Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 34


__ADS_3

...Ruangan Ceo, 12.32 p.m....



"Dek, ini bagus loh. Coba deh di lihat baik - baik, jangan asal ngomong biasa gitu.. " ucap Erik berusaha membujuk istri nya. Lila menatap Erik malas, "Apa sih yang perlu di lihat, itu biasa aja mas. Kelihatan kayak undangan orang miskin, ngak level buat undangan acara kita .." ucap Lila sambil menatap sinis ke arah sekar.


Sekar merasa sedih mendengar penilaian Lila tentang desain nya, kevin mengusap bahu sekar dan ikut merasa sedih atas ucapan Lila yang terdengar merendahkan sekar. "Jangan di masukin ke hati ya, kak Lila emang suka gitu.." bisik kevin, sekar tersenyum. "Tenang aja, aku ngak papa kog mas.. " bisik sekar lirih.


Erik terkejut, ia tak habis fikir dengan ucapan istri nya. "Dek, jangan asal bicara. Kalau kamu emang ngak suka, ngak papa. Tapi jangan sampai ngerendahin begitu.. " ucap Erik. Lila menghela nafas, "Emang salah ku di mana sih, mas. Aku cuma ngasih pendapat loh, ya ngak papa lah .." ucap Lila ngeles.


Erik memutar bola mata nya malas, "Lilaaa.. ", "Yang tadi itu ngak sopan sayang, ngak enak di dengar nya.." bisik Erik. Lila dan Erik saling pandang, mereka tengah mengentimidasi satu sama lain.


Sekar melihat kevin, "Mas, kita keluar aja yuk. Suasana nya mulai ngak enak nih.." bisik sekar, kevin melirik Erik dan Lila yang tengah berdebat. "Iya, kamu benar. Lebih baik kita keluar sekarang..!" ucap kevin sambil melirik sekar. Sekar mengangguk paham.


Kevin berdiri terlebih dahulu, kemudian di susul oleh sekar. "Mas Erik, kak Lila..." ucap kevin, Erik dan Lila yang tadi berdebat seketika berhenti. Mereka tertegun melihat kevin dan sekar yang tengah berdiri di hadapan mereka. "Eh, iya vin.." ucap Erik.


"Kak, diskusi nya kita lanjutin lain kali saja ya. Aku sama sekar mau keluar dulu.. " ucap kevin. Erik mengernyit, "Loh, kenapa tiba-tiba keluar. Pasti kalian ngak nyaman ya di sini, aku minta maaf ya atas sikap Lila.. " ucap Erik merasa bersalah.


Kevin tersenyum, "Tenang aja kak, kami ngak ngerasa begitu. Cuma kebetulan aja, aku lagi pengen makan siang sama sekar.." ucap kevin beralasan. "Iya mas, aku sama mas kevin pamit mau makan siang dulu ya.. " ucap sekar.


Erik berdiri dari tempatnya, "Oh begitu, tapi sekali lagi aku minta maaf ya. Dan soal undangan tadi, aku tetap mau pilih yang itu.." ucap Erik.


Sekar mengangguk, "Baik, nanti akan saya siap kan. Dan satu lagi, saya mengundang mas Erik dan mbak Lila untuk datang ke Butik Krisan besuk siang, kita akan fithing baju di sana.. " ucap sekar.


Erik tersenyum, "Ya, baiklah. Aku dan Lila akan datang ke sana, besuk siang.." ucap Erik. Lila yang mendengar nya merasa tak suka, "Butik krisan..?, aku belum pernah ke sana. Kenapa sekar ngerecomendasiin butik itu, apa dia mau main-main sama acara ku.. " batin Lila sambil menatap sekar sinis.


"Terimakasih atas waktu nya kali ini, saya minta maaf jika sudah menganggu waktu mas Erik dan mbak Lila.. " ucap sekar basa - basi. "Terimakasih kembali, kami ngak ngerasa ke ganggu kog .." ucap Erik.


Sekar tersenyum lalu melirik kevin, "Ya sudah, kak. Aku sama sekar pergi dulu ya.." ucap kevin. Erik tersenyum lebar, "Iya, silahkan.." ucap Erik. Kevin dan sekar tersenyum sesaat pada Erik, setelah itu beranjak keluar.

__ADS_1


____________________________________________


Lila


Lila masih duduk di tempat nya, ia enggan untuk berdiri atau pun ikut menyalami kepergian dua makhluk yang membuat nya merasa tak nyaman. Lila berdecak kesal saat melihat suami nya, yang begitu ramah pada orang yang ia benci. Naif, sangat naif fikir nya.


Erik kembali menghampiri Lila setelah mengantar ke pergian adik nya dan sekar. Erik menatap tajam Lila sambil meletakkan kedua tangan nya ke pinggang, Lila langsung mengalihkan pandangan nya ke arah lain. Ia sengaja mengacuhkan Erik dan tak berharap akan berdebat dengan nya.


