Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 23


__ADS_3


Kevin mendekati sekar dan mencoba meraih tangan nya. Sekar masih memalingkan wajah nya, ia enggan untuk menatap kevin. "Sekar..", "Aku serius dengan ucapan ku, aku tidak membual. Kalau kamu ngak percaya, aku bisa membuktikan ucapan ku.." ucap kevin.


Sekar langsung menolah saat mendengar kata bukti, ia melihat wajah kevin dan safire mata nya yang tajam. " Will you marry me..?" ucap kevin, sekar tertegun.


Wushh...


...Wushh......


"Dia, dia melamar ku..?" batin sekar.


"Aku harus apa sekarang, dia terlihat serius.." batin sekar.


Wushh..


...Wushh.....


"Sekar..", "Apa kamu mau menjadi istri ku, aku janji. Aku akan menjadi suami yang baik, sampai kamu tidak ingin mengeluh tentang aku.." ucap kevin sambil memegangi bahu sekar. Sekar masih terdiam, "Ngak, ini ngak mungkin. Aku ngak mungkin sama dia, senior terlalu sempurna buat aku.. " batin sekar.


"Sekar, kenapa kamu diam saja. Ayo, kata kan sesuatu.. " ucap kevin gelisah, sekar tersenyum. Perlahan, sekar menurunkan tangan kevin dari bahu nya, "Simpan sentuhan mu untuk gadis lain.." ucap sekar.


Deg..


Deg..


Deg..


"Ma..maksud kamu apa sekar..?" ucap kevin cemas, sekar menghela nafas. "Maaff, senior. Aku tidak ingin menikah dengan mu, lebih baik kamu mengatakan ini pada gadis lain saja.. " ucap sekar.

__ADS_1


Sekar langsung memalingkan wajah nya ke arah laut, ia menatap kosong lautan yang di penuhi desiran ombak. Di sisi lain, kevin terkejut mendengar penolakan sekar.


"Aku di tolak, kenapa sekar menolak ku...?" batin kevin.


Kevin menyeka air mata nya, lalu menatap sekar kembali. Gadis itu masih terdiam sambil menatap lurus ke arah lautan. "Apa yang ada di fikiran sekar, kenapa dia menolak ku.. ?" batin kevin.


"Beri aku alasan, apa alasan mu menolak ku sekar..?" ucap kevin. Sekar menghela nafas panjang, "Tidak ada alasan apa pun.." ucap sekar. "Kau tau, kamu berkata seperti ini saja sudah menyakiti ku. Ayo, beri aku alasan agar aku berhenti mendekati mu..!!" maki kevin.


Dada kevin terasa sesak, seiring dengan air mata yang mulai luruh. Sekar terkejut saat mendengar suara isakkan tangis dari bibir kevin, ia langsung menoleh.


"Jangan menangis, tidak seharus nya senior menangis karena aku. Aku tau ucapan ku tadi melukai perasaan mu, untuk itu aku minta maaf.." ucap sekar.


"Aku minta maaf, aku yang salah di sini... " ucap sekar sekali lagi, ia merasa bersalah. Kevin mengusap wajah nya sendiri dan menyeka air mata nya. Namun kevin enggan untuk marah atau pun membenci sekar. Jujur, memang ia tengah menahan sakit akibat penolakan dari gadis itu. Tapi di sisi lain, kevin juga ingin tau alasan di balik penolakan sekar.


"Sekar, tolong beri aku satu alasan saja. Kenapa kamu menolak ku..??" ucap kevin sambil menepuk-nepuk dada nya pelan. "Kamu pasti punya alasan kan, ayo kata kan saja. Aku ingin mendengar nya.. " ucap kevin.


"Senior, mau tau alasan nya kan..?" ucap sekar, "Ya.. " ucap kevin dengar nada sedikit bergetar Sekar memberanikan diri untuk mengatakan nya, "Aku ini wanita jahat, dan kamu pria baik. Kamu terlalu sempurna buat ku, sampai aku sulit... untuk membayangkan bisa bersanding dengan mu yang sempurna.. !!" ucap sekar.


"Aku hanya seorang gadis, yang memiliki masa lalu yang buruk.. ", "Dan mungkin setelah kamu mengetahui nya, kamu akan meninggalkan ku begitu saja.. " ucap sekar, sekar mengusap wajah nya.


