Edoraded Distance

Edoraded Distance
Bab 27


__ADS_3

...Sentuhan berujung rengkuhan, aku tak tau itu apa. Tapi rasa nya hangat, serasa manis dan semakin menyenangkan saat kamu berkali - kali melakukan nya. Apa karena kamu yang melakukan nya, kamu, si pria yang mengatakan bahwa kamu mencintai ku......


_____________________________________________


Sekar tersenyum puas, "Aku juga mencintai mu, seperti itu kah rasa nya.. " gumam sekar. Sekar senyum-senyum sambil mengusapkan wajah nya ke bahu.


Kleekk..!!


Drapp..


Drapp..


Drapp..


"Kakak.." ucap sela, sekar tersentak. Sekar langsung menoleh ke arah sela, sela berjalan terburu-buru ke arah nya. "Oh, sela. Ada apa, dik..?" ucap sekar, sela tersenyum dan seketika menghempaskan tubuh nya ke ranjang sekar.


"Ngak ada apa-apa, kak.." ucap sela sambil melirik sekar yang tengah duduk di samping nya. "Hm, kakak fikir ada apa tadi.. " ucap sekar sembari tersenyum. Sekar bangkit lalu beralih ke meja kerja nya, yang letak nya berada di samping jendela.


Sela membalikkan tubuh nya hingga berposisi tengkurap, "Kak, kak sekar. Aku mau tanya.." ucap sela. "Iya, dik. Mau tanya apa..?" ucap sekar sambil membuka jurnal milik nya yang ada di atas meja.


"Tadi aku ngak sengaja lihat kakak di anterin sama cowok. Tuh cowok siapa kak, pacar kakak ya..?" ucap sela penasaran. Sekar terkejut, lalu menoleh ke arah adik nya. "Ih, kamu kog bisa tau sih, kamu tadi ngintip ya.. ??" ucap sekar.


Sela cengengesan, "Sorry, aku ngak sengaja lihat. Kan aku udah bilang tadi..." ucap sela.


Sekar menggelengkan kepalanya pelan, "Hah, kamu ya. Jeli banget mata nya, kakak jadi ketahuan kan.. " ucap sekar.

__ADS_1


Sela terkejut, "Eh, Ketahuan..?" ucap nya. Sekar hanya tersenyum, sela langsung merubah posisi nya menjadi duduk. "Jadi, maksud kakak. Cowok yang tadi beneran pacar kakak gitu, seriusan..?" ucap sela.


Sekar mengangguk, "Iya, bisa di bilang dia pacar kakak. Tapi, ngak tau juga sih.. " ucap sekar sambil mengusap pelipis nya. Sela mengernyit, "Kog ragu gitu sih jawab nya.." ucap sela.


"Inti nya, kakak sekarang udah punya pacar. Akhir nya kakak ngak jomblo lagi, selamat ya kak.." ucap sela dengab senyum manis nya."Iya, makasih ya selamat nya.. " ucap sekar, sela tersenyum.


"Oh ya, kak. Aku mau curhat nih, mau ndegerin ngak..?" ucap sela, sekar melirik sela. "Curhat..?, ya sudah. Curhat saja, kakak bakal dengerin kog.." ucap sekar. Sela tersenyum lebar, "Begini, kak..." sela mulai menceritakan keluhan nya.


"Jadi, teman kamu salah paham. Dia mikir kalau kamu ngak mau ikut lomba itu karena ada si A, padahal kamu emang ngak pengen ikut lomba itu kan..?" ucap sekar, sela mengangguk.


"Iya, kak. Padahal aku udah jelasin ke dia, alasan aku ngak ikutan tuh apa. Eh, tapi dia nya malah marah sama aku, terus ngatain aku ngak care lagi sama dia.. " ucap sela dengan nada sedih.


Sekar tiba-tiba teringat akan persahabatan nya di SMA dulu, "Masalah ringan seperti ini jika tidak di selesaikan secepat mungkin, bisa-bisa menjadi masalah besar.." batin sekar.


Sekar berdiri lalu menghampiri sela yang masih duduk di atas ranjang, setelah itu ia memeluk adik nya dengan hangat. "Dik, yang sabar ya. Kakak do'a in semoga kamu dan teman mu itu bisa baikan lagi.. " ucap sekar sambil mengusap bahu sela.


