
...Perpustakan, 18.35 a.m....
Sela
Sela tengah melihat-lihat buku di rak, ia berniat meminjam 2 buah buku antalogi yang akan di jadikan acuan dalam menyelesaikan tugas kuliah nya.
Drapp..
Drapp..
Drapp..
Sela beralih ke rak sebelah kiri, ia memperhatikan buku-buku itu dari atas hingga ke bawah. Mata nya langsung terfocus pada buku yang ada di bagian pojok sisi kiri.
Sela tersenyum puas, "Nah, itu dia buku nya..", "Huft, akhir nya ketemu juga.. " gumam sela. Sela lebih mendekati rak, lalu ia mencoba meraih buku yang di inginkannya, sela mulai berjinjit jinjit saat mengayuh nya karena buku itu berada di rak paling atas.
"Ih, kenapa susah banget sih.." gumam sela, setelah berulang kali mencoba meraih buku itu namun tetap saja hasil nya gagal. Kaki sela mulai terasa kesemutan, "Aduh, duh, duh.. " gumam sela sambil menyentuh kaki kanan nya yang terasa berdenyut-denyut.
"Duh, sakit banget.." ucap nya lirih sambil memijat - mijat kaki nya. Tiba-tiba saja ada seorang pria yang berdiri di hadapan nya. Sela masih focus memijat kaki nya yang masih terasa kesemutan. Sela tak menyadari kehadiran pria itu, namun secara mendadak pria itu menyodorkan sebuah buku pada nya yang tak lain buku yang tengah di inginkan oleh sela.
"Nih, ambil..!" ucap Jeff, sela mendongak. Kini mata nya menatap sosok pria asing di hadapan nya, di sisi lain jeff tengah menatap nya dengan sorot mata dingin. Sela masih terdiam, ia tertegun sesaat saat mendapati sosok lelaki tampan di hadapan nya.
"Ganteng banget.. " gumam sela lirih, jeff mengernyit. "Lo bilang apa tadi..?" ucap jeff penasaran, sela tersentak. "Eng, engak bilang apa-apa kog.." ucap sela. Jeff tersenyum tipis, ia merasa jika gadis di hadapan nya saat ini terlihat aneh.
Sela membetulkan posisi nya sambil mengerak - gerakkan kaki nya sesaat. "Nih, ambil. Ini buku yang lo mau kan..?" ucap Jeff sambil menyodorkan buku yang tengah ia pegang pada sela. Sela melirik buku itu, lalu tersenyum puas dan begitu senang setelah menerima bantuan dari pria di hadapan nya.
Tak menunggu lama, sela langsung meraih buku antalogi yang ada di tangan pria itu. "Wah, makasih ya.." ucap sela, sela melihat-lihat buka nya. "Baik banget sih, mau ngambilin buku nya buat aku.. " ucap sela sambil tersenyum manis pada pria di hadapan nya.
Jeff menghela nafas sesaat dan masih memasang raut dingin, "Lain kali, kalau lo lagi kesulitan. Tinggal minta tolong aja sama orang yang ada di sini, jangan diam aja..!" ucap Jeff.
__ADS_1
Sela terkekeh, "Iya, iya. Maaf deh, aku jadi ngerepotim kamu nih. Sekali lagi, makasih ya.. " ucap sela.
Jeff tersenyum tipis, kemudian jeff langsung berlalu dari hadapan sela begitu saja tanpa menjawab ucapan sela terlebih dahulu. Sela tersenyum kikuk, ia mengamati kepergian jeff dengan memasang tatapan heran.
"Tuh cowok, kenapa main cabut aja sih. Sih, songong banget .. " rutuk sela.
Selang beberapa menit...
Sela menghampiri meja pengawas, lalu ia mulai mengajukan pinjaman. Si pengawas pun dengan sigap membantu sela dalam mengurus data pinjaman buku.
"Maaf nona, untuk buku antalogi 3 belum bisa di pinjamkan. Karena belum ada stample dari pihak kami.. " ucap pengawas, sela terkejut. "Yeah, kog gitu sih pak. Saya butuh sekali dengan buku ini, ayo lah pak. Tolong di bolehin di pinjamkan ke saya ya.. " ucap sela.