"Masa lalu, apa dia seperti ini karena ada kaitan nya dengan kasus yang di bicarakan Rio.. " batin kevin.


Kevin mendekati sekar dan langsung memeluk nya begitu saja. Sekar terdiam, ia merasa berdebar tak kala kevin memeluk nya dengan hangat. "Sekar, aku sudah tau semua nya.Kamu tak perlu cemas, aku akan tetap bersama mu meski pun dunia menolak keberadaan kita.. " ucap kevin di telinga sekar.


Sekar tertegun, ia merasa terharu mendengar ucapan kevin. Sekar mulai luluh dan seketika mengurai senyum bahagia, lalu iamembalas pelukan kevin, kevin tersenyum puas saat sekar mulai merespond diri nya.


"Aku tidak ingin memaksa mu, aku juga tak ingin kamu terluka saat orang-orang mencibir kita nanti. Apa kau yakin, masih berfikir untuk bersama ku..?" ucap sekar lirih.


Kevin mengusap rambut sekar pelan, "Aku tidak peduli, berfikirlah bahwa semua nya akan baik - baik saja.. " ucap kevin. "Kau benar-benar seyakin itu..?" ucap sekar. "Tentu saja, karena kamu kekuatan ku.. " ucap kevin.

__ADS_1


Sekar menyandarkan kepala nya ke dada kevin, ia merasa bahagia saat berada di pelukan pria yang sangat mencintai nya. "Apa kata, Will you marry me. Masih berlaku..?" ucap kevin, sekar tersenyum. "Yess, am marry you.. " ucap sekar.


Kevin tersenyum puas, "Akhir nya, dia mau menikah juga dengan ku.. " batin kevin.


___________________________________________


Rio


...Area Pasar Minggu...



Ckittt...


Motor NMax milik Rio baru saja berhenti di area parkiran pasar minggu. "Bi, sudah sampai.." ucap Rio sambil melirik bibi yang tengah duduk di belakang nya. "Iya, den.." ucap bibi.


Bibi turun terlebih dulu dari motor, setelah itu di susul oleh Rio. "Mas, nanti tolong parkirin ya.. " ucap Rio pada tukang parkir yang baru saja menghampiri nya. "Siap mas, ini karcis nya..!" ucap tukang parkir sambil menyerahkan karcis pada Rio. Rio menerima nya, lalu mengantar bibi masuk ke dalam pasar.


Saat berada di ambang pintu masuk pasar, Rio dan bibi berhenti. "Bi, Rio nganterin sampai sini saja ya. Bibi masuk ke dalam sendiri, ngak papa kan..?" ucap Rio, "Oh, ngak papa den. Bibi bisa belanja sendiri kog.. " ucap bibi.


Rio tersenyum, "Ya sudah, Rio mau pamit ke warung dulu ya. Nanti kalau bibi sudah selesai, tinggal telfon aku .." ucap Rio, bibi menganggu. "Iya, den. Silahkan.. " ucap bibi.


Rio beranjak pergi, ia memilih untuk mengunjungi warung terdekat. Rio mulai berjalan ke arah selatan sambil melihat-lihat ruko yang berjajar di sisi kanan nya. "Nah, itu dia warung nya.. " batin Rio.


Rio melihat ke arah warung Mbah Kliwon, Rio pun bergegas pergi ke sana. Saat Rio baru saja tiba di warung, ia mendapati cang kipli tengah nongkrong di dalam bersama teman sebaya nya.


"Bukan kah, itu kakek nya kemala. Oh, ternyata.. si kakek suka nongkrong di sini.. " batin Rio.


Rio tersenyum dan mulai masuk ke dalam warung, "Eeee, ono cah bagus. Kamu mau beli apa, le..?" ucap mbok yem. Rio melihat mbok yem, "Teh manis 1, bu. Sama sarapan nya juga ya.. " ucap Rio. "Iya, ya. Silahkan duduk dulu, le.." ucap mbok yem, Rio mengangguk.

__ADS_1


Rio pun duduk di kursi, yang tak jauh dari tempat cang kipli. Cang kipli masih asik berbicara dengan teman nya, Rio memilih untuk memperhatikan nya saja dari jauh. Rio merasa sungkan untuk menyapa cang kipli, apalagi karena teringat fakta bahwa mereka belum terlalu dekat.


__ADS_2