.
Kemala terkejut, ia memang sedari tadi tidak berpegangan pada Rio tapi hanya berpegangan pada motor. " Ngak usah, aku pegangan ke motor aja yo.. " ucap kemala. "Lo yakin, mendingan lo pegangan ke gue aja, la..!" ucap Rio.
"Beneran, aku ngak papa kog. Aku pegangan ke motor aja.." ucap kemala. Kemala teringat pada nasehatan abi nya, "Jaga diri kamu baik-baik, karena abi ngak selama nya berada di sisi kamu..!".
Selang beberapa menit...
"La, gue mau ngebut. Lo pegangan ke tas gue aja ya, biar ngak jatuh..!" ucap Rio, "Iyaa.. " ucap kemala. Kemala menuruti perintah Rio, kini gadis itu berpegangan ke tas ransel Rio.
Rio kembali mengegas motor nya, mereka mulai melewati pusat kota S sebelum berbelok ke arah kompleks Taman Sari.
Namun saat motor Rio melewati alun-alun kota, ia tak sengaja berpapasan dengan teman-teman nya. Saat itu juga ada Geng nya Clarisa yang tengah nongkrong di trotoar jalan.
__ADS_1
"Rio..", "Rio.. ", "Rio, mampir sini yo.. " teriak cowok-cowok club motor. Rio hanya tersenyum ke arah mereka lalu mengegas kembali motor nya.
Saat melewati Geng nya Clarisa, "Eh, itu bukan nya si rio, sa. Tapi kog sama cewe lain.." ucap megan, Clarisa yang melihat Rio membonceng gadis lain, ia berdecak kesal.
Rio melirik Clarisa, gadis itu tengah manyun ke arah nya. Rio tersenyum puas, "Syukurin, lo jadi ke panaskan kan.. " batin Rio. Rio memang sengaja mengambil jalan memutar, agar ia bisa melewati geng nya Clarisa, mantan kekasih nya yang lagi nongkrong di alun-alun kota.
_________________________________________
"Ah, ngak asik banget si Rio.. baru dapet gebetan baru aja, udah males kayak nya gabung sama kita .." ucap Verdo kesal. "Udah lah, biarin aja. Lagi seneng-seneng nya si Rio, ayo. Sini, lebih baik kita main kartu lagi.. " ucap Bara pada verdo. Verdo yang sedari tadi berdiri lalu duduk kembali di samping bara.
"Sa, lo yang sabar ya.." ucap stella sambil mengusap bahu Clarisa, "Sabar buat apa, cuma gitu doank. Gue juga bisa kali.." ucap Clarisa sinis. Stela menjauhkan tangan nya, "Udah deh sa, lo ngak usah panas. Lo tinggal cari cowok lain aja, lo kan cantik.. " ucap stella, Clarisa tertawa.
"Lo bener stell, gue kan cantik. Gue bisa aja dapetin yang lebih bagus dari Rio.." ucap clarisa enteng. Namun sorot mata Clarisa, masih saja penasaran untuk melihat batang hidung Rio dan gadis itu.
___________________________________________
Saat motor Rio sudah berjalan menjauh dari alun-alun kota, kemala bicara kembali. "Yo, yang tadi itu teman-teman kamu ya..?" ucap kemala. Rio melirik kemala, "Iya, mereka teman-teman gue.." ucap Rio. "Oh.." ucap kemala.
Rio focus menyetir kembali, tiba-tiba ia teringat pada Clarisa. Lalu Rio tersenyum puas, "Rasain, pasti dia lagi ke panasan sekarang. Salah sendiri, kenapa tega nyelingkuhin gue.. ". "Biarin deh, si Clarisa mikir kalau gue udah punya gebetan baru. Biar tau rasa tuh cewe..!!" batin Rio.
Motor Rio mulai memasuki kompleks taman sari, "La, lo tinggal di rumah nomer berapa..?" ucap Rio. "Gue tinggal di rumah nomer 12 ,yo. Tapi, nanti kamu turunin aku di rumah nomer 10 aja ya.." ucap kemala.
__ADS_1
Rio mengernyit, "Loh, kenapa. Kenapa ngak langsung ke rumah lo aja..?" ucap Rio. Kemala terkejut, "Jangan yo, nanti aku jelasin deh alasan nya.." ucap kemala.
"Pokok nya, nanti kamu turunin aku di depan rumah nomer 10 aja ya .." ucap kemala, "Oh okay. Gue ikut lo aja deh .." ucap Rio.