Pengawas menggeleng pelan, "Maaf nona, tidak bisa. Mohon maaf ya, tapi nanti misalkan sudah di stample. Nona bisa meminjam nya kapan pun.. " ucap pengawas sambil menyimpan buku antalogi 3.
Sela tertegun, ia mulai merasa sedih dan berat hati mengiyakan ucapan pengawas. "Ya sudah, pak. Saya pinjam buku yang ini saja.. " ucap sela, sela akhir nya menyerah. Pengawas tersenyum, kemudian menyuruh sela menanda tangani ujung perjanjian pinjam.
Sela berjalan gontai ke arah pintu keluar, sambil mengendong tas kecil berisi buku yang tengah ia bawa. Sela menghela nafas panjang di saat diri nya kini sudah berada di depan teras perpus.
Craasssss .....
...Kratakk.....
Kratakk...
...Kratakk......
^^^Kratakk..^^^
Tak..
...Tak.....
__ADS_1
^^^Tak..^^^
Hujan tiba-tiba turun, sela yang tengah melamun di depan teras tiba-tiba saja di tarik oleh seseorang dari arah belakang. "Engh.. " pekik sela, sela terkejut saat mendapati tangan kokoh seorang pria yang dengan sengaja menarik tubuh nya ke belakang.
Sela langsung melihat sosok pria itu, "Kamu..?" ucap sela sambil memandangi jeff. Jeff tak bergeming, ia tak membalas tatapan sela atau pun sekedar menjawab sapaan nya. Sela langsung mengeser tubuh nya ke kiri, ia tak ingin terlalu berdekatan dengan pria itu.
"Kenapa main narik tadi, kamu fikir aku ini apa. Sembarangan nyentuh orang..!" ucap sela. Jeff tersenyum tipis, "Salah sendiri kenapa bengong tadi, kalau ngak gue tarik. Ntar lo kena air hujan.. " ucap Jeff.
Sela tersadar saat mengedarkan pandangan nya ke arah jalanan. Kini hujan tengah turun dengan deras nya, sela melirik pria di samping nya lagi ."Makhluk astral dari mana sih nih cowok, untung aja ganteng.. " batin sela.
"Eh, jelangkung. Bukan nya lo udah cabut tadi, kenapa tiba-tiba nonggol lagi di sini..?" ucap sela ketus. Jeff mengernyit, "Nama gue bukan jelangkung ya. Gue juga lebih tua dari lo, yang sopan bisa ngak..?" ucap Jeff datar.
Sela memutar bola mata nya malas, "Au ah, gelap.." ucap sela asal. Jeff menghela nafas, "Cantik sih cantik, tapi kelakuan nya minus.. " batin Jeff.
Selang beberapa saat.. .
Hujan masih turun dan masih belum ada tanda- tanda berhenti. Di sisi lain keheningan juga masih terjadi di tengah-tengah sela dan Jeff. Mereka sengaja mengacuhkan diri satu sama lain, tiba-tiba saja terdengar suara ponsel yang berasal dari tas sela.
Sela yang saat itu tengah asik bermain tetesan air hujan, ia sama sekali tak mendengar suara dering dari ponsel nya. Jeff yang saat itu masih berada di samping sela, ia merasa terganggu dengan suara bising yang berasal dari dalam tas sela.
"Eh, cewek..?" ucap Jeff, sela melirik jeff. "Lo manggil gue atau yang lain..?" ucap sela penasaran. Jeff menatap sela malas, "Ya lo lah, emang ada yang lain di sini..?" ucap Jeff sinis.
Sela manyun, "Apa nih, pakai acara manggil - manggil segala..?" ucap sela.
"Ponsel lo tuh kayak nya bunyi, coba di cek. Berisik tau ngak, yang punya ponsel malah ngak dengar..!" ucap Jeff. Sela mengernyit, "Ponsel..?" ucap sela lirih, sela langsung membuka resleting tas nya kemudian mengeluarkan benda pipih yang di sebut ponsel.
Jeff terkekeh pelan saat mendapati case ponsel sela yang bergambar babi warna pink. Sela melirik jeff, "Kenapa ketawa, emang ada yang lucu..?" ucap sela sinis. Jeff berhenti tertawa, "Ngak ada.. " ucap Jeff ngeles.
NB: Visual Jeff Abraham..
__ADS_1