Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 22


__ADS_3

...Di Ruang Keluarga...



Kevin memandangi wajah sekar, wajah nya nampak murung. "Sekar, wajah nya terlihat sedih. Pasti dia sedikit tersinggung, aku harus menghibur nya.." batin kevin.


"Ayah, ibu.." ucap kevin, "Iya, vin.. " ucap ibu dan ayah. "Kevin minta izin, kevin mau keluar sebentar sama sekar. Sekalian nanti nganterin dia pulang, boleh ya..?" ucap kevin dengan senyum nya. Sekar terkejut, ia menjadi salah tingkah setelah mendengar ucapan kevin.


"Tentu saja, boleh vin. Mumpung hari ini kalian libur kan, tapi hati-hati ya. Lagi musim hujan, jalanan pada licin.. " ucap ibu. "Iya, vin. Benar ucapan ibu, kalau kamu mau ngajak sekar pergi. Lebih baik ajak dia ke tempat indoor saja, jangan di outdoor. Takut nya, nanti kalian ke hujanan.. " ucap ayah.


"Baik, yah, bu. Kevin mengerti.. " ucap kevin, "Iya, ajakin sekar ke tempat yang bagus ya. Biar dia senang.. " ucap ibu. "Tentu saja, bu.." ucap kevin sembari berdiri dari tempatnya. Kevin melirik sekar, "Ayo, berdiri. Aku mau ngajak kamu keluar.." ucap kevin, sekar baru saja selesai membereskan barang bawaan nya.


"Ya, ya.. " ucap sekar lirih, sekar pun berdiri.


Lalu mereka melihat ke arah ayah dan ibu, yang juga sedang memperhatikan mereka sedari tadi. "Yah, bu. Kevin pamit keluar dulu ya.. " ucap kevin, "Om, tante, saya juga mau pamit.. " ucap sekar lirih.


"Iya, silahkan.." ucap ayah, "Iya, silahkan Nak. Hati-hati ya.. " ucap ibu, kevin dan sekar tersenyum. Kevin meraih tangan sekar lalu menarik nya, sehingga otomatis membuat sekar mengikuti langkah nya.



Kevin lebih dulu masuk ke dalam mobil, di sisi lain sekar masih berdiam diri di ambang pintu dan enggan untuk masuk. Kevin melirik sekar, "Dia pasti merasa sungkan pada ku.. " batin kevin.


"Sekar, are you okay..?" ucap kevin, sekar tersadar "Eh..". "Kamu kenapa diam saja, ayo masuk..!" ucap kevin, sekar mengangguk. Sekar masuk ke dalam mobil, dan berniat memasang siftbel pada tubuh nya.


Kevin mendekat lalu mengulurkan tangan nya untuk meraih Siftbel, yang ada di atas kepala sekar. Sekar membatu seketika, ia merasa berdebar saat menghirup aroma laki-laki yang berasal dari tubuh kevin.


Deg..


Deg..


Deg..


"Senior, ini terlalu dekat.Cepat, singkirkan tubuh mu.. " batin sekar. Sekar mengigit bibir nya, ia merasa gugup dan juga berusaha menahan diri. Agar ia tak terpengaruh akan aroma erotic yang keluar dari tubuh kevin.


Setelah mendapat siftbel nya, kevin pun mulai memasangkan siftbel itu pada tubuh sekar. Namun kevin merasa heran, ia mendapati sekar tengah menutup mata saat ini.


"Kenapa dia menutup mata, memang nya ada yang seram..?" batin kevin.

__ADS_1


"Tapi, tunggu.. ", "Saat dia menutup mata seperti ini, kenapa tetap terlihat cantik ya.. " batin kevin.


"Apa senior sudah menjauh dari ku, aroma nya juga tidak setajam tadi.. " batin sekar.


Sekar menyipitkan mata nya, ia langsung terbelalak saat melihat wajah kevin yang berada tepat di samping nya. Glek, sekar meneguk saliva nya sendiri.


"Senior.. " ucap sekar lirih, "Kamu kenapa, kog tutup mata begitu. Lagi ngantuk ya..?" ucap kevin sambil menopang wajah nya dengan tangan. Sekar menggeleng pelan, "En..gak..", "Tapi, senior. Bisa ngak, senior munduran sedikit, ini dekat banget.. " ucap sekar lirih.


Kevin tersadar, "Ah, iya.. " ucap kevin. Kevin langsung merubah posisi nya, kini kevin dan sekar pun berjarak. "Maaf ya, aku ngak sengaja tadi hehe.." ucap kevin sambil cengar-cengir.


Sekar tersenyum, "Iya, ngak papa.." ucap nya. Kevin tersenyum sekilas, setelah itu ia mulai mengemudikan mobil nya meninggalkan pelataran rumah.


___________________________________________


Di Mobil


Saat di perjalanan..


Keheningan terjadi di tengah-tengah kevin dan sekar. Salah satu dari mereka masih enggan untuk membuka obrolan.


"Ngomong ngak ya, duh.Terus kalau mau ngomong lagi, aku harus bahas topik apa..?" batin kevin.


Sekar melirik kevin, pria itu tengah menatap lurus ke jalanan. "Senior.." ucap sekar, kevin menoleh. "Ya.. " ucap kevin, kevin mengalihkan pandangan nya lagi ke jalanan.