Sela menatap wajah sekar, "Iya, kak. Semoga saja.. " ucap sela, sela berusaha tersenyum. "Gini aja, dek. Gimana kalau kamu, minta maaf duluan sama dia.. " ucap sekar, sela mengernyit. "Aku, aku yang harus minta maaf sama dia..?" ucap sela, sekar mengangguk.


"Iya, kamu yang harus minta maaf lebih dulu. Kakak tau kamu ngak salah di sini, tapi posisi kamu di sini ngak menguntungkan sama sekali. Sebelum dia semakin marah sama kamu, lebih baik kamu yang mengalah dari dia.. " ucap sekar.


Sela menghela nafas, "Tapi kak, kenapa harus aku yang minta maaf. Seharus nya dia yang minta maaf, bukan aku..!" ucap sela, sekar mengusap rambut adik nya. "Kamu sayang kan sama teman mu, kamu ngak mau kan kehilangan dia. Jadi, jalan keluar yang terbaik adalah mengalah sebelum semuanya terlambat.. " ucap sekar.


Sela terdiam, ia tengah mencerna nasehat dari sekar. "Iya deh, kak. Nanti aku bakal coba minta maaf sama dia, meskipun aku nya terpaksa.. " ucap sela. Sekar tersenyum puas, "Nah, gitu. Akhir nya kamu paham juga, kakak kasih tau ya. Kita mengalah bukan berarti kita kalah, tapi kita berusaha melerai masalah yang ada.. " ucap sekar.


____________________________________________

__ADS_1


...Rumah keluarga Son...



...16.10 p.m....


Ibu dan ayah tengah berada di ruang keluarga, mereka sedang bersantai di sana sambil menanti kedatangan anak-anak nya.


Selang beberapa menit..


"Ayah, ibu.. " ucap kevin, "Ayah, ibu. Erik pulang.." ucap Erik. Kevin, Erik dan Lila baru saja tiba dan langsung menghampiri ayah dan ibu yang tengah bersantai di ruang keluarga.


Ayah dan ibu yang merasa terpaling langsung saja menoleh ke arah mereka, "Kevin, erik, Lila, akhir nya kalian sampai rumah juga.. " ucap ibu. "Gimana tadi di jalan, lancar-lancar saja kan..?" ucap ayah.


Kevin dan Erik tersenyum, "Lancar-lancar saja, yah.. " ucap Erik. Ayah merasa lega,"Syukurlah.." ucap ayah. Erik dan Lila menghampiri ayah dan ibu, mereka berpelukan sesaat.


"Fainally, akhir nya aku bisa ketemu lagi sama ayah dan ibu. Aku seneng banget.. " ucap Lila sembari tersenyum. Ibu tersenyum lalu meraih tangan Lila, "Ibu juga senang, bisa ngelihat kamu dan erik lagi.. " ucap ibu.


"Kalian tau ngak, kemarin ayah nanyain kalian terus loh. Ayah kangen banget sama kalian.. " ucap ibu sambil melirik ayah. "Mas, mas. Dengerin tuh, kata ibu ayah kangen sama kamu loh.. " ucap Lila sambil melirik suami nya.


Erik tersenyum, lalu ia segera duduk di samping ayah. "Ayah, ayah kangen ya sama aku. Erik juga kangen sama ayah.. " ucap Erik, ia mulai menyandarkan kepala nya ke bahu ayah.


"Seriusan kamu kangen sama ayah, ayah fikir kamu betah di luar negri.." ucap ayah, erik terkejut. "Ya, ngak mungkin lah yah. Jangan ngomong gitu, erik ngak mungkin ngelupain ayah tersayang.. " ucap Erik. Ayah terkekeh, "Ya, ya. Kamu emang pintar merayu ayah..." ucap ayah.


"Kevin, Lila... ayo, duduk. Jangan berdiri terus, istirahat nak..!" ucap Ibu, kevin dan Lila mengangguk. Kevin pun duduk di single sofa sedangkan Lila duduk di samping ibu.

__ADS_1


__ADS_2