"Apa sih yang ada di fikiran kamu, La. Kenapa kamu jadi sensi banget hari ini, aku sering bilang kan. Tolong, kendaliin penyakit kamu.. " resah Erik.


Lila berdiri, "Kenapa kamu jadi bawa - bawa penyakit. Ini ngak ada hubungan nya sama penyakit aku, mas.. " ucap Lila kesal. Erik menyugar rambut nya sambil mengatur emosi nya sesaat, setelah itu ia menyentuh bahu Lila.


"Iya, dek. Mas ngak akan ngomong lagi soal penyakit kamu. Tapi tolong lah, kamu yang baik sama sekar dan kevin.." ucap Erik.


Lila terdiam, "Buat apa baik sama mereka, ngak guna.." batin Lila. Lila cemberut, Cups. Tiba-tiba Erik mendarat ciuman di kening nya, perlahan Lila mengurai senyum.


Lila memandangi wajah Erik, sang suami tersenyum manis pada nya. "Mas, tau kamu asli nya baik. Jangan sering ketus sama mereka ya.." ucap Erik, Lila mengangguk.


Lila membalas pelukan Erik, "Biarin deh, mas Erik mikir kalau ini ada hubungan nya sama penyakit ku. Padahal engak, ini kekesalan yang berbeda.. " batin Lila.


_____________________________________________


^^^Jakarta Selatan, 16 Desember 2020^^^


...Restaurant Andalas, 12.37 p.m....



Sekar

__ADS_1


"Tuan, nona. Ini buku menu nya, silahkan di pilih..!" ucap pelayan sambil menyerahkan buku menu kepada sekar dan kevin. Mereka mulai membuka lalu membaca buku menu nya.


Sekar melirik pelayan, "Kak, saya mau pesan ice lemon tea dan vongole bianco ya.. " ucap sekar. "Baik, kak. Lalu tuan, tuan mau pesan apa..?" ucap pelayan pada kevin. Kevin melihat pelayan, "Aku, ice milk tea dan seafood cury and rice.." ucap kevin.


Pelayan mencatat pesanan mereka, "Mohon di tunggu ya, makan nya akan segera datang.Saya permisi dulu.. " ucap pelayan, "Iya.." ucap mereka. Pelayan beranjak pergi, kini tinggal sekar dan kevin saja di meja mereka.


Sekar masih merasa sedih, ia tak menyangka akan bertemu dengan Lila secepat itu. Sekar sempat berfikir bahwa istri Erik bukan lah Lila teman nya tapi Lila yang lain.


"Dunia memang sempit, tapi kenapa takdir harus membuat kami bertemu lagi. Terlebih lagi, kini aku dan mas kevin tengah menjalin hubungan. Pasti Lila tak tinggal diam, dia akan mengacaukan segala nya... " batin sekar.


Sekar mengigit bibir nya pelan, ia merasa khawatir. Kevin yang sedari tadi memperhati kan sekar, ia ikut merasa cemas karena sekar terlihat tidak tenang.


Kevin meraih tangan sekar, sekar pun tersadar dari fikiran nya. "Sekar, kamu kenapa..?" ucap kevin lembut, sekar tersenyum. "I'am fine, jangan mencemaskan ku.. " ucap sekar sambil mengusap tangan kevin.


"Ngak, jangan bohong sama aku. Jujur aja, aku siap kog jadi pendengar yang baik.. " ucap kevin mendesak sekar dengan nada cemas. "Aku ngak papa kog, ngak ada yang perlu kamu dengar.." ucap sekar, "I'am fine, my love.. " ucap sekar menyakinkan kevin bahwa diri nya baik - baik saja.


Kevin terdiam, "Kenapa sekar ngak mau cerita sama aku, apa sih yang lagi di sembunyiin sama dia..?" batin kevin.


Kevin menarik tangan sekar lalu mencium tangan nya, "My love, jangan merasa sendiri. Aku ada di sini, buat kamu dan akan selalu begitu.. " ucap kevin. Sekar tertegun, ia meneteskan air mata, kevin yang melihat nya menjadi panik.


"Jangan nangis.." ucap kevin sambil mengusap air mata sekar. Sekar tersenyum sambil menyeka air mata nya, "Maaf, tadi aku terharu.." ucap sekar. "Hm gitu, ayo senyum lagi.. " ucap kevin, sekar mencoba tersenyum meski hati nya masih terasa sedih.


...Aku takut kehilangan, kehilangan kamu...


...yang terus saja berucap bahwa kita akan...


...selalu bersama......


...Takut saat di bayang kan, semoga ini...

__ADS_1


...hanya fikiran ku saja......


...~💕~...


__ADS_2