"Hm, sebenar nya. Senior mau bawa aku ke mana, kog ngak sampai-sampai dari tadi..?" ucap sekar. Kevin tersadar lalu mengamati keadaan sekitar, "Sit, ini kan jalan menuju Tol..." rutuk kevin.


Kevin langsung memutar balik kan mobil nya, sekar tersentak. "Se, senior. Kenapa tiba-tiba balik arah..?" ucap sekar. Kevin tersenyum kikuk, "Aku salah jalan tadi. Maaf ya.. " ucap kevin. Sekar tercengang, "Jadi, dari tadi kita salah jalan gitu. Ya tuhan.. " ucap nya.


Kevin tersenyum, "Kamu tenang saja, di dekat sini ada pantai yang bagus. Kita jalan - jalan ke sana ya..?" ucap kevin. Sekar tersenyum kembali, "Pantai, wah. Asik, ayo cepat kita ke sana.. " ucap sekar bersemangat.


"Iya, ya. Sabar.. " ucap kevin, "Senior, apa pantai nya indah. Soal nya, aku belum pernah datang ke pantai yang ada di daerah sini..?" ucap sekar.


"Pantai nya indah, kamu pasti suka.."ucap kevin. Sekar mulai membayangkan keindahan pantai yang di bicarakan oleh kevin.


____________________________________________


...Di Pantai, 08.45 p.m...

__ADS_1



Kevin dan sekar tengah berjalan ke bibir pantai, "Huft, akhir nya sampai juga di pantai. Wah, pantai nya indah sekali.. " ucap sekar. "Ya, kamu benar. Hari ini pantai nya sangat lah indah.. " ucap kevin sambil menatap sekar.


"S**uasana hati sekar seperti nya sudah mulai membaik, syukurlah. Keputusan ku untuk mengajak nya ke sini memang lah tepat.. " batin kevin.


"Senior, ayo kita ke sana. Mari kita lihat pantai nya lebih dekat lagi.. " ucap sekar dengan antusias. "Baiklah, ayo.. " ucap kevin, sekar dan kevin berjalan kembali hingga mereka tiba di bibir pantai.


Sekar nampak bahagia, ia mulai memainkan pasir-pasir putih yang ada di bibir pantai. "Senior, senior. Ayo, ikut lah bermain pasir dengan ku. Pasir nya terasa mengelitiki kaki ku.. " ucap sekar dengan gemas. Kevin tersenyum, "Kamu saja, aku sedang memaakai sepatu. Jadi, tak mungkin untuk ikut bermain.." ucap kevin.


"Yeah, ya sudah. Tidak papa, tapi temani aku ya.. " ucap sekar, kevin mengangguk. Kevin memilih untuk mengawasi sekar saja dan tak berniat untuk ikut bermain pasir.


"Di tepi pantai, seperti nya ini adalah moment yang pas... " batin kevin.


"Sekar.." ucap kevin, sekar medongakkan wajah nya. "Ya, senior.. " ucap sekar, kini sekar dan kevin saling memandang. "Sebenar nya, ada yang ingin ku kata kan pada mu.. " ucap kevin dengan sorot mata tajam.


Sekar menghentikan gerakan nya, ia berhenti bermain pasir. "Senior, ingin mengatakan apa?" ucap sekar. Sekar merasa penasaran sekaligus cemas, "Senior mau bicara apa ya, kenapa firasat ku tidak enak.. " batin sekar.


Wushh..


...Wushh.....


...Angin berhembus dengan kencang, seperti perasaan ku yang semakin merayu-rayu. Apa kau merasakan nya si pujaan hati, apa kau melihat nya juga sayang atau hanya bisa mendengar suara ku, kekasih..??...


...Seluruh indra ku yang awal nya pasif, kini semakin perasa, di detik ini. Saat aku melihat tatapan mata mu yang tengah berbinar ke arah ku, melihat aku si lelaki pecinta....


Wushh...


...Wushh.....


Sekar dan kevin masih terus memandang, jujur ada rasa gugup yang mendera di hati masing - masing. Kevin menghela nafas, lalu memberani kan diri untuk bicara kembali.


"Maafkan aku, sekar.." ucap kevin, sekar mengernyit. "Maaf, kenapa..?"ucap sekar. "Maaf..", "Maaff, karena aku memendam rasa padamu, sudah lebih dari 10 tahun ini. Aku mencintai mu dan berharap..". "Kalau kau juga mau membalas perasaan ku .. " ucap kevin.


Sekar terdiam, ia tak bisa berkata apa pun di detik ini. Sekar merasa dilema lalu mencoba mengalihkan pandangan nya menatap ke arah laut, namun nyata nya laut tak bisa menghapus dilema nya dan malah menambah suasana romantis yang ada.


"Jadi, selama ini mas kevin suka sama aku. Dia menyimpan perasan nya selama 10 tahun, kenapa aku ngak tau..?" batin sekar.

__ADS_1


Kevin mendekati sekar dan mencoba meraih tangan nya. Sekar masih memalingkan wajah nya, ia enggan untuk menatap kevin. "Sekar..", "Aku serius dengan ucapan ku, aku tidak membual. Kalau kamu ngak percaya, aku bisa membuktikan ucapan ku.." ucap kevin.


Sekar langsung menolah saat mendengar kata bukti, ia melihat wajah kevin dan safire mata nya yang tajam. " Will you marry me..?" ucap kevin, sekar tertegun.


__ADS_2